Tags: ,

SM*SH Dan Mereka Yang Masih Labil

New Kids On The Block

NKOTB, boy band idola saya semasa ABG

Saya awalnya tidak tahu apa-apa tentang SM*SH, perhatian saya baru teralih ketika lini masa di Twitter mulai rame dengan komentar tentang SM*SH, pun ketika Iqko meng-RT sebuah kicauan yang isinya kira-kira : hati-hati nonton TV di pagi hari karena kau tidak akan tahu kapan SM*SH muncul dan menghantui hari-harimu. Saya baru tahu banyak tentang SM*SH ketika membaca postingan di blog Oom Brad dan untuk pertama kalinya juga melihat klip dari lagu mereka : I Heart You.

Komentar saya ? Hmmm?lucu. Yah, lucu dan menggelikan. Mereka adalah 6 anak muda dalam satu kumpulan boy band, menari dan bernyanyi bersama. Penampilan mereka sepertinya meniru sebuah boy band asal Korea yang sudah lebih dulu populer. Enegkah saya ? Tidak juga. Mereka adalah sekumpulan anak muda yang sedang dimanfaatkan oleh para produser untuk mengeruk keuntungan di saat yang tepat. Ini adalah hal yang jamak bukan ? Setiap masa pasti ada saja produser jeli yang memanfaatkan kesempatan. Toh nanti waktu juga yang akan memilih dan memilah mana yang bisa bertahan lama.

SM*SH menarik minat banyak ABG, saya pernah lihat cuplikan penampilan mereka di sebuah stasiun televisi dalam acara musik dan ya Tuhan, anak-anak belia itu ( kebanyakan adalah gadis ) berteriak histeris ketika enam anak muda itu berjoget dan menyanyi di panggung. Oh my God..!! ini sebuah pemandangan yang biasa kan ?

Saya tiba-tiba teringat kenangan sekitar 20 tahun yang lalu ketika masih berseragam putih-biru. Waktu itu saya tumbuh sebagai remaja yang sedang mencari identitas diri. Salah satu tempat pemberhentian saya dalam proses pencarian jati diri itu adalah sebuah boy band dari Boston,Masschussets. Apalagi kalau bukan New Kids On The Block.

Yup, periode tahun 1990 hingga 1995 New Kids On The Block (NKOTB) adalah fenomena. Mereka merangsek sebagai idola baru anak muda (waktu itu), bersaing bersama Tommy Page, Debbie Gibson dan lain-lain.

New Kids On The Block yang beranggotakan Jordan Knight, Jonathan Knight, Donny Wahlberg, Danny Wood dan Joey McIntyre adalah pemantik ulang lahirnya kembali format boy band setelah masa Jackson Five dkk telah lewat. Setelah NKOTB kemudian berderet-deret muncul bermacam-macam boy band lainnya. Silakan anda buat sendiri listnya.

Lima pemuda tampan itu merebut hati jutaan remaja di seluruh dunia. Album mereka nangkring di top 40 manca negara. Lagu-lagu seperti Step By Step, Yesterday, Hanging Tough, This One For The Children, dll menjadi lagu wajib di banyak radio di seluruh dunia. Para remaja berjejalan pada setiap konser mereka, mengoleksi album, video, pernak-pernik dan segala hal tentang NKOTB.

Saya salah satunya.

Meski dengan skala yang lebih kecil tentu saja. Saya sampai bertahan puasa jajan seminggu penuh untuk bisa membeli album Step By Step. Harga kasetnya Rp. 6000,- sementara uang jajan sehari Rp. 1000 jadi cukuplah puasa selama seminggu demi sebuah kaset Step By Step dari NKOTB.

Kegilaan lainnya adalah mengumpulkan gambar-gambar NKOTB. Karena waktu itu internet belum jamak maka salah satu caranya adalah dengan membeli poster tentu saja. Pasar Sentral jadi tujuan, berlembar-lembar poster produksi dalam negeri bergambar para personil NKOTB jadi bahan incaran. Poster itu kemudian memenuhi kamar sempit saya.

Sekitar tahun itu juga TPI sebagai stasiun televisi swasta pertama yang masuk ke Makassar tanpa harus menggunakan alat tambahan, dan stasiun televisi yang siaran siang harinya menumpang pada TVRI itu punya program acara yang ada kaitannya dengan NKOTB, ada tayangan video klip, konser dan terakhir bahkan ada serial kartunnya.

Saya ingat betul ketika itu sampai sempat bolos dalam satu mata pelajaran hanya karena tidak mau ketinggalan menonton aksi konser NKOTB. Saya bersama beberapa teman dan kakak kelas melipir ke kantin sekolah yang adanya di pojokan. Di sana ada rumah bujang sekolah dengan TV 14?. Lewat jendela berkaca nako kami berimpit-impitan menyaksikan Jordan Knight dan kawan-kawan bernyanyi dan menari. Wuihhh?rasaya luar biasa.

Rasanya yang paling gila adalah karena saya punya sebuah buku, semacam buku diary dengan hard cover yang isinya adalah kliping koran atau majalah yang berisi tentang NKOTB. Entah itu artikel, berita atau sekedar foto baik warna maupun hitam putih. Semua saya simpan dengan rapih dalam satu buku. Sayangnya, keluarga saya terlalu miskin waktu itu sehingga saya tidak pernah punya cukup uang untuk membeli assesories lainnya yang lebih mahal, apalagi yang asli.

Kenangan saat masih menjadi fans NKOTB di masa ABG itu membuat saya tidak lantas semena-mena menghina para ABG penggemar SM*SH itu, meski memang sepintas terlihat norak. Ini adalah fase yang normal pada usia mereka, usia kala mereka belum bisa menentukan sendiri ?identitasnya dan gampang tertarik pada sebuah hal yang sedang jadi fenomena.

Biarkanlah, sepanjang mereka tidak merusak diri dan sekitarnya. Toh nanti waktu juga yang akan menguji dan mungkin akan tiba masa di mana mereka akan tertawa geli mengingat teriakan histeris mereka ketika SM*SH menari di panggung.

Seperti saya sekarang ini, yang tertawa geli mengingat koleksi kliping koran tentang NKOTB dan seluruh poster yang pernah saya pasang.

About The Author

19 Comments

  1. furqan
    08/02/2011
    • ipul
      08/02/2011
  2. adink
    08/02/2011
    • ipul
      08/02/2011
  3. melivedder
    08/02/2011
    • ipul
      08/02/2011
  4. Debby
    08/02/2011
    • ipul
      08/02/2011
  5. indobrad
    08/02/2011
    • ipul
      09/02/2011
  6. daengrusle
    09/02/2011
    • ipul
      09/02/2011
  7. eko ikhyar
    09/02/2011
    • ipul
      09/02/2011
  8. anbhar
    09/02/2011
  9. DenTaq
    10/02/2011
    • ipul
      10/02/2011
  10. febry
    10/02/2011
  11. eko ikhyar
    10/02/2011

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: