Ijo Anget-Anget : Persembahan dari AngingMammiri

Mungkin agak terlambat bahkan terkesan basi, tapi baru kali ini saya sempat untuk menulis sedikit tentang buku Ijo Anget-Anget yang merupakan persembahan pertama dari komunitas blogger Makassar : AngingMammiri.org. Bukan cuma itu, buku ini juga merupakan buku pertama berbasis komunitas daerah yang diterbitkan untuk pertama kalinya. Membanggakan tentu saja, mengingat komunitas AngingMammiri.org adalah komunitas yang jauh dari “pusat” dan selalu jauh (atau dijauhkan) dari spotlight.

 

Ijo Anget-Anget adalah karya kolaborasi 9 penulis anggota AngingMammiri.org berisi 15 cerita pengalaman gokil, konyol dan lucu. Seperti yang saya katakan pada kesempatan launching buku ini di MTC Karebosi 23 November yang lalu, butuh keberanian lebih untuk menceritakan pengalaman konyol yang pernah kita alami, apalagi untuk menjadikannya sebuah buku dan membiarkan khalayak ramai membacanya.

 

Awalnya ide membuat buku ini datang dari pak Amril, sesepuh AngingMammiri.org yang sudah jauh lebih berpengalaman dalam hal nge-blog dan menerbitkan buku. Berbekal kedekatannya dengan Ang Thek Khun pentolan penerbit Gradien Mediatama yang telah lebih dulu menerbitkan blog pak Amril ( dikasih judul : Warna-Warni Hidupku), pak Amril berhasil menggoda mas Khun untuk mau meluangkan waktu dan dananya menerbitkan buku dari anggota AngingMammiri.org.

 

Setelah mendapatkan lampu hijau dari Gradien, ide ini segera digulirkan ke anggota AM. Sayangnya, ide ini tak segera mendapat sambutan yang hangat. Meski stok penulis dalam tubuh AM sebenarnya berlimpah, namun tampaknya berbagai faktor kemudian menghambat para penulis tersebut untuk buru-buru mengirim naskahnya. Saya sendiri terus terang agak pesimis pada awalnya, terutama karena menganggap kisah saya tak cukup konyol untuk dibukukan. Tak heran pada saat deadline, jumlah naskah yang layak muat ternyata masih jauh dari harapan. Tenggat waktupun diperpanjang, plus sedikit dorongan dari pak Amril dan Rara (bu RT-nya AM).

 

Waktu berjalan, dan rasa pesimis saya masih tetap lekat hingga tahu-tahu terdengar kabar kalau bukunya sudah mau naik cetak. Kaget campur bangga tentu saja, apalagi saya sama sekali tak menyangka 3 naskah yang saya kirim ternyata semuanya diterima. Padahal aslinya saya masih punya banyak cerita konyol, tapi ya itu tadi karena tak pede maka yang saya tulis dan kirim hanya 3 buah itu.

 

Akhirnya, 23 November 2008 bertepatan dengan puncak acara ulang tahun AngingMammiri.org yang kedua, buku Ijo Anget-Anget bisa saya liat bentuk aslinya. Sebelumnya buku itu juga ternyata sudah masuk ke beberapa etalase toko buku Gramedia di Jakarta.

 

Puaskah saya ?, terus terang tidak.

 

Sebelum Ijo Anget-Anget, sebenarnya sudah ada 2 buku yang menandai keakraban saya dengan dunia literasi. Pertama adalah peran saya sebagai perancang sampul untuk buku kumpulan cerpen karya Lily Yulianti berjudul : Makkunrai, kemudian salah satu tulisan saya terpilih dalam kompilasi tulisan terbaik Panyingkul tahun 2007-2008 yang diluncurkan bulan Juni kemarin. Bedanya adalah, kedua karya saya yang terdahulu tersebut tidak diedarkan di toko buku besar, melainkan hanya beredar secara underground.

 

Ijo Anget-Anget ini adalah karya pertama saya yang berhasil menembus toko buku mainstream tentu saja karena diterbitkan oleh salah satu penerbit mainstream juga. Hanya saja, dari segi kualitas saya masih jauh dari rasa puas. Seharusnya saya bisa menulis dengan lebih baik dan bercerita dengan lebih menarik. Tapi, sekedar untuk menghibur diri, ini adalah langkah awal saya di genre yang berbeda. Genre yang sebetulnya tak begitu saya akrabi.

 

Semoga saja masih akan ada kesempatan berikutnya bagi saya dan teman-teman AngingMammiri.org untuk kembali membukukan karya kami. Langkah ke arah situ telah digagas dan mudah-mudahan dapat kembali direalisasikan. Dan tentu saja bila kesempatan tersebut memang akhirnya akan datang, maka saya berharap segi kualitas juga akan mengalami peningkatan.

 

Bagaimanapun, Ijo Anget-Anget ini adalah sebuah langkah positif yang sangat perlu untuk diapreasiasi secara postif. Singkatnya, Ijo Anget-Anget adalah sebuah persembahan dari kota AngingMammiri, yang seperti artinya-memberi kesejukan yang hadir lewat hembusan angin sepoi-sepoi.

About The Author

7 Comments

  1. daeng battala
    09/12/2008
  2. kHie
    12/12/2008
  3. arali2008
    02/09/2009
  4. Cipu
    02/03/2010
  5. Okkots
    02/03/2010
  6. ipul
    02/03/2010
  7. quoizel lighting
    09/06/2013

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: