Keseleo Lidah di TV Nasional

IMG00021-20091121-0810

Mungkin tidak banyak yang tahu, atau mungkin tidak banyak memperhatikan kalau hari sabtu (21/11) saya dapat kesempatan tampil di TV nasional, tepatnya di TvOne. Lagian saya juga tidak penting-penting amat.

Sebenarnya yang dapat tawaran untuk jadi bintang tamu di acara Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan itu adalah Aan, rekan penyair kami. Cuma karena yang akan dibahas adalah komunitas maka Aan minta kepada wakil komunitas blogger Makassar untuk menemaninya, dan hopla..saya, Iqko dan Ntan akhirnya bersedia (tentu saja) untuk menemani Aan.

Jadilah hari sabtu pagi jam 7 (sesuai arahan dari Aan) saya sudah tiba di anjungan pantai Losari tempat acara digelar. Saya datang bersamaan dengan Ntan, sementara Iqko ternyata sudah tiba duluan di lokasi. Hanya berselang beberapa menit Akmal juga merapat,lengkap dengan kaos AM dan X banner. Sejenak saya menyangka dia mau mancing karena x banner yang menyelip dari ransel persis seperti joran pancing.

Aan yang jadi pihak pengundang belum tiba di lokasi. Bergantian kami coba menghubunginya, tidak diangkat. Mungkin lagi di jalan. Sementara kru TVOne nampak sudah sibuk menyiapkan lokasi acara. Beberapa kamera sudah tertata rapi, tempat duduk untuk host dan bintang tamu juga sudah siap. Bahkan alat musik lengkap serta band yang akan tampil juga sudah mulai cek sound.

“ Rasanya koq mules…”, kata Ntan. Wajarlah..kami kan bukan orang yang biasa masuk tipi, lagian ini tv nasional dan live pula, siapa yang tidak grogi. Awalnya saya biasa-biasa saja bukan karena sudah biasa masuk tipi, tapi lebih karena belum percaya 100% kalau bakal beneran jadi bintang tamu jadi ya masih santai lah.

Tak lama kemudian yang dinanti-nantipun tiba. Aan merapat dengan gayanya yang khas, jenggot tebal dan kacamata bergagang tebal plus sweater hitam. Karena sudah lengkap, kami berinisiatif mendekat ke tenda kru TvOne sambil sekalian menikmati penampilan band Anima dan Angel Percussion yang sedang cek sound.

Acara sudah hampir dimulai, tapi kami masih tetap berstatus sebagai penonton. Belum ada tanda-tanda kami akan jadi bintang tamu. Kru dari TvOne juga tidak ada yang mendekati, sayapun mulai merasa pesimis, jangan-jangan nggak jadi nih. Rugi juga kalau sampai nggak jadi masuk tipi, soalnya pemberitahuan sudah disebar via FB plus keluarga dekat juga sudah dikasih tahu. Kalau sampai tidak jadi, pasti malu deh.

Untunglah karena beberapa detik sebelum acara dimulai Aan dapat telepon dari kru TvOne dan kamipun merapat ke area kru. Acara sudah dimulai dengan penampilan Angel Percussion ketika kami diajak untuk dirias, maklumlah wajah asli kami memang lumayan tidak pantas masuk tipi, terlalu kumuh kata Iqko. Jadi, setelah bertahun-tahun sejak terahir kali waktu menikah dulu akhirnya wajah saya kembali bertemu bedak, kali ini malah sangat tebal. Rasanya lucu juga melihat muka sendiri seabis dirias. Tiba-tiba saya jadi ingat para penghuni lapangan Karebosi jaman dulu sebelum Karebosi dibenahi ( you know what I mean, right ?)

Selesai dirias sambil menunggu dipanggil naik ke panggung utama tiba-tiba saya mulai merasa mules. Rasa nervous mulai menyerang. Kalau sebelumnya tidak terpikir sama sekali, maka kali ini saya sudah mulai membayangkan yang tidak-tidak. Mengingat ini acara live yang disiarkan ke seluruh pelosok Indonesia saya sampai membayangkan kalau sampai melakukan sesuatu hal yang bodoh di depan televisi, seluruh Indonesia bisa-bisa menertawakan saya. Pikiran itu makin kuat ketika kami dikasih aba-aba untuk mulai masuk ke panggung utama.

Beruntung karena kedua host acara itu (Bagus dan Yenni) ternyata sangat ramah. Dengan santai dan hangat mereka memperkenalkan diri dan mengajak ngobrol tentang topik yang akan diangkat. Kehangatan mereka berdua dengan cepat mencairkan suasana, kami akhirnya jadi santai dan betul-betul rileks. Hilang sudah rasa deg-degan yang sebelumnya lumayan menguasai.

Five, four, three, two, one…dan acara dimulai.

Bagus memulai dengan bertanya ke salah seorang penonton sebelum akhirnya mengoper ke Yenni di panggung utama. Pertama sih cuma pertanyaan tentang komunitas blogger Makassar, tentang awal pendirian, tentang syarat bergabung dan tentang acara-acara yang sudah digelar selama ini. Di sesi pertama ini saya masih sibuk bertanya pada diri sendiri, “ how do I look ? do I look great on TV ?”. sampai-sampai saat ditanya tentang kegiatan AM selama ini saya sempat blank dan lupa menyebutkan beberapa kegiatan yang sudah digelar sama anak-anak AM.

Beruntung karena saat break tiba, kedua host TvOne tidak kehilangan kehangatan mereka. Kami kembali ngobrol ringan dan akrab hingga kemudian sesi berikutnya berlangsung lebih santai. Rasa grogi sudah benar-benar hilang, malah berganti dengan rasa percaya diri. Pertanyaan-pertanyaan dari kedua host bisa kami jawab dengan santai, apalagi pas Bagus bertanya tentang nasib PSM dan kerusuhan yang dibuat penontonnya, saya bisa menjawab dengan santai dan diplomatis. Waktu Bagus nanya, “ gimana nih PSM, koq bisa rusuh begitu sih ?”, saya bisa menjawabnya dengan kalimat begini, “ Kalau saya pikir sih, soal kerusuhan penonton itu kan sebenarnya masalah nasional, bukan Cuma pendukung PSM aja yang pernah rusuh..”..bener kan ? oh ya, saya juga sempat dengan percaya dirinya menjelaskan tentang perbedaan besar antara ikan bakar di Makassar dengan ikan bakar di Jawa, sebuah penjelasan yang sebenarnya sudah sering kali saya ulangi dalam berbagai kesempatan, utamanya kepada keluarga atau teman-teman dari Jawa.

Tapi, rupanya suasana yang cair serta rasa percaya diri yang mulai tumbuh itu jadi bumerang juga. Saya jadi benar-benar tidak sigap dan juga rupanya rasa grogi itu tidak 100% hilang hingga akhirnya saya membuat kesalahan..!!!

Sebenarnya sesi untuk kami sudah hampir habis, waktu itu Yenni bertanya, “ Nah, kalau menurut kalian tempat-tempat apa aja nih yang bisa direkomendasikan buat orang-orang yang mau ke Makassar ?”. Waktu itu Yenni menatapnya ke saya, jadi otomatis saya merasa sayalah yang harus menjawab pertanyaan itu. Oke, saya mendekatkan mic ke mulut dan mulai menjawab, “ ya banyak tempat sih, salah satunya ya anjungan pantai Losari ini. Terus yang baru, yang sekarang jadi ikon kota Makassar ini adalah **tiittt** yang letaknya hanya sepelemparan batu dari sini..”

Damn..!! tanpa sadar saya menyebut sebuah arena bermain punya sebuah korporasi yang juga punya stasiun tipi yang notabene adalah kompetitor dari TvOne. Saya langsung sadar sudah keseleo lidah ketika saya dengar kru TvOne kompak bersorak dari tenda kru..Yenni dan Baguspun buru-buru memotong dengan mengalihkan pembicaraan. Arrghhh..!! sialan, saya langsung blank dan jadi merasa bodoh..Akhirnya sisa “penampilan” kami yang tinggal beberapa menit jadi terasa sangat menyiksa bagi saya. Rasanya pengen buru-buru lari dari situ. Saya jadi merasa sangat bersalah dan merasa bodoh..

Akhrinya sesi untuk kami abis juga, Bagus dan Yenni tetap kelihatan hangat dan saat menjabat tangan kami, mereka sepertinya gak gitu mempermasalahkan meski terus terang saya terlanjur merasa nggak enak. Di tenda kru, seorang kru TvOne mendekati saya dan dengan wajah muram dia bilang, “ Mas, seharusnya tadi jangan nyebut **titt**, itu kan kompetitor kami, kalau gini kami pasti dapat telepon dari Jakarta”. Arrghh..saya benar-benar merasa bersalah dan akhirnya Cuma bisa minta maaf. Lain kali nggak lagi deh, ehh..tapi emangnya bakal ada lain kali ? hehehe..

Yah, saya Cuma bisa minta maaf saja. Maklumlah kami kan baru masuk tipi jadi pasti grogi. Lagian mereka juga harusnya sudah mengantisipasi karena arena bermain itu kan masih “hangat” dan pasti bakal sering jadi bahan cerita dari Makassar. Harusnya mereka ngasih warning dan mewanti-wanti kami sebelum acara dimulai.

Oh, ya..keesokan harinya JK jadi bntang tamu di acara yang sama, dan…beliau juga melakukan kesalahan yang sama seperti saya..beliau juga menyebut **tiittt** dengan sangat jelas..hahaha.. tapi, saya yakin beliau tidak dapat teguran dari pihak TvOne..tidak seperti saya…hehehe. tapi, itu kan berarti kalau kesalahan saya adalah kesalahan yang “biasa” dan bisa terjadi pada siapa saja..bener kan ?

foto by : Akmal

About The Author

14 Comments

  1. amril
    23/11/2009
  2. ILHAM
    23/11/2009
  3. ipul
    23/11/2009
  4. Mustamar Natsir
    23/11/2009
  5. Ahmad Irfan
    23/11/2009
  6. rara
    23/11/2009
  7. anbhar
    23/11/2009
  8. ipul
    24/11/2009
  9. Ahmad Maulana
    25/11/2009
  10. Khalid Mustafa
    30/11/2009
  11. adink
    01/12/2009
  12. ipul
    02/12/2009
  13. ochan
    04/12/2009
  14. ipul
    07/12/2009

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: