Pikiran

Duhai Asuransi, Ternyata Kamu Penting

ilustrasi (sumber: google)
ilustrasi (sumber: google)

15 tahun jadi karyawan saya tidak pernah terlalu pusing dengan yang namanya asuransi kesehatan. Semua diurus kantor, sampai akhirnya saya jadi freelance dan semua berubah.

Malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Tidak ada orang yang mau jatuh sakit bukan? Tapi yang namanya sakit kadang datang tanpa melihat waktu. Ketika sakit datang, kita susah untuk menolaknya. Kalau cuma istirahat ringan mungkin tidak masalah, tapi kalau sampai berurusan dengan rumah sakit dan harus rawat inap barulah semua jadi masalah.

Alhamdulillah sampai pertengahan usia 30 tahun ini saya belum pernah berhubungan dengan yang namanya rumah sakit kecuali waktu sunat dulu. Tapi meski begitu orang-orang dekat saya sudah beberapa kali berhubungan dengan rumah sakit, bahkan sampai harus menjalani operasi atau minimal rawat inap.

Selama 15 tahun menjadi karyawan sudah beberapa kali saya harus menemani keluarga untuk berurusan dengan rumah sakit. Waktu itu semua terasa mudah, ongkos perawatan sebagian besar ditanggung kantor (belakangan semua malah ditanggung kantor) jadi sebagai orang sedang bernasib malang saya hanya harus fokus pada menjaga orang yang sakit.

Tapi sekarang berbeda, tentunya sejak saya melepas status karyawan dan mulai menjadi freelance.

Baru-baru ini si sulung Nadaa terpaksa berurusan dengan rumah sakit, dia didiagnosa menderita demam berdarah sekaligus sakit tipes. Karena tergolong cukup berat Nadaa terpaksa berurusan dengan rumah sakit meski hanya 4 hari. Sepulang dari rumah sakit kami tentu harus membayar sejumlah uang sebagai biaya perawatan. Sebagian besar memang ditanggung oleh negara karena bundanya Nadaa tercatat sebagai abdi negara, tapi karena kami sepakat untuk pindah ke kelas yang lebih nyaman maka tentu saja ada selisih biaya yang harus dibayar sendiri. Itu belum termasuk harga obat yang tidak ditanggung askes.

Jumlah yang dibayarkan lumayan juga, mencapai angka 6 digit. Ini yang tiba-tiba membuat saya jadi ingat enaknya jaman waktu masih menjadi karyawan. Dulu waktu masih jadi karyawan, biaya rumah sakit berapapun besarnya pasti bisa diganti kantor. Kadang malah sepenuhnya diganti kantor, sesuai dengan jatah dan posisi karyawan. Karena sekarang posisi sudah bukan karyawan (dan belum jadi bos) maka pertanyaan yang muncul adalah: mau ditebus ke mana nota rumah sakit ini?

Asuransi Sepertinya Penting.

Pada titik inilah saya kemudian berpikir kalau asuransi kesehatan sepertinya penting, utamanya bagi mereka yang tidak punya pekerjaan tetap seperti saya. Asuransi yang tepat bisa menanggung biaya perawatan kalau kita sampai harus berurusan dengan rumah sakit. Mungkin tidak semua, tapi setidaknya sangat meringankan.

Setahu saya di negara maju peran asuransi memang sangat penting. Semua warganya diharuskan punya asuransi. Memang agak berbeda dengan Indonesia di mana asuransi belum dianggap sebagai sesuatu yang penting bagi warga, utamanya golongan menengah ke bawah.

Bukan sekali dua kali saya melihat dan mendengar cerita miring tentang asuransi dari orang-orang di sekitar saya. Ada yang merasa asuransi tidak ada gunanya dan hanya membuang-buang uang karena untuk mengklaimnya selalu tidak mudah. Persepsi buruk ini membuat sebagian orang sudah antipati duluan ketika agen asuransi mendekati mereka untuk menawarkan produk.

Dulu saya juga seperti itu, tapi kejadian terakhir ini membuat saya berpikir dua kali. Mungkin sudah saatnya untuk meneliti dengan cermat tawaran dari agen asuransi. Saya tidak mau kejadian yang sama terulang lagi, kejadian ketika saya harus menanggung semua biaya rumah sakit sendirian. Menjadi freelance berarti menjadi bos untuk diri sendiri, berarti harus memikirkan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri. Salah satunya adalah asuransi dan tanggungan kesehatan tentu saja.

Iyya, sepertinya selama ini saya belum sepenuhnya keluar dari zona nyaman sebagai karyawan dulu. Sebagai freelance sekaranglah saatnya saya harus lebih bertanggung jawab pada diri sendiri karena sudah tidak ada lagi kantor yang siap menanggung dan menjamin biaya kesehatan.

Jadi, mari kita cari asuransi kesehatan yang paling cocok dan menguntungkan sebelum kemalangan kembali mendekati. Atau Anda mau menawarkan asuransi? [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (10)

  1. Mau menawarkan … sudah adakah? ^^

  2. iya asuransi itu penting daeng. meskipun dr cover sudah ada askes, tp saya tetep punya asuransi lain satu yg dibayar sendiri untuk cadangan, just in case ada beberapa hal yg ga dicover

    ada bbrapa asuransi yg lumayan bagus tuh daeng;
    axa
    aia
    sequiselife
    dll

    bisa dipilih. kl saya pilih yg nomer 1, soal alasan, krn lebih gampang di debet dr rekening tabungan mandiri aja sik 🙂

  3. mau ambil asuransi juga daeng, agennya sama ibunya Astrid aja, aman hahaha

  4. asuransi emang penting banget, kami berdua sudah mengasuransikan diri sejak awal menikah 😛 Eh saya udah dari masih gadis ding *ga penting* hahahaha kok udah sadar berasuransi? Iyalah, saya gak kerja di perusahaan orang, jadi kudu beli asuransi sendiri. Takut juga klo pas sakit gak punya duit, terus ditelantarin di rumah sakit?????

    sejak 2003 saya sudah jadi nasabah PRUDENTIAL *ngiklan*, bahkan sudah dinyatakan sudah selesai bayar, tapi saya beli lagi yang ada PHS-nya biar klo pas masuk rumah sakit tinggal tunjukin kartu doang. Dan setelah 4thn bayar PHS, 2012 saya sakit dan harus dioperasi, biayanya kurang lebih sejumlah yang sudah saya setorkan, tanpa mengusik pundi2 tabungan. Sakit tapi senang hahaha …

    hari gini blom punya asuransi? apa kata dunia? Hahahaha

    • iPul Gassing

      Dulu kan tenang2 aja, soalnya segala macam asuransi sudah diurusin kantor. nah sekarang pas kerja sendiri, baru kerasa pentingnya hehehe

  5. Bagus sekali postingannya. Memang asuransi sangat penting. Apalagi kita tidak prnah tau resiko yang ada di kemudian hari. Ada banyak pilihan asuransi di Indonesia. Semua menawarkan keunggulan masing2. Terutama untuk proteksi kesehatan. Saya Agen Generali Indonesia. Mau sedikit berbagi tentang konsep asuransi unitlink (asuransi jiwa, proteksi kesehatan plus investasi). Pertama dan satu2nya di Indonesia. Selain proteksi kesehatan dengan kartu gesek (tanpa klaim) Generali dengan ARMS-nya juga memberi proteksi untuk investasi nasabah. Memastikan rencana keuangan anda akan sesuai harapan. Untuk keterangan lebih lanjut bisa email ke saya evanz_lucky@yahoo.com. Terima kasih

  6. Salam…

    Mohon ijin untuk sekedar Sharing tentang Asuransi…

    Saya adalah salah satu orang yg awalnya tdk suka dan tidak percaya dengan Asuransi, namun sekarang sy adalah pendukung Asuransi khususnya yg berkaitan dg asuransi jiwa.

    Asuransi jiwa sangatlah penting. Dan menurut saya kita harus memilikinya. Nah kl sekedar memiliki mungkin semua setuju. Tapi asuransi yg seperti apa yg mutlak kita miliki? Sy akan coba memberikan sedikit kutipan dari praktisi kesehatan yg telah dipublikasikan oleh kompas dengan judul

    “85 Persen Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut”. (Sumber : Kompas)
    ?

    Jakarta, Kompas ? Studi awal dari Fase II ASEAN Costs in Oncology menunjukkan, 85 persen pasien dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker. Ini indikasi kanker berpotensi membuat keluarga ekonomi menengah dan rendah menjadi semakin miskin.
    ?Jika di keluarga ada yang menderita kanker, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun bahkan untuk kasus tertentu biayanya mencapai Miliaran rupiah. Maka, orang yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut,? kata Prof Hasbullah Thabrany dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan dan Analisa Kebijakan, Universitas Indonesia, pada peluncuran Fase II Studi ASEAN Costs in Oncology (Action), Jumat (16/12), di Jakarta.

    Studi dimulai Januari 2011 di 12 rumah sakit, yaitu RS Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Medistra, dan MRCCC (Jakarta); RS dr Hasan Sadikin (Bandung); RS dr Kariadi (Semarang); RS dr Sardjito (Yogyakarta); RS dr Sutomo dan Klinik Onkologi (Surabaya); RS Sanglah (Denpasar); RS dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); serta RS dr Adam Malik (Medan)

    Inilah salah satu bukti asuransi itu perlu.

    Data? dari WHO berikut ini mungkin bisa menjadi bahan perenungan Anda.
    1. Tiap 1 menit 2 orang meninggal akibat
    Stroke di Asia Tenggara.
    2. Tiap 1 menit ada 24 penderita kanker
    Baru di seluruh dunia.
    3. Di Dunia, tiap 2 menit seorang wanita
    Meninggal dunia krn kanker serviks.
    4. Penyakit Jantung Koroner & Stroke
    Merupakan pembunuh no. 1
    5. Di Indonesia, 7,9 juta orang meninggal
    Karena kanker setiap tahunnya.
    6. Data Dinas Kesehatan DKI : 50% warga
    Jakarta yg terkena Stroke dikarenakan
    Penyakit Kritis Jantung.
    Selain itu WHO juga melansir data penelitian yg menyebutkan sebanyak 60,44% orang Indonesia yg tinggal di kota-kota besar, rentan terkena penyakit Kritis. Th 2020 akan terjadi peningkatan penyakit Jantung sebanyak 137% di negara berkembang (termsk Indonesia) Timbulnya resiko penyakit kritis ini disebabkan gaya hidup yg tdk sehat, kurang berolah raga, stress yg tinggi. Coba perhatikan penelitian terhadap kebiasaan penduduk di kota besar sbb:
    *. Hanya 2% yg berolahraga serius, 8% cukup berolah raga, 31% memilih menggunakan tangga dari pada Lift, dan 59% sisanya tdk pernah berolah raga !
    Orang Indonesia lebih SUKA menunda berobat, dan 80% penduduk Indonesia MASIH JAUH dari harapan HIDUP SEHAT krn TDK MAMPU berobat akibat TINGGINYA BIAYA rumah sakit.

    Nah dari hal di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa:

    #1. asuransi yg utama yg kita perlukan adalah HOSPITAL INSURANCE atau lazim di sebut asuransi kesehatan.

    Dari semua penyelenggara asuransi kesehatan memiliki fitur yang sama hanya perbedaannya jumlah limit yg diberikan. Tapi sy bisa jamin untuk kasus kasus yg penanganannya cukup komplek bs dipastikan asuransi kesehatan yg anda miliki sekarang ini tdk akan cukup membayarkan semua biaya RS. Kenapa???
    Ya karena saya tahu dan yakin bahwa asuransi kesehatan yg anda miliki sekarang memiliki banyak kekurangan dan memiliki batasan batasan limit atau lebih dikenal dengan INNER LIMIT spt: batasan biaya kamar per hari, batasan biaya obat2an per case per tahun, batasan biaya dokter, atau batasan biaya bedah.
    Contoh jika biaya obat2an dari RS sebesar 25jt. (Biaya obat memang sangat mahal) sedangkan asuransi hanya memberikan limit per case per tahun kurang dari 25jt maka sdh di pastikan kita harus merogoh kantung kita lagi, hal ini belum termasuk limit yang lain.
    SOLUSINYA?
    #1. Bisa tambah asuransi yg bs double cover ( justru ini menyebabkan biaya asuransi terkesan mahal)
    #2. Cari asuransi yg tanpa INNER LIMIT. (apa ada di Indonesia? Jawabnya ada dan satu2nya malahan)

    Kemudian Asuransi Utama yg ke dua yg dibutuhkan setelah asuransi kesehatan adalah :

    #2. Asuransi Penyakit Kritis
    Cari dan segera beli asuransi ini yg memberikan pertanggungan lumsam minimal sebesar 100% pertanggungan jiwa. Yg akan diberikan ke pada kita pada saat kita di vonis terkena salah satu penyakit kritis.
    Tujuannya bukan untuk mendapatkan biaya pengobatan. Krn biaya pengobatan sdh ada kan? Nah ini digunakan sebagai penggantian penghasilan kita di saat kita tdk mampu bekerja lagi atau kurang produktif akibat terkena penyakit kritis. Sehingga keluarga memiliki pengjasilan yg sama besarnya dengan di saat kita bekerja.

    Yang terakhir sdh tentu asuransi jiwa. Yg memberikan kepastian kelamgsungan ekonomi bagi keluarga yg kita kasihi mana kala terjadi resiko jiwa.

    Demikian kiranya sahabat2 saya.. jika ingin berdiskusi ttg asuransi ataupun financial bisa menghubungi saya di 0817 020 2727 atau silahkan invite pin bbm saya di 7D937C02

    Salam sukses…
    Mari berasuransi

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.