Sepakbola

Kante yang Kecil Tapi Mematikan

Badannya kecil, jauh bila dibandingkan badan sebagian besar pesepakbola Eropa. Tapi, meski kecil jangan diragukan apa yang bisa dia lakukan di lapangan hijau.

Kalau kamu suka menonton sepak bola, kamu pasti akrab dengan pemain seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau pemain zaman sebelumnya seperti Zinedine Zidane atau Didier Drogba. Nama mereka ini dikenal banyak orang karena skill-nya di lapangan hijau dan kadang karena penampilannya di luar lapangan. Mereka orang-orang yang rajin mencetak gol, jadi tidak heran kalau nama mereka juga rajin disebut-sebut. Tidak perlu menjadi penggemar sepak bola untuk minimal tahu nama mereka.

Tapi, butuh kecintaan pada sepak bola untuk tahu nama-nama pemain yang jarang mencetak gol tapi punya peran penting dalam permainan. Sebutlah nama N’golo Kante. Pemain berkulit legam berkebangsaan Perancis tapi berasal dari Mali, Afrika.

Nama Kante tentu tidak sementereng Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau bahkan Neymar dan M’bappe. Kante tidak sering mencetak gol, pun dia jarang muncul di produk-produk sebagai bintang iklan.

Tapi yang orang awam tidak tahu adalah bahwa Kante adalah salah satu tulang punggung klub Chelsea, tempatnya mengabdi sejak 2016. Di tim nasional Perancis pun, Kante adalah pilihan utama di barisan tengah. Fungsi utamanya bukan untuk mencetak gol atau membangun serangan seperti fungsi Luca Modrid di Real Madrid atau Paul Pogba di Manchester United. Kante berfungsi sebagai gelandang bertahan yang tugas utamanya mengganggu aliran bola lawan dan membantu pertahanan timnya agar tidak ditembus lawan.

Perusak Tempo

Secara sederhana, fungsi Kante adalah berlarian mengganggu pemain tengah lawan yang sedang berusaha membangun serangan. Dia harus merebut bola secepat mungkin dari lawan, pokoknya harus mengganggu aliran bola dan serangan yang sedang dibangun tim lawan.

Dalam memenuhi tugasnya, pemain seperti Kante harus punya fisik yang di atas rata-rata. Area jelajahnya luas, bukan hanya area dalam kotak penalti seperti striker atau bek. Gelandang bertahan harus punya kemampuan membaca permainan dengan baik sehingga tahu bagaimana cara melakukan tugas dengan efektif, tanpa banyak membuang tenaga. Beberapa gelandang bertahan bahkan terkenal punya trik kotor untuk melancarkan tugasnya, tidak segan-segan melakukan tekel keras yang bisa membahayakan pemain lawan.

Pemain seperti Kante ini punya fungsi yang sangat vital. Selain menyeimbangkan antara pertahanan dan penyerangan, dia juga punya tugas memastikan kerja pemain belakang lebih ringan. Tahu sendiri kan? Kesalahan pemain depan cuma berujung pada tidak terciptanya gol, tapi kesalahan pemain belakang bisa berujung pada kemasukan gol yang membuat tim mereka kalah. Di sinilah peran pemain gelandang bertahan menjadi sangat penting.

Kante bearksi di lapangan

Di antara banyak pemain gelandang bertahan yang terkenal, Kante memang jadi salah satu yang paling mengkilap. Badannya memang kecil dengan tinggi hanya 1,68 m. Ukuran yang buat orang Eropa terlihat sebagai liliput. Tapi jangan salah, dengan badan sekecil itu Kante punya kemampuan luar biasa. Dia begitu kuat, bergerak terus sepanjang permainan, ada di mana-mana, dan benar-benar bisa merusak tempo.

Kante Anak Baik

Di pertandingan terakhir Chelsea musim ini, yaitu final UEFA Champions League melawan Manchester City, Kante terpilih sebagai pemain terbaik. Penampilannya memang luar biasa. Dia bergerak terus sepanjang permainan, menghabisi pemain tengah Manchester City dan membuat permainan mereka jadi tersendat. Bahkan menurut teman-teman mereka, Kante membuat Chelsea merasa bermain dengan 12 pemain. Ada Kante plus di antara mereka.

Terus, Kante juga punya kelebihan lain. Dia kuat dalam berebut bola dan relatif bersih. Dia jarang membuat pelanggaran keras apalagi sampai melukai lawan. Dia juga punya kemampuan mengolah bola yang baik yang kadang berakhir dengan umpan yang indah dan siap diubah menjadi gol.

Kante kuat, tapi cerdas, dan bersih.

Kemudian di luar permainan, Kante adalah sosok yang mengundang kekaguman banyak orang. Kante adalah sosok pemalu yang rendah hati. Masih ingat kisah selepas final Piala Dunia 2018 lalu? Saat Perancis menjadi juara dunia, semua pemain merayakan dengan penuh suka cita dengan gantian berfoto bersama trofi Jules Rimet. Kante tertangkap kamera malu-malu meminta giliran berfoto dengan trofi itu sampai akhirnya seorang rekan setimnya menyadari itu. Nzonzi mengingatkan teman timnya yang lain bahwa ada Kante yang sedang malu-malu meminta giliran. Akhirnya, Kante bisa juga berfoto dengan trofi itu.

Di akhir final UCL tahun ini, Kante kembali jadi buah bibir. Saat penyerahan medali dan menjelang pengangkatan piala, dia tertangkap kamera hanya menyentuh piala si Kuping Besar dengan dua tangannya, alih-alih menciumnya seperti yang dilakukan oleh pemain Chelsea yang lain. Banyak yang menerjemahkan gesture Kante itu sebagai gesture malu-malu.

Memang sepemalu itu dia.

Beberapa cerita juga menyiratkan bagaimana Kante begitu rendah hati dan sopan kepada siapapun. Thomas Tucel, sang pelatih di Chelsea mengiyakan sifat Kante yang pemalu dan sopan saat berinteraksi dengan teman-teman setimnya yang lain. Di cerita lain ada kisah bagaimana dia dengan rendah hati mau melayani para fans, bahkan fans Arsenal yang merupakan lawan dari Chelsea sekalipun.

Atau cerita paling epik tentang bagaimana pemain bergaji 300.000 Poundsterling seminggu ini masih setia menggunakan mobil Mini Cooper-nya. Bahkan ketika mobil itu rusak setelah kecelakaan kecil, Kante tetap setia menyetir bersama Mini Cooper ke kamp latihan. Bukannya menggantinya dengan mobil termahal yang masih terasa murah dengan gaji sebesar itu.

Kante mengendarai Mini Cooper yang sama bahkan setelah menjadi pemain bergaji miliran Rupiah

Itulah kenapa di media sosial ramai tagar dan cerita tentang Kante si Anak Baik.

*****

Sepertinya, semua pelatih di dunia akan senang kalau punya pemain dengan kualitas seperti Kante. Pekerja keras, teknik bagus, tapi rendah hati dan tidak banyak tingkah. Di atas lapangan, meski Kante berbadan kecil dan pendiam, tapi tidak bisa dibantah kalau Kante adalah salah satu aset terbesar untuk Chelsea dan tim nasiona Perancis. Kante kecil, diam, tapi mematikan. Setidaknya mematikan aliran bola lawan. [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.