Cerita Ringan

Yang Berubah Karena Covid-19


Sebuah normal yang baru saat Covid-19 menyerang dan memaksa kita tetap di rumah saja.


Sudah tiga minggu lebih sebagian besar kehidupan orang Indonesia memasuki fase yang berbeda karena Covid-19. Sejak pemerintah mengeluarkan imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan bahkan meminta orang-orang bekerja dari rumah, sebagian warga memang akhirnya merasakan perubahan yang besar dalam kehidupan mereka. Bukan hanya yang terpaksa bekerja dari rumah saja, tapi bahkan yang tetap bekerja seperti biasa pun bisa melihat dan merasakan perubahan itu.

Sejak negara Covid-19 menyerang.

Kalau saya perhatikan, beberapa perubahan itu adalah:

1. Orang-orang jadi lebih higienis dan memperhatikan kebersihan.

Sejak wabah Corona merebak, imbauan untuk hidup bersih terus bergema. Mulai dari sering-sering cuci tangan atau pakai hand sanitizer, sampai mengganti pakaian setelah dari luar rumah. Semua digemakan terus menerus dan akhirnya diikuti banyak orang.

Pokoknya, saat ini orang-orang jadi terlihat sangat higienis dan memperhatikan kebersihan. Beberapa menit sekali cuci tangan, pakai sabun di air mengalir. Atau kalau tidak sempat, ya minimal menyemprotkan hand sanitizer.

Pulang dari mana, langsung ganti baju. Baju yang dipakai langsung dimasukkan tempat cucian kotor. Mandi pun jadi lebih sering. Gagang pintu atau benda yang biasa dipegang pun sedikit-sedikit dilap pakai tisu basah. Pokoknya sangat higienis lah.

Padahal ya, biasanya juga tidak begitu.

Mau makan saja cukup celup tangan di kobokan, itupun cuma ujungnya saja. Hahaha. Sasha Stevenson, orang Kanada yang tinggal di Indonesia itu pernah bikin video yang menceritakan keheranannya sama kebiasaan orang Indonesia ini. Kata Sasha, orang Indonesia kalau makan cuci tangannya cuma seuprit, padahal mereka makan dengan tangan kosong. Tapi, kalau mau tidur cuci kakinya benar-benar bersih seakan-akan kaki itu mau dipakai makan. Hahahaha.

Sekarang warung makan pun rata-rata sudah menyediakan tempat cuci tangan yang proper. Bahkan warung makan pinggir jalan sekalipun. Eh, jangankan warung makan ya. Di Jayapura, tempat laundri pun sudah menyiapkan tempat cuci tangan di depan konter mereka.

Pokoknya sekarang, kebersihan bukan lagi sebagian dari iman. Bahkan mungkin melebihi iman.

2. Orang jadi lebih dekat dengan keluarganya.

Keharusan untuk tinggal di rumah membuat orang-orang jadi punya waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan anggota keluarganya dalam rentang waktu yang lebih lama. Anak-anak tidak sekolah, ibu-bapak pun terpaksa bekerja dari rumah saja. Akhirnya, sepanjang hari mereka akan terus bersama, melakukan aktivitas bersama-sama.

Ada ibu-ibu yang senang karena bisa mengeksplorasi kemampuannya memasak untuk keluarga, ada juga bapak-bapak yang senang karena akhirnya bisa punya banyak waktu menemani anaknya belajar. Anak-anak pun pasti senang seharian bisa bersama orang tua mereka.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang tidak tinggal bersama keluarga seperti saya, atau mereka yang bahkan belum punya keluarga sendiri? Yah, setidaknya kami punya banyak kesempatan untuk tidur 😀

Oh ya, tapi lama kelamaan sepertinya sudah makin banyak juga orang tua yang mulai stress. Khususnya yang tidak terbiasa berlama-lama dengan anak mereka yang masih kecil. Biasanya siang hari disibukkan sama urusan kerjaan di kantor, sekarang bahkan siang haripun masih harus sibuk dengan anak yang meminta perhatian. Tantangan tersendiri, tapi harusnya bisa disiasati kan? Toh itu juga ada banyak keuntungannya.

3. Orang-orang menjadi lebih kreatif dan produktif.

Tinggal di rumah saja tanpa kegiatan kantor atau kegiatan outdoor membuat banyak orang mulai bosan. Bahkan ada yang terang-terangan mengaku mulai stress. Buat orang introvert seperti saya, tinggal di rumah saja tentu tidak masalah. Malah menyenangkan. Tapi kasihan mereka yang ekstrovert dan terbiasa dengan kegiatan luar ruang.

Kondisi ini membuat banyak orang mulai memaksa otaknya bekerja lebih kreatif. Mencari kebiasaan baru yang membuat mereka senang. Musisi banyak yang melakukan kolaborasi secara daring, orang juga makin terbiasa menggunakan aplikasi video chat supaya tetap bisa berinteraksi dengan manusia lain di luar rumahnya. Banyak juga yang semakin sering mengeksplorasi hobi yang mungkin sudah lama tidak tersentuh. Misalnya hobi masak.

Kondisi di rumah saja membuat banyak orang mulai mengulik-ulik kembali hobi memasak mereka. Berpikir apa lagi yang akan dimasak hari ini? Atau, resep apalagi yang mau dicoba? Pokoknya berpikir lebih kreatif untuk mengusir kebosanan.

Bloger pun banyak yang seperti itu. Lebih produktif menulis sejak diminta di rumah saja. Lumayan untuk membuat kepala terasa lebih ringan dan tidak sumpek, bukan?

*****

Begitulah. Di tengah keprihatinan karena wabah Covid-19 ini, ternyata ada juga hal positif yang bisa kita rasakan. Sembari menunggu berlalunya badai Covid-19 ini, mari berharap semoga hal positif ini akan tetap ada meski situasi kembali seperti biasa. Meminjam judul lagu Efek Rumah Kaca, semoga ini menjadi Normal Yang Baru.

Mudah-mudahan segala kebiasaan bersih, kedekatan dengan anggota keluarga, dan kreativitas dan produktivitas itu akan menjadi normal yang baru. Tidak hanya jadi tren sesaat saja, karena toh terbukti manfaatnya banyak. [dG]

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | ipul.ji@gmail.com |

Comments (9)

  1. benar.. di satu sisi membawa dampak positif juga.. tapi kita tunggu saja, berapa lama kebiasaan higienis ini akan bertahan.. semoga tetap bertahan meski jika nanti badai covid-19 ini berlalu..

  2. ada juga yang jadi panikan 🙁

  3. Karena covid-19, saya jadi tahu bagaimana rasanya para pekerja lepas bekerja. Yang katanya kerja di rumah saja waktu kerjanya nambah. Kalau di kantor tidak harus buka gawai terus, sekarang hampir tiap jam kudu liat gawai dan email hahahahha

  4. Setuju. Banyak hikmah yang bisa diambil. Banyak juga kebiasaan baik yang terjadi. Semoga aja pandemi segera berlalu. Tetapi, kebiasaan baiknya jangan smapai ikut berlalu juga

  5. Tiga poin itu pas banget. Sama satu lagi kayaknya: jadi pada belajar hemat. Karena nggak bisa ke mana-mana, nongkrong nggak bisa, nonton ke bioskop apalagi, akhirnya cuma mengonsumsi sesuatu seperlunya. Hahaha…

  6. Benar banget, adalagi mungkin pada banyak yang kurus nih soalnya rame yang rajin olahraga juga.

  7. Saya gara-gara Covid-19 jadi lebih aware sama blog sendiri daeng, hehe. Sekarang lagi perbaharui postingan-postingan lama di blog. 😀 Semoga wabah ini cepat berakhir dan kita semua bisa beraktifitas di luar lagi seperti dulu. 🙂

  8. Nomor 3 ada yang bisa tambah kreatif ada yang bisa tambah pewe diatas kasur buat rebahaan juga haha

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.