<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Blog</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/tag/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hari Blogger Nasional ; Dulu, Kini dan Nanti</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/10/hari-blogger-nasional-dulu-kini-dan-nanti/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/10/hari-blogger-nasional-dulu-kini-dan-nanti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 02:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[hari blog nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1989</guid>
		<description><![CDATA[sumber : Google Selamat hari blogger Nasional, meski sekarang dunia blogging sungguh jauh berbeda. 27 Oktober 2007. Menteri komunikasi dan informatika yang waktu itu dijabat bapak Muh.Nuh secara resmi membuka perhelatan Pesta Blogger dan sekaligus mencanangkan tanggal 27 Oktober sebagai ?Hari Blogger Nasional? Saya tidak ada di sana waktu itu, tapi saya ikut merasakan buncahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><span class="Apple-style-span" style="background-color: #f3f3f3;"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/i-blog-therefore-i-am.jpg"><img class="size-full wp-image-1990 aligncenter" title="i-blog-therefore-i-am" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/i-blog-therefore-i-am.jpg" alt="" width="600" height="367" /></a></span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="attachment_1990" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px;">
<dd class="wp-caption-dd">sumber : Google</dd>
</dl>
</div>
<blockquote>
<h3>Selamat hari blogger Nasional, meski sekarang dunia blogging sungguh jauh berbeda.</h3>
</blockquote>
<p>27 Oktober 2007. Menteri komunikasi dan informatika yang waktu itu dijabat bapak Muh.Nuh secara resmi membuka perhelatan Pesta Blogger dan sekaligus mencanangkan tanggal 27 Oktober sebagai ?Hari Blogger Nasional? Saya tidak ada di sana waktu itu, tapi saya ikut merasakan buncahan kebanggaan ketika kami para blogger ini merasa dianggap oleh otoritas tertinggi negeri ini, bahkan diberi hari khusus.</p>
<p>Empat tahun berselang, dan bumi terus berputar. Banyak yang kemudian tidak sama lagi.</p>
<p>Hari ini blog masih ada, masih banyak malah. Catatan terakhir menyebutkan kalau jumlah blog di Indonesia sekitar 3 juta blog dan terus bertambah setiap harinya. Terus, apa yang beda ? toh jumlahnya tetap banyak, toh para blogger masih terus bertambah.</p>
<p>Buat saya, semua sudah berbeda. 4 tahun lalu Hari Blogger Nasional dicetuskan lewat sebuah ajang yang mempertemukan para blogger se Indonesia. Namanyapun Pesta Blogger. Empat tahun berselang, pesta itu bubar, pesta itu tenggelam oleh gegap gempita para pelaku social media lainnya. Tak sepenuhnya bubar kalau melihat website ajang baru itu, tapi setidaknya kasta pesta itu diturunkan menjadi hanya sebuah bagian dari sebuah pesta para penikmat dan pelaku social media.</p>
<p>Keputusan itu seakan-akan menjadi sebuah bukti kalau bagi sebagian orang, blog dan blogger memang tak lagi penting di masa ketika twitter dan facebook menjadi raja dan ratu.</p>
<p>Blog sendiri memang mengalami pergeseran. Meski jumlahnya terus bertambah, tapi yang saya sayangkan adalah karena para pelakunya yang bisa dibilang sebagai senior, mereka yang ngeblog ketika blog terlalu populer sekarang malah berubah menjadi sekadar pemilik blog. Sekadar punya blog tanpa ingat kapan terakhir kali mengunjungi blognya. Dan ini terjadi hampir di semua komunitas blogger, setidaknya komunitas blogger yang saya ikuti.</p>
<p>Di sisi lain, para blogger baru ini ternyata tidak sepenuhnya membuat blog dan terjun ke dunia blogsphere karena semata-mata ingin berbagi dan menulis. Banyak di antara mereka yang membuat blog hanya karena tergiur gelimangan dollar. Popularitas blog yang meningkat tajam beberapa tahun ke belakang memang membuka peluang sebuah bisnis online yang iming-imingnya adalah limpahan dollar. Ini yang menarik banyak orang untuk kemudian membuat blog.</p>
<p>Sayangnya, mereka yang terjun ngeblog itu tak sepenuhnya mengerti esensi blog. Tujuan mereka cuma bagaimana membuat peternakan dollar. Ciri khas para pemburu dollar ini biasanya adalah mereka jarang mau bersosialisasi dengan blogger lainnya. Mereka hanya mau bersosialisasi dengan para blogger yang sama-sama mencari dollar. Lupakan gaya sosialisasi blogger jaman dulu yang begitu tulus atau mungkin na?f.</p>
<p>Dan, inilah yang terjadi. Blog masih tetap ada meski banyak pergeseran. Banyak blog yang tak lagi tulus berbagi tapi juga menyimpan hasrat mendulang dollar. Tentu tidak ada salahnya, toh semua orang punya hak untuk menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh blog. Semua orang boleh mereguk manfaat dari blog, apapun itu.</p>
<div id="attachment_1991" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/blogger-nusantara2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1991" title="blogger-nusantara2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/blogger-nusantara2-300x163.jpg" alt="" width="300" height="163" /></a><p class="wp-caption-text">Logo Blogger Nusantara</p></div>
<p>Jumat hingga minggu besok ( 28-30/10 ) di sebuah kota di pinggiran Surabaya akan digelar sebuah event bertajuk <a href="http://bloggernusantara.com/web/kriterias/view/2">Blogger Nusantara</a>. Ada yang menuding kalau event ini adalah tandingan dari sebuah event yang katanya <a href="http://daenggassing.com/ada-yang-on-dan-ada-yang-harus-off/">format baru Pesta Blogger</a>. Anda boleh percaya, boleh juga tidak. Bagi saya yang akan hadir di Blogger Nusantara, event ini hanya sebuah wadah untuk bertemu dengan mereka-mereka yang masih tetap punya passion untuk ngeblog. Meski saya yakin bahwa sebagian besar dari yang hadir nanti adalah para blogger yang mencoba mencari celah keuntungan dari blog, mendulang dollar seperti yang saya bilang di atas. Semua sah saja.</p>
<p>Hari ini, ketika postingan ini saya buat, di linimasa twitter ramai postingan ucapan selamat Hari Blogger Nasional. Sayapun ikut di dalamnya, mengucap selamat kepada para blogger setanah air. Hari ini saya ingin menikmati keuntungan menjadi blogger, yaitu keuntungan bertemu dengan banyak orang-orang luar biasa yang kemudian saya anggap sebagai teman, saudara dan bahkan guru.</p>
<p>Hari ini para blogger se Indonesia boleh berpesta, boleh menikmati harinya sambil tentu saja berdoa semoga tahun depan dan tahun-tahun ke depannya lagi para blogger masih tetap setia mengisi blog pribadinya, bukan hanya blog tempatnya mencari dollar.</p>
<p>Ah, selamat hari blogger semuanya. Saya senang bisa menjadi bagian dari blogger Indonesia.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/hari-blogger-nasional-dulu-kini-dan-nanti/" title="hari blogger nasional">hari blogger nasional</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/hari-blogger-nasional-dulu-kini-dan-nanti/" title="sekarang kini atau nanti">sekarang kini atau nanti</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1989"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F10%2Fhari-blogger-nasional-dulu-kini-dan-nanti%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/10/hari-blogger-nasional-dulu-kini-dan-nanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Loenpia</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/10/selamat-ulang-tahun-loenpia/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/10/selamat-ulang-tahun-loenpia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 16:19:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Loenpia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1965</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang paling mengasyikkan dari ngeblog adalah kesempatan bertemu teman-teman baru. Hari kedua tahun 2011 adalah hari pertama saya berkesempatan kopi darat dengan personil Loenpia, komunitas blogger Semarang. Sebelumnya saya sudah kenal dengan beberapa personil loenpia, bahkan sudah sempat bertemu dengan mereka. Tapi memang belum bisa dibilang pertemuan resmi. Pada kopdar pertama itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1966" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/DSC_9350-1.jpg"><img class="size-full wp-image-1966" title="DSC_9350-1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/DSC_9350-1.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Kopdar Pertama Bareng Loenpia</p></div>
<blockquote>
<h3 align="left"><strong>Salah satu hal yang paling mengasyikkan dari ngeblog adalah kesempatan bertemu teman-teman baru.</strong></h3>
</blockquote>
<p align="left">Hari kedua tahun 2011 adalah hari pertama saya berkesempatan kopi darat dengan personil <a href="http://loenpia.net/">Loenpia</a>, komunitas blogger Semarang. Sebelumnya saya sudah kenal dengan beberapa personil loenpia, bahkan sudah sempat bertemu dengan mereka. Tapi memang belum bisa dibilang pertemuan resmi.</p>
<p align="left">Pada kopdar pertama itu memang tidak terlalu banyak teman-teman Loenpia yang datang, tapi suasana akrab sangat terasa di sebuah caf? yang jualan utamanya adalah makanan berbahan keju itu. Acara kopdar berlangsung dari jam 4 sampai sekitar jam 7 malam.</p>
<p align="left">Selepas kopdar perdana itu saya kemudian mencemplungkan diri ke mailing list komunitas Loenpia. Selain karena telah mengenal beberapa personil Loenpia, Semarang juga sudah menjadi kota kedua saya. Sebenarnya dari sejak tahun 2008 ketika mulai ngeblog dan gabung dengan komunitas blogger saya sudah punya niat bergabung dengan Loenpia, tapi niat itu terus tertunda. Barulah setelah kopdar perdana itu saya akhirnya bergabung.</p>
<p align="left">Milis Loenpia ternyata sangat dinamis, ramai dan riuh. Dalam sehari bisa ada ratusan email yang masuk. Untungnya karena saya sudah cukup lama berada dalam milis blogger Makassar, jadi kondisi seperti ini terasa biasa, bahkan saya langsung merasa berada di rumah sendiri.</p>
<p align="left">Awalnya memang agak canggung, apalagi karena milis Loenpia sering menggunakan bahasa Jawa dalam pergaulan sehari-harinya. Beruntung karena saya bisa mengerti bahasa Jawa, jadi proses adaptasi tidak berjalan lambat. Pelan-pelan saya bisa masuk dalam alur percakapan di milis Loenpia, walaupun pada awalnya saya mungkin sedikit garing.</p>
<p align="left">Ada hal yang membuat saya cukup kaget sekaligus merasa bangga. Beberapa personil inti Loenpia pernah melibatkan saya dalam acara offline mereka yaitu Kober ( Kopdar Bermutu ). Meski hanya diminta untuk membuat poster acara, tapi bagi saya ini adalah sebuah kehormatan. Apalagi saya belum terlalu lama bergabung dengan komunitas dari ibukota Jawa Tengah itu.</p>
<p align="left">Hal berkesan lainnya dari Loenpia adalah ketika saya berhasil mendapatkan selembar batik keren dari<a href="http://www.visbatik.com/"> Vis Batik</a>. Kemeja batik berwarna dominan merah itu menjadi milik saya karena termasuk dalam beberapa personil Loenpia yang rajin mengisi blog Loenpia.</p>
<p align="left">Seperti yang saya bilang, milis Loenpia memang heboh. Salah satu kehebohannya adalah junk pulsa gratis yang rutin diadakan tiap minggu. Beberapa personil Loenpia ( salah satunya <a href="http://katadanrasa.wordpress.com/">mbak Latree</a> ) akan meluncurkan pertanyaan ringan. Tiga orang yang berhasil menjawab dengan benar berhak mendapatkan pulsa. Selama gabung di milis Loenpia, saya sudah dua kali ketiban rejeki pulsa gratis.</p>
<p align="left"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/Loenpia.png"><img class="alignleft size-full wp-image-1967" title="Loenpia" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/Loenpia.png" alt="" width="150" height="269" /></a>Tanggal 15 Oktober kemarin, Loenpia genap berusian 6 tahun. Masa yang tidak singkat untuk sebuah komunitas blogger di Indonesia. Meski sebagian besar personilnya mengaku jarang posting lagi, bahkan ada yang sampai lupa password blog, tapi Loenpia tetaplah sebuah komunitas yang solid. Komunitas yang tidak punya ketua ini sedikit banyaknya mengilhami saya untuk tetap membuat mailing list ramai di jaman di mana social media seperti? facebook dan twitter merajai dunia maya di Indonesia.</p>
<p align="left">Untuk Loenpia, selamat ulang tahun. Senang saya bisa diterima di Loenpia, senang bisa berkenalan banyak teman-teman baru di sana. Senang karena saya bisa ikutan mengucapkan kalimat yang sepertinya sudah jadi trademark di Loenpia, kalimat yang berbunyi : keplaki Lowo, atau keplaki KingKong..hahaha</p>
<p align="left">Sekali lagi, selamat ulang tahun Loenpia. Semoga tetap solid dan akrab sepanjang masa. Saya senang bisa menjadi bagian dari kalian.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/selamat-ulang-tahun-loenpia/" title="semarang loenpia">semarang loenpia</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1965"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F10%2Fselamat-ulang-tahun-loenpia%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/10/selamat-ulang-tahun-loenpia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seseorang Mencuri Postingan Saya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 06:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[curi postingan]]></category>
		<category><![CDATA[plagiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1030</guid>
		<description><![CDATA[UPDATE TERAKHIR PER TANGGAL 1 FEBRUARI 2011 : blogger bernama Ronny yang telah mencuri postingan saya telah meminta maaf dan kemudian menghapus postingan tersebut dari blognya. Sebuah langkah yang saya kira patut kita beri apresiasi karena itikad baiknya untuk meminta maaf secara langsung. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari Berawal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1032" class="wp-caption aligncenter" style="width: 655px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/plagiator_2.jpg"><img class="size-large wp-image-1032  " title="plagiator_2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/plagiator_2-1024x603.jpg" alt="" width="645" height="380" /></a><p class="wp-caption-text">Blog yang mencuri postingan saya</p></div>
<p><em>UPDATE TERAKHIR PER TANGGAL 1 FEBRUARI 2011 : blogger bernama Ronny yang telah mencuri postingan saya telah meminta maaf dan kemudian menghapus postingan tersebut dari blognya. Sebuah langkah yang saya kira patut kita beri apresiasi karena itikad baiknya untuk meminta maaf secara langsung. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari</em></p>
<p>Berawal dari berbalas kicauan tengah malah dengan <a href="http://indobrad.wordpress.com/">Oom Brad</a> dengan topik roaming bahasa akhirnya saya kepikiran untuk membuka kembali postingan lama tentang penggunaan beberapa partikel khusus dalam bahasa Makassar. Sekitar tahun 2007 saya pernah bikin postingan berjudul &#8220;<a href="http://daenggassing.com/2007/05/23/makan-mi/">Makan Mi</a>&#8220;?yang bercerita tentang ribetnya menempatkan beberapa partikel seperti Mi, Mo, Pi dan Ji dalam penggunaan bahasa Indonesia berlogat Makassar.</p>
<p>Karena malas mencari via blog, saya coba googling. Setelah memasukkan kata kunci, muncul? beberapa hasil pencarian. Saya kaget karena salah satu hasil pencariannya adalah sebuah <a href="http://ronnykongdoh.blogspot.com/2010/08/makan-mi.html">postingan di blog lain</a> yang bukan blog saya tapi judul dan isinya persis sama dengan isi postingan saya.</p>
<p>Blog ini ternyata mencuri postngan saya. Betul-betul tanpa ada kutipan sumber, link ke blog saya atau pernyataan kalau ini disalin dari sebuah sumber lain. Prosesnya juga betul-betul salin dan tempel, tidak ada usaha untuk mengubah isi tulisan atau gaya penulisan.? Sungguh memalukan. Segera saya menuliskan teguran kepada pemilik blog di kolom komentar, berharap si pemilik blog punya itikad baik untuk setidaknya menuliskan sumber postingan yang dia buat.</p>
<p>Melihat deretan iklan yang terpasang di blognya, saya berasumsi kalau si pemilik blog ini mencari duit lewat ad sense dan salah satu caranya menjaring pengiklan adalah dengan memperbanyak postingan dan bisa jadi salah satunya adalah dengan mencuri postingan orang lain. Mungkin bukan cuma saya korbannya, bisa jadi ada tulisan dari blog lain yang juga disalin-tempel oleh dia, apalagi karena saya lihat sebagian besar postingannya berisi informasi dan pengetahuan.</p>
<p>Saya iseng lagi mencoba mencari postingan lain dengan judul yang sama, dengan bantuan google tentu saja. Ternyata saya kembali menemukan sebuah <a href="http://jirana19.blogspot.com/2008/11/makan-mi.html">postingan yang dengan mentah-mentah juga mencuri? postingan saya</a>. Luar biasa..!! Saya menangkap basah dua pencuri dalam satu malam.</p>
<div id="attachment_1031" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class="size-large wp-image-1031 " title="plagiator_1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/plagiator_1-1024x616.jpg" alt="" width="614" height="370" /><p class="wp-caption-text">Blog lain yang juga mencuri postingan saya</p></div>
<p>Untuk blog yang kedua ini saya lihat orientasinya murni kepada postingan bukan untuk keperluan komersil seperti ad sense dan semacamnya karena saya tidak melihat ada iklan komersil pada blognya, apalagi karena tulisan saya selaras dengan tema besar blognya yaitu tentang bahasa Makassar. Meski begitu saya tetap marah dan menganggap dia mencuri tulisan saya karena sama sekali tidak menuliskan kutipan sumbernya apalagi karena isi postingan benar-benar salin tempel? 100% tanpa ada usaha untuk mengubahnya sedikitpun.</p>
<p>Saya tahu kalau kejadian salin tempel dan mencuri postingan bukan hal baru dalam dunia blog. Kata <a href="http://irwinday.web.id/">Irwin Day</a> di milis Blogger Makassar : welcome to the club !! Dan saya termasuk orang yang geram pada praktek seperti ini. Mungkin saya berlebihan, toh itu&#8221;?hanya&#8221; postingan. Tapi bagi saya, meski itu hanya sebuah postingan apalagi dibuat dengan saat kemampuan menulis saya masih jauh di bawah yang sekarang tapi buat saya itu tetap buah karya intelektual. Menyalinnya dan kemudian menempelnya di blog sendiri tanpa menuliskan asal salinannya sehingga orang menilai kalau itu hasil karya sendiri sungguh tidak ada bedanya dengan pencurian.</p>
<p>Ada sedikit kutipan dari Bang Ajo, seorang blogger yang juga seorang lawyer :</p>
<blockquote><p>Meski seseorang telah diizinkan untuk mengambil konten suatu blog atau dapat mengambil konten berdasarkan ketentuan di atas, perlu diperhatikan bahwa dalam suatu karya cipta terkandung hak moral dari penciptanya, yaitu:</p>
<p>1. hak agar nama pencipta tetap dicantumkan dalam karya ciptanya tersebut; dan<br />
2. hak agar tidak dilakukan modifikasi atas karya cipta yang dapat merusak apresiasi, reputasi, martabat atau nama baik penciptanya;</p>
<p>Apabila pihak yang mengambil konten tidak menghormati hak moral tersebut, maka pemilik blog berhak melaporkan pihak tersebut kepada pihak kepolisian atau mengajukan gugatan/tuntutan ganti rugi.</p></blockquote>
<p>Kutipan lainnya bisa dibaca <a href="http://lintasan.dagdigdug.com/2008/08/16/ketika-posting-diangkut-ke-majalah/#more-17">di sini</a></p>
<p>Saya mungkin tidak akan sampai melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib karena itu sama saja dengan menambah masalah baru. Tapi setidaknya saya akan terus melakukan protes kepada sang pemilik blog sampai dia mencantumkan asal tulisan dan megakui kalau itu bukan tulisannya.</p>
<p>Buat teman-teman para blogger, marilah kita kedepankan moral dan etika dalam membuat sebuah postingan. Menurut saya tidak masalah kalau kita memang ingin menyalin-tempel hasil postingan orang lain tapi alangkah terpujinya kita apabila menuliskan link ke postingan asalnya sehingga tidak menimbulkan asumsi kalau itu adalah hasil karya kita. Seorang blogger tentu saja harus juga menjadi seorang blogger yang bermartabat. Bukan seorang blogger yang menghalalkan segala cara untuk meraih jumlah postingan apalagi jumlah kunjungan.</p>
<p>Buat teman-teman yang pernah menjadi korban pencurian postingan, ayo..lawan !! Minimal peringatkan dan tegur sang pencuri, sebar informasi ke seluruh dunia tentang perbuatan si pencuri. Kalau bukan kita yang menghargai hasil karya kita sendiri, siapa lagi ?</p>
<p><em>**kalau teman-teman pernah menemukan artikel atau postingan pada blog ini yang merupakan hasil salin-tempel dari sumber lain tanpa menyebutkan sumbernya, tolong tegur saya. Terima kasih**</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/" title="bahasa makassar aku sayang kamu">bahasa makassar aku sayang kamu</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/" title="ji dalam bahasa makassar">ji dalam bahasa makassar</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/" title="kutipan kata (pencuri)">kutipan kata (pencuri)</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/" title="partikel bahasa makassar">partikel bahasa makassar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/" title="kutipan motivasi bahasa makassar">kutipan motivasi bahasa makassar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1030"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F01%2Fcuripostingan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/01/curipostingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsistensi dan Passion : itu kuncinya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 06:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[review blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[daeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Kamaruddin Azis, di komunitas Blogger Makassar dan Panyingkul kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama paddaengannya. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita. Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-600" title="denun" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg" alt="" width="500" height="396" /></a></p>
<p>Namanya <a href="http://www.denun.net/">Kamaruddin Azis</a>, di komunitas <a href="http://angingmammiri.org">Blogger Makassar</a> dan <a href="http://panyingkul.com">Panyingkul</a> kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama <a href="http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/">paddaengannya</a>. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita.</p>
<p>Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior saya. Dia bergabung di Blogger Makassar dan Panyingkul selang beberapa bulan setelah saya bergabung. Pun sebagai kontributor di Panyingkul, dia berkontribusi belakangan, selang beberapa bulan setelah saya. Tapi, soal kualitas tulisan semuanya jadi terbalik. Meski terhitung junior sebagai Blogger dan Panyingkuler, tapi kualitas tulisannya luar biasa.</p>
<p>Di awal bergabung dengan Panyingkul, beliau konsisten menulis tentang berbagai isu kelautan karena latar belakang pekerjaannya yang aktif pada LSM yang membahas tentang isu kelautan serta tentu saja lata belakang pendidikannya sebagai sarjana kelautan. Topik lain yang selalu jadi cirri khasnya adalah tentang berbagai cerita dari tanah rencong, Aceh. Yah, kisaran tahun 2007-2008 beliau memang sedang berada di Aceh dan ikut serta dalam berbagai proyek pembangunan kembali Aceh pasca Tsunami.</p>
<p>Setelah kembali ke Makassar, topik tulisannya makin beragam, tidak melulu tentang laut dan Aceh lagi. Namun, meski topiknya beragam, Daeng Nuntung tetap setia pada garis yang diyakininya sejak awal. Garis yang lebih banyak berpihak pada mereka yang kadang tak pernah diekspos media, mereka yang kadang jadi komoditi para penguasa. Beberapa orang di komunitas Panyingkul menyebutnya sebagai penulis beraliran sosialis, yang banyak membahas tentang persoalan-persoalan sosial yang ada di sekitar kita.</p>
<p>Makin lama saya merasa tulisannya makin memikat. Gaya bertuturnya khas, ringan, lancar dan memikat. Meski kadang topik yang diangkatnya termasuk berat, tapi caranya bertutur membuat topik itu terasa ringan dan gampang dicerna. Daeng Nuntung juga punya kelebihan dari segi pengambilan sudut pandang, beberapa cerita mungkin sudah pernah kita lihat atau baca di tempat lain tapi dengan sudut pandang yang berbeda Daeng Nuntung menjadikan cerita itu berbeda dan terasa fresh.</p>
<p><span id="more-599"></span>Tahun 2009 kemarin Daeng Nuntung mendapatkan kehormatan. Komunitas Panyingkul membukukan kumpulan tulisannya dalam sebuah buku berjudul : Semesta GALESONG, Senarai Catatan Seorang Warga. Buku ini bercerita banyak tentang Galesong, tanah kelahiran Daeng Nuntung yang memang menyimpan banyak cerita. Buku itu menjadi sebuah tonggak pembuktian akan eksistensi dan konsistensi seorang Daeng Nuntung.</p>
<p>Yah, konsistensi. Ini adalah kata keramat yang jadi momok bagi banyak blogger dan penulis lepas. Di tengah kesibukan kerjaan sehari-hari, kami para blogger dan penulis lepas sering berlindung di balik kalimat klise : SUSAH CARI WAKTU UNTUK MENULIS. Ini juga jadi kalimat pembenaran yang sering saya gunakan. Blog ini sudah mulai jarang diupdate, sayapun sudah lupa kapan terakhir kalinya berkontribusi di Panyingkul. Semua karena kesibukan pekerjaan yang banyak menyita waktu, serta hal-hal lain yang kadang memang rasanya tidak mau mengalah untuk member saya waktu menulis.</p>
<p>Tapi Daeng Nuntung berbeda. Dia menolak berlindung di balik kalimat itu dan menolak menjatuhkan semua kesalahan pada kalimat itu. Dia punya cara sendiri untuk menjaga konsistensi. Simak blog pribadinya, dan lihat juga website panyingkul. Di sana tulisan-tulisannya hadir hampir seperti siramanan hujan di bulan Desember. Atau kalau belum cukup juga cek notesnya di Facebook, deretan notesnya begitu panjang dan hadir hampir setiap hari.</p>
<p>Dalam sebuah pertemuan di hotel Santika beberapa waktu yang lalu dia sempat berkata kalau targetnya memang menulis setiap hari meski hanya satu halaman dan hanya untuk konsumsi notes di Facebook. Targetnya tidak terlalu muluk menurut saya, tapi melaksanakannya butuh perjuangan luar biasa utamanya untuk seseorang yang punya pekerjaan professional dan punya keluarga.</p>
<p>10 maret kemarin dua buah tulisannya hadir di harian Kompas , tepatnya di Klasika zona Makassar. Ini menjadi satu bukti lagi kalau tulisannya memang bernas dan layak dibaca orang banyak. Hey, kita bicara tentang Kompas di sini, harian terbesar di Indonesia yang tentu saja punya standard tinggi dalam menentukan tulisan yang layak muat dan bila tulisan anda dimuat di sana maka jelaslah sudah kualitas tulisan anda.</p>
<p>Tulisan di Kompas ini adalah puncak pembuktian tentang kualitas tulisan Daeng Nuntung. Di harian lokal Tribun Timur, Daeng Nuntung juga sudah sangat sering wara-wiri. Di rubrik Opini maupun di rubrik khusus citizen reporter.</p>
<p>Dua hal itu berawal dari dua kata, passion dan konsistensi. Seorang blogger dan penulis lepas harus punya kedua hal itu. Anda tidak cukup punya passion tanpa punya konsistensi, tulisan anda mungkin bagus, berbobot tapi jika anda tidak punya konsistensi semua akan sia-sia. Anda juga tidak bisa hanya punya konsistensi tapi tidak punya passion. Tulisan anda akan terus hadir, tapi kualitasnya mungkin tidak akan berkembang, karena anda tidak punya passion untuk membuatnya berkembang. Daeng Nuntung membuktikan kalau dia punya kedua hal itu, dua hal yang dikawinkannya dan membuatnya mampu memukau banyak orang. Saya yakin dia akan memiliki dua hal itu dalam waktu yang lama, sangat lama.</p>
<p>Dia adalah role model saya. Bravo Daeng..!!</p>
<div class="shr-publisher-599"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F03%2Fkonsistensi-dan-passion-itu-kuncinya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KENAPA SAYA JADI BLOGGER</title>
		<link>http://daenggassing.com/2009/12/kenapa-saya-jadi-blogger/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2009/12/kenapa-saya-jadi-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 04:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[“ Apa itu blogger ?” Yup, pertanyaan seperti itu sudah cukup sering saya dengar, dilontarkan oleh orang-orang di sekitar saya. Sebagian mereka tahu kalau saya blogger dan sebagian mereka yang tidak mengerti kemudian bertanya apa itu blogger dan blog. Akhirnya saya kembali harus mengulang-ngulang definisi dasar tentang blog dan blogger sampai kadang-kadang sudah seperti sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-490" title="kampanyengeblog" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/kampanyengeblog-300x177.jpg" alt="kampanyengeblog" width="584" height="343" /></p>
<p>“ Apa itu blogger ?”<br />
Yup, pertanyaan seperti itu sudah cukup sering saya dengar, dilontarkan oleh orang-orang di sekitar saya. Sebagian mereka tahu kalau saya blogger dan sebagian mereka yang tidak mengerti kemudian bertanya apa itu blogger dan blog. Akhirnya saya kembali harus mengulang-ngulang definisi dasar tentang blog dan blogger sampai kadang-kadang sudah seperti sebuah jawaban otomatis yang keluar dari mesin.</p>
<p>“ Kenapa jadi blogger ?”<br />
Nah, itu pertanyaan yang lain. Pertanyaan yang hanya diucapkan beberapa orang yang benar-benar ingin tahu apa itu blog dan blogger. Tidak semua yang bertanya tentang definisi blog dan blogger kemudian bertanya kenapa jadi blogger, hanya mereka yang benar-benar ingin tahu tentang blog dan blogger saja yang melanjutkan dengan pertanyaan seperti itu. Dan untuk menjawab pertanyaan itu saya juga tidak bisa secara otomatis menjawab, perlu berpikir sejenak untuk mencari jawaban yang tepat.</p>
<p>Kenapa jadi blogger ? Kenapa ya ? Untuk menjawabnya saya butuh kembali ke waktu-waktu yang sudah lama lewat.</p>
<p>Semua berawal dari masa kecil dan masa remaja saya. Dari kecil (sejak SD) saya sudah senang membaca. Dari kesenangan membaca kemudian muncul keinginan untuk bisa menulis sesuatu, tepatnya menulis sebuah cerita. Waktu masih SD saya sering membayangkan bisa menulis sebuah cerita pendek yang dimuat di majalah BOBO, majalah anak-anak terbaik saat itu-mungkin sampai sekarang. Saya bukan hanya berangan-angan, saya juga mulai suka menulis di buku sekolah, membuat cerita pendek seperti yang saya angan-angankan.</p>
<p>Saya seorang yang penuh dengan fantasi. Saya selalu menciptakan tokoh-tokoh khayalan dalam kepala saya sendiri, mereka ada yang orang biasa dan ada yang punya kelebihan sendiri sebagai seorang superhero. Saya menciptakan tokoh khayalan itu lengkap dengan tampang mereka, usia, postur tubuh dan segala macamnya. Terkadang saya menggoreskan fantasi saya itu di atas kertas, selebihnya hanya ada di kepala saja. Saya masih belum terlalu bernafsu untuk menulis hingga kemudian semua cerita pendek berisi khayalan dan fantasi saya tak ada yang benar-benar selesai.</p>
<p><span id="more-489"></span>Tahun berlalu dan kemudian saya beranjak remaja. Di masa itu saya dapat hadiah sebuah buku harian bersampul kulit yang lumayan tebal berukuran A4. Di buku polos tanpa garis itu saya mulai rajin menulis tentang keseharian saya, semua kisah-kisah dan perasaan yang saya alami saya catat, tidak semua sebenarnya tapi hampir semuanya.</p>
<p>Saat mulai memasuki dunia kerja kebiasaan mencatat dan menulis itu kemudian hilang tergantikan oleh aktifitas baru yang makin menyita waktu. Meski begitu saya masih sesekali mengisi buku harian yang tak kunjung penuh itu. Saya mulai agak rajin mencatat lagi ketika saya berpacaran dengan Ofie, tapi kemudian berhenti ketika saya menikah. Alasannya klasik, sibuk dan tak ada waktu.</p>
<p>Sekitar tahun 2006 saya mulai akrab lagi dengan internet. Kantor saya mulai memasang internet dan dari situ saya mulai kenal dengan yang namanya friendster. Perlahan-lahan saya mulai menemukan teman-teman baru di jaringan pertemanan itu. Dari sana saya berkenalan dengan seorang lelaki sesama penggemar Pearl Jam di Surabaya, namanya Hilman. Si Hilman ini juga seorang yang rajin menulis, seorang blogger. Catatan-catatannya sungguh membuat saya kagum.  Caranya bertutur dan sudut pandangnya pada banyak hal membuat saya kembali tergugah untuk menulis. Awalnya hanya di friendster, itupun tidak sering dan tentu saja dengan kualitas tulisan yang sangat jauh di bawah standar.</p>
<p>Dari sana saya membuat blog di blogspot yang sekarang sudah almarhum. Saya mulai merasakan kecanduan yang sangat dengan blog. Sungai yang dulu kering dan tersumbat di alam bawah sadar saya tiba-tiba menemukan salurannya yang tepat. Saya merasa menemukan sebuah media baru untuk menumpahkan semua yang saya pikirkan dan saya rasakan.</p>
<p>Di alam nyata saya seorang yang lumayan introvert. Saya tidak punya teman akrab yang bisa saya temani berbagi dan bercerita tentang banyak hal. Saya bukan orang yang gampang bercerita hal yang sifatnya pribadi dengan orang lain, lagipula di alam nyata saya susah menemukan orang yang punya jalan pikiran yang sama dengan saya, itulah sebabnya sebagian orang menganggap saya agak aneh dan susah dimengerti.</p>
<p>Lewat blog saya kemudian menemukan beberapa teman yang luar biasa. Lewat blog pula saya akhirnya bisa terhisap masuk ke dalam pusaran beberapa komunitas yang bisa saya nikmati. Komunitas yang rasanya memenuhi kebutuhan alamiah saya untuk dimengerti dan berbagi. Saya bisa menemukan beberapa orang yang bisa saya ajak diskusi, bisa saya tempati belajar dan bisa berbagi banyak hal. Lewat blog juga saya menemukan orang-orang yang mungkin sama anehnya dengan saya.</p>
<p>Saya mengisi blog saya dengan apa saja yang singgah di pikiran saya. Saya tidak peduli 100% tentang berapa banyak orang yang mampir ke blog saya dan membaca apa yang saya tulis. Saya hanya peduli dengan apa yang saya rasakan dan apa yang ingin saya tulis, meski tentu saja di waktu luang saya juga menyempatkan diri untuk bersosialisasi dengan blogger lainnya, untuk memenuhi kebutuhan lain dalam diri saya. Perlahan saya juga belajar banyak untuk meningkatkan kemampuan menulis saya, saya tidak mau stuck dengan kemampuan yang itu-itu saja, saya ingin memperbaiki diri. Blog tidak sepenuhnya membuat saya egois, saya juga merasa perlu untuk membuat orang lain senang, orang lain yang datang menghampiri blog saya.</p>
<p>“ Manusia boleh pandai setinggi langit, tapi kalau dia tidak menulis dia akan hilang ditelan waktu”, kira-kira seperti itu kata-kata yang saya baca dari Pramoedya. Saya bukan orang yang pintarnya setinggi langit, setinggi plafond saja mungkin tidak, jadi kalau saya tidak menulis niscaya saya akan dengan cepat hilang ditelan masa. Saya tertantang untuk menuliskan sesuatu, mencatatkan sesuatu dan membuat monumen yang bisa dibaca siapa saja sampai kapan saja.</p>
<p>Saya mencintai blog saya, saya memperhatikan dan merawatnya lebih daripada saya memperhatikan dan merawat akun saya di facebook. Blog sudah berhasil memenuhi beberapa kebutuhan mental saya, blog membuat saya menemukan beberapa keajaiban yang menyenangkan. Blog mempertemukan saya dengan banyak orang yang luar biasa, orang yang bisa saya anggap sebagai guru dan teman. Dan karenanya saya merasa bahagia sudah memilih menjadi blogger. Jawaban yang cukup panjang untuk sebuah pertanyaan yang pendek bukan ?</p>
<p>Bagaimana dengan anda ? kenapa anda jadi blogger ?</p>
<div class="shr-publisher-489"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2009%2F12%2Fkenapa-saya-jadi-blogger%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2009/12/kenapa-saya-jadi-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantaskah Mereka Jadi Favorit ?</title>
		<link>http://daenggassing.com/2009/12/pantaskah-mereka-jadi-favorit/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2009/12/pantaskah-mereka-jadi-favorit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 07:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin (7 des 09), sebuah komentar masuk di postingan tentang pengumuman pemenang AngingMammiri Award 3 tahun 2009. isinya begini : “ mmm q dah liat liat blog yang dipilih, kok blognya gak bagus2 amat eh banyak yang pilih yah?? apa karena teman? atau karena rekayasa? seperti blog ini &#8220;http://setta81.multiply.com/&#8221; &#8212;-&#38;gt; tdk untuk di vote.. yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-471" title="Setta" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/Setta-300x186.jpg" alt="Setta" width="568" height="351" /></p>
<p>Kemarin (7 des 09), sebuah komentar masuk di postingan tentang pengumuman pemenang AngingMammiri Award 3 tahun 2009. isinya begini :</p>
<p><em> </em></p>
<blockquote><p><em>“ mmm q dah liat liat blog yang dipilih, kok blognya gak bagus2 amat eh banyak yang pilih yah?? apa karena teman? atau karena rekayasa? seperti blog ini &#8220;<a href="http://setta81.multiply.com/" target="_blank">http://setta81.multiply.com/</a>&#8221; &#8212;-&amp;gt; tdk untuk di vote.. yang saya lihat isinya gak semenarik dari apa yang anda vote.. tampilannya aja buat mataku sakit.. penempatan backgrounnya&#8230;<br />
dan &#8220;<a href="http://pancallok.blogspot.com/" target="_blank">http://pancallok.blogspot.com/</a>&#8221; nah ini blog yang buat sampah di google aja,, artikelnya kebanyakan ciplakan yah? dan sudah bukan rahasia baru &#8212; titlenya Berita baru&#8211; tapi isinya gak baru..</p>
<p>saya cobe cek aja tapi menurutku gak ada yang saya tertarik..<br />
jadi yang saya simpulkan mungkin ini cuma rekayasa saja. dalam artian cuman dari teman pemilik blogm, bukan murni dukungan dari audience.<br />
but ada satu daya tarik saya sama blog satu orang, isinya seperti ada komunikasi antara blog dan si punya blogger.  yah semacam dia seperti curhat ke blog itu. coba aja kalian cek satu satu lagi. isinya orisinil dan di dalam blog itu ada semacam pesan buat pembacanya. jujur aku sempat tertarik membacanya. ciri blognya itu dari blogspot.</p>
<p>di coba aja cari siapa dia.</p>
<p>maaf bukannya aku membela satu pihak, tapi dia kayaknya layak.<br />
http://&#8230;&#8230;&#8230;..<a href="http://s.blogspot.com/" target="_blank">s.blogspot.com</a></p>
<p>itu sja yang bisa saya share<br />
nice buat dia layoutnya juga mantap. “</em></p></blockquote>
<p>Saya kurang tahu siapa yang menulis komentar itu, tapi sebagai penanggung jawab AngingMammiri Award, saya merasa perlu membuat klarifikasi tentang  keputusan pemenang di AngingMammiri Award, khususnya untuk kategori blog terfavorit dan blog pendatang baru terfavorit.</p>
<p>Oke, tanggapan saya seperti ini :</p>
<p><span id="more-470"></span></p>
<p>Pertama-tama saya mau berterima kasih dulu untuk bapak/mas/daeng atau mbak yang sudah menuliskan komentar di atas. Saya mencoba positif dan menganggap kalau komentar anda adalah sebuah bukti nyata kalau anda punya perhatian pada komunitas AngingMammiri, karena kalau anda tidak punya perhatian seperti itu maka saya yakin anda tidak akan repot-repot mengunjungi beberapa nominator blog terfavorit AngingMammiri Award 3 dan kemudian memberikan penilaian tentang para nominator itu. Jadi sekali lagi terima kasih saya ucapkan.</p>
<p>Kedua, mari bicara tentang skema penilaian untuk kategori Blog Terfavorit dan Blog Pendatang Baru Terfavorit. Dari awal sudah dikatakan kalau penilaian untuk kedua kategori itu adalah berdasarkan pada polling atau voting dari sesama blogger dan tentunya itu akan sangat subjektif, terlalu banyak faktor yang mempengaruhi pilihan tersebut. Bukan semata-mata hal teknis tentu saja, tapi hal-hal yang bersifat pribadi tentu akan jadi pertimbangan juga bagi para pemilih.</p>
<p>Anda mungkin masih ingat kejadian pada ajang pencarian bakat bernama AFI saat pertama kali muncul dulu, sekitar tahun 2004-2005 saya rasa. Waktu itu sang pemenang adalah Veri, wakil dari kota Medan. Secara kualitas, banyak orang yang mencemooh. Banyak yang bilang kalau Veri itu kualitasnya ecek-ecek, jauh di bawah kualitas si Kia sang juara dua, bahkan masih di bawah Mawar si juara tiga.</p>
<p>Tapi apa yang kemudian membuat Veri jadi juara ?</p>
<p>Tidak lain adalah karena dukungan penonton lewat sms yang membuatnya jadi juara pertama. Semua itu diawali dari cerita selayak sinetron yang mengumbar “kekurangan” (saya sengaja memberinya tanda kutip) dari si Veri. Latar belakangnya dari keluarga sederhana dengan ayah yang “Cuma” (sekali lagi saya beri tanda kutip) seorang tukang becak ternyata sanggup menggerakkan ribuan orang untuk mendukungnya lewat sms, berkali-kali bahkan. Soal apakah dia punya kualitas yang pantas untuk jadi juara atau tidak, hell with that&#8230;</p>
<p>Hal yang sama sempat terulang di ajang Indonesian Idol waktu Ihsan jadi juara mengungguli Dirly meski orang tahu kalau Dirly lebih berkualitas dari Ihsan yang hanya mampu bermain bagus di lagu-lagu balada tapi selalu keteteran di lagu-lagu yang nge-beat. Ihsan juga jadi juara karena pihak televisi berhasil menjual latar belakang keluarganya hingga banyak orang yang simpati dan kemudian rela menyisihkan pulsa teleponnya untuk mendukung Ihsan. Sekali lagi, hell with the quality..</p>
<p>Saya tidak bilang kalau kami (atau siapapun) berhasil menjual latar belakang pemenang polling blog terfavorit AngingMammiri Award tahun ini, kami belum seiseng itu. Setta, yang kebetulan jadi pemenang favorit tahun ini, serta Pancallok yang jadi runner up saya kira sama sekali tidak pernah menjaring pemilih lewat cara menjual sesuatu seperti tayangan reality show di tv-tv. Sepanjang yang saya tahu, mereka hanya memanfaatkan jaringan mereka saja. Entah itu jaringan via online atau jaringan via offline.</p>
<p>Saya kurang tahu apakah mereka juga melakukan kampanye secara offline ataupun online, dan kalaupun iyya, apa salahnya saya pikir. Kami dari pihak panitia malah merasa bangga kalau mereka benar-benar gencar berkampanye karena artinya mereka memandang bahwa sebuah AngingMammiri Award adalah sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan. Dan sesuatu yang anda rancang dan kemudian dihargai oleh orang lain tentunya membuat anda bangga bukan ? Manusia mana sih yang tidak senang dihargai. Ok, but thats not the point. Mari kembali ke topik awal.</p>
<p>Sekali lagi saya ingin menggaris bawahi kenyataan kalau unsur subjektif berperan sangat besar dalam keputusan pemenang blog terfavorit. Sang pemenang dan sang runner up yang menurut anda tak pantas untuk dipilih toh ternyata berhasil menjaring simpati banyak orang, dan saya rasa para pemilihnya adalah orang-orang yang jujur, yang memilih mereka karena merasa mereka pantas untuk dipilih. Alasan pantasnya mungkin beda dengan alasan pantas tidak pantas yang anda tulis di komentar anda. Para pemilih Setta dan Pancallok pasti punya “sesuatu” yang tidak bisa dijelaskan secara gamblang tentang kenapa mereka memilih Setta atau Pancallok. Dan alasan itu jelas berbau subjektif, sesuatu yang saya kira sejalan dengan tema pemilihan blog terfavorit.</p>
<p>Pemilihan blog terfavorit sangat berbeda dengan pemilihan blog terbaik. Pemilihan blog terbaik menggunakan 3 orang juri yang saya kira kompetensinya dalam dunia blog (khususnya untuk komunitas AngingMammiri) sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Untuk blog terbaik kami berusaha meminimalisir unsur subjektif meski tentu saja tak bisa hilang 100%.</p>
<p>Kami dari pihak panitia hanya memasang aturan bahwa blog yang boleh dipilih adalah blog yang menjadi anggota AngingMammiri.org yang dibuktikan dengan banner AM yang terpasang di blog bersangkutan. Soal kualitas atau tampilan atau hal teknis lainnya, semua kami serahkan ke khalayak ramai.  Yang terbaik tak selamanya jadi favorit kan..? Dan oh ya, saya juga ceritakan kalau ada beberapa suara yang tidak saya hitung karena si pemilih tidak mencantumkan url blog-nya dan saya anggap dia bukan blogger. Ini juga sesuai dengan persyaratan pemilih yang saya cantumkan di postingan tentang blog terfavorit dan blog pendatang baru terfavorit, silakan dicek di sana.</p>
<p>Teman, kemenangan Setta dan posisi runner up bagi Pancallok saya kira sangat sesuai dengan tema Blog Talk AngingMammiri.org hari minggu kemarin. Mereka berdua berhasil memanfaatkan sesuatu bernama pergaulan virtual. Menjaring simpati banyak orang lewat sebuah jaringan pertemanan di ranah maya. Saya tidak yakin kalau Setta atau Pancallok mengenal semua orang yang memilih blognya, kenalpun tidak apalagi pernah berinteraksi langsung di dunia nyata.</p>
<p>Anda, saya atau siapapun mungkin bisa punya blog berkualitas dengan posting yang luar biasa dan berguna bagi orang banyak, tapi kalau kita hanya berhenti di situ saja dan tidak mau menjalin sebuah pertemanan dan membentuk sebuah jaringan maka tentu hasilnya akan sia-sia. Kalau anda mendengar pemaparan Paman Tyo di acara blog talk kemarin tentu anda akan paham maksud saya.</p>
<p>Saya mungkin sudah terlalu panjang bercerita lengkap dengan analogi yang saya harap tidak segera membuat anda mual, tapi pada intinya saya hanya mau menekankan kalau sama sekali tidak ada rekayasa dalam pemilihan blog terfavorit ini. Semua hanya karena kedekatan dengan konstituen dan kelebihan dalam hal jaringan yang dimiliki sang pemenang dan sang runner up (saya sengaja menyoroti kedua blog ini karena dalam komentar anda, kedua blog ini yang anda sebut-sebut). Subjektifitas berperan besar dalam keputusan para pemilih. Ada yang bisa disalahkan untuk itu..?</p>
<p>Di akhir tulisan sekali lagi saya berterima kasih untuk komentar anda yang saya anggap sebagai buah perhatian untuk komunitas AngingMammiri.org, komunitas yang kita bangun bersama lewat tangan-tangan kita yang kecil ini. Kalau anda menganggap masih ada hal yang ingin didiskusikan lebih lanjut, fell free untuk mengontak saya di : <a href="mailto:ipul.ji@gmail.com">ipul.ji@gmail.com</a> atau mungkin lebih asyik kalau bisa didiskusikan beramai-ramai di mailing list : <a href="mailto:blogger_makassar@yahoogroups.com">blogger_makassar@yahoogroups.com</a>.</p>
<p>Selamat malam (karena saya menulis postingan ini di malam hari) dan salam sejahtera untuk anda.</p>
<p>Hormat saya,</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2009/12/pantaskah-mereka-jadi-favorit/" title="blognya daeng">blognya daeng</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-470"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2009%2F12%2Fpantaskah-mereka-jadi-favorit%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2009/12/pantaskah-mereka-jadi-favorit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

