Budiono Lebih Baik Dari JK!

Keberadaan Budiono ini membuat saya berpikir kalau dia memang lebih baik dari Jusuf Kalla. Seorang JK sudah lancang membongkar tradisi dan kebiasaan seorang wakil presiden dengan bekerja secara aktif membantu presidennya.
Mohammad Hatta adalah orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan wakil presiden, bersanding dengan Sukarno sejak pertama kali negeri ini dilahirkan. Tahun 1956 beliau mengundurkan diri karena merasa sudah tidak bisa sepaham dan sejalan lagi dengan Sukarno. Sepanjang tahun 1956 hingga 1973 jabatan wakil presiden Indonesia memang lowong karena sistem pemerintahan waktu itu memang tidak memerlukan adanya seorang wakil presiden. Semua terpusat pada seorang Sukarno saja.
Barulah pada 24 maret 1973 seorang Hamengkubowono IX naik menjadi wakil presiden pertama di era pemerintahan orde baru yang dikepalai seorang Suharto. Sejak saat itu wakil presiden dengan teratur berganti setiap 5 tahun, tentu saja berdasarkan pertimbangan dan selera sang presiden.
Hingga akhirnya reformasi datang, wakil presiden untuk pertama kalinya dipilih secara terbuka. Mulanya hanya oleh wakil rakyat di DPR sebelum akhirnya tahun 2004 untuk pertama kalinya wakil presiden (dan presiden) dipilih secara terbuka oleh rakyat dengan terlebih dahulu rakyat diberi pilihan paket pasangan calon presiden dan wakilnya.
Setelah Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden, kita sepertinya memang tidak terlalu mengenal sosok dan peran para wakil dari presiden itu. Sejak jaman orde baru wakil presiden dalam ingatan saya hanya orang yang bertugas untuk mewakili presiden setiap kali beliau berhalangan hadir dalam suatu acara, tidak ada keputusan penting yang boleh diputuskannya. Muncul di layar kaca dan mediapun jarang. Wakil presiden selama masa orde baru memang tertancap di kepala karena pelajaran sekolah mengharuskan kita untuk mengingatnya. Jangankan wakil presiden, para menteri kabinet pembangunanpun kami hapal.
Di jaman reformasi peran wakil presiden tidak banyak berubah. Hanya Megawati wakil presiden yang punya nama semerbak selain karena dia anak Bung Karno juga karena dia kemudian berhasil memotong masa jabatan Gus Dur dan naik sebagai presiden. Wakil presiden setelahnya tetap saja jadi sosok yang nyaris dianggap tidak penting dan tidak harus dikenal. Tanpa membuka Google atau Wikipedia, sebutkan siapa nama wakil presiden yang mendampingi Megawati? Saya yakin beberapa orang di antara Anda harus menerawang sejenak sebelum mendapatkan jawabannya.
JK Yang Merusak Tradisi.
Kemudian datanglah seorang Jusuf Kalla. Lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini sukses menanjak ke posisi RI 2 mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono sejak tahun 2004. Secara cepat dia mengubah tradisi dan kebiasaan seorang wakil presiden. JK (sapaan akrabnya) tiba-tiba jadi seorang wakil yang berdiri nyaris sejajar dengan orang yang diwakilinya. Dia bergerak mengambil kesempatan untuk memecahkan banyak masalah, berani mengambil resiko ketika sang presiden masih bimbang, bahkan berani berbicara terbuka dengan media dan wartawan hingga akhirnya sering tersorot kamera dan masuk media.
JK benar-benar merusak patron wakil presiden yang sudah diamini sejak pertama kali orde baru memimpin lewat dari 4 dekade lalu. Dengan gayanya yang khas dia perlahan-lahan merongrong popularitas presiden. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan para wakil presiden sebelumnya. Hingga kemudian masa baktinya habis dan seperti biasa, tidak ada wakil presiden yang bertahan lebih dari dua periode.
Lalu datanglah Budiono. ?Dengan gayanya yang santun dan halus dia memperbaiki kembali konstruksi wakil presiden yang sempat dirusak oleh Jusuf Kalla. Budiono mengembalikan tatanan ideal seorang wakil presiden benar-benar sebagai orang yang tak perlu banyak bicara dan banyak bekerja. Cukuplah seorang wakil presiden menjadi penghuni sekolah dan kantor pemerintahan saja lewat fotonya yang dipasang di dinding, publik tak perlu tahu dia bikin apa dan sedang merencanakan apa.
Walhasil selama hampir 5 tahun masa jabatannya kita memang jarang mendengar namanya disebut-sebut. Kalaupun ada hanya beberapa acara kecil berupa seminar atau pertemuan yang tak sempat dihadiri oleh SBY. Memang sesekali namanya ramai dibicarakan orang ketika kasus Century diungkit lagi, tapi itu tidak ada hubungannya dengan posisinya sebagai wakil presiden kan? Singkatnya Budiono berhasil mengembalikan tugas dan fungsi seorang wakil presiden yang tak perlu banyak bicara, banyak bekerja dan banyak muncul di depan rakyat.
Keberadaan Budiono ini membuat saya berpikir kalau dia memang lebih baik dari Jusuf Kalla. Seorang JK sudah lancang membongkar tradisi dan kebiasaan seorang wakil presiden dengan bekerja secara aktif membantu presidennya. Dia berlaku seperti seorang negarawan ideal, tak hanya pandai dengan teori tapi turun ke lapangan memberi solusi dan berani mengambil resiko. Benar-benar merusak tradisi seorang wakil presiden! Untunglah ada seorang Budiono yang gagah berani mengembalikan tugas dan fungsi seorang wakil presiden. Bukankah kita memang tidak butuh seorang pekerja? Kita lebih butuh orang yang tenang, sesekali bicara, seringkali bimbang dan kadang kala mengeluh.
Masa bakti Budiono (dan pak SBY) sebentar lagi berakhir, saatnya menunggu dengan harap-harap cemas siapakah yang akan menjadi wakil presiden (dan presiden) berikutnya. Akankah wakil yang akan datang berlaku seperti seorang JK yang berani membongkar tradisi wakil presiden untuk bekerja bersama seorang presiden atau dia akan merawat tradisi panjang seorang wakil presiden seperti seorang Budiono? Menarik untuk kita tunggu. [dG]
Cukup sarkas, Pak!
hmm… kayaknya JK lagi nih yang cerewet Gan yang naik pelaminan presiden… makmur kitaa… !!