Februari yang panas di Eropa

 

Bulan Februari. Sejatinya daratan Eropa masih akrab dengan udara dingin. Sisa-sisa musim salju masih lekat memeluk benua biru tersebut. Tapi, Februari tahun depan suasana daratan Eropa mungkin akan lebih hangat, utamanya pada 7 negara yang masih punya wakil di kancah perang antar klub-klub terbaik Eropa, Champion League.

 

Hasil undian babak knock out 16 besar Liga Champion menciptakan 3 episode perseteruan Inggris – Italia. Ada Inter Milan vs Manchester United, AS.Roma vs Arsenal dan Juventus vs Chelsea. Kedengarannya sungguh menggairahkan bukan ?. Rivalitas  antara Inggris dan Italia di level klub memang jadi memanas belakangan ini. Kedua negara sedang berebut memproklamirkan liga mereka sebagai liga terbaik Eropa dan bahkan dunia. Klub-klub mereka pun-bersama klub dari Spanyol-hampir selalu bergantian menjadi yang terbaik di Eropa.

 

Kalau mau melihat lebih ke jauh maka episode Inggris vs Italia ini bisa dibilang mejadi ajang reuni beberapa pelatih. Mourinho di Inter akan bertemu dengan salah satu rival beratnya saat masih berada di Chelsea, Sir Alex Ferguson. Persaingan mereka mungkin tak sepanas persaingan Mourinho vs Wenger yang menggunakan jalur media untuk saling bertukar umpatan, tapi bagaimanapun pertemuan kedua pelatih beda generasi itu tetap menarik untuk ditunggu.

 

Di episode yang berbeda, Cludio Ranieri-pelatih Juventus-punya kesempatan menghadapi mantan klub asuhannya Chelsea. Ranieri mungkin masih menaruh dendam pada klub biru dari London itu, dulu Ranieri ditendang dari Stamford Bridge gara-gara Abramovich lebih senang pada sosok Mourinho.

 

Okelah, persaingan beraroma dendam pribadi itu mungkin hanya bumbu penyedap dari pertarungan sesungguhnya di lapangan hijau. Klub Italia dan klub Inggris saling menyimpan rasa segan. Dengan pola permainan yang berbeda, mereka kerap saling menyusahkan dan saling menjegal.

 

Klub Italia sering kesulitan menghadapi permainan cepat dan tak kenal lelah dari tim Inggiris. Sebaliknya, tim Inggris sering bingung menghadapi permainan kolektif dengan pertahanan gerendel a la Italia. Sungguh sebuah pertarungan yang indah dan sangat layak dinantikan.

 

Dua tahun lalu Manchester United merasakan susahnya menghadapi tim Italia. Mereka dihentikan AC Milan di semifinal. Di final, AC Milan juga masih mampu menundukkan wakil Inggris lainnya, Liverpool. Tahun lalu giliran AC Milan yang dihentikan klub Inggris Arsenal yang menang lebih karena faktor kebugaran para pemain mudanya.

 

Musim ini tiga episode pertemuan Inggris – Italia boleh dibilang berimbang sehingga untuk memprediksi pemenangnya agak susah, kecuali bila objektifitas dipinggrikan. Sebagai penggemar MU saya tentu berharap MU bisa memanfaatkan kesempatan main pertama di kandang Inter. Lagipula saya tak suka Inter, maklum..Milanisti. Untuk Juventus vs Chelsea saya inginnya Juve yang berhasil lolos. Saya tak suka Chelsea meski juga bukan pendukung Juve. Untuk Roma vs Arsenal, kansnya masih 50-50. Performa kedua tim angin-anginan, jadi untuk menentukan pemenangnya masih harus menunggu perkembangan hingga bulan Februari dulu.

 

Nah, apapun prediksi anda saya kira kita semua sudah tidak sabar untuk menantikan bulan Februari yang mungkin akan terasa hangat. Hangat oleh rivalitas para raksasa sepakbola Eropa. Yuk, kita tunggu…

Silakan Kakak, Dibaca Juga Kakak...

About The Author

Add Comment