Lagi-Lagi Roy Suryo

Belakangan ini secara kebetulan saya sering mengikuti perkembangan gossip dunia hiburan tanah air. Sebenarnya tidak tepat kalau dibilang kebetulan sih, karena toh acara televisi kita sebagian besar memang berkutat pada acara gosip hiburan, sinetron dan acara musik. Sebagai penonton “biasa” yang masih harus ikut pada selera anggota keluarga yang lain maka saya juga “terpaksa” stuck pada acara-acara sejenis.

 

Ada yang menarik pada beberapa berita seputar kehidupan para pesohor tanah air. Dalam beberapa kasus yang sedang hangat, nama KRMT Roy Suryo sering dibebut-sebut. Setidaknya ada 3 kasus menyangkut para selebriti itu yang menyangkutpautkan nama lelaki berkumis asal Djogdjakarta tersebut.

 

Pertama adalah soal pengaduan Roy Suryo perihal bendera yang digunakan grup band Dewa. Roy Suryo menganggap grup band Dewa-Khususnya sang pentolan Ahmad Dani-telah melakukan pelecehan pada bendera negara kita karena menempatkan logo band Dewa tepat di tengah bendera merah putih. Ahmad Dhani mengelak dan mengatakan kalau itu bukanlah bendera seperti yang disangkakan Roy melainkan hanya sebuah backdrop yang kebetulan saja berwarna merah dan putih.

 

“ Roy mungkin nggak ngerti yang namanya backdrop “, begitu pembelaan sang pentolan band Dewa .Jelas kata-katanya yang sengit itu bermaksud menyerang balik Roy Suryo. Sebelumnya antara Ahmad Dani dan Roy Suryo memang sudah ada benih permusuhan terkait masalah foto Maia dan Mulan tempo hari.

 

Kasus kedua yang melibatkan Roy Suryo adalah kasus kekerasan yang melibatkan Marcella Zaliyanti dan pembalap Ananda Mikola. Oleh pengacara Marcella Zaliyanti, Roy dianggap telah melanggar etika karena membeberkan foto bukti kekerasan pada Agung-sang korban. Roy Suryo sendiri mengelak dengan mengatakan kalau itu dilakukannya hanya sekedar sebagai pembuktian kalau kasus kekerasan tersebut memang benar adanya. Salah satu pengacara Marcella mengatakan kalau Roy tak berhak dijadikan sebagai saksi ahli karena toh pendidikan formalnya tak berkaitan dengan bidang yang dijadikan sebagai jalur pembuktian.

 

Kasus ketiga dan yang paling anyar adalah kasus (lagi-lagi) foto-foto syur artis Rahma Azhari dan Sarah Azhari. Roy yang (sekali lagi) tanpa diminta oleh siapapun katanya langsung terbang dari Djogdja ke Jakarta untuk meneliti keaslian foto tersebut. Wow…sampai harus terbang ke Jakarta ?, tak cukupkah foto itu dikirim via email saja trus diteliti keasliannya. Terlalu berlebihan rasanya. Apalagi ditambah dengan berbagai jumpa pers yang dilakukan oleh sang mas Roy. Tak heran pengacara Rahma Azhari, Farhat Abbas sampai mencak-mencak dan bilang kalau Roy Suryo bisa saja dituntut secara hukum.

 

Membicarakan mas yang satu ini memang nggak akan ada habisnya. Beragam kontroversi selalu menyertai kisah perjalanannya dalam beberapa tahun terakhir. Pertama kali namanya melejit ke pusaran dunia entertainment adalah ketika menanggapi foto syur pasangan B’jah dan Almarhumah Sukma Ayu. Saat itu Roy muncul dengan gelar pakar telematika dan berkoar-koar kalau foto tersebut adalah asli-menentang pembelaan Alm.Sukma Ayu yang bilang foto itu rekayasa komputer. Roy sampai bisa mengatakan dengan jelas tanggal, waktu dan jenis HP yang digunakan untuk mengambil foto tersebut. Terus terang waktu itu saya yang belum tahu tentang metadata sebuah foto digital jadi terkagum-kagum dibuatnya.

 

Belakangan Roy makin menuai kontroversi dan perselisihan dengan para blogger akibat perkataan fenomenalnya yang bilang kalau “ blog itu hanya trend sesaat”. Bertahun-tahun Roy bertahan dengan statement-nya itu. Dia tak sadar atau tak mau sadar kalau blog telah berkembang jauh sebagai sebuah media alternatif dengan beragam jenis dan fungsinya, bukan lagi sekedar trend sesaat.

 

Para blogger kemudian makin kebakaran jenggot ketika Mas Roy menyamakan para blogger dengan para hacker terkait rencana pemerintah menggolkan undang-undang ITE (Informatika dan Transaksi Elektronik). Kata Mas Roy, “ Para blogger dan hacker pasti akan berusaha agar undang-undang tersebut tidak jadi disyahkan”. Jelas saja para blogger keberatan, berbagai banner kemudian bertebaran di dunia maya. Isinya jelas, menolak disamakan dengan para hacker.

 

Para hackerpun kayaknya punya kebencian yang sama dengan para blogger dan mereka bereaksi sesuai kapasitas mereka sendiri. Situs resmi Depkominfo pernah di-hack, di halaman depannya dipasang foto Roy Suryo yang sudah dimodifikasi sehingga terlihat seperti sedang berpose syur. Jelas ini adalah sebuah serangan beraroma kebencian. Bukan hanya itu, berbagai gelar tak enak pun disematkan ke Roy, baik oleh para blogger maupun para hacker. Sebut saja gelar pakar Pornomatika, Kurang Rada Mengerti Telematika, dsb. Satu lagi, cobalah search gambar Roy Suryo di internet, walhasil akan muncul beragam gambar si Mas dalam berbagai rupa yang semuanya bersifat mengejek. Ada Roy yang sedang bugil, ada Roy yang tubuhnya diganti dengan tubuh wanita telanjang dan lain-lain sebagainya.

 

Secara pribadi saya mengakui kalau KRMT Roy Suryo ini memang seorang oportunis sejati. Di beberapa milis yang saya ikuti keterangan tentang latar belakang Roy pernah disebarkan. Kalau itu memang benar maka makin jelaslah tipe mas Roy yang seorang oportunis itu. Saya tak hendak bicara panjang lebar terhadap latar belakang mas Roy yang saya tahu via milis itu di sini.

 

Roy bereaksi cepat manakala sebuah kasus yang menyangkut masalah telematika tengah merebak. Di hadapan media dia berbicara banyak sehingga kemudian tercipta mind set kalau dia adalah seorang pakar soal telematika.  Sebuah langkah khas seorang oportunis, dan berhasil..!!. Roy makin populer, orang awam menganggapnya sebagai seorang yang betul-betul canggih sementara “lawan-lawan”-nya makin eneg.

 

Dari sebuah tayangan infotainment disebut kalau langkah Roy yang belakangan ini makin gencar berbicara ke media adalah sebuah usaha menaikkan popularitas berkaitan dengan rencana Roy menuju Senayan sebagai anggota legistatif. Benar atau tidaknya, hanya beliau tentu yang tahu. Yang pasti, banyak yang tak senang dengan gerakan Roy.

 

Disukai atau tidak keberadaan Roy adalah sebuah fenomena tersendiri di dunia hiburan dan telematikan tanah air. Di tabloid Nova yang memuat profil dan kisah hidupnya Roy bilang kalau sebenarnya banyak yang lebih jago dari dia tapi tidak ada yang berani bicara pada media sehingga kemudian dia yang mengambil celah itu. Celah yang kemudian ternyata cukup mampu melambungkan popularitas dirinya.

 

Yah, itulah Roy. Suka atau tidak suka dia telah menjadi bagian dari dunia hiburan dan telematika kita dengan beragam kontroversinya. Popularitas yang diperolehnya dari beragam kontroversi tersebut malah saya rasa bisa melambungkan namanya menjadi seorang menteri jika nanti SBY kembali berkuasa. Toh saat ini dia juga sudah bermain politik melalui jalur Partai Demokrat.

 

Mmm..menarik menunggu kisah selanjutnya dari Mas berkumis itu.

 

keterangan : foto diambil dari Hilman.web.id

About The Author

One Response

  1. kHie
    10/01/2009

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: