The Big Bang Theory, Komedi Sains Yang Lucu

The Big Bang Theory

Karakter dalam komedi The Big Bang Theory

“So, what are you guys doing for fun around here?”

“Today we try masturbate for money.”

 

Kemarin (07/01) sebuah percakapan muncul di grup chat Blogger Makassar. Isinya tentang serial televisi, satu per satu teman-teman muncul dengan nama serial televisi favorit mereka. Dari Game of Throne, The Flash, Super Girl sampai drama seperti Once Upon A Time. Saya sendiri muncul dengan serial sitcom yang kebetulan sedang saya gandrungi belakangan ini; The Big Bang Theory.

Sekira sebulan belakangan saya memang sedang kecanduan serial produksi CBS ini. Sebenarnya sudah sejak lama Intan Baiduri, seorang teman-merekomendasikannya. Sayang, saya bukan pelanggan TV berbayar dan bukan pula pemilik bandwith lebar. Jadilah rekomendasi itu saya pendam saja.

Baru beberapa tahun lalu saya sempat menyaksikan serial ini di salah satu stasiun televisi berbayar. Awalnya saya tidak terlalu tertarik, tapi setelah beberapa kali menonton akhirnya saya yakin kalau serial ini menarik.

Dari dulu saya memang penggemar serial sitcom, dari serial Perfect Strangers, Full House, Jerry Seinfield sampai tentu saja yang jadi favorit saya sepanjang masa: Friends. Saya lebih suka serial sitcom daripada serial aksi atau drama, alasan utamanya tentu saja karena komedi dan kelucuan dari serial sitcom.

*****

The Big Bang Theory adalah sitcom yang tayang perdana di 24 September 2007 di stasiun televisi CBS dan mulai 21 September 2015 memasuki musim kesembilan. Serial ini berpusat pada kehidupan empat orang geek dan satu orang wanita biasa yang sexy. Tokoh utama serial ini adalah duo Leonard Hoftstander dan Sheldon Cooper, dua ilmuwan fisika yang berbagi apartemen yang sama. Di depan apartemen mereka ada seorang gadis cantik dan sexy bernama Penny (nama belakangnya tidak pernah disebutkan) yang sedang mencoba meniti karir sebagai artis sambil mencari nafkah sebagai pelayan di sebuah rumah makan.

Selain mereka bertiga ada lagi dua orang geek lainnya, Howard Holowitz dan Rajesh Koothrapali. Rajesh atau kerap disapa Raj adalah ilmuwan dari India yang juga bekerja di universitas yang sama dengan Leonard, Sheldon dan Howard. Howard sendiri adalah satu-satunya anggota grup (selain Penny) yang tidak bergelar doktor. Kondisi ini sering jadi bahan celaan, utamanya dari Sheldon.

Kisah dalam serial ini memang berpusat pada kelima orang itu dengan trio Leonard, Sheldon dan Penny sebagai porosnya. Di musim awal kisah berputar pada kesulitan Penny beradaptasi dengan grup orang geek itu, utamanya dengan Sheldon yang punya IQ tinggi tapi selalu kesulitan menjalin hubungan sosial dengan orang lain. Di musim-musim awal juga digambarkan kecanggungan anggota grup itu (kecuali Sheldon) yang timbul karena kehadiran wanita cantik di antara mereka. Leonard sendiri dari awal sudah menunjukkan ketertarikan pada Penny, mereka kemudian menjalin hubungan yang putus-nyambung di musim-musim berikutnya.

Belakangan beberapa karakter lainnya dimasukkan untuk menguatkan cerita. Ada Bernadette yang jadi pasangan Howard, Amy Fowler yang jadi pasangan Sheldon, Stuart sang penjaga toko komik langganan mereka serta beberapa karakter lain yang meski tidak sering muncul tapi cukup menguatkan cerita.

Kelima karakter utama dalam sitcom ini memang sangat kuat, lengkap dengan perbedaan besar di antara mereka. Sheldon yang sangat cerdas tapi tidak punya kecakapan interaksi sosial, Leonard yang canggung, Howard yang terlalu percaya diri meski kadang absurd, Raj yang naif dan punya masalah dengan kepercayaan diri menghadapi perempuan serta Penny yang tidak secerdas anggota grup tapi punya kelebihan di interaksi sosial.

Kekuatan karakter mereka yang dibalut dengan tema-tema keseharian khas orang muda Amerika ini memang sangat kuat dalam menjalin cerita. Kelucuan hadir berlatar karakter mereka, mulai dari dialog maupun sampai cerita yang ditampilkan. Memang agak susah mencerna lelucon mereka karena sebagian berasal dari istilah-istilah sains dan sebagian lagi akrab dengan kebiasaan orang muda Amerika. Ini yang membuat saya agak sulit mengikuti serial di awal. Sampai sekarangpun saya harus menontonnya dengan subtitle bahasa Inggris, kalau tidak akan sulit untuk menangkap kelucuan dari dialog mereka.

Berbeda dengan serial Friends, dari awal saya sudah bisa menangkap lelucon mereka meski tanpa subtitle karena lelucon di serial itu lebih umum dan mudah dicerna.

Satu hal yang bisa saya ambil hikmahnya dari serial The Big Bang Theory adalah; percuma punya IQ tinggi kalau tidak dibarengi dengan EQ yang tinggi juga. Kamu hanya akan berakhir sebagai geek yang kesulitan memunyai kehidupan sosial. Sheldon Cooper jadi buktinya. Dia menjelma jadi karakter yang sangat cerdas tapi paling menjengkelkan karena terlalu sibuk dengan kecerdasannya sendiri.

Banyak hal lain sebenarnya yang bisa dipelajari dari serial ini, tapi untuk sementara saya cukup menikmatinya saja. Untuk sementara bolehlah menggantikan serial Friends yang bagaimanapun juga akan tetap jadi favorit. Sepanjang masa.

Bagaimana dengan Anda? Punya serial sitcom favorit? [dG]

About The Author

Leave a Reply

7 Comments on "The Big Bang Theory, Komedi Sains Yang Lucu"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Pria Hujan
Guest

Saya sudah lama suka sama The Big Bang Theory. Banyak jokesnya yang bikin saya ngakak.
Eh, How I Met Your Mother juga masuk kategori Sitcom favorit (walaupun sudah berakhir)

Bimo Aji Widyantoro
Guest

Sayang sekali, saya juga belum termasuk dalam orang yang berlangganan televisi berbayar. Tapi untuk ini saya simpan dulu siapa tau dapat rezeki bisa nonton ini. Dari yang di deskripsikan kayaknya menarik nih apalagi di balut dengan sains

Yani
Guest

Salah satu karakter unik dr sitcom TBBT adalah Mrs. Holowitz. Selama beberapa episode yg sudah sy tonton, dia tidak pernah muncul secara fisik, hanya terdengar suaranya sj, hingga membuat para penonton (saya) penasaran seperti apa kira2 penampakan ibu Howard itu.
Btw jaman TVRI masih berjaya dulu, saya paling suka sama The Cosby Show. Belakangan baru tau kalo sitkom ini diproduksi demi mengkritik ketidak adilan berdasarkan ras dan dalam penayangannya banyak menginspirasi masyarakat Afrika-Amerika di US.

wpDiscuz
%d bloggers like this: