Cerita Ringan

Ragam Mitos-Mitos Keseharian


Kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari yang namanya mitos. Beberapa mitos dalam keseharian memang terdengar menggelikan, namun dulu sangat dipercaya.


Kehidupan manusia di Indonesia biasanya tidak bisa lepas dari yang namanya kepercayaan yang diwariskan turun temurun. Beberapa di antaranya sudah menjadi semacam mitos yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, bahkan rasanya tidak masuk akal. Mitos seperti ini biasanya turun temurun diwariskan dari orang tua kepada anak-anaknya, meski rasanya jumlahnya semakin menurun. Mungkin karena kemajuan zaman juga, sehingga mitos-mitos yang mulai terasa tidak masuk akal itu semakin ditinggalkan.

Tiap daerah biasanya punya mitos sendiri yang unik dan berbeda dengan daerah lainnya, tapi ada juga yang rupanya sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Di Sulawesi Selatan, khususnya dalam kehidupan orang Bugis-Makassar ada beberapa mitos yang seingat saya dulu sering saya dengar. Mungkin sudah turun temurun, meski rasanya sekarang mungkin sudah tidak terlalu sering digunakan lagi.

Beberapa mitos yang saya ingat itu adalah:

Jangan duduk di depan pintu, bisa menghalangi jodoh

Mitos ini sering sekali diucapkan kepada anak-anak perempuan, utamanya yang sudah memasuki masa gadis. Katanya, bila duduk di depan pintu maka jodohnya akan jauh atau terhalang.

Sulit mencari penjelasan ilmiahnya, tapi rasanya ini hanya akal-akalan orang tua saja agar anak-anak tidak duduk di depan pintu yang bisa menghalangi orang untuk masuk-keluar dari rumah.

Jangan makan pindah-pindah, nanti nikahnya juga di banyak tempat

Saya ingat sekali sama mitos yang satu ini. Dulu sering diucapkan kepada kami anak-anak yang kalau makan tidak tenang di satu tempat, pindah-pindah. Dulu saya berpikir betapa menakutkannya ancaman itu, sehingga kemudian saya memaksakan diri untuk duduk di satu tempat dan makan dengan tenang. Sekarang, rasanya ancaman seperti ini malah menarik ya? Hahaha.

Tidak ada penjelasan ilmiah juga dari mitos ini, tapi pasti ini hanya ancaman dari orang tua agar kita tidak makan berpindah-pindah.

Jangan mencuci mulut dari air kobokan, kamu nanti brewokan

Ini juga sering sekali saya dengar. Terdengar menakutkan bagi anak kecil, karena tampang orang yang brewokan memang menakutkan. Sekarang, saya menyesal kenapa dulu saya tidak mencuci mulut dengan air kobokan ya? Toh sekarang sedang tren pria-pria brewokan biar terlihat lebih macho.

Mitos ini juga jelas sebagai usaha orang tua memanipulasi anaknya supaya tidak mencuci mulut dengan air kobokan yang jelas-jelas kotor karena dipakai mencuci tangan.

Jangan makan dari tutup panci, kamu bisa jadi “penutup malu”

Dalam bahasa Makassar, “penutup malu” disebut pattongko siri. Biasanya ini disematkan kepada lelaki yang menjadi penyelamat wajah sebuah keluarga. Misalnya, di keluarga itu anak perempuan yang hamil di luar nikah, dan ada satu lelaki yang rela menikahi si anak perempuan biar keluarga tersebut tidak malu. Makan dari penutup panci katanya bisa membuat pelakunya bernasib seperti si lelaki itu. menjadi penutup malu.

Ini juga jelas hanya manipulasi agar anak-anak tidak makan dari penutup panci yang memang fungsinya bukan untuk tempat makan.

Tersedak saat minum, berarti ada yang sedang membicarakanmu

Pernah tidak kamu tersedak saat minum? Momen ketika air yang seharusnya masuk ke tenggorokan malah salah jalan ke jalur pernapasan yang membuat kita tersedak. Normalnya, ini adalah kejadian biologis yang biasa terjadi. Namun, ada mitos yang bilang kalau pada momen tersebut berarti ada orang yang sedang membicarakanmu, biasanya dengan nada yang tidak enak.

Sampai sekarang saya masih belum tahu bagaimana kaitannya antara tersedak dengan orang sedang menggosipkan kita.

Telapak tangan gatal, berarti akan dapat uang

Ini juga sering terjadi. Ketika telapak tangan sedang gatal, orang tua akan bilang “Kamu akan dapat uang tuh sebentar lagi.” Kalau telapak tangan kanan yang gatal, tapi kalau telapak tangan kiri yang gatal maka katanya itu pertanda kita akan mengeluarkan uang.

Dulu saya percaya pada mitos ini, tapi sekarang saya membayangkan bagaimana nasib para pedagang di pasar ya? Di hari yang ramai, telapak tangannya pasti gatal terus.

Menginjak kaki orang berarti sebentar lagi ibunya akan meninggal

Saya ingat betul, suatu waktu seorang teman perempuan saya semasa SD sampai meminta saya untuk menginjak kakinya. Ketika saya tanya kenapa, katanya karena secara tidak sengaja dia baru saja menginjak kaki saya dan dia takut ibu saya akan meninggal. Untuk melepas kutukan itu, saya harus menginjak kakinya, supaya ibu kami tidak meninggal.

Entah dari mana asalnya mitos ini, tapi saya rasa ada benarnya juga karena berpuluh-puluh tahun setelah kejadian itu ibu saya akhirnya memang meninggal dunia.

Potong kuku di malam hari akan membawa sial

Jelas ini hanya mitos, sepertinya ini muncul karena di zaman dahulu belum ada listrik sehingga penerangan di malam hari belum seperti sekarang. Takutnya, ketika menggunting kuku di malam hari dengan penerangan seadanya maka tangan kamu bisa ikut terpotong. Minimal kulitnya jadi korban dari gunting.

Kupu-kupu dalam rumah berarti akan ada tamu yang datang

Ketika di dalam rumah ada kupu-kupu, keluarga kami biasanya spontan akan bilang, “Wah bakal ada tamu nih,” walaupun rasanya itu cuma bercanda. Rupaya mitos ini memang dipercaya banyak orang meski tidak jelas apa hubungannya antara kupu-kupu dan tamu.

Dulu saya bahkan sempat berpikir, kalau kupu-kupu itu masuk rumah malam hari berarti yang datang jangan-jangan “kupu-kupu malam” dong.

Banyak semut berarti sebentar lagi musim hujan

Ibu saya termasuk orang yang sangat percaya mitos ini. Ketika di dapur atau di bagian manapun di rumah ada banyak semut, maka dia langsung meyakini bahwa sebentar lagi musim hujan akan datang.

Waktu remaja saya merasa mitos ini menggelikan, namun ternyata belakangan saya menemukan fakta bahwa ini bukan mitos. Menurut penelitian, semut memang punya kepekaan pada perubahan cuaca. Mereka tahu kalau musim hujan sudah dekat dan karena itu mereka lalu keluar untuk mencari makanan dan menimbunnya sebagai persiapan ketika musim hujan tiba. Jadi ini bukan mitos melainkan fakta yang muncul dari kepekaan orang tua dulu melihat perubahan alam di sekitarnya.

*****

Itulah sebagian mitos-mitos keseharian yang sering saya dengar sejak kecil. Sebagian besar rasanya hanyalah manipulasi dari orang tua agar anaknya menurut. Tapi daripada sekadar melarang, mereka menambahkan beberapa mitos agar anak-anak mereka takut dan menuruti perintah atau larangan. Padahal, kalau dipikir-pikir tidak ada hubungannya sama sekali atau bahkan terasa sangat konyol.

Bagaimana dengan daerah asalmu? Apakah ada mitos yang sama atau ada mitos yang berbeda? [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (7)

  1. soal mitos, di Jerman pun ada kok. misalnya, dilarang keras mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang jika belum pas tanggalnya, alias mendahului, karena dianggap membawa sial. juga ada mitos kalo bersulang harus menatap mata ke orang yang diajak bersulang, karena jika tidak, akan membawa sial.

  2. Sampai sekarang saya masih memelihara satu mitos atau takhayul: kalo liat uang di jalan atau mana jangan diambil, nanti bakal kehilangan duit. Yang pernah saya lakukan adalah memotret uang itu.

    Pernah di ATM sebelah saya melihat mesin bekerja sendiri keluarkan uang. Saya gak berani ambil.

    • saya juga pernah dengar soal mitos itu, tapi sampai sekarang kalau lihat uang di jalan yaaa saya tidak bisa menahan diri untuk tidak ambil hahaha

  3. Aku beberapa kali pernah kalau tangan gatel tersugesti bakal mendapat uang ahahhahhah. Entahlah, itu masih melekat di aku. Pun dengan suara burung atau ada kupu-kupu masuk rumah, berarti ada tamu jauh datang. Emakku banget agagaggag

  4. Hahah… jadi kebayang lagi mitos2 ini dulu juga suka disampaikan oleh orang tua saya.
    Terutama yang telapak tangan gatal itu.
    Saya sering pun telapak tangan mendadak gatal, ya karena lagi kering aja tangannya. Ga ada juga transferan masuk. LOL.

  5. Haha dan mitos itu kok melekat banget dengan keluargaku yah

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.