Perjalanan

Liburan Dadakan, Atau Direncanakan?

Liburan dadakan kadang menjadi jalan kamu untuk akhirnya bisa menikmati waktu terbebas dari kesibukan. Meski mendadak ada beberapa tips yang membuat liburan tetap nyaman, simak disini!


Stasiun kereta, suatu hari di 2012

Ayo pesan tiket KA Traveloka sekarang juga dan berangkat berlibur, berani? Kalimat itu membawa saya jauh ke tahun 1993. Itulah tahun pertama saya berlibur ke pulau Jawa. Bermula di Surabaya dan berakhir di Jakarta. Saya masih ABG kala itu, dan masih benar-benar minim pengalaman berlibur ke luar pulau. Untungnya saya berlibur dengan dua teman bapak yang sudah lebih dewasa. Momen itu akan saya ingat sepanjang hayat. Itu momen pertama kali keluar pulau, pertama kali melihat Surabaya dan Jakarta, serta pertama kali mencoba beragam moda transportasi (dari kapal laut sampai kereta api).

Kenangan dengan kereta api itu selalu saya ingat. Sebagai seorang bocah ingusan yang belum tahu apa-apa, saya hanya ikut saja. Seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Bersama dua orang dewasa teman seperjalanan saya itu mengantri tiket kereta di stasiun Pasar Turi, menunggu kereta di stasiun, sampai menikmati perjalanan dengan duduk sepanjang jalan. Selama 12 jam.

Itu pengalaman pertama saya berlibur. Sampai akhirnya bertahun-tahun kemudian, saya kembali menyusuri jalur yang sama dengan moda transportasi yang sama. Sendirian. Kalau dulu saya hanya mengikut, maka kali ini saya jalan sendiri. Lengkap dengan segala perhitungan dan perencanaannya.

Saya termasuk orang yang senang jalan dengan perencanaan. Itinerary akan saya buat sedetail mungkin, lengkap dengan tujuan dan segala tetek bengek hingga perkiraan harganya. Meski begitu, saya juga bukan orang yang kaku seperti kanebo kering. Atau seperti Sheldon Cooper di serial Big Bang Theory yang benar-benar harus mengikuti semua yang sudah disusun rapi.

Saya orangnya fleksibel. Bisa berlibur dengan terencana dan sangat detail, tapi bisa juga berlibur dengan dadakan. Tanpa perencanaan yang detail. Meski saya akui saya lebih menyenangi liburan yang terencana, tapi tak mengapa bila sesekali bertindak impulsif dan berlibur secara dadakan.

Dari pengalaman selama ini, libur dadakan juga ada seni dan ceritanya sendiri. Tapi, tetap saja harus ada persiapan yang dilakukan. Apa saja persiapannya? Berikut ada tipsnya.

Cari Tiket Yang Terjangkau dan Langsung Berangkat.

Salah satu hal yang bikin saya iri dengan orang Jawa adalah karena mereka punya moda transportasi kereta api yang menghubungkan banyak kota di Jawa. Kereta api sangat mampu menjadi pilihan paling maknyus untuk mereka yang ingin berlibur dadakan tapi nyaman.

Tinggal pilih kota yang ingin dituju, buka aplikasi Traveloka dan beli tiket kereta api di sana. Tiket apa saja, tidak perlu tiket kereta eksekutif, karena sekarang kereta ekonomi pun sudah sama nyamannya. Tidak seperti zaman dulu ketika kursi dijual tanpa mempertimbangkan ketersediaan.

Sudahlah keretanya nyaman, ada pula aplikasi macam Traveloka yang memudahkan pembelian. Saya salah satu pengguna setia Traveloka sejak bertahun-tahun lalu. Kemudahannya memang memanjakan. Tinggal beli tiketnya dan simpan e-tiketnya lalu berangkat di hari-H. Mudah dan nyaman.

Manfaatkan Berbagai Tawaran Dari Traveloka.

Sebelum menuntaskan pembelian tiket di Traveloka, coba cari tahu dulu promo apa saja yang sedang ditawarkan aplikasi berlogo burung biru itu. Traveloka biasanya sangat royal memberikan promo dan potongan harga. Besarannya pun kadang lumayan untuk para pecandu liburan.

Kan lumayan kalau potongan harga dari promo itu dialihkan ke kebutuhan liburan yang lainnya. Bisa dipakai untuk memesan kamar, membeli makanan, atau mungkin membawa pulang buah tangan dari destinasi liburan?


Barang bawaan standar saya jika berlibur

Sesuaikan Bawaan Dengan Tujuan Wisata.

Terus terang, selain menentukan tujuan, bagian ini juga jadi salah satu yang cukup menyita waktu buat saya. Menentukan barang apa saja yang pas untuk dibawa. Biasanya saya akan mencari tahu dulu iklim dan cuaca di daerah tujuan. Apakah saya harus membawa jaket tebal atau cukup light jacket? Apakah saya harus membawa topi atau kupluk?

Tapi yang tidak boleh dilupakan tentu saja adalah kamera digital. Kalau dulu saya selalu membawa kamera DSLR yang badannya gendut itu, sekarang cukuplah dengan kamera mirrorless dan tentu saja charger serta memory card. Oh hampir lupa, kacamata hitam dan pemutar musik serta headphone tidak pernah terlupakan.

Buat Itinerary Adalah Wajib!

Meskipun namanya dadakan, tetap saja itinerary adalah sebuah kewajiban. Setidaknya ada gambaran kasar apa saja yang akan saya lakukan dan akan ke mana saja saya selama di tempat tujuan wisata. Berawal dari rencana perjalanan dengan kereta api, sampai tempat yang akan dikunjungi beserta perkiraan waktunya. Jangan lupa untuk menyesuaikan semuanya dengan bajet yang tersedia.

Kan tidak lucu kalau nafsu lebih besar dari kemampuan.

Pilih Kegiatan Yang Sesuai Dengan Kemampuan Keuangan.

Setiap tujuan wisata biasanya menawarkan berbagai keindahan atau kenyamanan. Semua ada harganya. Dari yang sangat terjangkau oleh semua kalangan sampai yang benar-benar sulit dijangkau oleh orang kebanyakan.

Nah, di sinilah kita sebagai wisatawan harus menentukan mana-mana saja yang bisa kita datangi tanpa harus memaksakan diri. Sesuaikan semua dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri untuk mendatangi tempat wisata yang tidak sesuai kemampuan hanya karena ingin ikut nge-hits.


Jalan bersama sahabat tentu lebih menyenangkan

Ajak Teman Yang Seleranya Sama.

Kalau sekarang saya jelas sudah punya teman berlibur yang seleranya sama. Siapa lagi kalau bukan istri. Tapi buat yang belum punya pasangan, teman tentu jadi pilihan utama. Berlibur bersama teman – apalagi yang seleranya sama – akan memberikan kenyamanan yang lebih. Selama perjalanan kita punya teman berbagi. Berbagi cerita, kenangan sampai berbagi pengeluaran biar lebih hemat.

Inti dari berlibur adalah menikmati liburan itu sendiri. Dadakan bukan berarti kamu masih menautkan pikiran pada pekerjaan dan tanggungan lain. Tinggalkan semua beban dan berangkatlah liburan dengan tenang. Apalagi kalau bisa menikmati liburan bersama orang yang tepat.

*****

Begitulah. Berlibur memang terserah dari kita. Apakah akan berlibur dengan perencanaan yang ketat, atau mencoba cara baru berlibur dengan dadakan. Apapun itu, berlibur dengan kereta api zaman sekarang sudah sangat mudah. Pesan tiket kereta apinya sekarang dan mulailah refreshing melepaskan penat. Bila harus liburan dadakan, siapa takut?[dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (2)

  1. Kalau libirannya ke beda provinsi, atau malah sampai beda pulau memang kurencanakan matang-matang. Minimal sudah tahu tempat tujuan serta penginapan. Kalau dadakan bisa berabe ahhahaha

  2. Ngg anu Daeng, kalau terencana gitu biasanya jadi rencana terus. Sebaliknya, kalau dadakan malah beneran jadi liburannya. Hahahha. Selain itu, kalau terencana biasanya ditanya terus sama krucils kapan jadinya berangkat alias ndak sabaran. Beda dengan dadakan, pesan tiket langsung cuss. Kekurangannya ya itu jadinya kalang kabut dan ada saja barang yang lupa dibawa. Oh iya, plus harga tiketnya pasti harga dadakan juga (baca: mihilll).

    Jadi, kapan ke Makassar? (ngomong sama cermin) #eh

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.