Anda Orang Kaya?

Horang Kayahh (foto: Google)

Horang Kayahh (foto: Google)

Sebenarnya apa sih definisi orang kaya? Punya banyak harta? Atau apa?

Sebuah twit berkelebat di lini kala saya, isinya tentang definisi orang kaya. Isi twitnya sontak bikin saya berpikir, apa sih definisi orang kaya? Menurut KBBI, orang kaya adalah: mempunyai banyak harta. Singkat, padat dan jelas sekali. Pertanyaannya hanya: banyak itu hitungannya berapa? Batas minimum banyak itu seberapa? Dan harta itu sebenarnya apa? Emas, uang, permata, mobil, tanah, atau apalagi? Ternyata tidak semudah itu ya mendefinisikan kata ?kaya?.

Tapi kembali lagi, pentingkah label kaya itu disematkan? Buat sebagian orang sepertinya iya. Mereka berusaha sekeras mungkin untuk bisa tampil sempurna dan terlihat kaya agar bisa masuk ke dalam sebuah lingkungan tertentu. Lingkungan yang hanya menerima mereka yang terlihat kaya.

Makin lama hidup memang makin materialistis. Lambang dan label semakin dibutuhkan dalam pergaulan. Tanpa lambang dan label khusus kita tidak bisa bebas bergabung dan bergaul dengan orang lain. Selalu ada batas yang memisahkan antara mereka yang punya label kaya dengan yang tidak punya.

Twit tentang orang kaya

Twit tentang orang kaya

Coba kita lihat label kaya yang muncul dari twit yang saya baca: menurut Iwan Setyawan di Femina, orang kaya itu adalah orang yang berbudaya atau well cultured dan beraksara atau well read. Terdengar indah ya? Penentuan level kaya tidak merujuk kepada berapa harta yang kamu miliki tapi lebih abstrak karena merujuk kepada sesuatu yang tidak teraba: budaya dan aksara.

Tapi pernyataan itu bisa menimbulkan pertanyaan lanjutan. Budaya seperti apa yang jadi patokan? Tiap suku bangsa punya budaya sendiri-sendiri, punya tingkat berbudaya yang berbeda-beda. Orang Jawa punya budaya yang mengacu pada kesopanan dan etika yang berbeda dengan orang di luar Jawa. Sesuatu yang bagi orang Jawa dianggap sudah melanggar budaya kesopanan belum tentu bagi orang Papua misalnya. Nada suara yang tinggipun bisa jadi alasan untuk menunjuk orang lain sebagai tidak berbudaya, padahal dalam tatanan mereka hal itu mungkin tidak masalah.

Menempatkan budaya sebagai batasan kaya bisa sangat beresiko. Ketika seseorang dianggap tidak berbudaya karena tidak sesuai dengan level budaya yang kita anut maka ketika itulah kita menganggap dia miskin dan biasanya dengan mudah juga dianggap bodoh. Miskin dan bodoh biasanya sepaket bukan?

Beraksara atau well-read juga sama saja. Aksara apa yang jadi patokan? Aksara latin? Bagaimana dengan mereka yang belum bisa menguasai aksara latin? Apakah otomatis dianggap tidak kaya dan kemudian juga dianggap tidak pintar?

Ternyata memang susah ya mendefinisikan kata kaya itu. Apapun definisi orang pasti bisa mengundang debat atau pertanyaan lanjutan. Saya sampai kepada definisi saya sendiri, orang kaya adalah orang yang bisa dihargai dan diterima lingkungannya karena dia memang punya sesuatu yang membuat orang dan lingkungan nyaman menerimanya. Entah itu harta, budaya, etika, rasa belas kasih, atau apapun itu.

Punya banyak orang yang bisa menerima kita buat saya adalah kekayaan yang terbesar. Itu menurut saya, entah menurut anda. Atau, anda sudah merasa kaya? Saya sih belum. Masih berusaha menjadi orang kaya sesuai definisi saya sendiri.

Selamat hari senin buat anda yang sudah kaya atau belum. [dG]

 

..

About The Author

2 Comments

  1. Sriyono Suke
    08/04/2013
  2. Mohammad Ferandy
    17/08/2015

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: