Musik

Konser 30 Tahun Dewa 18

Sebuah konser yang menandai masa berkarya Dewa 19 selama 30 tahun, masa yang menetapkan mereka sebagai salah satu band legenda Indonesia.

Phinisi Ballroom Hotel Claro seperti bergema. Tepat pukul 20:30 WITA, lagu Format Masa Depan berkumandang, diikuti permainan cahaya lampu dan tentu saja teriakan sekitar 2.000 penonton yang berkumpul. Semua yang ikutan bernyanyi tentu bisa dianggap sebagai penggemar lama Dewa 19. Bukan apa-apa, lagu Format Masa Depan ini masuk ke dalam album Format Masa Depan yang rilis di tahun 1994, dua tahun setelah album perdana Dewa 19 yang rilis di tahun 1992.

Lagu itu jadi pembuka konser 30 tahun Dewa 19 yang digelar Rabu 6 Juli 2022 lalu. Makassar jadi salah satu kota yang menghelat konser 30 tahun Dewa 19 featuring Ello dan Virzha. Konser ini menandai 30 tahun band asal Surabaya ini berkarya di belantika musik Indonesia. Meski sebenarnya berusia lebih dari 30 tahun, tapi Ahmad Dhani di kanal YouTube Vindes mengaku kalau angka 30 diambil dari peluncuran album perdana Dewa 19 yang rilis tahun 1992.

Tanpa Vokalis

Dewa 19 tidak bisa dipungkiri sudah menjadi salah satu band legenda di Indonesia. Kalau kalian penggemar musik di Indonesia, sepertinya nyaris mustahil tidak mengenal nama Dewa 19. Berawal dari SMA Negeri 2 Surabaya, band yang awalnya berisi Ahmad Dhani, Erwin Prasetya, Wawan Abi, Ari Lasso, dan Andra Ramadan ini memang perlahan menapak ke papan atas musisi Indonesia.

Band ini memang sudah berkali-kali berganti personil, sejak Wawan Abi mundur. Nama-nama seperti Ronald, Rere, Aksan, Tyo, hingga yang paling terbaru Agung silih berganti mengisi posisi drummer. Begitu juga dengan Yuke yang menggantikan (Alm) Erwin Prasetya sebagai pembetot bas.

Pergantian paling fenomenal tentu ketika Ari Lasso mengundurkan diri. Umumnya, sebuah band akan mengalami kemunduran ketika vokalis diganti, tapi tidak dengan Dewa 19. Ari Lasso mundur, Once masuk dan bahkan mengukuhkan posisi Dewa 19 sebagai salah satu band papan atas Indonesia. Dewa 19 bahkan akhirnya bisa menjual lebih dari sejuta kopi album mereka di bawah Once sebagai vokalis.

Sekarang Dewa 19 memang tanpa vokalis lagi setelah Once mengundurkan diri. Konser mereka pun selalu bertajuk featuring. Ada nama Ello dan Virzha, bahkan Ari dan Once yang bertugas mengisi pos vokal. Tidak ada lagi vokalis tetap.

“Susah mau mencari vokalis baru. Emang ada yang kualitasnya sama kayak Ari atau Once?” Tanya Andra Ramadan di kanal Vindes ketika ditanya kenapa Dewa 19 belum punya vokalis baru.

Berbagi Peran

Konser Dewa 19 di Makassar memang menghadirkan Ello dan Virzha sebagai duo vokalis. Mereka berbagi peran. Ello membawakan lagu-lagu dari era Ari Lasso, dan Virzha membawakan lagu-lagu dari era Once. Sepertinya ini memang pembagian peran yang sudah disiapkan untuk mereka berdua.

Pembagian peran ini memang memaksimalkan konser Dewa 19, karena terasa sekali kalau kualitas kedua penyanyi ini memang di bawah Ari atau Once. Mungkin tidak dari segi kualitas vokal, tapi dari sisi kharisma tentu saja Ello ataupun Virzha ada di bawah Ari atau Once.

Ello dan Virzha bahkan terasa sedikit tenggelam di bawah kharisma seorang Andra Ramadan, dan tentu saja sang bos besar; Ahmad Dhani. Tapi, kehadiran mereka berdua cukup menyempurnakan konser Dewa 19 malam itu meski terus terang awalnya saya agak pesimis melihat penampilan Dewa 19 tanpa Ari dan Once.

Membawakan Lagu-lagu Lama

Seperti namanya, konser 30 tahun Dewa 19, lagu-lagu yang dibawakan mereka malam itu memang banyak lagu lama. Seperti playlist yang dibuat menurut urutan waktu meski tidak selalu berurutan. Hal yang menyenangkan adalah Dewa 19 membawakan lagu-lagu yang jarang dibawakan seperti Format Masa Depan, Still I’m Sure We Love Again, dan Restoe Boemi. Lagu ini tentu jarang dibawakan dalam konser biasa mereka. Sayangnya mereka tidak membawakan Selatan Jakarta, salah satu lagu Dewa 19 paling favorit buat saya.

Membawakan lagu-lagu lama seperti sebuah nostalgia untuk sebagian penonton yang berusia di atas 30 tahun. Saya yakin, sebagian dari mereka pasti otomatis merasa lebih muda puluhan tahun. Merasa ada di usia ketika mereka sedang asyik nongkrong bersama kawan-kawan, atau asyik memantau lawan jenis.

Kurang Nendang

Berlangsung selama lebih kurang 2,5 jam dengan sekitar 20an lagu, konser ulang tahun ke-30 Dewa 19 terasa seperti sebuah konser nostalgia. Membawa penonton ke masa-masa puluhan tahun lalu ketika berusia jauh lebih muda. Sayangnya, konser ini terasa agak kurang nendang karena kualitas suara yang sepertinya tidak maksimal. Utamanya suara vokalis.

Berkali-kali suara Ello maupun Virzha seperti tenggelam oleh musik atau bahkan teriakan penonton. Akibatnya, penonton kurang bisa mendengar bagaimana kualitas suara Ello atau Virzha karena malah suara mereka justru tenggelam. Entah apa penyebabnya.

*****

Untuk sebuah konser ulang tahun, konser Anniversary 30 Dewa 19 cukup memuaskan meski terasa harusnya bisa lebih nendang. Setidaknya, konser itu menandakan bagaimana Dewa 19 bisa bertahan sebagai salah satu band papan atas Indonesia, band legenda dengan masa berkarya yang cukup panjang. Satu hal yang saya harus catat, konser malam itu membuat saya merindukan Ari Lasso. Saya pernah menonton Dewa 19 bersama Ari Lasso, dan memang rasanya berbeda melihat personil asli Dewa 19 itu bernyanyi bersama kawan-kawannya. Apapun itu, selamat ulang tahun ke-30 untuk Dewa 19. [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.