Drama Putaran Pertama

Sepakbola adalah drama dan panggung terbesarnya adalah piala dunia. Ketika tulisan ini saya buat, 32 tim yang tergabung dalam 8 grup sudah tuntas menjalani partai perdana mereka. Ada kejutan dalam 16 laga tersebut, selebihnya adalah pertunjukan sepakbola yang menghibur dan sisanya adalah pertandingan membosankan.

Kejutan terakhir dari putaran pertama justru hadir dari tim yang ditasbihkan sebagai unggulan pertama, Spanyol. Dengan predikat sebagai juara Eropa 2008 dan tim dengan penampilan paling menghibur, Spanyol malah takluk dari negeri dingin Swiss. Bermain menekan sepanjang waktu, pemain Spanyol dibuat frustasi oleh disiplinnya pemain belakang Swiss yang malam ini bermain ultra defensif. Strategi mereka memang masuk akal. Sadar kalau kalah dari segi skill, Ottmar Hietzfield lebih memilih untuk memaksa pemainnya diam di garis belakang dan menunggu waktu yang tepat untuk menghujam jantung pertahanan Spanyol. Ottmar mungkin terilhami strategi Jose Mourinho ketika Inter Milan menghentikan langkah Barcelona di Champions Eropa.

Spanyol adalah puncak piramida dari deretan penampilan buruk tim unggulan. Piramida ini dimulai dari Perancis yang kembali bermain membosankan. Terima kasih kepada Raymond Domenech yang tetap angkuh berpegang teguh pada strategi anehnya. Berikutnya ada Argentina yang meski punya Lionel Messi, si kutu yang bergelar pemain terbaik dunia, hanya mampu menang tipis 1 gol atas Nigeria. Jika saja Nigeria bisa sedikit lebih cerdas dan tenang bukan tidak mungkin hasilnya akan berkebalikan.

Di belakang Argentina ada Inggris yang harus kecewa pada penampilan Robert Green dan terpaksa menerima hasil imbang 1-1 melawan AS, negeri yang baru sekitar 20 tahun bergaul dengan sepakbola level atas dunia. Belanda beruntung meraih poin penuh meski dengan penampilan yang kurang “Belanda”. Jerman bisa jadi pengecualian dari penampilan buruk tim-tim besar setelah Joachim Loew sukses mengubah wajah tim tua Jerman dengan memasukkan tenaga-tenaga muda yang berhasil menggasak Australia 4 gol tanpa balas.

Italia, seperti biasa tampil seret di laga awal. Tidak terlalu mengejutkan sebenarnya mengingat sebagian besar warga Italia sendiri sudah pesimis sejak awal ketika Lippi menolak mengangkut beberapa pemain muda energik. Brasil meski menang namun belum tampil seperti Brasil yang kita kenal selama ini. Mereka beruntung hanya bertemu tim sekelas Korea Utara dan beruntung punya pemain ber-skill mumpuni dengan jam terbang level atas yang tinggi yang sanggup memberi perbedaan di waktu yang tepat. Terakhir, tim unggulan pertama yang paling dinantikan penampilannya, Spanyol justru menjadi pemuncak dari piramida penampilan buruk tim-tim unggulan.

Drama, kejutan, penampilan buruk atau apalah namanya seperti yang saya tulis di atas selalu terjadi setiap kali piala dunia digelar. Inilah salah satu point penting kenapa piala dunia dinantikan orang banyak. Tidak semua hasilnya bisa ditebak dengan mudah, hampir selalu ada unsur kejutan dalam setiap pertandingan. Unsur ini jugalah yang membuat para petaruh lebih menikmati detik demi detik pertandingan sambil berpikir tentang segala kemungkinan arah larinya uang mereka. Ke kantong sendiri atau ke kantong orang lain.

Ada satu hal yang menarik perhatian saya dalam putaran pertama ini. Rivalitas antara benua Afrika dan Asia. Kedua benua ini dianggap benua “anak bawang” yang sering dianggap remeh oleh tim-tim dari benua Eropa dan Amerika meski untuk urusan ini benua Afrika lebih dulu berada di depan benua Asia. 20 tahun yang lalu, Kamerun berhasil mengalahkan juara bertahan Argentina di Italy’90.  Setelah itu tim-tim Afrika mulai rajin membuat kejutan setiap kali piala dunia digelar sementara wakil Asia lebih banyak jadi pelengkap saja.

Tahun 2002 ketika untuk pertama kalinya Asia menjadi tuan rumah, Korea Selatan membuat catatan sejarah baru. Mewakili benua Asia, Korsel melaju hingga ke semifinal sebelum akhirnya dihentikan Jerman. Hasil ini jauh lebih baik dari hasil wakil Afrika yang hanya bisa melaju sejauh perempat final.

Di putaran pertama Afsel 2010 rivalitas tim Afrika dan Asia berlanjut dalam sebuah race yang tidak paralel. 6 wakil dari benua Afrika menyelesaikan pertandingan pertama mereka. Dari keenamnya, hanya Ghana yang berhasil meraih poin 3, sisanya 2 tim meraih 1 poin dan 3 lainnya nihil. Sementara itu Asia yang diwakili 4 negara memperoleh hasil 50-50. 2 tim meraih point penuh dan 2 lainnya nihil. Hebatnya, salah satu wakil Asia, Korea Selatan sukses menekuk mantan juara Eropa 2004 Yunani dengan skor meyakinkan 2-0. Satu lagi wakil Asia, Jepang menang 1-0 dalam pertarungan face to face dengan wakil Afrika,Kamerun. Dua wakil Asia lainnya kalah dari 2 tim besar. Australia yang untuk pertama kalinya mewakili Asia setelah bosan tanpa lawan di zona Oceania dicukur Jerman 0-4, sementara tim misterius Korea Utara kalah 1-2 dari juara dunia 5 kali Brasil. Korut memang kalah, tapi penampilan mereka diakui mengundang pujian bahkan dari Dunga.

Perjalanan masih panjang, tim-tim unggulan masih punya kesempatan untuk memperbaiki penampilan mereka dan memenuhi ekspektasi publik. Tim-tim kuda hitam juga masih tetap punya kesempatan untuk terus menghadirkan kejutan. Saat tekanan makin meninggi maka mental juara akan jadi jawabannya, pada saat inilah mental-mental teruji para bintang akan muncul ke permukaan.

Jadi, siapkan diri anda untuk terus menikmati pesta di panggung drama terbesar di dunia ini hingga 17 Juli mendatang.

Silakan Kakak, Dibaca Juga Kakak...

About The Author

3 Comments

  1. Debby
    17/06/2010
  2. ipul
    17/06/2010
  3. Paccarita
    23/06/2010

Add Comment