Review

11 Kalimat Khas Amazing Race



Sekarang saya lagi sedang suka-sukanya sama Amazing Race. Salah satu reality show yang mampu bertahan selama 18 tahun.

Saya sangat menyukai acara reality show, tapi bukan reality show seperti Rumah Uya Kuya atau Termehek-Mehek yang begitu terasa settingannya. Reality show yang saya maksud adalah yang minimal terasa begitu riil, nyata. Apalagi kalau sifatnya persaingan atau lomba. Senang menyaksikan para peserta bersaing satu sama lain, baik itu dengan cara yang fair atau mungkin dengan sedikit kelicikan. Senang juga melihat drama-drama yang terjadi dalam rangkaian persaingan tersebut.

Sekarang, saya sedang tergila-gila pada reality show Amazing Race. Reality show ini diciptakan oleh Bertrand Van Munster dan Elise Doganieri. Pertama kali tayang di layar kaca tahun 2001 dan dua tahun kemudian sudah meraih penghargaan di Emmy Awards dalam kategori  “Outstanding Reality-Competition Program”. Tahun ini, Amazing Race sudah memasuki musim (season) ke 31.

Saking tergila-gilanya pada Amazing Race, saya sampai mengunduh dan mengoleksi season demi season. Memang belum lengkap, karena beberapa season sudah sulit dicari arsipnya di internet.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya suka pada program ini, karena sejak tayang di televisi swasta dalam negeri pun saya sudah jatuh cinta. Senang menyaksikan bagaimana para peserta bersaing, berlomba dan saling beradu strategi dalam sebuah perlombaan panjang. Sangat panjang karena total biasanya menghabiskan waktu satu bulan, melintasi berbagai negara, empat (kadang bahkan lima) benua dan puluhan kota.

Prinsip Dasar Amazing Race

Pada dasarnya, Amazing Race adalah sebuah perlombaan yang diikuti 11 tim (pernah juga 12 dan pernah juga 10 tim) yang masing-masing beranggotakan dua orang. Tim bisa terdiri laki-perempuan, perempuan-perempuan atau keduanya laki-laki. Biasanya mereka adalah orang yang saling kenal atau bahkan punya hubungan (darah, perkawinan atau pacaran). Kecuali pada season 29 ketika tim dibentuk dari orang yang belum pernah saling mengenal sebelumnya.

Seluruh tim harus berlomba melalui jalur yang sudah disiapkan. Jalur tersebut melintasi beberapa negara yang beberapa di antaranya melintasi benua. Perlombaan dibagi ke dalam beberapa putaran (leg), dan tiap leg diakhiri dengan pit stop. Tim yang terakhir mencapai pit stop akan terleminasi, kecuali di beberapa leg yang merupakan non-elimination leg.

Dalam setiap putaran ada tantangan yang harus diselesaikan oleh tim. Tantangannya bisa berupa tantangan fisik, keberanian, mental, atau bahkan berupa tantangan yang lebih berupa adu keberuntungan.

Pada akhirnya hanya akan ada tiga tim yang mencapai putaran final, dan hanya akan ada satu tim yang pertama menyentuh garis finis dan memenangkan satu juta dollar.

Saking menariknya program ini (buat saya), sampai-sampai saya merasa ada beberapa kalimat yang sangat menggambarkan program Amazing Race. Berikut adalah kalimat-kalimat itu.


Menanti aba-aba sebelum memulai perlombaan

1.Travel Safe!

Setiap lomba akan diawali dengan briefing singkat oleh Phil Keoghan, sang pembawa acara. Phil akan menjelaskan peraturan singkat dari lomba ini, tapi tidak memberi tahu negara mana atau kota mana yang akan dituju oleh para peserta.

Setelah semua siap, Phil akan memberi aba-aba memulai lomba yang diakhiri dengan kalimat, “Travel safe!”

Lalu dimulailah lomba tersebut yang ditandai dengan para peserta yang berlari sekencang-kencangnya menuju petunjuk mereka.

2. Do You Have The Clue?

Tiap tim masing-masing akan diberi satu kartu petunjuk yang memberi tahu harus ke mana mereka menuju, dan apa yang harus dilakukan atau dihindari. Kartu petunjuk ini biasanya ditaruh di dalam kotak yang berdiri di tempat yang mudah dilihat. Tapi, kadang kala kartu petunjuk itu juga ditempatkan di tempat yang sulit dilihat, atau dibawa oleh orang tertentu. Para peserta harus menemukanya meski kadang tidak mudah.

Di dalam kartu petunjuk itu selain ada informasi rute, juga ada petunjuk yang tentang apa yang boleh dan tidak boleh. Terkadang ada tim yang luput membaca dengan detail petunjuk tersebut dan kemudian berakhir dengan kebingungan menyelesaikan tantangan atau menemukan tujuan selanjutnya.


Tim harus menyelesaikan tantangan sebelum bisa melanjutkan lomba

3. Detour!

Dalam satu putaran selalu ada yang namanya detour (kecuali leg terakhir season 29). Detour adalah sebuah pilihan tugas yang harus dikerjakan oleh tim. Ada dua pilihan yang keduanya sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Tim harus memilih mau melakukan yang mana. Ada tugas yang menuntut kekuatan fisik, tapi ada juga tugas yang lebih mengutamakan kejelian atau kesabaran.

Selain detour, tantangan lain yang juga khas Amazing Race adalah road block. Tantangan ini hanya boleh dilakukan oleh salah satu anggota tim dan anggota yang tidak melakukannya tidak boleh memberi bantuan sama sekali. Bahkan sekadar memberi info sekalipun. Sama seperti detour, tantangan road block pun bisa berupa tantangan fisik, kejelian, kesabaran atau bahkan tantangan mental.

Tidak jarang, kedua tantangan ini (detour maupun road block) mengubah urutan tim. Tim yang lebih dulu melakukan tantangan bisa saja terlempar jauh ke urutan belakang bila mengalami kesulitan menyelesaikan tantangan.

Pada bagian inilah Amazing Race menjadi sangat menarik. Tim akan berada dalam tekanan berat dan kerjasama tim diuji.

Lanjut ke nomor berikutnya

Bagikan Tulisan Ini:

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.