Jason Mraz, My New Idol

Jason Mraz

Saya suka musik, meski tidak bisa bermain musik. Musik adalah bagian terpenting dari keseharian saya, tanpa musik hari-hari rasanya sepi. Satu-satunya musik yang selalu saya dengarkan adalah musik yang dibawa sama Pearl Jam. Sekitar dua minggu belakangan ini saya mencoba untuk sedikit beristirahat dari Pearl Jam dan mencoba mencari musik yang lain. Saya jatuh cinta pada Jason Mraz dan berikut cerita saya.

 

Mystery the moon
A hole in the sky
A supernatural nightlight
So full but often right
A pair of eyes a closing one
A chosen child in golden sun
A marble dog that chases cars
To farthest reaches of the beach and far beyond into the swimming sea of stars

Lirik di atas adalah penggalan lirik Bella Luna yang dibawakan Jason Mraz. Saya lupa di mana pertama kali kecantol sama lagu ini. Kalau tidak salah dapatnya di Youtube, sebuah penampilan live dari Jason. Dari awal saya sudah suka sama lagu ini, irama bossa nova ( kalau tidak salah ) rasanya begitu membuai.

Jason dan gitarnya

Saya termasuk terlambat kenal dengan Jason Mraz. Saya baru mengenal Jason ketika lagi I’m Yours sedang hits, itupun saya hanya berhenti di satu lagu itu saja. Saya sempat mengumpulkan beberapa lagu dari Jason, tapi saat itu belum betul-betul suka. Hanya sepintas saja. Selain I’m yours, lagu-lagu lain yang saya dengarkan adalah Geek in The Pink, Remedy ( I Won’t Worry Myself ) dan You and I Both.

Saya baru kembali intens mendengarkan Jason dalam dua minggu belakangan ini ketika saya merasa perlu sejenak meninggalkan Pearl Jam supaya tidak sampai eneg.

Apa yang menarik dari Jason sampai saya merasa jatuh cinta ? Paling pertama musiknya tentu saja. Pemusik kelahiran 23 Juni 1977 ini menggabungkan banyak aliran dalam lagu-lagunya. Jazz, reggae, pop, folk, bossa nova dan hip hop adalah aliran-aliran musik yang disatukannya dalam rentetan musik yang dimainkannya. Dan campuran beragam aliran musik ini membuat lagu-lagu yang dibawakan Jason Mraz jadi terasa sangat menyenangkan.

Dengarkan Bella Luna yang berwarna bossanova, kemudian pindah mendengarkan Geek in The Pink yang beraliran hip-hop dan pop, sehabis itu dengarkan Butterfly atau Make it Mine yang beraroma funk jazz dan diakhiri dengan I’m yours yang agak-agak kental dengan aroma folk. Menyenangkan, sungguh..

Dari segi suara menurut saya Jason juga punya kelebihan. Suara sengaunya pas dengan deretan lagu yang dia bawakan. Paling pas menurut saya tentu saja pada lagu Bella Luna itu. Satu lagi, spellingnya luar biasa ! Bayangkan bagaimana dia bisa menyanyikan lagu seperti Geek in The Pink, Remedy, Curbside Prophet atau Wrodplay yang syairnya panjang-panjang dan rapat itu dengan pas, sangat pas malah. Wuih, orang yang tak fasih berbahasa Inggris saya yakin bisa keseleo lidah kalau mencoba menyanyikannya.

Salah satu penampilan Jason yang paling saya suka adalah ketika tampil live di Korea, tepatnya di EBS Space. Hanya berdua dengan Toca Rivera sang pemain perkusi berkulit hitam berambut gimbal tapi sungguh luar biasa. Bahkan lagu berirama cepat macam Geek in The Pink bisa dibawakannya dengan begitu memikat meski hanya dengan alunan gitar akustik dan satu djembe plus simbal yang dimainkan dengan sangat sempurna oleh Toca.

Toca Rivera sepertinya adalah partner terbaik dari Jason. Dari awal dia selalu ikut dalam setiap konser Jason, dan sentuhan djimbe-nya memang memberi warna yang luar biasa indah pada penampilan Jason Mraz, utamanya pada lagu-lagu bertempo cepat. Bukan hanya permainan djimbe-nya, suara Toca yang agak-agak reggea itu selalu memberi warna khas saat ditaruh sebagai backing vocal

 

Jadi ? anda berani coba ? yuk, kita coba sama-sama..

 


 

 

About The Author

12 Comments

  1. mamung
    26/03/2011
    • ipul
      28/03/2011
  2. anugrha13
    26/03/2011
    • ipul
      28/03/2011
  3. daeng oprek
    27/03/2011
    • ipul
      28/03/2011
  4. Rusa
    27/03/2011
    • ipul
      28/03/2011
  5. niQue
    27/03/2011
    • ipul
      28/03/2011
  6. niQue
    29/03/2011
  7. joean akbar
    06/05/2015

Add Comment