The Internship: Tidak Semegah Google

The Internship

The Internship

Tapi film ini juga tidak sepenuhnya gagal. Setidaknya ada 1 pesan moral yang bisa diambil: semaju apapun teknologi, setidaknya harus ada hati dan sentuhan manusiawi yang membuatnya bekerja dengan baik.

Billy McMahon (Vince Vaughn) dan Nick Campbell (Owen Wilson) baru saja diberhentikan dari pekerjaan mereka sebagai salesman produk jam tangan. Kantor mereka terpaksa menutup bisnis karena “orang tidak butuh jam tangan lagi. Mereka tinggal melirik handphone kalau ingin tahu jam berapa sekarang.” Begitu kata boss mereka.

Jadilah mereka berdua sebagai pengangguran yang pusing mencari pekerjaan baru karena tidak berbekal ijazah perguruan tinggi. Dalam kebingungan, Billy menemukan sebuah peluang magang di Google. Magang tidak berarti jaminan untuk diterima dan bekerja pada salah satu perusahaan terbesar di dunia itu, tapi Billy meyakinkan Nick untuk mencobanya.

Singkat kata mereka berdua memulai masa magang di Google, berada dalam 1 tim yang isinya orang-orang buangan yang tidak diterima di tim lain. Awalnya tentu canggung, Billy dan Nick punya beda usia sangat jauh dengan anak-anak muda yang baru saja lulus dari universitas. Penghalang lainnya, Billy dan Nick sama sekali tidak paham apa yang dicakapkan anak-anak muda geek itu.

Dalam perjalanan untuk bisa diterima sebagai karyawan Google, semua peserta yang dibagi dalam tim harus menyelesaikan beragam tugas dan tantangan. Tim dengan nilai tertinggi akan mendapatkan kontrak untuk bekerja di Google.

Tim Billy dan Nick awalnya sangat kesulitan, jurang usia dan pengetahuan yang terlalu lebar membuat mereka harus tertatih-tatih di awal sebelum akhirnya menemukan formula tepat untuk menjadikan jurang itu justru sebagai sebuah kekuatan.

Kita pasti sudah tahu akhirnya bagaimana. Sama seperti film-film Hollywood lainnya, tokoh utama akan mendapatkan kesenangan lewat cara yang dramatis setelah melewati banyak rintangan. The Internship juga punya akhir yang sama, tidak mengejutkan.

Datar, Cenderung Membosankan.

Lalu, apa yang berbeda dari The Internship? Apa ya? Mungkin hanya latarnya yang menggunakan kantor Google sebagai latar utama. Tapi latar utama ini juga yang membuat The Internship dihujani kritik sebagai iklan Google terpanjang, 119 menit!

Secara alur, film ini terasa membosankan -kecuali beberapa adegan ketika Billy dan Nick mengajak anak-anak muda geek itu ke klub striptease- dan nyaris tidak ada kejutan berarti. Seperempat durasi awal kita sudah bisa tahu akhirnya seperti apa meski tentu saja kita masih menebak-nebak tantangan seperti apa yang akan dihadapi kedua tokoh utama ini. Sayangnya ketika tantangan yang ditunggu itu muncul, rasanya juga tidak lantas membuat kita berseru: WOW! Semua biasa saja.

Bagaimana dengan sisi komedinya? Vince Vaughn dan Owen Wilson sudah terlanjur akrab sebagai duo aktor komedi yang cerdas. Sayangnya di film ini keduanya tumpul, humor cerdas yang biasa mereka lempar di film-film sebelumnya nyaris tidak mampu menggelitik urat ketawa. Masih beruntung karena mereka berdua terlihat menonjol dibanding pemain-pemain lainnya.

Tapi film ini juga tidak sepenuhnya gagal. Setidaknya ada 1 pesan moral yang bisa diambil: semaju apapun teknologi, setidaknya harus ada hati dan sentuhan manusiawi yang membuatnya bekerja dengan baik. Hanya itu yang bisa saya ingat dari The Internship, eh kecuali gambaran betapa menggiurkannya kantor Google. [dG]

About The Author

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: