InternetTips Blogging

WordPress Atau Blogger; Mana Lebih Bagus?

Membandingkan antara WordPress dan Blogger, dua platform blogging yang paling populer di dunia saat ini.



SALAH SATU TOPIK ABADI dalam dunia bloging saya kira adalah: mana yang lebih baik, WordPress atau Bloger? Ini semacam pertanyaan; mana lebih baik, Canon atau Nikon? Atau di dunia kamera mirrorless; mana lebih baik Sony atau Fuji? Atau di dunia politik Indonesia; mana lebih bagus Jokowi atau Prabowo? Atau, kamu tim Syahrini atau Luna Maya? Sebuah pertarungan yang akan abadi selamanya. Meninggalkan perdebatan panjang dan tidak ada habisnya.

Lalu, sebenarnya apa jawaban yang paling tepat?

Saya memulai ngeblog justu bukan dengan keduanya. Tahun 2006 saya memulai dengan Friendster, membuat catatan yang sederhana dan mempublikasikannya di jejaring sosial paling populer kala itu. Lalu beberapa bulan kemudian saya memutuskan membuat akun Blogger karena tertarik pada blog seorang kawan yang saya anggap sebagai Godfather saya di dunia blogging. Namanya Helman Taofani, dan blognya di Blogger membuat saya jatuh cinta. Tanpa menunggu lama saya jadi salah satu pengguna Blogger. Sayang blog itu sekarang sudah almarhum.

Tidak sampai setahun saya kemudian berpindah ke platform lain, WordPress. Alasan utamanya karena kala itu sebagian besar teman-teman Anging Mammiri yang saya kenal menggunakan platform WordPress. Di akhir 2017 saya membangun self-hosted website seperti yang kalian kunjungi sekarang ini, dan WordPress adalah pilihan terbaik. Sampai sekarang saya tetap setia menjadi pengguna WordPress dan bahkan bisa dibilang salah satu pengguna garis keras.

WordPress atau Blogger, Mana Lebih Bagus?

Nah untuk menjawab pertanyaan; mana lebih bagus, WordPress atau Blogger? Maka saya coba memberi beberapa gambaran umumnya. Saya sadur dari berbagai situs, agar lebih objektif.

Perlu dicatat juga bahwa perbandingan ini adalah untuk mereka yang menggunakan self-hosted dan bukan platfrom gratisan.

1. Kepemilikan

Blogger adalah layanan blog yang disediakan oleh raksasa Google. Gratis dan bisa digunakan kapan saja serta cukup nyaman untuk mempublikasikan segala macam kebutuhanmu di internet. Namun, kepemilikannya tetap menjadi kuasa Google dan bukan kamu. Google yang menjalankan semua layanannya dan mereka punya hak untuk menutupnya kapan saja mereka mau (ingat Google + yang barusan ditutup Google, kan?). Plus, Google juga punya kuasa untuk membatasi hakmu mengakses layanan Blogger kapan saja.

Sementara WordPress, kamu hanya menggunakan engine yang kamu sematkan di hosting kamu sendiri. Kamu bebas untuk menggunakannya dalam durasi yang kamu inginkan. Sepanjang biaya kontrak masih terus kamu bayar, maka blogmu akan terus hidup. Kamu punya kuasa penuh pada semua datanya.

2. Kontrol

Blogger adalah layanan yang sudah paten dengan berbagai keterbatasan yang memungkinkan kamu untuk mengubah blog sesuka hati. Ada beberapa hal yang sulit kamu lakukan untuk misalnya memperbaiki tampilan blog seperti yang kamu mau. Kalaupun bisa, kamu diharuskan memiliki minimal kemampuan dasar dalam coding.

WordPress adalah open source. Artinya kamu bisa dengan mudah menambahkan beberapa fitur sesuai kebutuhan. WordPress juga punya banyak pengaya (plugins) yang memudahkan semua usaha kamu untuk memodifikasi tampilan, kecepatan atau apapun yang kamu inginkan. Bahkan ketika kamu mengaku gaptek sekalipun.

Bila kamu bermaksud membuat sebuah website bisnis, maka pertanyaan mana lebih bagus, WordPress atau Bloggertidak akan relevan karena jelas WordPress memberikan banyak sekali kemudahan untuk sebuah situs bisnis.

3. Tampilan

Secara default, Bloger hanya menyediakan sedikit pilihan untuk mengubah tampilan. Kamu bisa mengubah warna dan tata letak setiap template dengan alat yang sudah disediakan. Tapi, kamu tidak bisa melakukan terlalu banyak modifikasi. Kecuali kamu punya banyak kemampuan melakukan coding. Jumlah template untuk Blogger yang non-ofisial memang cukup banyak, termasuk untuk jenis blog tertentu. Namun, sebagian kualitasnya sangat rendah.

Sementara untuk WordPress, ada ribuan template baik itu yang gratisan maupun yang berbayar yang bisa kamu unduh dan gunakan untuk menciptakan situs profesional. Pilihannya juga bisa didasarkan pada jenis situs atau blogmu. Ada template khusus untuk photo blog misalnya, atau template buat pemilik situs komesil. Semua mudah dioptimasi dan dikostumasi sesuai keinginan. Saat ini WordPress juga menggunakan pengaya Gutenberg untuk membuat artikel baru. Pengaya ini memberi banyak kemudahan kepada pengguna untuk mempercantik tampilan artikel di situsnya.

Baca juga; Alasan Bloger Tidak Mengupdate Blognya

4. Kemudahan Berpindah

Memindahkan situs dari Blogger ke paltform berbeda lumayan rumit. Ada beberapa risiko yang bisa membuat situsmu kehilangan ranking SEO, subscriber dan follower dalam proses tersebut. Meski Blogger memberikan keleluasaan memindahkan data ke platform mana saja, namun datamu yang sudah terlanjur ada di peladen Google akan terus ada di sana dalam waktu lama.

Sementara bila kamu pengguna WordPress, memindahkan isi situs ke situs lain adalah perkara mudah. Kamu bisa memindahkannya ke hosting lain atau mengganti nama domain dengan mudah. Bahkan untuk orang yang tidak terbiasa dengan urusan coding sekalipun.

Bila membandingkan WordPress atau Blogger dalam urusan SEO, maka WordPress memberikan banyak kemudahan dalam mengatur situs yang SEO friendly. Meski begitu, sebagai salah satu produk Google, maka situs berbasis Blogger tentu mendapatkan akses dan kemudahan tersendiri di mesin pencari.

5. Keamanan.

Sebagai produk Google, maka tentu saja Blogger mempunyai tingkat keamanan yang sangat tinggi. Kamu tidak perlu pusing untuk urusan ini. Semua sudah ditangani oleh Google.

Sementara untuk pengguna WordPress, urusan keamanan ini menuntut perhatian lebih. Meski pada dasarnya WordPress sudah aman, namun pengguna tetap harus menambah dan mengatur sendiri pengamanan tambahan. Pengamanan ini bisa menggunakan berbagai pengaya (plugins) yang bertebaran meski untuk layanan penuhnya tetap harus membayar lebih.

Baca juga: Bagaimana Membuat Konten Berkualitas

6. Dukungan.

Blogger tidak terlalu banyak memberi dukungan untuk para penggunanya. Cuma ada sedikit dokumentasi dan forum pengguna. Bila bicara soal dukungan, maka dukungan yang kamu terima sebagai pengguna Blogger bisa dibilang sangat sedikit.

Sementara WordPress, komunitas penggunanya sangat aktif. Ada dokumentasi daring yang bisa diakses kapan saja, ada forum komunitas dan bahkan ruang chatting yang memungkinkan kamu bertanya kepada mereka yang lebih ekspert atau bahkan sekadar melihat jawaban untuk pertanyaan yang mungkin sama dengan pertanyaan kamu.

7. Kesimpulan.

Membaca berbagai fakta yang menerangkan tentang WordPress atau Blogger di atas, sepertinya jelas bahwa WordPress memberikan banyak kemudahan buat mereka yang ingin membangun situs self-hosted. Ada berbagai kemudahan yang memungkinkan pengguna non teknis atau yang kurang paham soal teknis untuk membangun sebuah situs sesuai keinginan mereka.


wordpress atau blogger
Klik untuk memperbesar

*****

Perdebatan tentang mana yang lebih baik, WordPress atau Blogger tentu akan selalu ada. Dan semua penggunanya sudah pasti akan mempertahankan pilihan mereka. Alasan utama adalah kenyamanan. Mereka yang sudah nyaman dengan Blogger tentu akan keberatan untuk berpindah ke WordPress, begitu juga sebaliknya. Dua-duanya menawarkan kenyamanan dalam levelnya masing-masing, tergantung perspektif dan kebutuhan pengguna.

Buat saya yang terpenting adalah semangat untuk terus update postingan. Percuma punya blog yang menawan, tapi isinya jarang di-update kan?

Namun, sering update dengan menggunakan situs atau blog yang dibangun dengan WordPress tentu akan lebih menyenangkan. Bukan begitu? #eh [dG]

Bagikan Tulisan Ini:

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | [email protected] |

Comments (23)

  1. Teman-temanku sudah pakai WP semua, tinggal beberapa orang pakai blogger (termasuk saya) ahahhahahaha,
    Pokoknya kalau ada orang tanya perihal enak mana, jawabnku sama sih; sesuai selera. Meski jawaban itu kadang masih tidak dipahami pemula 😀

  2. Jadi, setelah ini siapa kira-kira yg ingin hijrah ke WordPress?

  3. Kalau boleh sedih, ada beberapa artikel yang hilang di masa-masa sebelum Hijrah ke WP. Sempat dulunya gonta-ganti CMS sebelum akhirnya berlabuh pada WP. WP telah memberikan kenyamanan dalam ngeblog. Bahkan untuk orang gaptek seperti saya.

    Gimana testimoni saya Daeng? sudah memenuhi kaidah soft selling?

  4. Saya suka pindah-pindah hehehe

    Awal main blog di tahun 2014, pake blogger dulu tapi ketika itu fokus ujian jadi fakum dan lupalah. Terus 2016 mulai pake WordPress nda bertahan lama nda kupake krna kek ribet jadi beralih ke blogger lagi sampai skrng hehhe.

    Perdebatan pasti ada, perdebatan antara bubur diaduk dan tidak diaduk akan selalu ada.

  5. saya dulu pengguna blogspot, itu antara tahun 2002 – 2004, sebelum mengenal WORDPRESS yang saya gunakan hingga sekarang.. semua memang soal kenyamanan, selama WORDPRESS memberi kenyamanan lebih yah tentu saja akan terus pakai..

  6. sa dulu juga pengguna blogspot yg pindah ke wp. kenapa pindah…karena penasaran aja wkwkkw
    nahh bener tuh…yg paling penting update blog. jangan kayak diriku yg update kl ada permintaan aja

  7. Senior, saya mengakui yang dituliskan di atas. Tapi takkala sudah nyaman mi dengan Blogspot. Semoga saja Google tidak menutup layanan ini karena amat menguntungkan buat saya kalau bisa abadi si Blogspot. BTW, bisakah warna tulisan di infografis diperbesar dan warnanya dibuat lebih tampak tulisannya, Daeng? Hampir ki tersamar tulisannya.

  8. Terimakasih pencerahannya kak. Akhirnya sy bisa mengerti perbedaan keduanya secara jelas. Tambah mantap nih untuk bermingrasi ke WP hihihi

  9. waktu belajar ngeblog pake blogspot, setelah blognya mulai tumbuh eh pindah ke wp . soalnya wp lebih memanjakan seo nya ….itu pendapat saya… salam blogger.

  10. Yang kita anggap nyaman dan memudahkan buat diri kita, belum tentu orang lain rasakan hal yang sama. Yekan?

  11. Betul sih. Tapi menurur saya tergantung si penulis aih nyamannya pakai apa. Mau itu Blogger atau WordPress, paling tidak esensi atas berbagi tulisannya tidak ada yang hilan 🙂

  12. Saya pernah punya blog di blogspot, dan saya akui menggunakan blogspot lebih ribet dibanding WP.
    Alhamdulillah sekarang sdh pake WP dan sdh dapat beberapa Downline yang sy buatkan blog di WP sedikit lagi untuk mendapatkan bonus liburan ke paris

  13. Saya pengguna blogspot yang juga akhirnya hijrah ke wordpress. Dan iya, yang saya bikin jatuh cinta sebenarnya karena WordPress itu begitu ringan dibandingkan blogspot *dahulu kala*, soalnya dalam satu homepage seperti ini, sebenarnya dibagi beberapa bagian oleh WordPress. Oleh karena itu, pas loading blognya juga ndak berat, apalagi kalau banyak mi gambar ta.

    Selain itu, sebagai penggiat open source tentu saja WordPress menjadi pilihan tepat hihi~ apalagi waktu ketemu mi dengan Matt <3

    Tapi ya gitu, balik lagi ke pengguna, platform apapun yang dipakai, yang penting nyaman dan sering diupdate *ups* 😀

  14. Setelah membaca postingan ini saya akui WP memang memiliki lebih banyak nilai plus daripada blogspot tapi seperti kata kak Niar, kalau sudah terlanjur nyamanmi dengan blogspot ya mau gimana lagi, hehe…

  15. Saya pertama kali belajar blog itu pakai blogspot, terus coba-coba juga bikin blog di wordpress. Tapi kalau yang TLD sih memang sejak awal ya pakai wordpress. Rasanya memang lebih nyaman, baik dari segi tampilan maupun fungsi-fungsi di dalamnya.

    Dan yang terpenting, ndak bikin orang susah komen. Duh..hayati lelah disuruh pilih traffic light, vehicle, dkk..tapi salah terus 🙁

    Mau ninggalin komentar aja kok rasanya butuh waktu lebih lama dibanding mengerjakan satu postingan blog.

  16. Saya awalnya pengguna blogspot cukup lama dari tahun 2005 – 2008 sampe akhirnya pindahan ke wordpress dengan hosting sendiri eh sub domain sih. tapi alhamdulilahnya, semua postingan aman, pindahan dari blogspot ke wordpressnya gak ada masalah jadi masih bisa dibaca sampe sekarang 😀

    setuju, yang penting itu update posting bukan platformnya 😀

  17. Kelebihan blogger: Gratissss

  18. Ini pos yang mencerahkan sekali, masing-masing punya kekuatannya ya, Daeng. Saya masih pakai Blogger. Dan ya, sebagus apapun tampilan blognya, tapi kalau jarang di-update yaaaa begitulah hahahaha

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.