Jalan Tol Bernama Smartfren 4G LTE

Andromax E2 yang saya coba

Andromax E2 yang saya coba

Disclaimer; postingan ini jujur, berangkat dari pengalaman pribadi menggunakan jaringan 4G Smartfren.

Saya sudah jadi pelanggan Smartfren sejak tahun 2012, kala itu saya beralih ke Smartfren karena di lokasi rumah lumayan sulit dijangkau jaringan GSM. Saya sudah mencoba beberapa operator GSM dan hasilnya sama, sulit untuk bisa berinternet dengan kencang. Sampai kemudian saya mencoba membeli modem Smartfren yang murah. Kalau tidak salah ingat harganya Rp.199.000,-. Pikiran saya, kalau toh tidak lancar, minimal saya tidak rugi banyak.

Tapi ternyata saya justru untung banyak. Modem murah itu ternyata tidak murahan. Meski harganya tidak genap dua ratus ribu perak, saya tetap bisa berselancar dengan aman dan nyaman menggunakan jaringan Smartfren. Sampai sekarang modem itu masih ada dan masih bisa dipakai dengan lancar jaya.

Beberapa waktu lalu saya dapat tawaran mencoba layanan Smartfren 4G LTE yang sudah hadir di hampir seluruh pelosok Makassar. Tawaran yang menggiurkan, apalagi saya boleh mencoba layanannya dari sebuah handphone Andromax E2. Tawaran itu tentu saja saya terima dengan senyum lebar, toh selama ini saya sudah merasakan sendiri mumpuninya layanan Smartfren di Makassar.

Saya sebenarnya kurang paham sejak kapan layanan Smartfren 4G LTE ada di Makassar, tapi memang dari beberapa teman kabar itu sudah pernah saya dengar. Jujur, meski hidup saya tergantung pada internet, saya juga tak begitu paham perbedaan antara jaringan 3G dan 4G. Buat saya asal bisa terhubung dan tidak terlalu lelet, maka itu sudah cukup.

*****

Lalu setelah menunggu beberapa hari, sekotak handphone yang terbungkus kertas cokelat tiba di rumah. Di dalam kertas cokelat berbalut plastik itu ada sebuah kotak berwarna dominan merah, di atasnya tertulis Andromax E2 dan 4G LTE. Ini dia yang saya tunggu-tunggu!

Secara fisik Andromax E2 ini tidak banyak berbeda dengan produk Andromax lainnya. Dibuat oleh pabrikan Haier, Andromax E2 memiliki layar selebar 4.5”. Lebar yang pas, tidak terlalu lebar dan tidak terlalu kecil juga. Prosesornya sendiri mengusung prosesor Snapdragon 212 QuadCore 1.3Ghz dengan RAM 1GB dan ROM 8 GB. Spesifikasi yang lumayan kan? Belum lagi kameranya. Andromax E2 dibekali dual camera, front and rear. Kamera belakang (rear camera) berkekuatan 5MP dengan flash, sedang kamera depan (front camera) juga punya megapixel yang sama; 5MP. Hebatnya lagi karena kamera depan juga dibekali dengan flash dan wide angle (sudut lebar). Buat yang suka selfie atau wefie jelas fitur ini sangat memuaskan.

Andromax E2 sudah di-bundling dengan satu kartu Smartfren 4G LTE. Tinggal memasukkan kartunya, mengaktifkan sesuai tuntunan dan langsung bisa terpakai. Untungnya karena seluruh wilayah kota Makassar sudah dipenuhi dengan jaringan 4G LTE dari Smartfren, jadi pengguna 4G LTE Smartfren di kota ini tentu tidak perlu ragu lagi.

Namanya handphone baru, beberapa fiturnya jelas saya coba satu per satu. Mulai dari kamera tentu saja. Ketajaman gambar yang dihasilkan dari foto dan video menurut saya yang buta teknologi ini sudah cukup lumayan untuk handphone kelas menengah. Lalu kemampuan suaranya juga saya coba dengan memainkan musik. Sekali lagi saya harus mengakui kemampuan Andromax E2 ini. Suaranya yang dihasilkan lumayan jernih, hasil kerja keras teknologi DTS Sound yang ditanamkan di gawai ini.

Hasil foto Andromax E2 di dalam ruangan di malam hari

Hasil foto Andromax E2 di dalam ruangan di malam hari

Andromax E2

Hasil kamera Andromax E2 di luar ruangan

Fitur lain yang dibawa Andromax E2 adalah VoLTE atau Voice Over LTE. VoLTE ini memungkinkan kita untuk melakukan panggilan telepon dengan kualitas True High Definition (HD) yang jernih. Panggilan telepon yang dilakukan lewat fitur VoLTE ini tidak mengurangi kecepatan internet ketika digunakan, pulsanya pun tidak memotong pulsa internet. Memang harganya lebih mahal dari panggilan biasa, tapi kualitasnya jelas lebih baik.

Fitur terakhir yang saya coba adalah kemampuannya menjalankan games sederhana. Saya coba memasang game yang selama beberapa hari ini begitu saya nikmati; Traffic Rider. Kesan saya, menyenangkan! Meski tergolong handphone kelas menengah, tapi Andromax E2 bisa memuaskan saya dalam menikmati game.

*****

Andromax E2 punya dua slot kartu, Smartfren 4G LTE dan GSM. Sebagai kartu utama, layanan internetnya sepenuhnya di bawah tanggung jawab Smartfren 4G LTE, sedang kartu GSM hanya bisa dipakai untuk internetan pada jaringan EDGE.

Soal kecepatan jaringan Smartfren 4G LTE saya tidak ragu lagi. Ketika belum 4G saja saya sudah merasa puas menggunakannya, apatah lagi ketika sudah berada di jaringan 4G LTE seperti sekarang. Pokoknya sudah cukup memenuhi kebutuhan saya berselancar dan menggunakan internet.

Untuk menikmati layanan Smarfren 4G LTE ini mudah sekali. Para pelanggan Smartfren yang telah aktif selama lebih dari tiga bulan, secara aktif melakukan panggilan dan melakukan top-up (prabayar) atau membayar tagihan (paska bayar) dan sedang tidak dalam posisi masa tenggang (prabayar) atau belum melunasi tagihan (paska bayar), berhak melakukan pemindahan layanan ke 4G LTE dan mendapatkan berbagai penawaran menarik.

Para pelanggan dapat melakukan pergantian layanan dengan mengunjungi galeri Smarfren atau menghubungi call-center Smartfren 888. Mengenai informasi periode promo dan potongan harga dapat mengirimkan SMS ke nomor 6046 dengan mengetik “LTE” atau mengunjungi website resmi https://my.smartfren.com/upgrade4G.php

Jadi, berdasarkan pengalaman saya sebagai pengguna Smartfren sejak 2012, jaringan Smartfren di Makassar memang sudah stabil, begitu juga dengan jaringan Smartfren 4G LTE. Hampir seluruh kota sudah terlayani oleh jaringan Smartfren 4G LTE. Jadi sebenarnya pindah dari jaringan CDMA Smartfren ke layanan Smartfren 4G LTE adalah opsi yang menguntungkan. Salah satunya karena tingkat kepuasan akan bertambah berkali-kali lipat.

Menikmati jaringan Smartfren 4G LTE bagi saya seperti menikmati jalan tol bebas hambatan. Wuss! Wuss! Wuss! Cepat dan benar-benar tanpa hambatan. Serius! [dG]

About The Author

One Response

  1. sangkala bin songkolo
    26/06/2016

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: