Sepakbola dan Daster…

Apa hubungan antara sepakbola dan daster ?. secara kasat mata sih gak ada, soalnya saya sendiri belum pernah melihat pemain-pemain sepakbola profesional bermain di lapangan hijau menggunakan seragam daster. Walaupun mungkin saja banyak ibu-ibu yang menemani suaminya atau gadis-gadis yang nonton bola menggunakan daster.

Tapi hari minggu kemarin (12/8) saya jadi tahu kalau ternyata sepakbola dan daster bisa bersinergi jadi satu tontonan yang lucu dan mengasyikkan. Sabtu sorenya saya dapat telpon dari Ibu, beliau meminta saya mewakili bapak membela Blok B4 dalam laga sepakbola berdaster dalam rangka HUT RI. Memang Bapak sedang tidak sehat dan atas anjuran dokter juga tidak boleh berolahraga yang banyak dulu. Okelah pikir saya, mumpung sedang santai dan tidak ada jadwal kegiatan apa-apa. Lagipula saya sudah lupa kapan terakhir kali ikut berpartisipasi dalam acara-acara kayak begini.

Minggu pagi, jam 7 saya sudah siap di lapangan. Beberapa orang bapak-bapak juga nampaknya sudah siap dengan daster yang mungkin punya istrinya. Hampir setengah jam menunggu sebelum akhirnya pertandingan pertama digelar, dengan sedikit ragu dan malu sayapun meleburkan diri lengkap dengan daster tua punya ibu. Kenapa punya Ibu ?, soalnya istri saya emang gak punya daster yang agak tuaan, sayang kalo pake daster baru, takutnya nanti sobek.

Jangan harap anda akan menyaksikan pertandingan sepakbola yang seru, menegangkan dan penuh speed and power seperti yang layaknya kita lihat di layar kaca. Yang ada hanyalah pertandingan penuh gelak tawa. Awalnya coba anda bayangkan bagaimana tampang bapak-bapak berbadan besar, berkulit gelap dengan betis penuh bulu memakai daster yang sebagian besar didominasi motif kembang-kembang. Bayangkan juga bagaimana sebagian besar bapak-bapak itu mengangkat ujung dasternya sambil berlari agak tak terganggu, atau bagaimana bapak-bapak itu terguling-guling karena tak sanggup lagi menahan bobot badannya plus kehabisan nafas saat mengejar bola.

Lupakan soal peraturan dasar sepakbola. Semuanya bisa diatur di lapangan. Walhasil, ada pertandingan yang menggunakan sistim corner kick, tapi di pertandingan lain sistim itu tidak dipakai. Apapun itu, maksud utama dari pertandingan ini untuk memeriahkan hari kemerdekaan negeri kita sepertinya telah terpenuhi. Gelak tawa para penonton dan pemain seperti membuat mereka-mereka lupa betapa banyak bencana yang menimpa bangsa kita.

Sore harinya saya pulang dengan kemenangan setelah 3 kali bertanding tidak pernah kalah dan menang terus, bahkan hanya kemasukan 1 gol dengan memasukkan 6. bonus lainnya, betis, paha, pinggul sampai bahu semuanya pegal…buat jongkok saja susah. Maklumlah, sudah setahun lebih sejak terakhir kali saya turun ke lapangan hijau…..

Ahhh….pegel bow….nyari tukang pijit dulu ahhh…..

oh ya, ini sedikit foto-foto hasil pertandingan kemarin….



foto 1: berpose dulu sebelum bertanding

foto 2: pemain import dari Jepang..


foto 3: walaupun benturan tetap terjadi, namun canda tawa adalah yang utama..


foto 4: the smallest goalkeeper ever..


foto 5: paolo ipuldini, tembok kokoh di pertahanan blok B4


foto 6; pak Haji tak segan berjibaku menyelamatkan gawangnya, tak peduli daster sang istri sobek..

cerita lengkap di balik pertandingan ini bisa dibaca di sini

Silakan Kakak, Dibaca Juga Kakak...

About The Author

7 Comments

  1. rusle
    14/08/2007
  2. Ifool
    14/08/2007
  3. Mohammad Helman Taofani
    14/08/2007
  4. | A | d | i | N | k |
    14/08/2007
  5. Ifool
    14/08/2007
  6. Novee
    14/08/2007
  7. halfian
    15/08/2007

Add Comment