Dinamika KotaMakassar

Kenangan di Bulan Puasa



Episode ketujuh, berisi cerita tentang kenangan Ramadan masa kecil di Makassar dan cerita tentang Ramadan dari sudut yang berbeda.


Alhamdulillah bertemu lagi dengan Ramadan di tahun ini. Sebagai muslim, berpuasa tentu jadi salah satu kewajiban. Selama sebulan penuh menahan lapar, haus, dan nafsu di siang hari selama sebulan penuh, dan beragam kebiasaan atau rutinitas lain yang terasa sangat khas di bulan Ramadan. Hal-hal inilah yang kemudian meninggalkan banyak kenangan. Utamanya kenangan tentang Ramadan di masa kecil.

Saya sudah pernah menulis tentang kenangan Ramadan di masa kecil, tentang bangun dini hari, sahur bersama keluarga dengan iringan Pak Kyai dan Daeng Naba di RRI, tentang bagaimana menghabiskan seharian dengan bermain dan membuang waktu hingga waktu berbuka tiba. Lalu, di malam hari beramai-ramai ke masjid, salat tarawih bersama, dan merasakan hati berbunga-bunga melihat gadis kecil incaran ada di saf perempuan.

Anchu Lelaki Bugis mengingatkan tentang buku amaliyah Ramadan, sebuah buku berisi catatan ibadah selama sebulan penuh. Sebuah buku yang harus diisi dengan tanda tangan dari imam masjid, atau penceramah, atau sekadar pengurus masjid. Cerita Anchu mengingatkan saya pada seorang guru di SMP. Beliau tidak mengharuskan kami mencantumkan tanda tangan dari pihak masjid, tapi sebagai gantinya kami semua diminta untuk bersumpah atas nama Allah bahwa apa yang kami tuliskan di buku itu adalah hal yang sebenar-benarnya.

Mengenang masa puasa zaman kecil adalah hal yang mungkin sudah sering kita dengarkan. Tapi, mendengarkan kenangan tentang masa puasa zaman kecil dari sudut seseorang yang kala itu tidak harus berpuasa karena bukan Muslim, adalah sebuah sudut pandang yang berbeda. Kita mungkin tidak sering mendengarnya.

Karena itu, di episode kali ini kami mencoba mendengarkan cerita dari Mamie. Mamie kecil adalah seorang pemeluk Katolik yang bersama keluarganya tinggal di lingkungan mayoritas Muslim. Sebagai Muslim, tentu saja mereka semua berpuasa dan menjalankan beragam tradisi khas bulan puasa. Itulah yang buat Mamie meninggalkan beberapa kenangan tentang Ramadan di kepalanya. Jauh sebelum dia akhirnya berpuasa sebagai seorang Muslim di tahun 1998.

Dengarkan cerita kami di Podcast Cerita Makassar pekan ini.

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.