Pikiran

Menanti Kembalinya Ahmad Dhani


Bicara soal Ahmad Dhani berarti bicara soal sosok manusia yang kadang susah dimengerti. Jenius di musik, tapi terlihat salah langkah di dunia politik.


SUATU HARI DI SEMARANG, DI SEBUAH TOKO BUKU di mall paling besar di kota itu. Saya sedang asyik mengamati beberapa buku ketika sadar tidak jauh dari saya ada pria berkepala plontos dengan janggut yang panjang dan dikuncir. Wajahnya sangat familiar, sering menghiasi layar kaca dan pemberitaan media. Dia pentolan grup band Dewa 19, salah satu band terbesar di Indonesia. Namanya Ahmad Dhani, kalian pasti tahu juga siapa dia. Hampir mustahil ada orang Indonesia yang terpapar internet yang tidak mengenalnya.

“Mas, beneran Erwin keluar dari Dewa?” Tanya seorang lelaki muda yang berseragam toko buku itu.

Tanpa menoleh sama sekali, Ahmad Dhani menjawab, “Iya.” Hanya ada senyum tipis di bibirnya, senyum yang sepintas terlihat seperti senyum sinis.

“Kenapa mas?” Si lelaki yang berseragam itu bertanya lagi.

“Ya keluar aja,” masih dengan senyum sinis dan tanpa sekalipun menoleh Ahmad Dhani menjawab.

Sama sekali tidak ada gambaran kalau dia berniat menjawab pertanyaan itu. Sikap yang membuat si lelaki berseragam itu menjauh, tidak mau lagi bertanya lebih lanjut.

Itulah Ahmad Dhani. Semua yang tahu namanya pasti mahfum kalau sikap cuek, percaya diri dan angkuh adalah trade mark pria kelahiran  26 Mei 1972 ini. Sudah sering kita melihat bagaimaan dia dengan mulut bocornya yang tidak terkontrol itu memancing beragam keributan. Termasuk keributan terakhir yang membuatnya harus mendekam di penjara.

Bagi penggemar musik Indonesia, Ahmad Dhani adalah sosok yang jenius. Dia punya insting kuat dalam menciptakan musik. Dia tokoh besar di belakang kesuksesan band Dewa 19 sejak awal 90an. Dia juga sosok besar di belakang banyak artis. Baik sebagai pencipta lagu, maupun produser. Semua itu lahir dari kebiasaannya mendengar ribuan rekaman musik, dari rekaman musik tahun 1920an sampai musik zaman sekarang. Di saat Ahmad Dhani baik-baik saja, dia adalah maestro musik Indonesia.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah HAI awal tahun 200an, Dhani pernah bilang kalau dia hanya mau berdiskusi atau berdebat dengan mereka yang juga mendengarkan minimal jumlah rekaman yang sama dengan dirinya. “Kalau tidak, sama saja buang-buang waktu,” kata Dhani. Sekadar bukti bagaimana dia begitu percaya diri pada kemampuannya.

Kepercayaan diri yang tinggi itu yang kadang membuat Ahmad Dhani sering berbenturan dengan orang lain. Ahmad Dhani pernah berseteru dengan novelis Yudhistira ANM Massardi. Pasalnya, sang novelis menuduh band Dewa 19 melakukan pelanggaran hak cipta karena menggunakan kalimat “Arjuna Mencari Cinta” yang menurut Yudhistira adalah judul salah satu karyanya. Dhani sebagai front man Dewa 19 awalnya bersikukuh tidak bersalah. Dia bahkan bilang kalau memang mau seperti itu, maka Melly Goeslaw yang merilis lagu “Menghitung Hari” juga bisa kena karena kalimat itu sudah lebih dulu digunakan Arswendo Atmowiloto sebagai judul buku memoarnya ketika dipenjara. Namun, pada akhirnya Dewa 19 mengalah dan mengganti judul lagu “Arjuna Mencari Cinta” menjadi “Arjuna” saja.

Kasus lain yang juga sempat ramai adalah ketika Front Pembela Islam (FPI) mengkritik sampul album “Laskar Cinta” yang menurut mereka menampilkan kaligrafi lafaz Allah. Semakin parah ketika kaligrafi itu ditampilkan di karpet yang menjadi alas kaki saat Dewa 19 konser. FPI bahkan sempat melaporkan Dewa 19 dengan tuduhan pelecehan agama. Meski awalnya Dhani dan Dewa 19 bersikeras menolak tuduhan itu, tapi pada akhirnya mereka juga mengalah. Mereka meminta maaf dan kemudian mengganti sampul album “Laskar Cinta”.

Kontroversi itu belum termasuk perseteruan Dhani dengan Erwin Prasetya, manta bassist Dewa 19. Erwin yang sudah keluar dari Dewa 19 menuntut Dhani dan Dewa 19 karena penggambaran karakternya di sinetron Dewa 19 di sebuah stasiun televisi. Erwin merasa penggambaran itu berlebihan dan pihak Dewa 19 maupun rumah produksi yang memproduksi sinetron itu tidak pernah meminta izin kepadanya.

*****

KONTROVERSI AHMAD DHANI SEMAKIN BERTAMBAH ketika dia akhirnya benar-benar terjun ke dunia politik. Sejak pemilu presiden 2014 dia sudah terang-terangan mendukung Prabowo, dan ikut berkampanye dengan gayanya untuk mendukung Prabowo. Gaya Ahmad Dhani ini yang kemudian memantik berbagai kontroversi. Gaya yang terus dibawanya sampai ke pilkada DKI Jakarta tahun 2017 ketika dia juga terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada Ahok.

“Dhani memang sudah lama melek politik. Dia bukan tiba-tiba main politik,” kata Ari Lasso, mantan vokalis Dewa 19 yang sudah mengenal Dhani sejak lama. Menurut Ari, persentuhan Ahmad Dhani dengan politik bisa saja bermula dari bapaknya yang mantan anggota DPRD. Saat politik Indonesia memanas tahun 1998, Dhani menurut Ari juga sudah turun ke jalan dan ikut berorasi. Jangan lupa juga, di tahun yang sama Ahmad Dhani dengan Ahmad Band-nya sudah mengeluarkan album “Ideologi, Sikap, Otak”, yang berisi beberapa lagu yang berisi pesan politik yang tajam.


Formasi Ahmad Band

Tahun 2009, Ahmad Dhani pertama kali terlihat secara resmi mendukung salah satu partai politik. Dia menjadi pendukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang selalu dikaitkan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Waktu itu orang tahu kalau Ahmad Dhani memang dekat dengan NU. Secara terang-terangan dia juga mengakui betapa dia mengidolakan (Alm) Gus Dur. Ada yang bilang, hanya Gus Dur lah satu-satunya orang yang didengarkan oleh Ahmad Dhani. Apapun kata Gus Dur, Dhani akan mengikutinya. Gus Dur adalah tempat Dhani mengadu ketika band Dewa 19 bermasalah dengan FPI di tahun 2005.

 “100 % Islamnya Gus Dur. Dari dulu hingga sekarang,” terang pentolan band Dewa itu dalam surat yang ditulisnya tanggal 19 Februari 2019.

Ada yang bilang, kepergian Gus Dur juga yang membuat Dhani gamang. Kehilangan pegangan, kehilangan orang yang bisa menaklukkannya. Orang sebesar dia dengan ego dan keangkuhan yang jauh lebih besar dari dirinya pasti merasa cepat bosan ketika dia merasa tidak ada lagi yang sebanding dengan dirinya. Di musik, tidak ada lagi yang bisa ditaklukkan. Maka mungkin saja dia merasa politik adalah lahan baru yang menantang untuk ditaklukkan. Sayangnya, dia tidak lagi punya pegangan yang membuatnya mudah gamang.

“Susah untuk tahu jalan pikiran Dhani,” kata Ari Lasso dalam wawancara bersama Soleh Solihun. Tidak ada yang benar-benar tahu apa alasannya memutuskan untuk total terjun ke dunia politik. Meninggalkan dunia musik yang sudah mengharumkan namanya, bahkan melawan semua yang dulu diucapkannya. Dulu dia berkarib dengan NU, sekarang berseberangan. Dulu dia berseteru dengan FPI, sekarang dalam gerbong yang sama.


Infografis musik dan kontroversi Ahmad Dhani

*****

TANGGAL 30 DESEMBER 2019 NANTI, Ahmad Dhani akan menghirup udara bebas setelah menerima remisi atau pengurangan tahanan. Tidak ada yang tahu akan ke mana dia setelah itu. Ada rumor yang bilang dia akan maju dalam pilkada walikota Surabaya, tapi rumor itu sudah dibantahnya. Setelah gagal di pemilihan bupati Bekasi, Ahmad Dhani mungkin masih berpikir panjang untuk ikut kontestasi pilkada.

Lalu, akan ke manakah dia setelah keluar nanti? Kembali ke dunia musik dan menghidupkan Dewa 19 atau musisi lain di bawah naungan Republik Cinta Management? Atau, mungkin dia punya rencana lain di dunia politik?

Seperti yang dibilang Ari Lasso, sudah untuk mengetahui jalan pikiran seorang Ahmad Dhani. Dia terlalu jenius untuk dunia sekecil ini. Kejeniusannya bahkan kadang susah dimengerti oleh orang biasa. Kejeniusan yang kadang malah disalahartikan sebagai sesuatu yang nyeleneh atau bahkan gila.

Saya sih berharap Ahmad Dhani akan kembali ke dunia musik. Menyalurkan bakat luar biasa dan kejeniusannya di bidang yang membesarkan namanya. Itu kalau saya, entah kalau mas Anang. [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (2)

  1. Beberapa kali saya mendengar Ari Lasso kala tampil di yutubnya Ghofar atau terakhir di Deddy C, dia bercerita betapa cerdasnya seorang Dhani yang visioner. Di saat orang membuat lagu hanya diberi bayaran sebagai pencipta, dia mencetus ide bagaimana jika membayar tiap menyanyikan lagu. Meski waktu itu hanya nominal kecil, dll.

    Semoga saat menepi sekarang ada banyak karya dia yang sudah diciptakan. Tinggal menunggu waktu untuk kembali sebagai musisi. Semoga..

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.