Ketika membawakan presentasi di sebuah acara

Berikut ini adalah tips untuk kalian yang ingin lancar presentasi di depan umum. Tips ini disarikan dari berbagai pelatihan.

Presentasi. Saya lupa kapan pertama kali melakukan kegiatan ini, membawakan sebuah materi di depan umum. Mungkin sekira akhir tahun 2000an ketika “karir” sebagai bloger semakin menanjak. Dalam lingkup kota Makassar, saya semakin dikenal sebagai seorang bloger, dan ketika itu satu per satu teman-teman komunitas atau perusahaan mengajak saya untuk berbagi pengalaman sebagai bloger dan pegiat media sosial.

Maka mulailah saya sering tampil di depan umum, membawakan presentasi tentang blog atau media sosial.

Sebenarnya saya bukan orang yang senang berada di bawah sorotan, meski tidak bisa juga dibilang pemalu. Saya hanya sulit memulai, tapi ketika sudah bisa memulai maka biasanya saya malah terlalu percaya diri dan berakhir dengan memalukan diri sendiri ha-ha-ha-ha.

Awal-awal membawakan presentasi di depan umum, pastilah penampilan saya kacau sekali. Tapi pelan-pelan, penampilan saya rasanya ya lumayanlah. Tidak terlalu bagus, tapi sudah mulai membaik. Setidaknya saya bisa membawakan materi dengan lebih sederhana, to the point dan tidak bertele-tele. Meski begitu saya tentu saja merasa masih banyak kekurangan dari penampilan saya.

Hingga akhirnya sejak tahun kemarin saya mendapat pekerjaan yang lekat berurusan dengan komunikasi, salah satunya adalah presentasi. Kami menggelar beberapa pelatihan komunikasi yang salah satu materinya adalah membawakan presentasi. Kebetulan trainer yang membawakan materi soal presentasi adalah orang yang sudah berpengalaman. Sudah belasan tahun menjadi pembicara publik dan pengajar komunikasi.

Saya belajar banyak dari materi yang dibawakannya, meski masih belum menemukan banyak waktu untuk mempraktikkannya.

Nah, di postingan kali ini saya ingin berbagi materi tentang teknik presentasi seperti yang dibawakan oleh trainer kami. Semoga bisa berguna bagi kita semua.

A. Persiapkan Diri dan Materi Presentasi.

Sebelum memulai presentasi, hal pertama yang harus dilakukan tentu saja melakukan persiapan. Baik mempersiapkan diri maupun mempersiapkan materi yang akan dibawakan. Langkah pertama adalah kita harus tahu apakah materi yang kita bawakan memang kita kuasai? Apakah kita memang yakin dengan materi yang dibawakan?

Bukan apa-apa, tapi membawakan materi yang tidak kita kuasai tentu akan lebih berat kecuali kamu memang jago meyakinkan orang. Terus, kalau kita sendiri tidak yakin dengan materi yang mau dibawakan, bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain?

Kalau membawakan materi dengan slide presentasi, maka pesan dari mereka yang berpengalaman adalah: janganlah membuat materi presentasi yang dipenuhi dengan tulisan. Buatlah materi presentasi yang lebih banyak mengumbar gambar dan kurang tulisan. Peserta pasti malas melihat materi presentasi yang isinya tulisan semua, berbeda kalau isinya kebanyakan gambar. Gambar dipercaya lebih menarik perhatian, apalagi jika bisa digabungkan dengan gambar bergerak atau video. Pasti presentasi lebih maknyus.


Kurangi tulisan yang panjang dalam slide

Persiapkan juga kata-kata yang efektif dan tidak bertele-tele. Utamanya bisa membawakan materi yang agak ilmiah. Usahakanlah membawakannya dengan cara yang fun dan tidak justru membuat orang berpikir keras lalu kehilangan arah dan tidak tahu jalan pulang.

Oh satu lagi, ini berdasarkan pengalaman saya. Cari tahu karakter audiens. Ibaratnya mau perang, setelah persiapan alat sudah cukup, kita juga harus tahu karakter lawan. Ini penting untuk memetakan bagaimana sikap kita nanti ketika membawakan materi. Jangan sampai kita sebenarnya lebih siap membawakan materi untuk anak muda, tapi ternyata pesertanya orang tua semua. Pasti tidak nyambung.

B. Pembukaan Yang Kuat.

Menarik perhatian audiens sejak menit pertama adalah hal krusial dalam membawakan materi. Menurut pelatih kami, pembukaan yang kuat adalah salah satu kunci untuk mencuri perhatian audiens dan membuat mereka siap untuk bertahan sampai presentasi selesai.

Pembukaan yang kuat ini bisa pernyataan kontroversial, kutipan (quote) yang kuat, atau gambar yang menarik. Intinya, apa saja asal dianggap efektif menarik perhatian dan masih sejalan dengan materi yang kita bawakan.

Salah satu contoh yang terpikir di kepala saya bila membawakan materi tentang media sosial, adalah kalimat seperti ini:

Kalian tahu tidak? Internet dan media sosial itu sudah membunuh banyak sekali hal di dunia ini.

Kalimat itu bila dibawakan dengan intonasi yang tepat saya yakin akan menimbulkan pertanyaan di kepala banyak orang. Membunuh? Membunuh apa? Kenapa bisa disebut membunuh? Itu mungkin sebagian pertanyaan yang keluar dari kepala sebagian orang. Dan ketika itu terjadi, maka itu artinya kita sudah bisa menarik perhatian sejak menit pertama.

Sisanya tinggal menjaga agar perhatian itu tidak pudar.

C. Interaktif dan Gunakan Bahasa Tubuh.

Saya yakin, siapapun dari kita pasti lebih senang ketika melihat seorang pembawa materi bisa membawakan materi dengan cara yang lebih interaktif. Si pembawa materi bisa menarik perhatian audiens dengan mengajak audiens ikut dalam materi yang dibawakannya. Selain tidak membosankan, juga efektif membuat audiens tertarik. Dalam membawakan materi usahakan untuk terus bergerak dan tidak diam di satu titik, lalu mulailah membangun interaksi dengan audiens.

Cara paling sederhana untuk membangun interaksi adalah dengan melontarkan pertanyaan; bagaimana? Ada yang mau ditanyakan?

Atau lebih spesifik lagi menunjuk seorang dari audiens dan ditanya. Akan lebih bagus kalau kita tahu namanya sehingga kita bisa bertanya, “Bagaimana pak Amir? Sudah paham? Atau ada yang mau ditanyakan?”

Kata trainer kami, ini efektif menarik perhatian audiens dan jelas akan menghilangkan kantuk mereka. Bila kamu punya kemampuan membawakan joke, maka itu tentu akan lebih bagus lagi. Tidak ada salahnya membawakan lelucon yang bisa mencairkan suasana. Asal harus diingat, jangan sampai kebablasan membawakan lelucon yang tidak pantas. Bisa-bisa malah runyam.

Bahasa tubuh juga sangat penting dalam membawakan presentasi di depan umum. Pembawa materi yang sudah terlatih pasti akan menggunakan berbagai bahasa tubuh atau gesture untuk memperkuat materi yang dibawakannya. Paling sederhana adalah gerakan tangan. Gunakan gerakan tangan untuk memberi penekanan pada kalimat tertentu. Ini penting untuk menambah “nyawa” pada materi yang kamu bawakan.

Bayangkan bagaimana membosankannya seorang pemateri yang berdiri tegak sepanjang membawakan materi. Sudah nadanya datar, tidak ada gesture dan interaksi pula. Saya yakin kita pasti akan bosan dan mungkin mengantuk.

Nah setidaknya itu tiga dasar paling utama dalam membawakan materi presentasi di depan umum. Ada beberapa tips lain seperti:

  1. Bila gugup, cari satu orang audiens yang sudah kamu kenal. Setidaknya, itu akan membantu kamu untuk menetralisir kegugupan. Kalau tidak ada satupun yang kamu kenali, maka carilah satu audiens yang wajahnya paling ramah atau selalu tersenyum. Ini efektif untuk mengurasi rasa gugup.
  2. Tatap mata audiens untuk menegaskan kalau kamu percaya diri dan mampu membangun keterikatan dengan orang lain. Tapi kadang ini tidak mudah karena ada juga orang yang malah tambah gugup ketika menatap mata orang lain. Solusinya adalah menatap daerah di antara kedua mata orang, ini memberikan kesan kamu menatap matanya tapi sebenarnya tidak. Jadi, kamu bisa mengurangi ketidaknyamanan dengan menatap mata orang, tapi sekaligus meninggalkan kesan bahwa kamu menatap mata orang.
  3. Kalau belum berhasil juga, maka pilih satu benda yang bisa dipegang tapi tidak menarik perhatian. Misalnya pulpen. Benda ini bisa dipegang terus selama membawakan presentasi, dan ini bisa jadi alat untuk menyalurkan kegugupan atau energi negatif dalam diri kita. Coba perhatikan orang yang gugup, biasanya mereka tanpa sadar akan menyentuh benda tertentu untuk menyalurkan rasa gugupnya. Atau, kadang melakukan kegiatan yang konstan dan di luar kesadaran. Nah, daripada tidak didasari maka lebih baik dari awal disiapkan bukan? Tapi ingat, pilih benda yang kecil saja dan tidak terlalu menarik perhatian. Tidak usah membawa lemari es misalnya.

*****

Tampil di depan umum memang bukan hal mudah bagi sebagian orang. Ada orang yang tidak punya bakat untuk dengan mudah berdiri di depan khalayak ramai dan menarik perhatian orang. Karena itu, tips-tips dan teknik presentasi di atas mungkin bisa membantu. Setidaknya membuat kamu lebih santai dan nyaman ketika harus presentasi di depan umum.

Semoga membantu! [dG]

Bagikan Tulisan Ini:

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (7)

  1. Dulu pas menjadi pemateri memang gugup. Cuma sekarang sidikit demi sedikit agak nyaman. Penting bagi kita dalam berinteraksi. Saya sukanya sebelum masuk ke materi sengaja melontarkan pertanyaan dulu ke peserta, agar memantik mereka dalam diskusi ahahhaha

  2. Saya banget nih yang merasa gak punya bakat sama sekali untuk tampil di depan umum tapi ujung-ujungnya malah ambil jurusan yang berkaitan erat dengan komunikasi.

    Sudah punya pengalaman beberapa kali juga bawa presentasi tapi audiencenya ya anak2 sekolah? itu pun tiap mau tampil pasti gugup apalagi klu audiencenya lebih luas.

    Beda halnya kalau bawa materi di depan kelas. Mungkin karena sudah terbiasa jadi gak gugup lagi

    Btw bener banget, hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah kitanya harus menguasai materi dulu.. soalnya bisa berabe banget kalau kita sok-sok mau tampil presentasi sementara materinya saja gak dikuasai. Bisa mati kutu tuh di depan ?

  3. Tips yang OK banget nih, Daeng.

    Untuk tampil di depan umum, terutama untuk presentasi, kunci pertama pastinya harus punya rasa percaya diri, supaya bisa menguasai keadaan.

    Dan saya termasuk orang yang suka kalo narasumber bisa interaktif ke audiens, sehingga presentasinya gak membosankan.

  4. Nice tips. Saya adalah salah seorang yang kurang mahir dalam komunikasi verba. Saya selalu gugup tampil di depan umum, itu juga yang membuat saya lebih senang tampil di belakang panggung sebagai tim perlengkapan saja. Tapi semakin ke sini sepertinya saya harus berusaha untuk lepas landas menjejaki dunia yang lebih luas untuk tampil di muka pulbik. Terima kasih sharingnya, Daeng.

  5. Saya jadi ingat Daeng Ipul waktu pertama kali saya lihat, di event IBN. Agak gugup di situ. Sekarang keren mi kalo bawa materi.

  6. tipsnya sangat bermanfaat.. yg tidak menampilkan terlalu banyak tulisan ini yg penting Daeng. Pekan lalu saya mengikuti presentase sebuah dinas, dehh tidur dudukka na pakamma sanging tulisan ji dari awal slide. Ditambah lagi pemateri yg bikin ngantuk,, hehe,

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.