Cerita Ringan

Tim-Tim Favorit di Amazing Race


Sembilan tim favorit saya dari Amazing Race musim 1 sampai musim 18.


Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya begitu kencaduan Amazing Race, salah satu reality show tersukses dari Amerika Serikat. Kesuksesannya terbukti dari jumlah musimnya yang sudah mencapai 31 musim sejak 2001. Beberapa bulan belakangan ini saya nyaris tidak melewatkan satu malam pun untuk menikmati episode demi episode dari setiap musim yang sudah diproduksi CBS tersebut.

Dari musim ke musim, hadirlah beberapa tim yang menurut saya pantas dijadikan tim terfavorit. Tidak semuanya adalah tim pemenang, karena beberapa dari mereka justru gagal di pertengahan lomba. Tapi, ada sesuatu yang membuat saya menjadikan mereka tim terfavorit.

Di postingan ini, saya akan cerita 9 tim terfavorit saya dari musim 1 sampai musim 18.


Uchenna dan Joyce

1. Uchenna dan Joyce (Musim 7 dan 11).

Pasangan suami istri ini menjadi fenomenal di musim ketujuh. Bukan semata karena mereka berhasil menjadi pemenang, tapi lebih karena keberanian mereka – utamanya Joyce. Saat berlomba di India, mereka mencoba peruntungan dengan mengambil tantangan fast forward. Tantangan ini memungkinkan tim yang berhasil melewatinya akan langsung menuju ke pit stop atau pemberhentian terakhir tanpa harus menyelesaikan tantangan lain.

Terdengar mudah, tapi beberapa tantangan fast forward cukup menguji fisik, nyali atau mental. Termasuk tantangan di India yang dihadapi Uchenna dan Joyce.

Tantangannya adalah mencukur habis rambut di kepala mereka. Dalam ajaran Hindu, mereka setidaknya harus sekali dalam seumur hidup mencukur rambut hingga plontos demi keberuntungan. Buat Uchenna ini bukan tantangan karena toh dia memang sudah gundul. Tapi buat Joyce, ini tantangan yang benar-benar menguji mental. Rambut panjangnya yang dimodel dread lock indah itu harus dicukur habis agar bisa menyelesaikan tantangan.

Dan Joyce berani melakukannya. Merelakan rambut indahnya terpotong habis hingga gundul. Ganjarannya, mereka keluar sebagai tim pertama yang tiba di pit stop dan meraih simpati banyak penonton Amazing Race.

Keberanian mereka dan sikap rendah hati sepanjang musim membuat saya menempatkan mereka sebagai salah satu favorit. Mereka kembali lagi di musim 11: All Star namun kali ini keberuntungan mereka sudah berbeda dengan musim 7.


BJ dan Tyler

2. BJ dan Tyler (Musim 9).

Tim berisi dua pemuda dengan dandanan hippies dan sikap positif nan ceria hampir sepanjang musim. Mereka sahabat karib yang nyaris mendominasi musim 9 bersama tim lain; Eric dan Jeremy. Di putaran final, mereka awalnya tertinggal namun Tyler yang lulusan Harvard ternyata bisa menunjukkan kecerdasannya dan mampu membawa timnya melewati Eric dan Jeremy.

Mereka keluar sebagai pemenang dan menjadi favorit banyak orang.


Kynt dan Vyxsin

3. Kynt dan Vyxsin (Musim 12 dan 18).

Pangan unik. Berdandan gothic dengan fisik yang berbeda. Berbeda karena Vyxsin yang perempuan justru terlihat lebih macho dari Kynt pacarnya. Di beberapa tantangan jelas terlihat kalau Vyxsin lah yang seharusnya menjadi laki-laki, bukan Kynt.

Keunikan mereka berhasil menarik perhatian meski sebenarnya prestasi mereka biasa-bisa saja. Tapi popularitas mereka di antara fans membuat mereka kembali diundang di musim 18: Unfinished Business.


Margie dan Luke yang kecewa setelah terleminasi

4. Margie dan Luke (Musim 14 dan 18).

Padangan ibu dan anak yang juga menarik perhatian dan dengan cepat menjadi salah satu favorit di musim 14. Luke penyandang tuna rungu dan bergantung sepenuhnya pada sang ibu untuk berkomunikasi. Mereka bahkan mengembangkan bahasa isyarat sendiri yang hanya dimengerti oleh mereka.

Mereka hampir saja menjadi juara kalau saja Luke tidak menyerah dalam tekanan berat di road block terakhir menjelang pit stop final. Mereka kembali lagi di musim 18: Unfinished Business, namun kali ini mereka tidak seberuntung musim 14.


Flight Time dan Big Easy

5. Flight Time dan Big Easy (Musim 15 dan 18).

Duo pebasket yang seperti terlahir untuk menjadi entertainer. Mereka membawa keceriaan di musim 15 dan 18 memanfaatkan ketenaran mereka sebagai pebasket profesional. Sayangnya, di musim ke-15 mereka gagal masuk final setelah Big Easy kesulitan memecahkan teka-teki yang melibatkan nama Franz Kapka.

Salah satu momen terbaik dari mereka adalah ketika di musim 18 Flight Time memberikan semangat untuk Margie dan Luke yang sudah tertinggal. Ini membuktikan kalau mereka selain kompetitor yang tangguh, juga manusia yang ramah.


Jet dan Cord sang dua koboi

6. Jet dan Cord (Musim 16 dan 18).

Duo saudara dari Oklahoma yang selalu tampil dengan topi koboinya ini adalah favorit saya di musim 16 dan 18. Keduanya independen, nyaris tidak pernah menggantungkan diri pada tim lain. Pun, keduanya punya efiesiensi yang luar biasa dan selalu berhasil menyelesaikan tantangan dengan cepat. Setidaknya, hampir semuanya.

Kelemahan terbesar mereka hanyalah di navigasi. Mereka buruk membaca peta, dan ini beberapa kali membahayakan posisi mereka dan bahkan membuat mereka kalah.


Keceriaan Brook dan Claire selalu bisa menular

7. Brooke dan Claire (Musim 17).

Pasangan pembawa acara televisi ini jadi pasangan yang membawa keceriaan di musim 17. Mereka selalu membawa sikap positif sepanjang lomba. Dan Brooke dengan keceriaannya seringkali tampil dengan celotehan yang membuat geli.

Selalu menyenangkan melihat bagaimana Brooke dengan semangatnya yang begitu tinggi.


Gary dan Mallory yang selalu punya energi positif

8. Gary dan Mallory (Musim 17 dan 18).

Pasangan bapak dan anak perempuan ini juga tampil mencuri perhatian di musim 17. Utamanya Mallory. Mantan peserta Miss Kentucky ini sama seperti Brooke, penuh dengan energi positif dan keceriaan. Saya paling senang melihat bagaimana Mallory akan berteriak senang setiap kali Phil Keoghan memberi mereka kabar baik. Phil bahkan tidak pernah bisa bertahan untuk tidak tertawa setiap kali Mallory datang.

Sikap positif merekalah yang membuat mereka kembali dipanggil untuk tampil di musim 18:Unfinished Business.


Selalu beruntung

9. Nick dan Vicki (Musim 17).

Duo yang selalu berhasil mengundang kegelian. Bukan karena sikap positif mereka – kecuali bahwa Vicki memang selalu berpikir positif – tapi karena ketidaktahuan mereka. Berkali-kali mereka melewatkan petunjuk yang seharusnya ada di depan mata, tapi tidak juga mereka sadari.

Berkali-kali juga mereka lolos dari lubang jarum, lolos dari eliminasi dan bahkan bertahan hingga empat besar. Melewati beberapa tim lain yang terlihat lebih kuat.

*****

Itulah sembilan tim antara musim 1 sampai 18 yang saya jadikan tim favorit. Di musim-musim selanjutnya masih ada tim lain yang juga sama favoritnya, tapi akan saya ceritakan di tulisan berikutnya. Lagipula, saya belum menyelesaikan musim 21 sampai 31.

Perjalanan masih panjang. [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.