“Ada perbedaan besar bagaimana seorang cowok dan seorang pria dalam memahami seorang perempuan”


Pria dan cowok

MEMAHAMI PEREMPUAN adalah sebuah skill yang bagi sebagian besar laki-laki menjadi sangat sulit untuk dikuasai. Hampir sebagian laki-laki pernah mengeluhkan, betapa sulitnya memahami seorang perempuan. Ada yang gagal, tapi tidak sedikit juga yang (mengaku) berhasil. Ada juga yang masih terus mencoba, tidak kenal menyerah meski harus tersandung dan jatuh beberapa kali. Sebagian lagi memang tidak merasa perlu berusaha untuk memahami perempuan. Makanya, mereka merasa tidak perlu berusaha.

Kemauan dan pengalaman adalah dua faktor utama yang menentukan seorang lelaki bisa berhasil meningkatkan skill tersebut. Ada yang punya kemauan, tapi karena masih kurang pengalaman maka hasilnya juga belum maksimal. Sebaliknya, ada juga yang punya pengalaman panjang dengan perempuan tapi karena tidak punya kemauan untuk memahami, jadinya ya dia juga tidak pernah mendapatkan hasil yang maksimal.

Padahal, memahami perempuan adalah sebuah kunci kebahagiaan. Percayalah! Bukankah kita semua lahir dari seorang perempuan? Jadi memahami mahluk terindah ciptaan Tuhan itu adalah sebuah keharusan, apalagi buat lelaki yang kadang merasa lebih superior – padahal kenyataannya belum tentu.

Dalam soal pemahaman ini, saya membagi tingkatan menjadi dua; cowok dan pria. bukan berdasarkan umur, tapi berdasarkan kepekaan dalam memahami perempuan. Apa bedanya? Nah, mari kita lihat dalam beberapa simulasi berikut ini. Perlu saya perjelas dulu kalau simulasi ini adalah simulasi pasangan suami-istri ya. Bukan yang masih pacaran.


“Terserah”

Situasi: suatu hari kamu berkata ke pasangan kamu, “Sayang, malam ini saya mau nongkrong di rumah X ya? Mau nonton bola bareng.” Lalu, si pasanganmu dengan wajah datar atau bahkan agak cemberut berkata, “Terserah.” Pendek saja.

Lalu, apa yang akan kamu lakukan?

Cowok: dia akan tersenyum lebar dan merasa kalau itu adalah izin mutlak dari pasangannya. Lalu tanpa berkata apa-apa dengan senyum sumringah dia berlalu, berganti kaos dan mengenakan jersey klub favorit lalu menyalakan kendaraan menuju lokasi nonton bareng.

Hasilnya: sepulang dari nonton bareng, jangan harap ada senyum manis yang menyambut di pintu. Apatah lagi pelukan mesra dan kecupan manis. Nehi!

Pria: dia akan berhenti sejenak. Berpikir, lalu bilang, “Eh, nda usah deh. Saya nonton di rumah saja. Kayaknya malas juga kalau terlalu ramai.” Sedikit berbohong, tapi dia tahu hasilnya akan sepadan.

Hasilnya: si perempuan akan merasa sangat disayang. Pasangannya bahkan rela meninggalkan salah satu hobinya hanya demi menemaninya di rumah. Pelukan mesra dan kecupan manis hanya tinggal tunggu waktu.


“Tidak Apa-Apa”

Situasi: istri sedang duduk dengan wajah tertekuk. Wajahnya lebih keruh dari air bah yang mengalir selepas hujan deras. Lalu kamu mendekatinya dan bertanya, “Kamu kenapa sayang?” Si istri membuang pandangan ke tempat lain dan berkata, “Ah, tidak apa-apa.”

Lalu apa yang kamu lakukan?

Cowok: mengelus pundak istrinya dan berkata, “Oh, ya udah. Saya kira ada apa.” Lalu dia berdiri dengan santainya dan berlalu ke dapur mengambil kopi.

Hasilnya: tarakdungjess! Masih perlu diceritakan? Intinya kamu akan tidur menghadap punggung.

Pria: dia akan duduk di samping pasangannya, membelai rambutnya dan bertanya lembut, “Ada apa sayang?” Meski si istri akan kukuh menjawab, “Tidak apa-apa,” tapi akan terus berusaha untuk membujuk sampai akhirnya si istri akan menceritakan apa yang mengganjal di pikirannya.

Hasilnya: dalam hati si istri akan melihat suaminya dengan pandangan syahdu dan dalam hati bergumam, “oh so sweet.” Saya tidak perlu ceritakan kelanjutannya ya. Kalian sudah tahu pasti.


“Saya Mau Bicara”

Situasi: tiba-tiba saja si istri mengirim pesan ke suaminya. Isinya, “Kak saya mau bicara sesuatu nanti malam.”

Apa yang akan kamu lakukan?

Cowok: akan langsung membalas, “Oke deh” kemudian melanjutkan hari seperti biasa, seolah-olah pesan tadi tidak pernah datang.

Hasilnya: ada sesuatu yang terjadi di malam itu. Bisa baik, bisa juga buruk. Kadang-kadang malah berakhir dengan pertengkaran hebat.

Pria: akan langsung membalas dengan, “Oke deh.” Lalu sepanjang hari dia sibuk mengira-ngira, ada apa sebenarnya? Apa yang salah? Lalu dia pun sibuk dengan segala kemungkinan, bahkan kemungkinan terburuk sekalipun.

Hasilnya: Meski malam itu terjadi pertengkaran hebat, tapi si pria sudah bisa melewatinya dengan tenang. Tidak perlu sampai benar-benar saling menyerang, bahkan bisa jadi berlanjut dengan make up love. Ahhay!

Kamu belum punya pacar? Mungkin tips ini bisa membantu


“Menjengkelkan Banget Sih!”

Situasi: si istri tiba-tiba jadi uring-uringan, bahkan untuk sebuah kesalahan kecil sekalipun dia langsung meledak, atau paling tidak ngomel-ngomel panjang dengan nada yang membuat resah semua mahluk hidup yang mendengarnya.

Bagaimana reaksimu?

Cowok: dia akan ikut-ikutan uring-uringan, merasa tidak nyaman dan bahkan membentak istrinya. “Apaan sih! Sedari tadi ngomel terus!”

Hasilnya: paling ringan si istri akan menangis, meski mungkin bukan di depan suaminya. Paling berat, ya perang mulut antar keduanya.

Pria: akan mulai mengingat-ingat tanggal berapa terakhir istrinya datang bulan. Lalu dengan tepat dia bisa memperkirakan kalau si istri sedang berada dalam masa PMS. Lalu dengan sabar dia akan menenangkan si istri. Bahkan bila si istri menjadikannya sasaran, dia akan tetap tenang meski mungkin hatinya dongkol bukan main.

Hasilnya: rasa tidak nyaman dan rasa jengkel si istri lebih cepat hilang. Dia akan merasa ada seseorang yang benar-benar mengerti keadaannya dan tentunya itu membuat rasa cintanya makin berlipat ganda.


“……… “

Situasi: seorang istri yang biasanya ceria, tiba-tiba menjadi sangat pendiam. Seharian dia hanya di kamar saja. Meski begitu wajahnya tidak terlihat murung meski juga tidak seceria biasanya.

Apa yang kamu lakukan?

Cowok: akan merasa senang karena merasa menemukan kebebasannya lagi. Bebas bermain gim di ruang tamu, atau menonton siaran televisi kesukaannya.

Hasilnya: ya mungkin tidak ada sesuatu yang buruk yang terjadi, tapi yakinlah kalau tidak ada hal positif juga yang terjadi.

Pria: akan langsung menghentikan semua yang dia lakukan dan ikut ke kamar, tiduran di samping istrinya dan mulai mengajaknya ngobrol. Tidak langsung bertanya ada apa, tapi hanya sebatas obrolan ringan yang kadang diselingi lelucon. Hingga tanpa sadar si istri pelan-pelan menjadi ceria kembali.

Hasilnya: hubungan akan lebih mesra, dan malam itu mungkin akan diakhiri dengan sesuatu yang hawt!

*****

NAH, KIRA-KIRA ITULAH lima situasi yang paling mudah membedakan mana cowok dan mana pria. Apa yang saya tulis di atas mungkin berkesan sok tahu, karena belum tentu semua keadaan seperti. Tapi setidaknya itu berdasarkan pengalaman selama ini. Bisa jadi memang terjadi sama dengan orang lain, tapi bisa jadi juga berbeda. Memang tidak mudah bagi seorang cowok untuk berubah menjadi seorang pria dalam waktu singkat. Semua butuh kemauan dan butuh usaha keras. Tapi yakinlah, kalau skill mengerti perempuan kamu meningkat, maka hasilnya juga akan sangat luar biasa. Kebahagiaan bersama hanya soal waktu.

Jadi bagaimana? Kalian mau jadi cowok atau pria? [dG]

Bagikan Tulisan Ini:

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | [email protected] |Connect ke Google+ profile

Comments (29)

  1. Sblm brtanya ke pembaca kira2 daeng ipul tipe yg mana, pria atau cowok nih? Hahahaa

  2. Saya memilih tetap sebagai perempuan saja daeng, karena ada plus minus punya cowo ataupun pria. Tidak bisa di judge juga.
    Dan saya senang memiliki mereka berdua. hahahaha

  3. berart lirik lagu “karena wanita ingin dimengerti lewat tutur lembut dan blablabla” cocok di’?? hahah

  4. Suamiku masuk kategori apa di?
    Kadang jadi cowok kadang juga jadi pria, tergantung situasi, karenanya saya juga sering jadi cewek dan sering juga jadi wanita. Biar impas!

  5. 😆 ternyata saya cowok belum pria hahaha . Terserah kita modeh sambil merengut… Yayaya sekarang saya sedikit lebih paham maksudnya.

  6. makasih artikelnya Daeng. sangat membantu bagi cowok-cowok seperti saya yang belajar menjadi pria. etapi, itu dulu kalau pasangan bilang: “kak, saya mau bicara” bikin langsung dumba2 dan pi cari kalender 😀

  7. Saya gak mau jadi cowok ataupun pria, karena saya perempuan! Wakwkakk…

    Etapi kalo baca artikel ini, kayaknya expert sekali mi Dg.Ipul memperlakukan pasangan. Pantas Mamie Lily klepek-klepek, hihihi…

  8. Kalo ditarik benang merahnya, perbedaan antara pria dan cowok adalah kemampuannya membaca situasi dan empati terhadap istri. Saya mungkin belum bisa konsisten menjadi pria karena terkadang bujukan hobby memaksa diri menjadi cowok. Tapi mau jadi pria ataupun cowok hal yang terpenting adalah menjadi laki-laki sejati.

  9. Intinya kita diharuskan lebih peka hahahahhha.
    Kalau tidak, bisa berabe hasilnya 🙂

  10. Masing masing pilihan ada konsekwensinya toh daeng

    Jadi terserah mau jadi cowok atau pria bisa jadi keduanya tepat dinginkan sama pasangan

    Ha? Dua? ???

  11. Untuk memahami perasaan wanita memang dibutuhkan sosok pria ya Daeng bukan cowok? tapi yah istri juga nggak bisa selalu harus nuntut suami harus jd pria selalu krn suami juga kadang2 bisa bersikap ke-cowok-an, hehe

    • kadang2 ada momen ketika sosok cowok dibutuhkan kehadirannya
      kan nda enak kalau hubungan lurus2 terus, harus ada dramalah sedikit
      hahaha

  12. Sy yakin, jika ini ditulis brdsrkan dr pengalaman, pasti dibalik tlisan ini, pnh berkali2 slh dlm memahami hngg benar2 memahami perempuan. Beruntunglah perempuan yg memiliki suami dr cowok ke pria.

  13. Hmmmm… kayaknya mauka kasi lihat ini artikel ke suami ku deh. Jadi Pria mi atau masih Cowok selama ini. Hahaha… Kalau kita ia masuk mi dikategori apa?

  14. Mau cowok mau pria, yang penting bisa berfungsi dengan baik, itu ji yang paling penting :)))

    *komen macam apa ini? :p

  15. Setelah sa telaah 5 situasi di atas, Anbhar kadang jadi pria kadang jadi cowok juga hahaha Jadi pria ataupun cowok, yang penting tetap cintaaaa. Ahseegggg xD

  16. betul..betul..betul. papagit juga kadang jadi pria kadang jadi cowok.

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.