Kisah Hidup Seorang Jurnalis

Andy Noya

Andy Noya

Andy Noya menjadi salah seorang jurnalis yang cukup terkenal di Indonesia. Lewat acara Kick Andy dia menginspirasi banyak orang. Sekarang justru kisah hidupnyalah yang coba dibukukan untuk menjadi inspirasi bagi orang lain. Buku itu berjudul Andy Noya Kisah Hidupku.

PERTAMA MELIHAT ORANG INI MEMANG ADA KESAN UNIK. Di jaman digital seperti sekarang ternyata masih ada orang yang setia memelihara rambut kribo a la Achmad Albar yang laku di jaman ketika Benyamin Sueb masih berjaya di layar perak. Padahal pria ini bukan penghibur meski dia membawakan acara talk show di layar televisi.

Acara talk show yang dipandunya juga bukan acara talk show yang umum. Bukan acara yang menghadirkan para pesohor atau orang-orang terkenal yang kemudian dikulik kesehariannya. Acaranya memang beberapa kali menghadirkan orang terkenal dan berpengaruh, tapi selebihnya sering menghadirkan orang-orang biasa dengan kisah yang luar biasa. Lambat laun acara talk show yang dibawakannya mulai merebut perhatian penikmat televisi dan menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu di Jumat malam.

Acaranya namanya Kick Andy, dan si pria kribo itu bernama Andy F. Noya.

Andy Noya dengan Kick Andy-nya memang jadi salah satu acara yang menyegarkan dunia televisi tanah air yang kebetulan sering diisi sajian horror, mistis, sinetron lebay dan reality show buatan. Kick Andy terasa menyegarkan dengan cerita yang inspiratif dari orang-orang biasa yang berhasil menjalani kehidupan yang keras menjadi seorang manusia yang bahagia dan membahagiakan orang. Sesekali Kick Andy juga menayangkan orang-orang yang terpinggirkan, yang hidup tergilas kekuasaan dan tak mampu melawan. Tema-tema inilah yang membuat Kick Andy banyak dinantikan orang.

Sang host, Andy Noya ternyata punya perjalanan panjang di balik kesuksesannya saat ini. Kisah yang tak hanya indah tapi juga perih dan penuh perjuangan. Cerita tentang kisah hidupnya itulah yang dituangkan dalam buku berjudul; Andy Noya Kisah Hidupku.

Buku ini sebenarnya lahir atas prakarsa Adhi KSP, seorang wartawan Kompas yang juga berkarib dengan Andy. Adhilah yang memaksa Andy untuk menuliskan kisah hidupnya setelah selama ini dia lebih banyak menuliskan kisah orang lain. Awalnya Andy menolak karena merasa hidupnya tidak cukup menarik untuk diceritakan ke orang lain, tapi tanpa kenal lelah sang karib terus memaksa hingga akhirnya Andy luluh.

Buku setebal 418 halaman ini disusun dalam waktu 3 tahun lewat wawancara panjang dengan Andy Noya. Bukan waktu yang singkat karena mengingat deretan kesibukan pria yang pernah menjadi pemimpin redaksi beberapa majalah, koran dan televisi ini. Ketika naskahnya selesaipun Andy masih ragu apakah kisahnya layak untuk dibukukan? Sekali lagi Adhi KSP meyakinkannya sehingga buku ini terbit dan hadir di tangan pembaca.

*****

ADA 11 BAGIAN DALAM BUKU INI yang dipisah menurut urutan kejadian. Dibuka dengan bagian pertama tentang masa kecil Andy Noya di Surabaya dan ditutup dengan bagian pergulatannya di Metro TV dan keputusannya untuk mundur sebagai pemimpin redaksi stasiun televisi berita pertama di Indonesia itu.

Masa kecil Andy ternyata penuh dengan ketidakberuntungan. Dia dan kedua kakak perempuannya beserta sang Ibu harus hidup penuh dengan keprihatinan. Berpindah dari satu kamar kontrakan sempit ke kamar kontrakan sempit lainnya. Mereka sempat terpisah lama dengan sang Bapak sebelum akhirnya Andy diboyong ke Jayapura dan menghabiskan waktu bersama sang Bapak di sana.

Kisah kerasnya perjuangan Andy diceritakan dengan sangat memikat dan seolah membawa saya membayangkan dengan jelas beragam kesulitan mereka. Bagusnya lagi karena cerita perjuangan itu sesekali diselingi cerita lucu menggelikan yang berasal dari kejadian-kejadian unik masa kecil dan remajanya. Selingan ini seakan memberi jeda bagi saya untuk tidak terlalu larut dalam beratnya perjuangan hidup Andy kecil. Selingan-selingan ini seakan membawa saya seperti sedang menaiki roller coaster yang naik-turun. Kadang miris, marah, dan kadang tersenyum geli.

Memasuki setengah buku, alur cerita makin cepat. Utamanya ketika Andy mulai meniti karir sebagai wartawan. Karir jurnalistiknya yang bergerak cepat dihadirkan dalam rangkaian cerita yang juga cepat dan penuh letupan-letupan. Cerita ini diselingi kisah romantisme percintaannya dengan Retno Palupi, karyawan Tempo yang sampai sekarang menjadi istrinya.

Dalam kisah ini juga terungkap jelas kedekatannya dengan Surya Paloh, seorang businessman yang menjadi boss besar Media Group. Saya baru tahu betapa dekat mereka berdua, sampai-sampai Andy dianggap sebagai salah seorang kepercayaan Surya Paloh. Kedekatan itu pula yang membuat Andy tetap bebas mendebat bahkan bertengkar dengan sang boss apabila ada keputusan yang tak menemukan mufakat.

Andy Noya memang sosok yang keras kepala dan teguh memegang pendirian. Dalam urusan memegang prinsip dia tidak main-main, bahkan teman dekat sekalipun kalau melanggar aturan akan kena hukuman. Tak peduli dia siapa. Sikap ini pula yang membuat Surya Paloh menaruh kepercayaan besar padanya.

Andy Noya Kisah Hidupku adalah buku yang menarik. Berisi catatan panjang perjalanan seorang jurnalis, buku ini bisa menjadi bahan renungan yang pas untuk semua orang. Di buku ini termaktub jelas bagaimana seorang anak manusia memperjuangkan hidupnya dengan penuh semangat, dari seorang anak miskin di Surabaya menjadi remaja di Jayapura dan akhirnya menjadi jurnalis di ibu kota. Enaknya lagi karena gaya bahasa di buku ini dibuat dengan cara bertutur yang asyik dan membuat kita seolah-olah bertemu langsung dengan sang penutur.

Andy Noya Kisah Hidupku

Akhirnya bisa bertemu langsung dan meminta tanda tangannya

Ternyata ketakutan Andy Noya tidak terbukti. Meski awalnya ragu kalau jalan hidupnya layak untuk dibukukan, namun dia boleh berbangga kalau ternyata kisah hidupnya memang layak untuk dibukukan. Buku Andy Noya Kisah Hidupku adalah buku yang menyenangkan untuk dibaca [dG]

About The Author

Leave a Reply

4 Comments on "Kisah Hidup Seorang Jurnalis"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Evi
Guest

Hallo Mas, salam kenal dari Serpong.
Aku termawuk yg sangat mengagumi perangai Bung Andy ini. Idealisme untuk membantu yang kurang beruntung itu lho, sangat menyentuh. Memberi kesempatan sosok terpencil dari sorotan media jadi pahlawan. Hebat banget. Mesti cara buku ini di toko buku 🙂

Dwi Wahyudi
Guest

Penasaran ama isi bukunya, btw udah dijual di Gramedia kah Daeng?

Okky
Guest

Baru aja selesai baca buku ini. Bukunya menginspirasi, gak sangka orang terkenal ini dulunya pernah disangka bakal jadi penjahat sama kakaknya sendiri saking nakalnya 😀

Ariesusduabelas
Guest

yang saya heran, bang andy ini juga pimred dari rollingstoneindonesia. gilaa. kerenlah.

wpDiscuz
%d bloggers like this: