Belanja besar-besaran menjelang Ramadhan

suasana di sebuah supermarket menjelang Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera datang, kaum muslimin di seluruh dunia tentu sudah mempersiapkan diri menyambut bulan suci penuh berkah ini. Persiapan yang dimaksud bukan hanya persiapan secara psikis, namun juga persiapan secara fisik, salah satunya adalah belanja besar-besaran demi menyambut Ramadhan.

Selepas maghrib di hari sabtu (8/9) kemarin, saya dan keluarga mendatangi sebuah supermarket langganan kami di areal Mall Panakkukang. Ini waktunya untuk membeli kebutuhan rumah tangga selama sebulan. Saya agak kaget saat mendapati suasana supermarket yang jauh lebih ramai dari biasanya, segera saya sadar kalau ini adalah malam minggu terakhir di bulan Sya’ban, artinya orang-orang banyak memanfaatkan waktu ini untuk membeli berbagai keperluan melengkapi persiapan mereka menyambut Ramadhan, apalagi tanggal 8 masih terhitung tanggal muda, dompet masih fresh.

Pihak supermarketpun tampaknya telah mengantisipasi momentum ini, salah satunya adalah dengan mengadakan berbagai promosi yang mampu menarik perhatian konsumen. Maklum, saat ini persaingan antar pengusaha retail sangat tinggi. Kalau dulu, hanya ada 1-2 supermarket di kota Makassar, maka hari ini setidaknya ada 4 brand supermarket besar yang saling berebut perhatian konsumen, jadi faktor promosi dan strategi pemasaran sangat penting.

Supermarket yang saya kunjungi malam itu mengadakan promosi beli 2 gratis 1 untuk beberapa jenis barang, ditambah dengan kerjasamanya dengan salah satu bank penyedia layanan kartu kredit yang berbuah diskon 10% bagi konsumen yang bertransaksi menggunakan kartu kredit bank yang bersangkutan.

Awalnya kami agak bingung, mau mulai berbelanja dari mana. Pengunjung terasa sangat padat, apalagi karena kapasitas ruang supermarket yang memang kurang lega. Letaknya yang berada di basement dengan ketinggian langit-langit sekitar 3 meter jelas membuat suasana terasa agak sumpek ditambah dengan jarak antar rak etalase yang hanya sekitar 1,5 m. Lalu lintas pembeli dan troli belanjaannya jelas agak terhambat, bahkan pendingin ruangan sepertinya kewalahan dan menyebabkan udara terasa sedikit panas.

Kalau saya perhatikan, barang-barang yang paling banyak diminati para pembeli adalah barang-barang yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Mie instant adalah salah satunya. Rak mie instant terlihat agak kosong, jauh berbeda dengan kondisi biasanya. Selain mie instant, susu, sirup, telur dan minuman kaleng juga sangat laku. Jelas, barang-barang tersebut termasuk kebutuhan untuk sahur atau berbuka puasa. Sebuah produk minuman kaleng bersoda yang sangat terkenal diberi label “beli 5 gratis satu”. Saya memperhatikan kemasannya, mencoba mengingat-ingat harga normalnya dan sampai pada kesimpulan jika harganya memang lebih murah dari harga normal, tidak heran minuman tersebut jadi incaran banyak orang.


Di tengah keramaian para pengunjung saya sempat mendapati seorang cewek ABG dengan wajah pucat pasi sibuk merogoh setiap kantong yang ada di celana dan jaketnya, mencari sesuatu. Sementara di sampingnya, temannya menatap dengan wajah tak kalah cemas sambil mencoba menenangkan si cewek. Sepertinya si cewek kehilangan HP atau dompetnya, yang jelas pastilah barang berharga. Sementara itu seorang bapak tampak kebingungan melongok ke sana kemari, tampaknya mencari seseorang. Benar saja, saat bertemu dengan kenalannya si bapak dengan jujur mengatakan kalau dia sedang mencari pasangannya. Sementara itu dari pengeras suara diumumkan tentang ditemukannya seorang anak lelaki yang terpisah dari orang tuanya, nampaknya ada sebagian pengunjung yang terlalu bersemangat hingga melupakan keberadaan barang, pasangan dan anaknya.

Di bagian buah, salah satu yang menjadi primadona adalah buah kurma. Buah khas padang pasir ini memang biasanya hanya diminati orang di seputar bulan Ramadhan. Malam itu peminat kurma cukup banyak, saya pun termasuk salah satunya. Saat asyik memilih kurma, saya baru sadar di samping saya ada segerombolan ibu-ibu yang sedang antri di depan timbangan. Saya menoleh sejenak, ternyata di tangan mereka masing-masing terdapat bungkusan berisi sagu mutiara. Sagu mutiara adalah biji-bijian kecil dari sagu yang dibuat berwarna-warni, biasanya disajikan sebagai pelengkap es buah, dan es buah biasanya identik dengan buka puasa. Beberapa saat kemudian ibu-ibu yang bergerombol itupun bubar, menyisakan kira-kira segenggam sagu mutiara di atas wadah plastik. Seorang ibu menghampiri petugas di dekat sagu mutiara dan bertanya, “ dek, habismi sagu mutiaramu..?”, sang petugas menjawab, “ iye bu, habismi, tinggal yang ini..”. si Ibu kemudian berlalu, mungkin dengan sedikit kecewa.

Beberapa saat kemudian, setelah merasa semua kebutuhan kami sudah terpenuhi, kami segera beranjak ke arah kassa. Betapa terkejutnya saya ketika menyaksikan panjangnya antrian di depan kassa. Saya mencoba melongokkan kepala mencari kassa yang agak sunyi, tapi tampaknya sia-sia, semua kassa penuh dengan deretan pembeli yang sedang antri. Rata-rata setiap kassa dipenuhi sekitar 10-15 orang yang sedang antri lengkap dengan keranjang atau troli mereka.

Saat dengan sabar mengantri, saya melirik ke kanan dan ke kiri, mencoba menganalisa nominal belanjaan orang-orang yang sedang mengantri. Nampaknya tak ada seorangpun yang nominal belanjaannya di bawah angka Rp. 100 ribu, saya bisa membayangkan berapa besar keuntungan supermarket khusus untuk transaksi yang terjadi malam itu. Saat sedang melirik itulah secara tidak sengaja pandangan saya tertumbuk pada sebuah kassa yang berada paling ujung, dua kassa di samping saya. Seorang ibu nampak sedang sibuk mengatur belanjaannya dibantu seorang cewek yang saya kira bukan anaknya. Saya perhatikan di belakang si ibu berderet belasan troli yang penuh berisi barang-barang dalam kemasan kardus. Di bagian depan berderet juga belasan troli berisi barang lainnya yang nampaknya telah dibayar. Dari keterangan seorang bapak di samping saya, saya baru tahu kalau semua troli yang telah dibayar maupun yang masih antri di belakang kasir, semuanya punya si Ibu.

Saya mencoba menghitung troli yang telah terbayar maupun yang belum, jumlahnya lebih dari 30 troli. Sebagian besar berisi minuman kaleng, susu dan mie instant yang semuanya masih terbungkus kardus. Si Ibu nampaknya berbelanja bersama seorang anak perempuannya dan setidaknya 3 orang lain yang mungkin adalah pegawainya. Saya mengasumsikan si Ibu adalah pedagang, asumsi yang segera dibenarkan bapak yang sedang antri di samping saya. Saya bertanya-tanya, kenapa si Ibu musti rela bersusah payah belanja di supermarket untuk kebutuhan tokonya, toh dia bisa saja menjalin kerjasama dengan distributor yang pasti akan mau mengantar barang sampai di tujuan.

Bapak di samping saya yang kebetulan juga adalah pedagang segera memberikan analisanya. Katanya pada waktu-waktu tertentu, barang di Supermarket memang jauh lebih murah daripada barang di distributor, harganya bisa selisih Rp. 2000,- per barang, jadi bisa dihitung berapa keuntungan yang didapatkan bila kita mengambil ratusan barang. Keuntungan lainnya, bila si Ibu membayar memakai kartu kredit maka dia akan mendapatkan diskon 10 %, dan tambahan lagi bila memakai kartu member akan mendapatkan point yang bisa berupa voucher belanja. Bayangkan, sudah dapat barang murah, dapat diskon 10%, dapat point atau voucher lagi, pantas saja si Ibu rela bersusah payah.

Saya bertanya, “ lho, pak..bukannya di sini ada batasan jumlah barang yang boleh diambil..?”. si bapak menjawab, “ iyya memang, tapi kan si Ibu bisa saja kerjasama dengan orang dalam, biar bisa ambil barang lebih banyak”. Si Bapak menambahkan lagi kalau beberapa waktu sebelumnya di sebuah supermarket di kawasan Tanjung Bunga terjadi perselisihan yang hampir meletus jadi perkelahian gara-gara seorang kostumer yang protes keras karena barangnya ditolak akibat melewati kuota pembelian. Kostumer tersebut protes karena di kassa sebelahnya seorang kostumer lain yang rupanya sudah main mata dengan pihak supermarket mengangkut barang yang jelas-jelas jumlahnya jauh melebihi kuota pembelian. Sayapun hanya manggut-manggut mendengar keterangan si bapak.

Rupanya momentum menjelang Ramadhan ini memberi keuntungan bagi banyak pihak. Pihak pengusaha retail berhasil menggaet konsumen sebanyak mungkin, konsumen diuntungkan dengan berbagai program yang menyediakan barang-barang yang berharga murah dan sebagian orang yang bernaluri bisnis tinggi pun kemudian memanfaatkan situasi ini untuk mencari untung. Bagaimana dengan anda ?, sudahkah anda mempersiapkan diri menyambut Ramadhan..?.

About The Author

Leave a Reply

16 Comments on "Belanja besar-besaran menjelang Ramadhan"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Mohammad Helman Taofani
Guest
Mohammad Helman Taofani

Itu Carrfour ya bos? Biasa banyak orang yang “menimbun” kalo lagi diskon CF.

isnuansa_maharani
Guest

belanja ni ye…
met menjalankan ibadah puasa, pak!
salam buat keluarga.

exwtuwpp, panjang amat yak passwordnya?

Putry
Guest

Tawwa daeng.. belanja besar-besaran ki

Ifool
Guest

@Helman:
bukan Man…di Hypermart, tapi sama aja sih di mana2 orang yang bisa manfaatkan kesempatan dalam kesempitan emang banyak….

@Nuni:
selamat menjalankan ibadah puasa juga yak….mohon maaf kalo ada salah2 kata..
o iyya, passwordnya bukan bikinan aq lho…itu kerjaannya Blogger.com

@Putry:
ndak belanja besar2an ji Put..
yaaa…secukupnya saja, untuk satu bulan…
maunya belanja besar2an sih, tapi NDAK ADA UANG..!!!!

Jonquilles
Guest

sudah dua kali tulis komen disini tapi tidak masuk hiks kenapa ya?

Anyway, selamat belanja2…ehh menyambut Ramadhan, semoga mendapat banyak berkah di bulan yg penuh berkah ini.

Miya

escoret
Guest

aku dah belikurma…akua…dan sajadah..!!!!

bener juga om..mari rame2 belanja..hehhe

Ifool
Guest

@k’Miya..

iyye..sama2..
semoga kita semua mendapatkan berkahnya Ramadhan..
ditunggu kabar2nya Ramadhan di negeri orang…

pit
Guest

mauq juga belanja besar2an disini tp nda ada yg istimewa,jenis makanannya sm saja.nda ada cendol,kolak ato pisang ijo.hiks..hiks..

klo begini rasanya mau terbang sj pulang ke indo :).mat puasa ya Daeng Ipool..

daeng rusle
Guest

weh, banyaknya yg komentar
saya hampir ndak kebagiang tempat…

mohon maaf lahir bathin
orang belanja karena ada rejeki
kalo ndak belanja tinggal moppo dirumah kesiang…hehe

Mustamin al-Mandary
Guest

Puasa memang menjadi musim konsumerisme yang paling besar. Ramadhan tidak lagi menjadi bulan berpuasa, tetapi disulap menjadi bulan menghabiskan uang. Bukan hanya menjelang, tapi tunggu saat ramadhan hampir selesai. Lalu apami yg mau diharap dari puasa begitu?

halfian
Guest

pernah baca iklannya di koran kalau hypermart bakal diskon besar-besaran, beli dua dapat satu dan ternyata sukses besar iklannya di.
Pas lagi momennya …

Ifool
Guest

@daeng Ruslee:
sama2 daeng, mohon maaf juga…

@Ustas Mus :
yah..begitulah pak, makna inti dari puasa itu memang kadang2 tidak tersentuh..

@halfian :
memang begitu, pihak retail pastinya sangat memperhitungkan momentum seperti ini…makanya jangan heran…hehehe..

biru
Guest

ramadhan enaknya belanja makanan, cos jd buanyaaaaakkk penjual di skitar komplek prumahan ato muncul mknan2 musiman,hehe…gara2 keranjingan blanja org jd lupa substansi romadhon 🙂 smoga ramadahan kali ini pnuh berkah spt supermarket2 itu yg dikerubunin customer.
*mau blanja mukena dulu ahh…. 😀

Ros Marya Yasintha
Guest

wah..wah.. yang ngeborong 🙂
selamat menunaikan ibadah puasa pak ^-^

btw, nasi gadis yang “sepertinya kehilangan itu ” gmn ya..

halfian
Guest

ini daeng, sitsnya mas Rohman yang bisa bantu bikin selengkapnya.
untuk yang terbuka di halaman yang sama disini :read more 1. sedang yang terbuka di halaman baru : read more 2 keduanya untuk template beta lo. Selain itu banyak trik lain yg bisa kita dpt di situsnya mas rohman. Semoga bermanfaat

Anang
Guest

yang penting kalo belanja jangan lupa bawa uang itu aja.. heheheh

wpDiscuz
%d bloggers like this: