Ronaldo The Conquistador

Cristiano Ronaldo dan Ballon D'Or

Cristiano Ronaldo dan Ballon D’Or

Jadi ketika ada yang meragukan keputusan memilih Ronaldo sebagai pemenang bola emas tahun 2013 maka itu adalah hal yang wajar.

Sejak meninggalkan Portugal di tahun 2003, Ronaldo mulai menaklukkan Eropa. Dimulai dengan Inggris, bersama Manchester United Ronaldo kenyang mencicipi juara liga, juara piala FA, sampai juara Champions Eropa. 6 tahun di Inggris sudah cukup bagi pria Madeira ini untuk mencoba peruntungan di negara yang lebih hangat. Cuaca Inggris yang lebih sering dingin membuatnya sering rindu kampung halaman, dan Real Madrid yang menunjukkan ketertarikannya adalah godaan besar. Ronaldo akhirnya memberikan seluruh servisnya buat tim ibukota Spanyol sejak 2009, lengkap dengan label pemain termahal sedunia kala itu.

Bersama Real Madrid, Ronaldo memang belum sepenuhnya menguasai Eropa. Dia baru bisa membawa klubnya itu jadi juara La Liga musim 2010-2011 dan bahkan belum menyentuh final Champions Eropa dengan seragam putihnya. La Liga masih dikuasai pasukan merah biru dari Catalan dan sosok Ronaldo masih dibayangi pria Argentina bernama Lionel Messi yang secara ajaib 4 tahun berturut-turut memeluk tropi Ballon D’or sebagai pesepakbola terbaik sedunia.

Ronaldo sempat mencicipinya tahun 2008 sebelum secara rakusnya Messi menguasainya 4 tahun tahun berturut-turut. Hingga kemudian Ronaldo kembali bisa meraih penghargaan yang sejak tahun 2010 diambil alih FIFA itu. Untuk musim 2013 Ronaldo berada di atas Messi dan Ribery dengan 27.99% suara. 42 golnya di musim yang masih berjalan mungkin jadi pertimbangan banyak pelatih, pemain dan jurnalis sepakbola dari beragam negara untuk memilih Ronaldo sebagai pemenang. Belum lagi aksi Ronaldo yang nyaris sendirian membawa Portugal melewati jembatan rapuh menuju Brasil 2014. Singkatnya 2013 lebih bersahabat buat Ronaldo dibanding Messi yang mulai akrab dengan cidera dan harus berbagi sorotan dengan Neymar Jr. di Barcelona.

Tapi pantaskah Ronaldo mendapatkannya? Ada yang bilang Ribery lebih pantas, lelaki Perancis itu meraih semua tropi yang bisa diraih Bayern Muenchen tahun lalu. 3 tropi di level Jerman dan Eropa serta 1 tropi piala dunia antar klub. Ribery juga membantu Perancis lolos ke Brasil yang sama seperti Portugal, harus lewat jembatan yang rapuh dan nyaris tidak bisa dilewati.

Sebagian memberikan alasan kalau Ronaldo memang pantas. Dia pernah menjadi orang Eropa pertama yang mencetak 40 gol lebih dalam semusim, dua kali berturut-turut. Dia juga menjadi pemain Real Madrid yang paling cepat mencapai gol keseratus serta pemain pertama yang mencetak gol ke semua tim yang bermain di La Liga dalam satu musim. ?Sinarnya memang terang, bahkan untuk klub sebesar Real Madrid. Tanpa Ronaldo, Madrid seperti pincang. Barca masih bisa melaju cepat meski Messi cedera, tapi Madrid nyaris tidak bisa. Tanpa Ronaldo, Madrid kadang bingung menyelesaikan sebuah pertandingan dengan kemenangan. Portugalpun sama, membosankan tanpa seorang Ronaldo.

Secara pribadi Ronaldo memang luar biasa meski dia belum memberi banyak buat klub dan negaranya (selain membawa Portugal ke putaran final piala dunia). Tapi sudahlah, pemilihan pemain terbaik Ballon D’Or memang tidak memperhitungkan gelar yang diraih. Tahun 2010 Messi juga merebut tropi bola emas itu meski banyak yang bilang kalau Xavi dan Iniesta lebih layak. Keduanya berhasil membawa Spanyol meraih juara dunia, sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan Messi.

Jadi ketika ada yang meragukan keputusan memilih Ronaldo sebagai pemenang bola emas tahun 2013 maka itu adalah hal yang wajar. Faktanya, Ronaldo tetaplah pesepakbola yang punya prestasi secara pribadi. Di luar lapanganpun dia tetap sosok olahragawan yang patut diteladani. Aktif di kegiatan sosial dan duta untuk berbagai kampanye sosial dan lingkungan hidup. Selain itu Ronaldo punya badan yang atletis serta jarang cidera yang menunjukkan betapa sehat tubuhnya. Tapi tentu saja alasan terakhir itu bukan alasan untuk memilihnya sebagai peraih Ballon D’Or.

Tahun 1521, Ferdinand Magellan meninggalkan Portugal dan mulai menjelajahi dunia baru yang belum pernah didatangi bangsa kulit putih sebelumnya. Dari sanalah muncul istilah conquistador atau penakluk. Lima ratusan tahun kemudian seorang Portugal lainnya bernama Christiano Ronaldo meninggalkan Portugal dan mulai menjelajahi negara-negara lain di Eropa. Perlahan dia mulai menaklukkan negara-negara lain di Eropa, bahkan klub-klub lain di Eropa. Tahun 2013 dia berhasil menaklukkan kebesaran nama Lionel Messi dan menjadikannya sebagai peraih Ballon D’Or.

Ronaldo mungkin masih jauh dari titik sempurna, setidaknya dia masih harus membawa Real Madrid menaklukkan Eropa dan membawa Portugal menaklukkan Brasil 2014. Tapi sebelum masa itu datang, akuilah kalau Ronaldo sudah jadi penakluk yang mengalahkan Messi, Ribery dan pemain terbaik lainnya di Ballon D’Or 2013.

Congratulacao Ronaldo! [dG]

About The Author

3 Comments

  1. yoswa mardhikai
    15/01/2014
    • iPul Gassing
      15/01/2014

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: