Ini diblokir, itu diblokir

network_unavailable.jpg

Beberapa hari ini di beberapa milis yang saya ikuti, salah satu topik yang sedang hangat dibahas adalah tentang langkah pemerintah memblokir beberapa situs populer terkait beredarnya video syarat provokasi karya Meneer Geert Wilder.

Saya sendiri baru sadar kemarin pagi saat mencoba mengakses Multiply. Tidak seperti biasanya, situs yang biasanya hanya perlu waktu singkat untuk diakses, pagi itu ternyata butuh waktu lama hingga kemudian muncul tulisan “The Connection Has Time Out”. Setelah mengecek inbox, saya baru sadar kalau ternyata Multiply memang sedang diblokir.

Nasib yang sama juga menimpa YouTube. Ini adalah salah satu situs langganan saya, salah satu yang terfavorit. Saya punya puluhan video-video konser Pearl Jam dan beberapa band-band lain hasil dari memulung di YouTube. Begitu juga dengan puluhan potongan-potongan highlight pertandingan sepakbola plus aksi-aksi bintang lapangan hijau. Semua hasil memulung dari YouTube. Tidak heran kalau situs ini jadi salah satu situs yang paling sering saya kunjungi.

Sampai di sini saya mulai mempertanyakan tujuan pemblokiran dari situs-situs tersebut. Alasan resmi dari pemerintah hingga melakukan langkah pemblokiran situs YouTube, Multiply, Rapidshare, MySpace dan..dan apalagi yah, lupa..adalah untuk membendung beredarnya film “Fitna” yang memang sedang heboh tersebut. Alasan pemerintah kita, film itu bisa menciptakan konflik antar umat beragama yang dikuatirkan akan berujung pada perpecahan.

Ah, alasannya manis sekali. Sebuah tindakan yang sangat brilian dan jelas sekali kalau tindakan tersebut diambil demi menjaga keutuhan kita sebagai sebuah bangsa, bangsa yang terkenal dengan toleransi antar umat beragamanya.

Tapi sayangnya tindakan ini lebih nampak sebagai sebuah tindakan yang membabi buta. Kata seorang Tukang Gigi Keliling-teman saya-tindakan ini seperti membunuh seekor nyamuk dengan menggunakan meriam. Di sisi lain, tindakan memblokir ini justru makin membantu mendongkrak popularitas dari aksi provokasi murahan produksi Wilder tersebut.

Saya jadi bertanya-tanya, mungkinkah rakyat Indonesia dianggap belum cukup dewasa dalam menyikapi hal-hal seperti ini sehingga kemudian pemerintah memandang perlu mengambil langkah ekstrem ?. hmmm…sebuah pertanyaan yang sangat menarik saya kira, dan jawabannyapun pasti akan sangat bisa diperdebatkan.

Baiklah…ini adalah satu langkah positif dari pemerintah kita untuk menjaga stabilitas keamanan dalam negeri, dan tentu saja untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Tapi..bagaimana dengan aksi-aksi lain yang eksesnya malah mungkin lebih besar dan lebih laten dari ekses film murahan itu ?. Bagaimana dengan nasib rekening para koruptor ?, kenapa pemerintah tak mengambil langkah tegas dengan memblokir rekening mereka, supaya mereka-para koruptor itu-tak lagi bisa bersenang-senang dengan uang haram yang bukan hak mereka. Padahal saya yakin semua pasti setuju kalau perbuatan para koruptor itu malah menimbulkan ekses yang lebih luas kepada masyarakat kita, bukan hanya pada satu golongan agama saja.

Kemudian, bagaimana dengan nasib para korban lumpur Lapindo ?. Cukupkah dengan mengatakan kalau kejadian itu adalah murni karena bencana alam ?, kemudian membiarkan sang pemilik perusahaan-biang keladi semua kekacauan itu-dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia ?.

Trus, bagaimana dengan minyak tanah yang langka ?, bagaimana dengan gas elpiji yang hilang dari pasaran dan kemudian muncul lagi dengan harga yang gila-gilaan ?, bagaimana dengan hasil hutan kita yang dijarah para pembalak liar ?…ah, beranikah pemerintah kita memblokir aksi semua penjahat-penjahat itu ?, toh kelakuan mereka malah lebih meresahkannya dari film Fitna itu…

Sialnya lagi, pemblokiran yang dilakukan pemerintah ini jaraknya sangat berdekatan dengan disahkannya undang-undang ITE yang mengatur banyak hal yang berhubungan dengan internet.

Tujuan utamanya adalah untuk membendung peredaran dan pertukaran material-material pornografi. Sipp..ini adalah langkah yang positif tentunya. Pemerintah memang harus punya regulasi yang ketat untuk mengatur material-material pornografi seperti itu. Bukan apa-apa, selama ini material tersebut selama ini memang sangat bebas beredar di kalangan pengguna internet, dan parahnya lagi tidak ada sensor umur, hingga kemudian anak-anak belia bisa mengoleksinya dengan mudah.

Sayangnya, ada seseorang yang belum-belum sudah mengeluarkan statement bahwa para blogger dan hacker pasti akan menghalangi program pemerintah ini. Bukan rahasia lagi kalau si-You Know Who-ini memang punya masalah dengan para blogger. Kemudian dengan popularitas yang dia miliki si –You Know Who-ini kemudian makin semangat berkoar-koar menebar stigma bahwa para blogger tak jauh-jauh dari hal yang negatif.

Info terbaru kemudian menyatakan kalau para blogger kemudian didudukkan sebagai sasaran tembak dari undang-undang baru itu. Bila ada blogger yang terbukti menebar fitnah, mencemarkan nama baik, atau menyebarkan sebuah informasi yang tidak berdasar, maka siap-siap saja…ancaman mulai dari situs yang di-banned, denda berupa uang hingga ancaman kurungan siap menjerat anda.

Nah, sekarang pertanyannya..bagaimanakah spesifikasi sebuah pencemaran nama baik ?, atau spesifikasi penyebaran informasi yang tak berdasar seperti apa..?, jangan-jangan aturan ini nantinya dipergunakan pihak-pihak tertentu untuk meredam lawan mereka, atau minimal untuk membungkam orang-orang yang tidak mereka sukai dan tidak menyukai mereka. Ah, mudah-mudahan aja ndak sampe segitu.

Hmmm..rasanya koq seperti kembali ke jaman orde baru ya ?, saya malah menggelarinya sebagai orde baru ver.2.0.0. atau mungkin lebih parah lagi..kembali ke jaman batu..

Adduh..saya koq malah tergeli-geli ya ?.

Satu-satu, saya blokir ini

Dua-dua, saya blokir itu

Tiga-tiga, blokir ini-itu

Satu dua tiga, blokir semuanya…

About The Author

Leave a Reply

6 Comments on "Ini diblokir, itu diblokir"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
yani
Guest

Sedih juga rasanya kalo situs2 itu di blokir hanya demi sebuah ‘alasan manis’ yang belum tentu menyelesaikan masalah.
As we know, Internet menyediakan segala informasi dengan ketidakterbatasan ruang dan segenap kemudahannya, dunia jadi menyenangkan karenanya.
As we know juga, segala informasi itu tak semuanya positif bagi kalangan tertentu, sebut saja pornografi, dan film Fitna itu.
Tapi toh semua pilihan kembali ke kita, mo pilih yang mana? yang baik atau yang buruk? bukankah hidup adalah pilihan?
Dan untuk jasa para penemu internet yang telah membuat dunia jadi menyenangkan (yang positif tentunya), saya berdoa mereka agar masuk sorga..hehe..

adhi
Guest

sepertinya pemerintah kita gak pintar-pintar, apalagi di bidang satu ini, internet 😉
diblokir pun kan tetap bisa ke akses, tinggal ganti proxy.
btw, setuju. seperti ngebom seekor nyamuk, terlalu berlebihan. malah semakin menambah popularitas film fitna karena rasa penasaran orang.
keputusan pelarangan edar film, cekal dan teguran ke pemerintahan belanda sepertinya dah cukup.
bagaimanapun, internet merupakan wilayah batas yang tak bisa dibendung. perang ideologi dengan internet merupakan kekuatan terbesar. ia dapat mempengaruhi, mengubah cara pandang kita.
semuanya balik ke kita kembali 🙂

eh… youtube dah bisa ke akses kembali, sepertinya nyerah pemerintah kita yang rada o’on dalam kasus ini ^_*

rusle
Guest

itulah, tidak ada yg bisa kita harap dari sebuah negara yang pemerintahnya menganggap punya otoritas untuk mengklaim kebenaran, bahkan yg ironis adalah mereka merasa punya kuasa untuk menggolongkasn kedewasaan masyarakat kita masih dibawah standar moral mereka. padahal kita tahu, dari koran , tv dan media lainnya, mereka tidak lebih dari pemeo “lempar batu sembbunyi tangan, malah terkadang munafik.
walaupun gak semua, tp sudah banyak contoh pejabat kita yang kurang waras dalam mencocokkan antara statemen dan konsistensi dalam berperilaku nya…
akibatnya, makin dalam krisis tak percaya kita kepada mereka..
ah, pembelajaran politik yang rendahan dari para politikus kita…

paccarita
Guest

bisa saya copas ini utk di portal AM?
tetap saya akan link ke sini dan Anda yg akan ditulis sebagai penulisnya 😉

terima kasih

kHie
Guest

ntar lama2 hanya situs pemerintah saja yang bisa di akses…

jadinya hayo dari sekarang mulai mendonlot undang2…

karena nantinya hanya itu saja yang bisa di donlot 😀 hehehe

agha
Guest

setujuuuuuuuuu…..

kayaknya ibarat pepatah:
01. Telinga yang gatal… mata yang digaruk…
02. Sakit demam, minum obat batuk…

seperti biasa, pemerintah selalu saja salah “action”
yang penting gak dibilang cuek…

seharusnya…
ANJING menggonggong..biarin aja..

menyiasati film “FITNA” seharusnya (mungkin) kita dengan gaya cool bilang
‘….so what gitu loh…”

wpDiscuz
%d bloggers like this: