Rekayasa Lalu Lintas Yang Bikin Nyaman

Macet Kota Makassar

Makassar dan macet mulai akrab. Seperti sahabat yang makin sering bercengkerama. Semakin hari, kota ini makin akrab bercumbu dengan macet. Dan adalah rekayasa lalu lintas yang kemudian hadir di antara mereka.

Ada yang berbeda dengan jalur yang biasa saya jalani hampir setiap hari. Dari arah Timur menuju ke Barat biasanya saya akan tertahan agak lama di sekitar perempatan Hertasning – Toddopuli – Tamalate. Kendaraan akan membentuk barisan panjang, serupa antrian zakat menjelang Idul Fitri. Waktunyapun tidak singkat, kadang sampai bermenit-menit dan membuat pegal.

Selepas tahun baru kemarin ada lewat jalan itu dan tiba-tiba sadar kalau ada yang berbeda. Kebetulan saya juga lewat jalan itu tepat di jam pulang kantor, jam yang biasanya menjadi jam paling sibuk dan padat. Tapi hari itu berbeda.

Dari jauh terlihat jalanan padat tapi tidak merayap. Ketika mendekati perempatan, tidak ada yang tertahan. Saya melirik lampu lalu lintas, semua mati. Tanpa sengaja pandangan saya jatuh pada bagian tengah perempatan tersebut. Ada barikade di sana, beberapa palang besar berwarna kuning hitam dan beberapa buah kasting yang diletakkan untuk menutup jalan.

Ternyata itu penyebabnya. Jadi semua kemudian diubah. Lampu lalu lintas dimatikan, perempatan ditutup. Jadi semua kendaraan yang dari arah Barat dan hendak ke Selatan harus terus dulu melewati perempatan dan memutar agak jauh. Kendaraan dari arah Utara yang hendak ke Selatan juga begitu, harus belok kiri dulu ke arah Timur dan memutar agak jauh.

Rekayasa Lalu Lintas di Jl. Hertasning

Sepintas memang agak merepotkan, jarak jadi bertambah karena harus memutar dulu. Tapi, khasiatnya terasa, persis seperti minum obat yang manjur. Jalanan menjadi lancar, padat tapi tidak merayap. Area Tamalate, Hertasning, Toddopuli yang biasanya jadi sumber stress di waktu-waktu tertentu kini berubah jadi lebih ramah.

Buat saya ini langkah brilian yang dilakukan polantas Makassar. Mereka berhasil mencari jalan keluar yang menyenangkan untuk mengurai setidaknya satu titik kemacetan.

Dari beberapa teman saya juga mendapat kabar kalau Polantas Makassar berhasil melakukan rekayasa lalu lintas yang positif di malam pergantian tahun. Mereka mengatur lalu lintas sedemikian rupa, membuat barikade di beberapa titik dan hasilnya, jalanan Makassar di tahun baru jadi lebih nyaman. Padat tapi tidak sampai macet berjam-jam.

Buat saya apa yang dilakukan oleh Polantas Makassar itu sebuah langkah kecil yang cukup memuaskan. Makin hari macet di kota ini memang makin mengkuatirkan dan memang dibutuhkan pihak berkuasa untuk melakukan sesuatu, setidaknya mengurangi titik kemacetan.? Polantas memang tidak bisa melakukannya sendirian, karena ada juga pemerintah kota yang punya peran lebih besar. Sekarang tinggal bagaimana mereka bisa bekerjasama membuat jalanan kota ini jadi lebih nyaman.

Sebagai warga kami hanya bisa menantikan gebrakan lainnya dari pemerintah dan polantas. Semoga Makassar tidak sampai serumit Jakarta dalam mengurai kemacetan.

About The Author

Leave a Reply

6 Comments on "Rekayasa Lalu Lintas Yang Bikin Nyaman"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
indobrad
Guest

tapi pas U-turn-nya macet gak bro?

Asop
Guest

Kalo di Bandung sini Bang, ada satu masalah paling kentara di persimpangan jalan dekat tempat saya tinggal. Ada lampu stopan (traffic light) yang setiap bulan tuh pasti mati barang beberapa hari. Bisa sehari bisa dua hari. Dan setiap bulan itu kejadian terus berulang! 🙁
Padahal hari sebelumnya gak hujan, gak badai, kok lampunya mati?? 😡

Dan yang membayahakan adalah fakta bahwa persimpangan jalan tersebut dilalui dua jalan yang sangat padat! Untung aja saya selama ini belum pernah dengar ada korban kecelakaan. 😐

erwin
Guest

sering juga saya lewat di perempatan Hertasning – Toddopuli – Tamalate ini, kalau sore pasti macet.. jadi yg dari arah Toddopuli harus keri dulu ya kalau mau ke Tamalate..bagus juga, mungkin sapasi jalanan pas mutar baliknya harus lebih besar agar mobil tidak numpuk disana. Smoga solusi kemacetan masa depan bisa dipikirkan mulai dari skrg.. Salam hangat.

Lomar Dasika
Guest

Yap. harus dilakukan sedini mungkin. AMit-amit deh kalau sampai kayak Jakarta, sudah susah! udah kayak mengurai benang kusut. satu helai ditarik, nyangkut. mau lepasin sangkutan, ujung lain yang kesangkut. udah nggak ada ujung pangkalnya sih. semoga DLLAJR dan PemKot bisa segera bertindak demi sistem tata kota dan lalu lintas yang baik, nggak cuma ngandalin yang namanya pendapatan suatu kota aja, tapi sisi humanis dan keramahan suatu kota kan penting juga buat diperhatikan 😀

*mendambakan Jakarta yang lebih “manusia”*

anbhar
Guest

sepertinya komentarku masuk spam 🙁

wpDiscuz
%d bloggers like this: