Cerita Ringan

Menteri-Menteri Ikonik di Indonesia


Menteri adalah pembantu presiden, sosok yang ikut menentukan berhasil-tidaknya sebuah pemerintahan. Beberapa di antaranya buat saya menjadi sangat ikonik dan akan terus dikenang.


Rabu kemarin (22/10) presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan kabinet barunya setelah beberapa hari sebelumnya resmi dilantik (kembali) menjadi presiden Indonesia. Pengumuman kabinet ini ramai disambut warganet. Bahkan sampai hari ini setelah dua hari berlalu. Orang-orang masih banyak yang sibuk membahas soal menteri-menteri di kabinet presiden Jokowi yang akan bekerja dari 2019 sampai 2024 nanti. Salah satu yang paling ramai dibincangkan adalah Nadiem Makarim, menteri termuda di kabinet ini yang sebelumnya sudah terlanjur terkenal dengan gebrakannya bersama GoJek.

Ramai-ramai perbincangan soal menteri ini mengingatkan saya pada masa-masa Orde Baru, ketika Yang Mulia daripada Soeharto masih jadi pemimpin paling tinggi di negeri kita. Kala itu kehebohan menyambut nama-nama menteri setiap kabinet baru terbentuk mungkin belum seperti sekarang, tapi kelanjutan dari pengumuman itu memengaruhi kita, eh kami, anak-anak SD yang bersekolah di masa tahun 80an sampai awal 90an.

Kenapa? Karena pergantian menteri itu berarti kita-eh kami- harus menata ulang hapalan di kepala kami. Iya, masa itu kami harus menghapal nama-nama menteri. Di dinding kelas selain foto presiden dan wakil presiden serta garuda pancasila, biasanya akan ada juga foto menteri yang sedang menjabat. Dan di waktu tertentu guru-guru akan mengetes ingatan murid-muridnya akan nama-nama menteri tersebut. Kadang ada nilainya, atau kalau tidak hanya berakhir pada previlege boleh pulang duluan.

Entah apa gunanya kemampuan itu untuk skill mencari kerja di masa depan. Tapi waktu itu kami menikmatinya saja tanpa banyak protes. Belum ada SJW yang memperjuangkan nasib kami anak-anak SD kala itu.

Nah kalau bicara soal pembantu presiden ini, saya jadi tertarik untuk membahas lima nama menteri yang menurut saya paling ikonik atau paling gampang diingat. Sebagian karena prestasinya, sebagian karena rajin muncul di layar televisi, tapi ada juga yang karena tingkah nyentriknya. Lima nama ini saya pilih karena nama mereka yang paling pertama muncul di kepala ketika menyebut kata “menteri”.

Siapa saja mereka? Saya mulai ya.


(Alm) B.J Habibie

BJ. Habibie.

(Menristek 29 Maret 1978 – 11 Maret 1998)

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng pastilah jadi salah satu menteri paling ikonik dalam sejarah republik ini. Dia menjadi menteri riset dan teknologi ketika pemerintahan Orde Baru masih berusaha menancapkan kukunya. Soeharto sendiri yang memintanya pulang ke Indonesia setelah lama bermukim di Jerman. Tugas utamanya adalah mengantarkan Indonesia menjadi salah satu negara yang punya kekuatan di bidang teknologi. Tugas yang membuatnya mampu membuat pesawat buatan dalam negeri yang sayangnya tidak dikembangkan.

BJ. Habibie menjabat sebagai Menristek selama dua puluh tahun atau empat kabinet pembangunan. Tidak tergantikan, sampai akhirnya dia naik pangkat menjadi wakil presiden – kemudian menjadi presiden setelah daripada Soeharto turun tahta.

Orang tua yang punya anak di tahun 80an sampai awal 90an selalu berharap anak-anaknya bisa sepintar Habibie. Anak-anak di masa itupun selalu punya mimpi untuk bisa menjadi orang cerdas seperti beliau. Role model bagi anak-anak sekolah waktu itu. Sosok yang sampai hari ini saya yakin masih dianggap belum tergantikan.


Harmoko

Harmoko

(Menteri Penerangan 19 Maret 1983 – 16 Maret 1997)

Kalau kalian adalah generasi penikmat Dunia Dalam Berita-nya TVRI, maka kalian pasti pernah merasakan betenya harus melihat bapak ini muncul di televisi dan berucap, “Sesuai dengan instruksi bapak presiden,” lengkap dengan rambut klimisnya yang seperti disiram berliter-liter minyak rambut. Saking seringnya muncul di televisi dan berbicara atas nama pemerintah, nama Harmoko diplesetkan sebagai singkatan dari: hari-hari omong kosong.

Kita tidak bisa membicarakan Orde Baru tanpa menyebut namanya. Menjadi menteri penerangan paling lama dalam sejarah Indonesia, dia benar-benar menjadi menteri ikonik yang pernah ada. Bapak inilah yang bertugas menjaga martabat dan nama baik pemerintahan Soeharto di mata media. Ada media yang berani macam-macam dan menuliskan sesuatu yang kurang berkenan di hati Soeharto? Silakan berurusan dengan bapak Harmoko. Besok media itu dijamin sudah dibredel. Bahkan lagu-lagu yang dianggap cengeng pun harus berurusan dengan beliau.

Harmoko mengakhiri karir menterinya dan naik pangkat sebagai ketua MPR hanya untuk meminta Soeharto naik menjadi presiden lagi dan kemudian memintanya turun setahun kemudian. Epic benar! Dan akan terus dikenang dalam sejarang bangsa ini.


(Alm) Ali Alatas

Ali Alatas

(Menteri Luar Negeri 21 Maret 1988 – 20 Oktober 1999)

Beliau disebut sebagai menteri luar negeri terbaik Indonesia. Pengalaman panjangnya di dunia diplomasi luar negeri sudah dirintis sejak tahun 50an saat dia masih berusia 20an tahun. Perjalanan panjang itu juga yang membuatnya menjadi salah satu diplomat paling cemerlang dari Indonesia. Ali Alatas banyak menyelamatkan muka Indonesia di luar negeri, khususnya ketika Indonesia diserang atas kasus pelanggaran HAM di Timor-Timur.

Konon, dia salah satu orang yang sangat berpeluang menjadi sekretaris PBB. Namanya selalu disebut setiap kali ajang pemilihan sekretaris PBB, sayangnya dia tidak pernah mencalonkan diri. Konon lagi, itu karena boss besar daripada Soeharto tidak pernah merestuinya. Mungkin saja dia takut sinarnya tersaingi.

Ali Alatas buat saya ikonik salah satunya karena dia alasan yang membuat saya menyukai hal-hal berbau pengetahuan umum. Tentang nama negara-negara, sejarah, ibukota, dan lain-lain. Ali Alatas buat saya sampai hari ini adalah menteri luar negeri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.


Susilo Bambang Yudhoyono saat menjadi menteri

Susilo Bambang Yudhoyono

(Mentamben, Menkopolsoskam, dan Menkopolkam)

Sebagian dari kita mungkin hanya mengingatnya sebagai presiden Indonesia keenam, tapi kita tidak boleh lupa bahwa Pepo pernah menjadi menteri. Bahkan tiga kali untuk tiga jabatan berbeda! Dia memulai karir menterinya di pemerintahan Gus Dur sebagai menteri pertambangan dan energi (26 Oktober 1999 – 23 Agustus 2000) yang kemudian dilanjutkan dengan menjabat sebagai menteri koordinator politik, sosial, dan keamanan (23 Agustus 2000 – 1 Juni 2001). Setelah itu, di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri dia menjabat sebagai menteri koordinator politik dan keamanan (10 Agustus 2001 – 12 Maret 2004). Sesaat sebelum masa baktinya berakhir, drama menghampiri. SBY mengundurkan diri dari jabatan menteri, menempatkan diri sebagai orang yang didzalimi, hingga kemudian simpati membanjirinya dan membuatnya melenggang menjadi presiden.

SBY ikonik karena dialah satu-satunya menteri di era reformasi yang bisa menjadi presiden, lewat pemilihan langsung. BJ Habibie juga berawal dari menteri sebelum menjadi presiden, tapi jalurnya berbeda karena dia naik melalui penunjukan langsung.


Mana ada menteri kayak gini?

Susi Pudjiastuti

(Menteri Kelautan dan Perikanan, 27 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019 )

Siapa yang bisa membantah kalau ibu satu ini adalah salah satu menteri paling ikonik yang pernah ada di Indonesia? Hari pertama menjabat sebagai menteri, wartawan sudah mendapatinya jongkok di satu sudut istana dengan rokok di tangan dan tatto di kaki.

Ibu Susi yang tak lulus SMA ini benar-benar menarik perhatian orang banyak di antara semua nama-nama menteri kabinet pertama presiden Joko Widodo. Penampilannya urakan, apa adanya dengan suara ngebass yang mirip suara lelaki. Tapi gaya itulah yang berhasil menarik perhatian dan kemudian rasa cinta dari banyak orang, utamanya para warganet. Meme-meme dengan gaya khas atau kalimat “tenggelamkan” yang kerap diucapkan ibu Susi menjadi penghias media sosial Indonesia dalam lima tahun masa baktinya.

Ketika akhirnya dia tidak masuk ke kabinet masa kerja kedua Joko Widodo, banyak warganet yang merasa sedih. Sedih karena akan kehilangan salah satu menteri yang paling menghibur dan terasa paling dekat dengan warga. Lima tahun bertugas, ibu Susi sudah berhasil mencuri hati warga Indonesia dan tentu saja menjadi salah satu menteri paling ikonik yang pernah ada.

Mana ada coba menteri yang duduk di atas paddle board sambil minum kopi dan merokok?

*****


Inforgafis menteri ikonik

Nah itulah lima nama menteri yang buat saya paling ikonik. Ikonik karena karya dan kerjanya, ikonik karena gayanya, atau ikonik karena sampai sekarang terasa belum tergantikan. Bagaimana dengan kalian? Punya nama-nama yang mungkin juga selalu hadir di kepala setiap kali menyebut kata “menteri”? [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (4)

  1. Sudomo,
    BJ Habibie,
    Harmoko,
    abdul latief (dengan Desy Ratnasari-nya)

    *Ketauan angkatan tua :))

  2. Kalau zaman pak Soeharto, tentu pak Harmoko tetap yang paling mudah diingat selain Menlu. Selain itu aku juga ingat Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Wiranto hehehehehhe

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.