Film-film Pengisi Waktu (IV)

 

Lanjutan dari dua tulisan lain, membahas secara singkat film-film yang saya tonton.

Cukup lama juga saya mulai meninggalkan kebiasaan memutar film di malam hari. Alasan utamanya karena sekarang di kamar sudah ada TV kabel, jadi setidaknya kegiatan di malam hari di kamar kosan sudah tidak sekosong dulu lagi.

Nah, di postingan ini ada sedikit catatan film-film terakhir yang saya tonton. Siapa tahu bisa jadi referensi buat kalian yang cari hiburan di akhir pekan.

Catatan: urutan berdasarkan abjad.

Poster film 1987 When The Day Comes

1987 When The Day Comes

Sebuah film produksi tahun 2017, berkisah tentang demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Korea Selatan tahun 1987. Demonstrasi yang kemudian berhasil menggulingkan pemerintahan yang korup, mirip dengan  kejadian tahun 1998 di Indonesia. Film ini menyoroti gerakan bawah tanah mahasiswa yang bersiap menggalang dukungan sekaligus menghadapi tindakan represif aparat.

Di film ini juga ditunjukkan secara eksplisit beragam siksaan dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat dalam menekan gerakan mahasiswa tersebut.

Film yang menarik. Saya sampai berharap ada sineas Indonesia yang mau membuat film dengan tema yang sama tentang Mei 1998, tapi dengan kualitas yang bagus. Minimal sama dengan kualitas film ini.

Skor: 4/5

American Made

Berkisah tentang seorang pilot bernama Barry Seal (diperankan oleh Tom Cruise). Barry awalnya hanya seorang pilot biasa di sebuah maskapai swasta. Sebuah permintaan dari CIA mengubah jalan hidupnya. Barry Seal sepakat membantu CIA yang melakukan operasi di Amerika Tengah di masa perang dingin.

Dari membantu CIA, Barry Seal mulai “melebarkan sayap” dengan membantu kartel obat bius di Kolombia yang baru mulai berkembang. Hasilnya, Barry Seal hidup kaya raya dari uang obat bius sekaligus fasilitas dari CIA.

Film ini diangkat dari kisah nyata tentang sebuah skandal yang mengguncangkan Amerika Serikat di awal tahun 1980an. Film berlatar sejarah yang disajikan dengan sedikit bumbu komedi. Layak ditonton.

Skor: 4/5

Brian Deneke, tokoh utama di Bomb City

Bomb City

Satu lagi film yang diangkat dari kisah nyata. Berkisah seputar kehidupan Brian Deneke, seorang remaja yang hidup di Amarillo, Texas. Brian bersama saudara dan beberapa temannya adalah penganut aliran Punk yang tampil dengan dandanan khas mereka dan kerap dicap anti kemapanan bahkan kriminal. Brian dan kawan-kawannya berseteru dengan geng lain yang justru berasal dari kelas menengah atas kota Amarillo.

Perseteruan itu berakhir dengan perang kelompok yang justru merenggut nyawa Brian dengan cara yang sadis. Sayangnya, perbedaan kelas itu justru membuat keadilan terbungkam.

Film dengan akhir yang menyedihkan dan menyayat hati. Bagaimana manusia kadang hanya dipandang dari cara berpakaiannya, bukan dari apa yang dilakukannya.

Skor: 4/5

Class 92

Film dokumenter yang berkisah tentang angkatan 1992 dari sebuah klub sepakbola paling sukses di tanah Inggris; Manchester United. Penggemar sepakbola pasti sudah paham angkatan yang dimaksud, siapa lagi kalau bukan David Beckham, Ryan Giggs dan kawan-kawan.

Mengangkat kisah awal karir mereka, kepribadian hingga hal-hal personal dari perjalanan panjang kebersamaan mereka. Layak tonton, apalagi buat para penggemar Manchester United.

Skor: 4/5

Detroit

Berlatar tahun 1967 di kota Detroit, Amerika Serikat. Kericuhan berbasis rasial merebak, suasana kota menjadi sangat kacau. Polisi (yang sebagian besar berkulit putih) melakukan tindakan represif pada mereka yang berkulit hitam. Sekelompok anak muda berkulit hitam jadi sasarannya, ditekan dan dipaksa mengakui kejahatan yang tidak mereka lakukan. Semua hanya karena kulit mereka hitam.

Keputusan pengadilan juga tidak memihak mereka. Sekali lagi karena mereka berkulit hitam sementara lawannya adalah polisi berkulit putih.

Kisah ini diangkat dari kisah nyata, mengangkat sisi gelap Amerika Serikat yang tetap mempertahankan rasis mereka.

Skor: 4/5

Empat penjahat kelas teri

Lock, Stock and Two Smoking Barrels

Film lama, produksi tahun 1998 dari sutradara Inggris Guy Ritchie. Salah satu film favorit saya karena jalan ceritanya yang lucu sekaligus sadis. Belum lagi aksen Inggris yang bertebaran sepanjang film.

Berlatar kisah preman amatir di sebuah kota di Inggris yang tanpa sengaja harus berurusan dengan komplotan yang lebih profesional. Hanya keberuntangan yang membuat mereka akhirnya bisa lolos.

Skor: 4.5/5

Paradox

Film kerjasama Hong Kong dan Thailand. Berkisah tentang seorang ayah yang juga adalah seorang polisi Hong Kong yang anak perempuannya diculik di Pattaya. Dia terbang ke sana dan menyelidiki keberadaan sang anak. Di Bangkok dia dibantu oleh polisi lokal yang berdedikasi, membongkar sindikat penculikan dan penjualan organ tubuh yang melibatkan pejabat tinggi.

Kisahnya mirip dengan Taken-nya Liam Neeson. Bedanya, kisah di film ini lebih kompleks dan adegan pertarungannya lebih Asia.

Skor: 3/5

Adegan paling monumental di film Platoon

Platoon

Anak akhir 80an dan awal 90an pasti akrab dengan adegan seorang tentara yang berlutut dengan wajah tengadah dan kedua tangan terentang ke udara. Salah satu scene paling populer dari film ini dan sepertinya abadi sampai sekarang.

Berkisah tentang pertarungan batin tentara Amerika di Vietnam. Charlie Sheen berada di tengah-tengah rivalitas William Dafoe yang seorang prajurit lurus dengan Tom Barrenger yang seorang prajutir sadis, ultra nasionalis.

Skor: 4/5

Karakter utama di film Snatch

Snatch

Film lain dari Guy Ritchie yang dirilis tahun 2000. Kisahnya dituding menyerupai film terdahulunya; Lock, Stock and Two Smoking Barrels. Tentang duo penjahat kelas teri yang harus berurusan dengan penjahat besar kelas kakap. Bedanya, di Snatch ada tokoh tambahan seorang petinju dari  kaum gipsi yang diperankan Brad Pritt.

Sama seperti Lock, Stock and Two Smokin Barrels, saya juga sangat menikmati film ini. Kisahnya sangat mampu mengocok perut dan menampilkan beberapa tingkah kocak beberapa pemerannya.

Skor: 4,5/5

Soaked in Bleach

Film dokumenter tentang investigasi atas kematian Kurt Cobain. Mengambil sudut pandang Tom Grant, detektif yang disewa Courtney Love untuk mencari Kurt Cobain. Di film ini, Tom Grant menyuguhkan berbagai fakta yang dia temukan selama proses pencarian Kurt dan ketika jenazah Kurt ditemukan.

Film ini berakhir dengan pertanyaan yang belum terjawab secara resmi; apakah Kurt memang bunuh diri? Atau dia dibunuh?

Skor: 3,4/5

The Adventurers

Film Hong Kong dengan Andy Lau sebagai pemeran utamanya dan menggandeng aktor Perancis, Jean Reno. Berkisah tentang pencuri profesional kelas internasional yang mencari cara untuk membalaskan dendam masa lalunya. Berlatar beberapa tempat di Perancis, film ini tidak terlalu memikat. Terlalu banyak bolong yang bisa dipertanyakan, jelas tidak sebagus film-film berkisah tentang pencuri seperti Ocean’s Eleven misalnya.

Skor: 3/5

Prajurit AS di Perang Pasificsnatch,

Thin Red Lines

Berkisah dengan latar Perang Pasific, Thin Red Lines lebih banyak mengangkat kisah perenungan antara hidup dan mati dalam sebuah suasana perang. Meski berlatar perang, jangan berharap akan banyak menemukan adegan perang yang fantastis seperti Saving Private Ryan di film ini. Adegan-adegannya hampir datar, lebih banyak mengajak penonton untuk merenung, bukan untuk menikmati sebuah pertarungan.

Lumayan jika kamu memang sedang punya banyak waktu untuk merenung.

Skor: 3/5

Nah, itu dia film-film yang saya tonton bulan April kemarin. Bagaimana dengan kalian? Ada film lain yang kalian rekomendasikan? Isi di kolom komentar ya. [dG]

Silakan Kakak, Dibaca Juga Kakak...

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.