<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; macet</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/tag/macet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Aroma Jakarta di Jalanan Makassar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 04:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Jalanan Makassar makin ramai, titik macet makin bertambah dari hari ke hari. Tiba-tiba saya merasakan aroma kota Jakarta di banyak jalan di kota Makassar Saya jarang menyusuri jalanan kota Makassar, apalagi yang mengarah ke pusat kota di jam-jam sibuk. Jalur rumah-kantor adalah jalur pinggiran kota yang melewati beberapa jalanan sepi dan kadang malah bertemu puluhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1481" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Macet-Makassar.jpg"><img class="size-full wp-image-1481" title="Macet Makassar" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Macet-Makassar.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu titik macet di kota Makassar</p></div>
<h2><em>Jalanan Makassar makin ramai, titik macet makin bertambah dari hari ke hari. Tiba-tiba saya merasakan aroma kota Jakarta di banyak jalan di kota Makassar</em></h2>
<p>Saya jarang menyusuri jalanan kota Makassar, apalagi yang mengarah ke pusat kota di jam-jam sibuk. Jalur rumah-kantor adalah jalur pinggiran kota yang melewati beberapa jalanan sepi dan kadang malah bertemu puluhan hewan ternak. Tidak heran kalau saya akhirnya tidak tahu banyak soal kemacetan kota Makassar kecuali dari cerita orang-orang.</p>
<p>Bulan Mei ini saya kebetulan jadi panitia dua acara besar yang diadakan oleh Anging Mammiri, ada <a href="../../../../../rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/">peluncuran Firefox4</a> dan <a href="../../../../../di-balik-layar-blogilicious-makassar/">Blogilicious Makassar</a>. Kedua acara itu membuat saya wara-wiri di jalan raya Makassar tepat ketika waktu bubaran kantor. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya mulai merasakan sesuatu yang sepertinya saya benci. <strong>Kemacetan parah di berbagai titik.</strong></p>
<p>Sekitar pukul 4 sore, dari arah pusat kota atau sekitar Karebosi saya menuju ke arah Selatan menyusuri jalan Urip Sumohardjo dan nantinya masuk ke jalan A.P.Pettarani dan kemudian masuk ke Jl. Hertasning. Titik kemacetan mulai dari jalan Urip Sumohardjo sekitar daerah Karuwisi. Mobil dan motor berdesakan tidak karuan.</p>
<p>Masuk ke Jl. A.P.Pettarani macet agak mereda, kecuali di sekitar pasar Pettarani. Macet baru mulai terasa kembali mulai dari depan mall Ramayana, terus ke bagian selatan hingga dekat jalan masuk ke Jl. Hertasning. Masuk Jl. Hertasning masih lumayan lancar hingga kemudian macet lagi begitu sampai di depan kantor PLN.</p>
<p>Hal yang sama berulang ketika saya menyusuri jalan Perintis Kemerdekaan menuju pusat kota di sekitaran Karebosi. Macet bermula di sekitar M&#8217;Tos Jl. Perintis Kemerdekaan dan kemudian akan berlanjut di jalur yang sama dengan yang saya ceritakan di paragraf di atas.</p>
<p><strong>Saya benar-benar merasakan aroma Jakarta</strong>. Aroma yang maksud adalah bau knalpot kendaraan, seketika aroma tersebut mengingatkan saya pada Jakarta yang sempat saya akrabi sekitar 11 tahun lalu. Macet Jakarta adalah salah satu alasan kenapa saya tidak pernah betah berlama-lama di ibukota itu, mau ke mana saja pasti ketemu macet dan akhirnya aroma knalpot itu seperti terpatri di kepala, pun dengan rasa gerah luar biasa yang membuat badan rasanya jadi lengket karena keringat.</p>
<p>Dari sejak beberapa tahun lalu sebenarnya saya sudah menduga kalau suatu saat nanti Makassar akan bernasib seperti Jakarta, titik-titik kemacetan akan terus bertambah, dan jalanan yang terbebas dari macet makin sedikit. Rupanya tidak perlu menunggu lama karena toh tahun 2011 ini jalanan di kota Makassar sudah hampir sangat mirip dengan jalanan di kota Jakarta.</p>
<p>Saya jadi ingat komentar beberapa tamu dari <strong><a href="http://anbhar.net/blogilicious-fun-makassar.html">idblognetwork</a> </strong>Jakarta ketika saya menjemput mereka dari bandara menuju hotel.</p>
<p>&#8221; Wah, ini kayak di Kelapa Gading ya &#8221;</p>
<p>&#8221; Wah, ini rasanya kayak di Kali Malang ya &#8221;</p>
<p>Komentar mereka bukan cuma berdasarkan topografi daerah yang mirip, tapi juga karena model kemacetan yang mungkin hampir sama.</p>
<p>Ada yang bilang, ini adalah ciri khas kota metropolitan. Tapi apa iyya setiap kota metropolitan harus akrab dengan kemacetan ? Saya belum pernah mengunjungi kota-kota metropolitan di Eropa atau Amerika sana sehingga tentu saja tidak bisa bicara banyak untuk membandingkan.</p>
<p>Tapi, sepanjang yang saya tahu segala model kemacetan itu bisa saja diminimalisir dengan sebuah antisipasi dari jauh-jauh hari. Penerapan sistem transportasi yang bagus, penyediaan infrastruktur berupa transportasi massal yang memadai serta tentu saja kebijakan-kebijakan yang lebih mementingkan transportasi publik daripada kendaraan-kendaraan pribadi. Setidaknya itu yang sering saya baca.</p>
<p>Jalanan macet karena jumlah kendaraan pribadi jauh lebih banyak daripada kapasitas yang bisa ditanggung jalanan tersebut. Salah satu teorinya seperti itu, bukan ?</p>
<p>Pertanyaan saya, itu salah siapa ? Salah kami yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi publik ? Salah kami ketika kami lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada harus naik angkot ke mana-mana ? Dan hey, angkot bukan transportasi massal kan ?</p>
<p>Ke mana semua para ahli tata kota itu ? Kenapa kondisi ini tidak diantisipasi serius dari awal ? Kondisi seperti apalagi yang akan kami temui di tahun-tahun mendatang? ?</p>
<p>Sudahlah, pertanyaan-pertanyaan itu mungkin sudah terlalu sering dilemparkan dengan ragam jawaban yang mungkin tidak pernah memuaskan selain rentetan retorika yang membuai. Tapi lihatlah ke jalanan kota Makassar, di sana aroma Jakarta makin menusuk. Entah sampai kapan..</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/" title="macet Makassar">macet Makassar</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/" title="pasar pettarani">pasar pettarani</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/" title="dilema transportasi di makassar">dilema transportasi di makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/" title="macet do kota makassar">macet do kota makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/" title="m-tos makassar">m-tos makassar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1480"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F05%2Faroma-jakarta-di-jalanan-makassar%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/05/aroma-jakarta-di-jalanan-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macet..Macet..Macet</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu saya pulang malam, seperti biasa rutenya selalu lewat jalan Antang Raya kemudian berbelok ke arah Jl. Borong Raya. Seperti biasanya juga, jalur itu kembali padat oleh kendaraan dan ujung-ujungnya terjadi kemacetan luar biasa. Dari arah Tello kemacetan sudah bisa dirasakan mulai dari depan pompa bensin, terus memanjang sampai ke arah Antang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1481" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Macet-Makassar.jpg"><img class="size-full wp-image-1481" title="Macet Makassar" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Macet-Makassar.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu titik macet di kota Makassar</p></div>
<p>Dua hari yang lalu saya pulang malam, seperti biasa rutenya selalu lewat jalan Antang Raya kemudian berbelok ke arah Jl. Borong Raya. Seperti biasanya juga, jalur itu kembali padat oleh kendaraan dan ujung-ujungnya terjadi kemacetan luar biasa. Dari arah Tello kemacetan sudah bisa dirasakan mulai dari depan pompa bensin, terus memanjang sampai ke arah Antang. Pusat kemacetan adanya di pertigaan Antang Raya dan Borong Raya di mana kendaraan roda dua, roda tiga maupun roda empat seperti saling bertumpuk.</p>
<p>Beberapa tahun belakangan ini rasaya pusat kemacetan di kota Makassar semakin bertambah saja. Saya pernah bertanya ke seorang teman, &#8221; adakah jalan di kota Makassar yang tidak macet di jam bubaran kantor ?&#8221;, jawabannya mungkin &#8220;ada&#8221;, tapi saya yakin anda pasti perlu waktu untuk berpikir dulu sebelum menjawab.</p>
<p>Kalau dari Antang masuk ke Borong, Toddopuli kemudian ke Hertasning maka saya yakin kita akan dengan mudahnya menemukan titik-titik kemacetan. Jalur yang saya sebut tadi sepertinya sudah mulai terkenal sebagai titik kemacetan mengikuti jalur-jalur lainnya seperti Abdullah Dg.Sirua dan Adhyaksa Baru.</p>
<p><span id="more-571"></span>Volume kendaraan yang terus bertambah dengan pesat sangat tidak berbanding lurus dengan volume jalan yang daritahun ke tahun nyaris stagnan. Ini kemudian diperparah oleh perilaku pengguna jalan yang kurang patuh, egois dan tidak sabaran. Kita tidak usah lagi menyalahkan sopir mikrolet yang sejak dulu sudah jadi terdakwa utama penyebab kemacetan. Sekarang ini hampir semua pengguna kendaraan sudah masuk kategori terdakwa penyebab kemacetan.</p>
<p>Motor bisa dengan seenaknya keluar jalur, menyalip ke sana ke mari tapi alih-alih keluar dari kemacetan, tindakan ini malah kadang Cuma memperparah kemacetan. Belum lagi para pengguna jalan yang membawa gerobak besi, mobil bisa mengkilap tapi kelakuan tetap saja supir angkot. Akibatnya, ya macet hanya tinggal tunggu waktu saja.</p>
<p>Sampai sekarang saya belum tahu apa yang ada dalam benak para pengambil keputusan di kota Makassar terkait kemacetan ini. Akar masalahnya masih tetap sama, pemerintah kota gagal menghadirkan angkutan massal yang nyaman, terjangkau dan mudah diakses untuk mengurangi nafsu warga untuk punya kendaraan pribadi. Pemerintah kalah cepat dari pemodal yang berani memberikan banyak kemudahan untuk para warga yang mau punya kendaraan sendiri. Untuk sebuah unit motor saja anda hanya perlu menyiapkan uang 500 ribu, dan ta..da..satu unit motor sudah siap jadi tunggangan anda ke sana ke mari. Persoalan bayar per bulannya bisa ditutupi atau tidak itu urusan belakangan.</p>
<p>Di sisi yang berbeda, pengurusan SIM juga tidak kalah mudahnya. Anda tidak perlu ikut test segala macam untuk membuktikan anda layak menyimpan selembar kertas berlaminating itu di dompet anda, cukuplah membayar beberapa ratus ribu dan silakan nikmati kenyamanan berkendara .</p>
<p>Pemerintah kota harusnya sudah mulai mempersiapkan diri sejak sekarang, mereka harusnya lebih fokus untuk membenahi hal-hal mendasar yang sesungguhnya lebih dibutuhkan oleh warga kota. Apalah gunanya menambah mall baru di kota Makassar kalau kebutuhan dasar warga seperti jalanan yang lancar dan tak berlubang serta tak tergenang air di musim hujan tetap tak terpenuhi.</p>
<p>Rencana menghadirkan transportasi massal bagi seluruh warga hanya sebatas wacana yang terus bergulir dari tahun ke tahun tanpa pernah kita tahu progress realisasinya sudah sampai mana. Kalau kondisi ini terus dibiarkan maka saya yakin suatu saat nanti kita akan terbangun dengan sebuah kenyataan kalau kota Makassar sudah sama semrawutnya dengan Jakarta. Suatu hari nanti pemerintah kota akan sadar kalau benang kusut tata kota Makassar sudah benar-benar susah untuk diurai.</p>
<p>Anda mau kota Makassar sama macetnya dengan kota Jakarta..?, terus terang saya tidak mau.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/" title="lampu merah di kawasan toddopuli makassar">lampu merah di kawasan toddopuli makassar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/" title="makassar traffic jam">makassar traffic jam</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/" title="permasalahan lalu lintas di kota makassar">permasalahan lalu lintas di kota makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/" title="permasalahan transportasi makassar">permasalahan transportasi makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/" title="transportasi umum dari borong raya menuju losari">transportasi umum dari borong raya menuju losari</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-571"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F02%2Fmacet-macet-macet%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/macet-macet-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

