Earth Hour; Setelah 60 menit lalu apa ?

Eart Hour Makassar

26 Maret 2011, pukul 20:30 hingga 21:30 jutaan orang di dunia memperingati hari bumi dengan gerakan yang lebih dikenal sebagai Earth Hour. Untuk Makassar sendiri dipusatkan di beberapa tempat, salah satunya di bawah jembatan fly over Jl. AP.Pettarani. Kegiatan ini digagas beberapa komunitas yang ada di Makassar seperti Mafia Riders ( komunitas pengguna sepeda fixie), Gerakan Makassar Tidak Kasar, daengkops, Anging Mammiri, Juventini Makassar, KasKus region Makassar, Makassar Backpacker, dan lain-lain.

Pukul 20:44 saya dan beberapa teman dari Blogger Makassar, Anging Mammiri tiba di area fly over. Puluhan orang sudah berkumpul di sana. Malam yang basah oleh sisa hujan terasa syahdu dengan puluhan lilin yang ditata sedemikian rupa membentuk angka : 60.

Malam itu, puluhan anak muda berkumpul untuk memperingati hari bumi yang ditandai dengan gerakan earth hour, mematikan lampu selama 60 menit. Mereka berkumpul membacakan sikap, menggugah kesadaran tentang kampanye cinta bumi, dan bernyanyi. Sebelumnya komunitas sepeda sudah sempat memulai dengan bersepeda kurang lebih 4 KM ke lokasi acara. Sayang, hujan membuat mereka tidak sempat membagikan pamflet berisi kampanye sayang bumi.

Kaos Kampanye Earth Hour

Selama satu jam massa yang didominasi anak-anak muda itu berkumpul di area fly over, bercakap-cakap, berkenalan dan bahkan hanya sekedar duduk dan menyalakan lilin. Lepas setengah sepuluh malam acara selesai. Mereka bubar meninggalkan lokasi dan kembali ke kehidupan masing-masing. Kemudian, apakah gema earth hour hilang begitu saja ? entahlah.

Sebagai orang yang aktif di dunia maya saya merasa kalau gaung Earth Hour ini belum maksimal. Memang sih, mereka yang aktif di dunia maya bisa dengan gampang mengakses informasi tentang earth hour, bisa tahu apa itu earth hour dan informasi lainnya tentang earth hour. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak aktif di dunia maya ?

Coba tengok sekeliling anda, pada perayaan earth hour berapa orang yang benar-benar mematikan lampu ? atau, minimal berapa orang yang tahu tentang earth hour ? Saya yakin jumlahnya sangat sedikit bila dibandingkan mereka yang tidak kenal apa itu earth hour.

Kampanye earth hour mungkin hanya satu kampanye kecil di antara banyak lagi hal lain yang bisa lakukan untuk setidaknya membuat bumi lebih nyaman dan bisa bernafas lebih lega. Kurangi penggunaan plastik, hemat menggunakan air, menggunakan peralatan listrik seperlunya, menggunakan AC seperlunya, menggunakan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, menggunakan kertas daur ulang, dan banyak lagi. Pertanyaannya, cukup sadarkah kita untuk ikut melakukan hal-hal kecil itu ?

Menimbulkan kesadaran pada semua orang tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menyayangi bumi jelas bukan hal yang sederhana dan gampang. Kita sudah terlalu tergantung pada kebiasaan boros energi sehingga untuk berhemat sedikit saja rasanya sungguh berat. Padahal seperti pada paragraf di atas, banyak sekali hal kecil yang sesungguhnya bisa kita mulai lakukan dan kita sumbangkan untuk bumi yang lebih nyaman.

60 menit dalam setahun mematikan lampu, mungkin tidak akan cukup bagi bumi kita. Apalagi tak semua penduduk bumi melakukannya. Setelah 60 menit, lalu apa ? Semoga earth hour tidak hanya jadi sebuah perayaan simbolis yang tak berbekas selepas 60 menit.

” Setelah 60 menit, jadikan gaya hidup !! ” Puluhan anak muda itu berteriak sambil mengepalkan tangan ke angkasa. Ah, semoga saja..

 

Lilin Earth Hour

Anging Mammiri di Earth Hour

About The Author

Leave a Reply

17 Comments on "Earth Hour; Setelah 60 menit lalu apa ?"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
ariefspekta
Guest
Waw.. Earth Hour.. Perayaan yang memang baru saya rasakan.. Sebenarnya saya tak mengerti apa dan bagaimana perayaan Earth Hour. Apakah kita sendiri yang perlu menyadari untuk memadamkan lampu (listrik) atau tidak? Beberapa wilayah listrik dipadamkan ‘terpaksa’ sementara diwilayah saya tidak ada pemadaman. Memadamkan lampu sendiri dan mencoba menjelaskan ke orang-orang di rumah agak sulit. Apalagi perayaan ini sebagian besar ‘tak diakui’ sebagai perayaan resmi 🙂 Wah, nyesal juga ga hadir disana. Apalagi rumah yang saya huni hanya beberapa meter dari lokasi TKP. Saya kira acaranya dipindahkan di lokasi lain karena tak ada pemadaman di wilayah sini. Seharusnya seluruh wilayah benar2… Read more »
anugrha13
Guest

saya mah bukan saja 60 menit…tapi dari jam 20.30 – 04.30 di matikan semua…hemat…hemat…*iklan hemat*

greenfaj
Guest

saya malah ndak bisa tidur kalau lampu kamar dimatikan >,<

kHie
Guest

yeay!!! senang menjadi ikut serta dalam earth hour 😀

btw, saya lupa memperhatikan sekeliling pada jam tersebut. pada gak mati ya?

indobrad
Guest

kebetulan deBlogger juga merayakannya pas kopdar di kafe. kafe itu memang memadamkan lampu, cuma sekelilingnya tetap terang benderang sehingga suasana perayaan itu tidak terasa 🙁

sri
Guest

wah salut dg Dg. Ipul dan semua yang berpartisipasi di EH 60+, kemarin aku kelewat tp gpp biar gak sempat ikutan kali ini tapi sering ikut berpartisipasi dg hemat energy 17.00-22.00 (secara jarang dirumah dan sering kena giliran pemadaman PLN hehe :P)

aRuL
Guest

koment sy hilang :((

oh iya utk masalah hemat energi, sudah sering dan terbiasakan oleh keadaan yg terbatas 🙂
semoga aksi ini bukan hanya sekedarnya, tapi berlanjut dalam kehidupan nyata…

oia salah tulis ki kayaknya daeng di judul fotonya Eart(h) Hour Makassar *ups… 😀

sibair
Guest

Wah makasar juga ikutan ya daeng 😀 seneng juga ternyata di luar jawa juga banyak yang berpartisipasi… hehe

Cipu
Guest

Semoga yang ikut Earth Hour juga bisa memahami maknanya dan bisa menjadi agent of change bagi masyarakat di sekitarnya.

Saya mematikan listrik pas earth hour dan lupa menyalakan kembali kulkasnya, walhasil banyak persediaan makanan yang harus dibuang karena berbau. Hahahaha dasar ceroboh

wpDiscuz
%d bloggers like this: