Dinamika KotaMakassar

Karebosi Dulu dan Sekarang

Episode ketiga dari siniar Cerita Makassar mengangkat tema tentang Karebosi. Salah satu ikon kota Makassar, alun-alun kota, tempat dulu warga berkumpul, dan saksi bisu perkembangan kota. Alun-alun ini dulu berada tepat di jantung kota, meski sekarang perkembangan kota sudah jauh meninggalkan Karebosi. Alun-alun ini pun sudah ada sejak zaman kerajaan Gowa dan semakin dimanfaatkan di zaman penjajahan Belanda.

Kami mengenang bagaimana dulu Karebosi menjadi tempat kami bercengkerama. Dari tempat olahraga zaman sekolah, tempat bolosnya anak STM, tempat berolahraga di sore hari, dan tempat berkumpulnya para waria di malam hari. Dulu Karebosi benar-benar menjadi tempat publik, tempat semua warga kota berkumpul.

Lalu pelan-pelan Karebosi berubah. Tidak lagi menjadi 100% milik warga, tapi sebagian sudah diberikan kepada swasta. Karebosi tidak lagi menjadi benar-benar ruang publik. Tampilannya berubah, menjadi jauh lebih bagus, tapi ada kenangan yang tersisa, dan tentu saja ada rasa kehilangan.

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (6)

  1. Rifqy Faiza Rahman

    Terima kasih, podcastnya, Daeng. Mengingatkan saya jalan-jalan ke Makassar delapan tahun lalu 🙂

  2. Ah coba nanti daku dengarkan eng.
    Menarik nih temanya.

  3. Halo, Daeng!

    Dah berapa abad saya nggak main ke sini?
    Hahahahaha

    Kangen BW.

    Daeeengggg… kenapa harus pakai podcast?
    Kenapa nggak ditulis aja?
    Rasanya jadi berubah ekekekek

    Tapi sambil komen, saya dengerin juga ini podcast.

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.