My European best team 2008/2009

european-best-team-2009

Tirai sepakbola Eropa satu persatu sudah mulai diturunkan. Setiap liga di benua biru tersebut sudah menghasilkan juaranya masing-masing. Juara dari semua juara di Eropa adalah Barcelona. Klub asal daerah Catalanoia-Spanyol  tersebut secara syah ditasbihkan sebagai juara antar klub Eropa setelah menundukkan juara Inggris, Manchester United.

Dalam postingan kali ini saya tergoda untuk membuat line up sendiri yang berisi 11 pemain terbaik dari 3 liga terdepan di Eropa. Penilaian saya tentulah sangat subjektif, sebagian besarnya hanya karena kesukaan saya pada beberapa klub, namun unsur objektif tetap berusaha saya kedepankan melihat aksi beberapa pemain yang memang sangat mumpuni di periode musim 2008/2009.

Pola yang saya gunakan adalah pola 4-3-3, pola yang sukses membawa Barcelona merajai  Eropa musim ini. Nah, siapa saja pemain pilihan saya?Mari kita lihat :

Edwin Van Der Sar (Manchester United)
Di posisi kiper  sebenarnya ada 2 orang yang jadi bahan pertimbangan saya. Edwin Van Der Sar dan Victor Valdes, keduanya dari tim finalis Liga Champion musim ini, Manchester United dan Barcelona. Kedua kiper ini sebenarnya punya kapasitas yang sama, sama-sama tangguh dan punya refleks yang bagus.

Van der Sar punya kelebihan di bola-bola udara meski kadang teledor di bola-bola bawah. Sementara itu Valdes meski adalah kiper yang tangguh namun sering membuat blunder dengan pengambilan keputusan yang  terburu-buru. Untuk posisi ini, saya menjatuhkan pilihan pada Edwin Van der  Sar .

Rio Ferdinand (Manchester United), Nemanja Vidic (Manchester United), Carlos Puyol (Barcelona) dan Erick Abidal (Barcelona)
Keempat bek ini saya pilih dalam daftar line up versi saya. Ferdinand dan Vidic adalah duet kokoh di jantung pertahanan. Mereka berdua mampu bekerja sama dengan baik untuk membuat van der Sar aman di bawah  mistar. Terkadang mereka memang bisa saja saling salah pengertian, namun lebih banyak mampu bekerja sama. Kedua pemain ini tangguh dalam bola-bola udara dan kuat dalam duel head to head. Kelemannya mungkin hanyalah dalam soal adu lari di mana Vidic sering kalah dengan striker berkecepatan tinggi, namun kelebihan Ferdinand dari segi pengalaman menjadi factor penentu duet pertahanan ini.

Di sisi kanan saya tempatkan Carlos Puyol sebagai bek. Meski dalam beberapa tahun terakhir Puyol banyak beroperasi di jantung pertahanan namun saat ditempatkan sebagai bek kanan di final Champion, Puyol masih mampu menjalankannya dengan fasih. Dia kokoh dalam bertahan dan masih mampu menyerang dengan agresif.

Di sisi kiri saya memilih Erick Abidal dari Barcelona. Meski absen di partai final, namun kapasitas Abidal sepanjang musim tetaplah yang terbaik bagi Barcelona. Dia bertahan dan menyerang dengan sama baiknya, Erick punya stamina dan fisik yang luar biasa.

Sebagai cadangan untuk kuartet lini pertahanan ini saya memasang Daniel Alves (Barcelona) dan Giorgio Chiellini (Juventus). Dani punya kemampuan menyerang yang bagus, namun terkadang ini juga jadi blunder karena terkadang Dani suka terlambat menutup pertahanan saat mereka diserang balik. Chiellini adalah bintang baru Italia. Penampilannya bersama Juventus sedang menanjak dalam 2 tahun belakangan ini. Dia punya kemampuan bertahan khas pemain Italia selain juga punya kelebihan dalam mencetak gol dari kesempatan bola mati.

Michael Carrick (MU), Xavi Hernandez (Barcelona) dan Steven Gerrard (Liverpool)
Di sektor gelandang saya sempat kebingunan dalam menempatkan duet gelandang serang. Xavi dan Iniesta tak pelak adalah duet gelandang terbaik musim ini. Kerja keras mereka mampu membawa hasil optimal untuk Barcelona, hanya saja rasanya saya lebih memilih menempatkan Steven Gerrard sebagai pasangan bagi Xavi.

Gerrard yang terpilih sebagai pemain terbaik liga Inggris versi pemain dan pelatih musim ini punya kelebihan lain dari Iniesta. Gerrard punya kemampuan fisik dan postur yang lebih kokoh,tidak seperti Iniesta yang lebih mungil. Jadi, pilihan saya jatuh untuk menduetkan Xavi dan Gerrard di sektor gelandang sentral.

Untuk gelandang bertahan saya jatuh cinta pada sosok Carrick yang makin matang dari tahun ke tahun sejak tiba dari Tottenham Hotspur. Menurut saya kunci kesuksesan MU meraih juara liga dua tahun berturut-turut ada pada sosok  Michael Carrick. Carrick mampu memainkan peran sebagai gelandang bertahan dan pengatur ritme dengan baik. Satu-satunya kekurangan Carrick hanyalah bahwa dia kurang mampu bermain “kotor” dengan tekel keras seperti yang lazim dilakoni pendahulunya Roy Keane.

Untuk cadangan pastilah saya memasukkan nama Andres Iniesta dari Barcelona sebagai pelapis Gerrard dan Michael Ballack dari Chelsea sebagai pelapis Carrick. Iniesta tak perlu diragukan kemampuannya, sedangkan Ballack meski posisi utamanya adalah gelandang serang namun seringkali cukup fasih bermain di belakang para gelandang dan jadi penyeimbang permainan.

Christiano Ronaldo (MU), Lionel Messi (Barcelona) dan Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan)
Tibalah kita pada trio penyerang. Nama Christiano Ronaldo dan Lionel Messi pasti tak boleh luput. Meski punya gaya yang berbeda satu sama lain, namun susah untuk memungkiri kenyataan kalau kedua pemain ini adalah dua pemain paling berbakat dan paling fenomenal dalam beberapa tahun belakangan ini.

Messi di sisi kanan dan Ronaldo di sisi kiri, keduanya adalah jaminan gempuran maha dahsyat dari sebuah tim. Pelatih yang mampu meredam ego kedua bintang ini niscaya akan menuai hasil yang sempurna dari duet maut beda Negara ini.

Sebagai penyerang tengah, saya sungguh terpaksa memasukkan nama Zlatan Ibrahimovic. Posisinya sebagai penyerang dari Inter Milan membuat saya harus berpikir berulang kali untuk memasukkan namanya, hanya saja Ibra memang sulit untuk ditolak. Ibra punya kemampuan yang lengkap. Kedua kakinya hidup, skillnya menawan dan tendangannya keras, semua itu melengkapi insting membunuhnya yang memang tajam. Sayang musim ini Didier Drogba dan Fernando Torres sedang tidak menemukan permainan terbaiknya, sehingga saya terpaksa memilih Ibra di posisi utama.

Sebagai cadangan untuk ketiga penyerang, saya menempatkan Kaka dari AC Milan dan Andrei Arshavin dari Arsenal. Kaka memang sedang menurun sejak sering ditimpa cedera selepas menjadi pemain terbaik dunia tahun 2007,namun sentuhannya masih maut. Sementara itu Arshavin adalah fenomena baru dari Rusia. Sejak namanya melambung pasca piala Eropa tahun 2008, Arshavin jadi rebutan klub-klub besar. Arsenal beruntung mendapatkan servisnya meski baru pada jendela transfer kedua Januari 2009. Datang dengan kondisi yang kurang prima namun Arshavin ternyata mampu tampil luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, Arshavin menceploskan 4 gol ke gawang Liverpool , sebuah pencapaian yang fantastis mengingat proses adaptasi yang belum sempurna dari seorang Arshavin.

Untuk posisi pelatih, saya kira sebagian besar dari bola mania pasti setuju kalau saya menunjuk Joseph “Pep” Guardiola . Pep adalah pelatih fenomenal. Di musim pertamanya, dia berhasil meraih 3 gelar bergengsi untuk Barcelona, ingat..di musim perdananya..apalagi Pep masih berusia 38 tahun, usia yang masih sangat hijau untuk tim sebesar Barcelona. Belia namun prestasinya fantastis..

Teman-teman, itulah line up versi saya. Seperti yang saya bilang di atas, sebagian besar line up ini saya susun berdasarkan subjektifitas semata, jadi hasilnya tentu berbeda dengan yang ada dalam pikiran anda. Nah, sekarang saya menebak, siapa-siapa saja pemain terbaik Eropa 2008/2009 versi anda..?

About The Author

2 Comments

  1. n t a n
    17/06/2009
  2. n t a n
    17/06/2009

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: