Film-film Pengisi Waktu (III)

Lanjutan dari postingan-postingan sebelumnya, tentang film-film yang saya tonton sebagai pengisi waktu di malam hari.

Urutan berdasarkan abjad, bukan skor atau urutan penayangan.

1. El Camino Christmas.

Film dark comedy yang bercerita tentang seorang pria yang datang ke sebuah kota kecil bernama El Camino, beberapa hari menjelang Natal. Tujuan utamanya sebenarnya mencari ayahnya yang tidak pernah dia temui. Bekalnya hanya sebuah surat yang disimpan oleh almarhum ibunya.

Seharusnya semua berjalan biasa saja, tapi ulah polisi lokal yang lebay membuat perjalanan si pemuda menjadi berantakan dan bahkan membahayakan nyawanya.

Tidak terlalu buruk. Saya suka komedi gelap yang ditampilkan dalam film ini. Aksi lebay polisi lokal dan beberapa dialog yang lucu dan sarkas cukup menghibur.

Skor: 3/5.

Kedi, kisah kucing jalanan di Istanbul

2. Kedi.

Film dokumentar yang menceritakan kehidupan kucing jalanan di Istanbul, Turki. Kota ini konon adalah kota kerajaan kucing, di mana kucing sangat dihormati oleh penduduk setempat. Di Istanbul, kucing jalanan bisa hidup tenang tanpa harus takut diusir. Warga bahkan dengan sukarela menyediakan makanan dan minuman buat mereka.

Film yang menggemaskan, apalagi saya pecinta kucing. Menonton film ini tidak henti-hentinya saya merasa ingin mengelus atau bermain dengan tokoh-tokoh utama di film ini.

Skor: 4/5

3. Kurt Cobain: Montage of Heck.

Film dokumenter yang mengisahkan kehidupan Kurt Cobain berdasarkan catatan, coretan, wawancara dan rekaman pribadinya. Film yang sangat menyentuh. Lebih lanjut tentang film ini bisa kalian baca di sini.

Skor: 4,5/5

Andy Lau sang penakluk bom

4. Shock Wave.

Kisah seorang polisi penakluk bom yang diperankan oleh Andy Lau. Suatu saat dia menyamar dan masuk ke dalam komplotan perampok. Penyamarannya berhasil membuat adik sang pimpinan perampok tertangkap. Sayang, si pimpinan berhasil melarikan diri dan meninggalkan dendam.

Beratahun-tahun kemudian, si pimpinan kembali ke Hong Kong dengan rencana balas dendam yang membahayakan nyawa ratusan orang. Andy Lau harus berusaha untuk membatalkan aksi balas dendam yang melibatkan bom berkuatan 1 ton itu.

Satu lagi film Andy Lau yang saya suka. Di usia yang tidak muda lagi, dia tetap tampil berkharisma. Saya suka bagian akhir film ini.

Skor: 4/5

5. Sniper: Ultimate Kill.

Seorang penembak jitu (sniper) ditugaskan ke Kolombia untuk membantu DEA yang sedang berusaha menangkap salah satu gembong narkoba internasional. Dalam penugasan itu dia harus berhadapan dengan penembak jitu berjuluk “El Diablo”yang disewa sang gembong narkoba.

Tidak terlalu bagus, baik dari segi cerita maupun aksinya. Karakter sang tokoh utama pun terlalu lempeng. Jangan bandingkan film ini dengan American Sniper-nya Bradley Cooper. Jauh sekali bedanya.

Skor: 2,5/5

6. Thai Chi Master.

Film lama ketika Jet Li masih kinyis-kinyis. Saya memutarnya karena kangen pada aksi Jet Li muda. Bercerita tentang dua sahabat berbeda karakter yang dikeluarkan dari pusat pelatihan bikshu Shaolin. Dalam perjalanan menggelandang, mereka bertemu bertemu beberapa kejadian yang mengharuskan mereka memilih jalan berbeda.

Lumayan untuk mengobati kangen, tapi tidak terlalu bagus. Kecuali kamu memang penggemar film-film Kung Fu berlatar jaman kerajaan.

Skor: 3/5

Adu akting Tom Hanks dan Emma Watson

7. The Circle.

Berkisah tentang sebuah perusahaan IT yang mengeluarkan media sosial bernama Circle. Media sosial ini mengusung transparansi dan keterbukaan. Semua orang bisa melihat dan mengikuti apa yang kita lakukan, kapan saja dan di mana saja (kecuali di kamar mandi). Bukan hanya lewat status tapi dengan kamera kecil.

Sebuah film yang membuat kita berpikir tentang privasi di jaman ketika internet sudah jadi kebutuhan utama. Aksi yang bagus dari Emma Watson dan Tom Hanks. Emma semakin matang setelah meninggalkan karakter Hermione-nya.

Skor: 4/5

8. The Foreigner.

Bagaimana kalau Jacky Chan tua bertemu dengan Pierce Brosnan (yang juga sudah tua)? Film ini memberi jawabannya.

Jacky Chan adalah seorang ayah yang terluka ketika putri terakhirnya meninggal akibat bom. Dengan latarnya sebagai mantan pasukan khusus, dia memburu sang pelaku pengeboman dengan cara mencecar Pierce Brosnan yang dia anggap punya informasi soal pengeboman itu. Meski sudah tua, tapi aksi Jacky masih sangat merepotkan lawan-lawannya. Membuat Pierce Brosnan sakit kepala. Padahal kita tahu kalau dia mantan agen rahasia James Bond juga #eh.

Film yang lumayan. Ceritanya kuat dan akting sendu tapi mematikan Jacky Chan cukup memukau. Saya suka aksen Irish Pierce Brosnan yang mirip aksen Bugis Bone.

Skor: 4/5

Di hari pernikahannya pun dia tetap harus bertugas

9. The Villainess.

Film Korea Selatan lainnya yang saya tonton. Berkisah tentang seorang perempuan yang sakit hati melihat ayahnya dibunuh di depannya. Perjalanan hidup membuatnya menjadi seorang jagoan nomor satu, mesin pembunuh yang sangat kuat dan mampu membunuh satu geng sendirian.

Sebuah agensi merekrutnya (untuk membunuh, bukan untuk jadi buzzer). Tapi di tengah jalan dia berhadapan dengan perang batin ketika satu sosok dari masa lalunya muncul. Dia di antara dua pilihan: ngebuzz eh maksudnya membunuh sesuai pesan agensinya, atau berdamai dengan masa lalunya.

Ceritanya kuat namun sayang alurnya agak lambat. Hal yang menarik dari film ini buat saya adalah penempatan kameranya. Sudutnya membuat beberapa adegan menjadi sangat privat, seolah-olah kitalah bintang utamanya.

Skor: 3,5/5

10. Youth.

Seorang pensiunan komposer dan konduktor orkestra sedang berlibur dengan teman lamanya di Swiss. Liburan ini juga sekaligus membuatnya semakin dekat dengan putrinya, membuka rahasia lama yang selama ini tersimpan. Konflik lain juga terjalin di antara sesama tamu di hotel itu. Termasuk seorang mantan bintang sepakbola dan seorang Miss Universe.

Terus terang saya menonton film ini karena skor Rotten Tomatoes dan IMDB yang cukup tinggi (selain karena poster filmnya, silakan Googling sendiri). Tapi, saya terpaksa melompat-lompati beberapa adegan karena bosan. Film ini terlalu lambat dengan banyak sekali bahasa simbol yang sulit saya mengerti.

Mungkin ini film bagus kalau saja saya punya selera yang tinggi. Tapi untuk saat ini saya bilang: is not on my league.

Skor: 3/5

Itulah 10 film yang saya tonton dalam rentang dua minggu ini. Akan saya lanjutkan nanti dengan film-film berikutnya.

Silakan Kakak, Dibaca Juga Kakak...

About The Author

2 Comments

  1. Nasirullah Sitam
    11/04/2018
    • Daeng Ipul
      12/04/2018

Add Comment