Random Post

Pentil di Mobil

Anda tahu pentil ? itu lho, benda kecil yang ada di ban yang fungsinya untuk menahan angin agar tidak keluar dari ban. Saya kira semua orang tahu, meski ada juga yang langsung mengkonotasikan kata pentil dengan sesuatu yang agak saru, tapi khusus untuk postingan ini saya hanya akan bicara tentang pentil di ban itu.

Kita mungkin sepakat kalau pentil ini adalah sebuah bagian yang paling jarang diperhatikan di sebuah kendaraan. Orang kalau bicara mobil pasti yang dibahas Cuma model, kapasitas mesin, tenaga kuda, audio, dan interior lainnya. Saya belum pernah lihat iklan mobil yang menggambarkan betapa hebatnya pentil di mobil tersebut, pentil benar-benar hanya sebuah benda yang nyaris terlupakan. Jika berada di sebuah motor nasibnya mungkin lebih mendingan karena ada juga beberapa orang yang menghiasi pentil mereka dengan penutup yang keren dan modis.

Nah, sekarang mari kita bayangkan seandainya kita punya mobil yang keren dengan model yang futuristik, mesin bertenaga banyak ekor kuda lengkap dengan audio yang membuat jantung berdegup kencang tapi pentilnya ternyata bermasalah. Tengsin kan ? yakin deh anda yang punya mobil pasti kesalnya luar biasa. Apa enaknya punya mobil keren tapi tidak bisa dipakai karena bannya kempes gara-gara pentilnya bermasalah atau malah hilang. Pada titik ini tiba-tiba kita merasa kalau pentil ternyata penting juga, bukan begitu ?

Sepuluh tahun lalu ada sebuah analogi luar biasa yang saya dapatkan dari seorang bapak di kantor saya. Ceritanya waktu itu ada seorang teman kantor yang mengundurkan diri. Teman itu seorang surveyor atau juru ukur. Sehari-harinya si Syahrir-nama teman itu-ibarat pentil dalam sebuah mobil. Dia kecil dan nyaris tidak diberi perhatian khusus, tidak seperti para manager, kabag atau engineer di kantor kami. Karena itu pengunduran dirinya dianggap biasa saja, toh hanya seorang surveyor ini, nyari gantinya gampang koq.

Ternyata tidak semudah itu. Setelah kepergian Syahrir, macam-macam kesulitan mulai timbul. Para kontraktor mengeluh tidak bisa mulai kerja karena lahannya belum dilevel. Bagian perencanaan juga mengeluh tidak bisa merencanakan kawasan baru karena lahannya belum diukur. Singkatnya banyak pihak yang mulai merasa kehilangan. Mesin besar di mobil kami akhirnya terasa sia-sia.

Kami memang sempat mempekerjakan surveyor baru, seorang bocah fresh graduate yang bersedia dibayar seperti bayaran yang diterima Syahrir. Asal tahu saja, bayaran untuk seorang surveyor berpengalaman itu lumayan tinggi karena skill mereka unik dan tidak banyak yang menguasai. Ternyata langkah ini tidak menyelesaikan masalah. Karena masih baru, si bocah ini kesulitan untuk memenuhi semua permintaan yang harusnya jadi tugasnya. Hasil pengukurannya juga masih salah di sana-sini hingga akhirnya malah merepotkan banyak orang.

Walhasil, seorang bapak yang sudah cukup senior di kantor kami berucap, ? Syahrir itu seperti pentil di mobil. Dia kecil dan nyaris tidak diperhatikan, tapi begitu dia hilang semua baru repot?.

Pernahkah kita membayangkan (utamanya bagi yang kerja kantoran), bagaimana repotnya kita kalau dikantor tidak ada OB dan Cleaning Service ? Kita datang pagi-pagi harus merepotkan diri dulu untuk membersihkan ruangan dan menyiapkan minuman. Belum lagi kalau ada keperluan untuk fotokopi atau semacamnya. Bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang percuma untuk kegiatan-kegiatan seperti itu.

Bersyukurlah kita karena masih ada teman-teman kita yang rela bekerja dengan posisi yang kadang menurut orang kastanya adalah kasta sudra dalam struktur organisasi. Persis seperti pentil di mobil. Kecil dan nyaris tak diperhatikan.

Contoh lainnya pasti masih banyak. Bukan Cuma di lingkungan kantor tapi di semua lingkungan. Bayangkan bagaimana kehidupan kita sehari-hari kalau tak ada tukang sampah. Berapa banyak sih dari kita yang rela bersusah payah membuang sampah ke TPA ? Atau seberapa tahan sih kita mencium bau sampah di sekitar kita yang menumpuk selama berminggu-minggu ?

Sekarang mari kita merenung sejenak, lihat sekeliling kita. Berapa banyak orang-orang yang selama ini mungkin kita anggap remeh, orang-orang yang selama ini mungkin tidak berarti bagi kita sampai-sampai kita memandangnya sebelah mata atau tak memandang sama sekali. Bayangkan kalau mereka tiba-tiba tidak ada di sekitar kita lagi, bayangkan kerepotan yang akan timbul tanpa keberadaan mereka. Luar biasa bukan ?

Tahun 2010 baru saja mulai, ada baiknya di tahun yang baru ini kita ubah sedikit sudut pandang kita dan mulai menghormati orang-orang yang tak seberuntung kita. Ada baiknya kita mulai merawat pentil di mobil kita karena seberapapun besarnya kemampuan mesin yang kita punya atau seberapa keren mobil kita tapi tanpa pentil itu semua tak ada artinya. Mari lebih menghormati sesama.

Yuk, mari…

Bagikan Tulisan Ini:

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | [email protected] |

Comments (10)

  1. setujuh sekali daeng!
    kadang kita terlalu mendongak tanpa peduli segala sesuatu yang ada di”bawah”

    saya makin sadar ketika beberapa waktu ini melakukan aktivitas backpacking dan nginap di pedesaan trus mengamati aktivitas orang-orang desa. sungguh sombong kalo kita yang tinggal di kota merasa bahwa lebih pintar dan hebat dibandingkan orang-orang desa. padahal kita bukan apa-apa tanpa bantuan mereka ^^

    nice share, daeng
    😉

  2. @n t a n?: nah, saya juga akan membuat tulisan tentang bagaimana “orang kota” kadang memandang rendah pada “orang desa”..keknya menarik tuh..

  3. Makasih bozz tips nya.. kebetulan kemaren baru ebli mobil baru ahah..masih lum tau cara ngerawat mobil nih
    Eh boss tukeran link yuukk..

  4. @AeryIce: bwahaha…ketahuan, artikelnya gak dibaca ya boss..? ini bukan artikel soal merawat mobil lho…

  5. Hehehe….
    Seru daeng pembayasanx…
    Bener banget, kadang kita menomorseratuskan hal2 kecil2, tapi sesungguhnya hal2 besar itu sesungguhnya berasal dari yang kecil…..

  6. saya ingat kata2 di bukunya Aan : hal-hal besar digerakkan oleh hal-hal kecil…masuk akal kan..?

  7. @azhis: sepakat! ndak akan ada yang besar kalo ndak ada yang kecil, kan kan? ^^

  8. @ipul: ditunggu tulisannya 😉
    .-= n t a n?´s last blog ..Adventure End of Year on Frame =-.

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.