Tidak Mudah Menjadi Mantan, Amigos!

Dear Casillas [foto:FIFA.com]

Dear Casillas [foto:FIFA.com]

Spanyol tampil sangat buruk di Brasil 2010. 7 gol dalam 2 laga, terakhir kali mereka menderita seperti itu adalah di tahun 1950 atau 54 tahun yang lalu! Spanyol sekaligus bergabung dengan Perancis dan Italia, dua mantan juara dunia yang dipermalukan 4 tahun setelah menjadi juara.

Iker Casillas memulai perannya sebagai penjaga terakhir gawang tim nasional Spanyol di tahun 2000. Dua tahun kemudian di Korea-Jepang dia sudah berdiri sebagai pilihan utama meski di tahun itu Spanyol harus pulang setelah digagalkan tuan rumah Korea Selatan dalam adu penalti di perempat final.

Di klubnya, pria kelahiran 20 Mei 1981 ini adalah salah satu legenda hidup. Kemampuannya sebagai penjaga terakhir kehormatan tim membuatnya diberi gelar Saint Iker, si Iker yang suci. Iker ikut dalam usaha Real Madrid merebut gelar Champions Eropa mereka yang kesembilan tahun 2002. Enam tahun kemudian Iker juga ikut dalam tim nasional Spanyol saat negeri para matador itu meraih gelar juara Eropa mereka.

Empat tahun lalu di Afrika Selatan, Casillas bahkan menjadi kapten tim yang mengangkat trofi piala dunia pertama Spanyol. Hebatnya lagi dia dan teman-temannya kembali mengulang kejayaan Spanyol di Eropa dua tahun kemudian. Singkatnya dalam periode 2008 hingga 2012 tidak ada tim yang pantas membuat tim lain iri selain Spanyol.

Lalu Mourinho sang pelatihnya di Real Madrid mulai berubah pikiran. Di tahun terakhir pengabdian Mou, Iker mulai dipinggirkan. Tenaganya dianggap tidak cukup untuk mendukung kampanye Real Madrid menaklukkan La Liga dan Eropa. Belakangan Carlo Ancelotti pengganti Mourinho juga berpikir sama. Saint Iker lebih banyak menghangatkan bangku cadangan dan hanya dipakai ketika Real Madrid berlaga di level Eropa.

Meski jam terbangnya semakin berkurang tapi Vicente del Bosque boss besar di tim nasional Spanyol masih mempercayainya. Maklumlah, Iker pernah jadi anak asuh Del Bosque di Real Madrid. Del Bosque tahu kapasitas Iker meski mungkin dia lupa kalau Iker sudah mulai dimakan usia dan mulai jarang bermain secara regular di klub. Del Bosque bergeming, pertandingan pembuka Spanyol menandai penampilan ke 155 Iker Casillas.

Sayangnya, Iker malah jadi salah satu faktor utama yang membuat Belanda berhasil menaklukkan Spanyol dengan skor fantastis, 1-5! Iker membuat setidaknya 2 kesalahan termasuk satu kesalahan konyol yang dimanfaatkan Van Persie. Sulit membayangkan peraih trofi Lev Yashin tahun 2010 itu ternyata bisa bertindak seceroboh kiper amatir.

*****

Sebelum laga Spanyol melawan Chile beberapa orang sudah yakin 100% kalau Iker akan duduk di bangku cadangan. Masih ada nama Pepe Reina dan De Gea yang dianggap sudah waktunya menggantikan Saint Iker. Ternyata mereka salah, Del Bosque masih mempercayai Iker untuk turun menjaga kehormatan terakhir tim Spanyol, bahkan tetap dipercaya sebagai kapten.

Spanyol akhirnya memang kalah 0-2, sekali lagi Iker dianggap punya peran dalam kedua gol Chile itu. Gol pertama Spanyol yang dicetak Vargas dianggap sebagai kegagalan Iker yang alih-alih menyergap kaki Vargas malah menyorongkan kakinya yang dengan gampang dihindari.

Gol keduapun sama, tendangan bebas dari Alexis yang tidak bisa ditangkapnya dengan baik malah ditinju ke depan dan jatuh ke kaki Aranquiz. Dalam teknik sepakbola adalah sebuah pantangan bagi seorang kiper untuk menghalau bola ke arah depan. Bola yang tak bisa ditangkap sebaiknya dihalau ke samping atau dibuang ke belakang, tentu untuk menghindari bola jatuh ke kaki lawan yang posisinya lebih nyaman untuk melakukan tendangan.

Sudahlah, tak perlu menghakimi Iker meski ratusan orang dari seluruh dunia sudah terlanjur menjadikannya bahan candaan di media sosial. Iker dan tim Spanyol bergabung dengan Perancis dan Italia, dua mantan juara dunia yang tidak lolos dari fase grup 4 tahun setelah mereka jadi juara. Perancis di tahun 2002 dan Italia di 2010.

Bedanya, Spanyol memang lebih buruk. Mereka tidak harus menunggu pertandingan terakhir seperti Perancis dan Italia untuk memastikan tiket pulang. Merekapun kebobolan 7 gol dalam 2 pertandingan dan hanya mampu memasukkan 1 gol, itupun dari titik putih. Terakhir kali Spanyol kemasukan 7 gol dalam 2 pertandingan adalah pada piala dunia tahun 1950 juga di Brasil. Ingat, dalam 19 pertandingan dalam 3 kejuaraan yang mereka menangkan antara tahun 2008 sampai 2012 Spanyol total hanya kebobolan 6 gol, satu gol lebih sedikit dari yang mereka rasakan sekarang.

Angka-angka itu hanya untuk menunjukkan betapa buruknya penampilan Spanyol di Brasil 2014 ini. Sangat berbanding terbalik dengan Spanyol yang kita kenal dalam periode 2008-2012. Spanyol menjadi mantan yang tersakiti, mantan juara dunia yang dipermalukan karena harus pulang sebelum pesta berlanjut.

Ketika ditanya Daily Mail soal kemungkinan laga semalam menjadi laga terakhirnya, Iker hanya menggeleng dan menjawab, “Entahlah, saya benar-benar tidak tahu.” Iker mungkin sama dengan kita, sama-sama tidak tahu bagaimana nasib Iker dan Spanyol ke depan. Tapi kita semua tahu satu hal yang sama, menjadi mantan itu tidak mudah amigos! [dG]

About The Author

One Response

  1. Yogie
    20/06/2014

Add Comment