Saya Benci Ridwan Kamil

Program Ridwan Kamil yang..ah sudahlah

Program Ridwan Kamil yang..ah sudahlah

Saya benci Ridwan Kamil, gara-gara dia banyak warga kota lain jadi berharap banyak pada walikotanya termasuk warga kota Makassar.

Tanggal 3 Januari kemarin walikota Bandung, Ridwan Kamil memuat sebuah status di Fan Page Facebook-nya. Isinya mengajak warga Bandung untuk tidak sekadar piknik ke mall saja karena Bandung sekarang punya banyak taman yang juga layak untuk dijadikan tempat piknik, berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Bah! Ajakan macam apa itu? Sadarkah dia kalau sekarang sudah 2015, tahun milenium kedua, tahun dimana modernisasi adalah raja dan ratu sekaligus. Sungguh kampungan mengajak warga untuk piknik ke taman seperti yang dilakukan bapak-ibu atau kakek-nenek kita dulu. Ridwan Kamil mungkin lupa kalau sekarang jaman dimana mall dan bangunan megah adalah satu-satunya tempat yang asyik untuk berakhir pekan.

Mungkin Ridwan Kamil harus jalan-jalan ke Makassar dan melihat langsung bagaimana kota ini benar-benar bertransformasi menjadi kota dunia. Walikota kami tidak butuh taman untuk membuat warganya nyaman, alih-alih taman walikota kami menganggap kalau mall yang ada sudah cukup untuk memanjakan kebutuhan piknik warganya. Kalau punya banyak mall, untuk apa taman?

Di lain waktu Ridwan Kamil juga mengupdate status mengajak warganya untuk bersepeda guna mengurangi beban lalu lintas dan tak lupa dia juga mengajak warganya untuk ikut dalam gerakan pungut sampah.

Ah, benar-benar walikota ketinggalan jaman! Untuk apa bersepeda di jaman ketika mobil dan motor adalah penanda kegemilangan materi seseorang? Kota kami sudah lupa dengan kebiasaan old school itu. Di kota kami, motor dan mobil adalah syarat utama untuk menunjukkan status sosial. Buat apa capek-capek mengayuh sepeda? Itu kebiasaan orang jaman dulu ketika mereka belum bisa beli motor atau mobil.

Lalu memungut sampah? Ah Ridwan Kamil memang menggelikan. Walikota kami sudah punya gerakan sendiri, dia memberinya nama LISA; Lihat Sampah Ambil. Walikota kami sudah meminta warganya untuk mengambil sampah dimanapun mereka melihatnya, soal mau dibuang kemana itu urusan lain. Iya, saya tahu kalau di beberapa sudut kota ini tempat sampahnya menghilang entah kemana, atau sampah menggunung tanpa sempat diangkat selama beberapa hari. Eh iya saya lupa, konon waktu peluncuran program LISA itu sampah-sampah juga bertebaran tepat sewaktu acara dibubarkan. Itu juga biasa, toh yang diharapkan memungut sampah adalah warga biasa, bukan PNS yang ikut acara peluncuran itu.

Baca: Setelah Peluncuran Program Makassar ta Tidak Rantasa

*****

Ridwan Kamil ini memang walikota yang absurd, dia bukan politikus dan bukan pula selebritis. Dia hanya seorang arsitek yang suka berkebun, dan hanya dengan modal itu dia berani maju menjadi walikota dari sebuah kota sebesar dan seterkenal Bandung.

Lalu dia mulai bekerja dengan cara seperti seorang profesional, berinteraksi dengan warganya seperti layaknya manusia tanpa harus melewati beragam birokrasi. Saya sering melihat dia dengan banyolan-banyolannya di Twitter, menanggapi komplain dan protes warganya dengan santai dan manusiawi.

Buat saya itu menggelikan, bukan contoh seorang pemimpin. Pemimpin itu harus kaku, berjarak dan punya banyak aturan birokrasi. Lihat dong walikota kami, beliau punya akun Twitter juga, tapi beliau tetap jadi seorang pemimpin yang menolak untuk menggunakan akun Twitter sebagai sarana membangun komunikasi dan kedekatan dengan warga. Itu baru namanya pemimpin, untuk apa susah-susah membalas cuitan warga? Mereka hanya bikin susah saja.

Walikota kami juga lebih baik dari Ridwan Kamil, walikota kami pernah bilang kalau warga seharusnya menerima saja apa yang dilakukan oleh pemerintah kota karena toh di akhir masa jabatan pemerintah kota akan mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan selama 5 tahun. Ini keren! Pemerintah kota tidak butuh sosialisasi program, tidak butuh diawasi dan dikawal oleh publik, mereka akan bertanggungjawab atas apa yang mereka lakukan selama 5 tahun. Memangnya Ridwan Kamil bisa seperti ini?

Walikota kami sedang mengawal Makassar menjadi kota dunia, di musim penghujan ini Makassar sudah menyerupai Venezia dengan genangan air di banyak tempat. Di jam sibuk Makassar juga sudah menyerupai kota New Delhi dengan banyak titik macet. Oh iya, di tengah malam Makassar juga sudah menyerupai Texas di abad 18, menyeramkan dengan ragam aksi geng motor. Memangnya Ridwan Kamil bisa seperti ini?

Walikota kami juga jauh lebih pandai membuat singkatan-singkatan, ada LISA (Lihat Sampah Ambil), LILUNG (Lihat Lurah Bermasalah Langsung Ganti), LONGGAR (Lorong Garden) dan banyak lagi. Pokoknya kota Makassar bisa diajukan ke Museum Rekor Indonesia sebagai kota dengan jumlah singkatan program terbanyak di Indonesia. Memangnya Ridwan Kamil bisa seperti ini?

Ah, Ridwan Kamil. Saya benci nama itu, dia hanya bisa kerja-kerja-dan kerja. Dia kebanyakan kerja sampai lupa kalau dia adalah walikota yang seharusnya kaku dan berjarak. Gara-gara dia walikota kami sering di-mention warganya, ditanya kapan bisa seperti Ridwan Kamil. Ah kasihan walikota Makassar, semua ini gara-gara Ridwan Kamil! Dan itulah kenapa saya benci Ridwan Kamil.

Karena Ridwan Kamil membuat walikota Makassar terlihat seperti anak kemarin sore. [dG]

About The Author

Leave a Reply

452 Comments on "Saya Benci Ridwan Kamil"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Alam
Guest

Saya benci bupati Bangkalan! ? kalau yg ini judul sebenarnya. Hahahaha..

sudin
Guest

satire yang sangat mengena……….

ike rahmawati
Guest

Salam hormat dan salut saya utk karya anda yg kerenn ini……????????…..ijin share yaaa….????

Mahyudi Pas
Guest

Benci teh artina Bener-bener Cinta meureun…siplah…

Khie
Guest

Selain LISA yang ((ngeheitsss)) itu, saya baru tau kalo istilah2 semacam LILUNG dan LONGGAR.

Ah, saya KUDET ._.

iQko
Guest

Ah, apa pula itu Kudet?

ungaa
Guest

Aigh, saya juga KUDET XD

eriko mawanto
Guest

ah lu kampungan…udah banyak kaleee karyanya mas emil di makassar juga, mungkin secara ga sadar lu juga pake tuh karya nya dia….
“developed country where the rich people use public transportation…developing country when poor people using stupid cars”
semoga cepet sadar ya mas…sadar dari “domplengan” yg laen…

ungaa
Guest

Setuju mas eriko!
aku padamulah, pokoknya mah…
Nyenyenye~ *narigurita

gomes
Guest

Jleb bgt baca koment ente gan, sptnya anda kudet dgn cerita spt ini.

tukang peuyeum
Guest

eriko mawanto anda itu.. ini loh ungkapan hati saya buat anda saat ini >>> hihihi hehehe hohoho akhirnya HAHAHAHAHAHA…

daengrusle
Guest

setuju mas Eriko, penulis ini kampungan sekali.
kang Emil justru terbelakang dengan programnya yang sangat realistis yang pro rakyat, seharusnya ia bertindak seperti pemuka kota2 di jaman orde baru yang lebih mengejar proyek dan menyenangkan atasan.

ah, sangat kampungan penulis ini. jangan2 juga murahan…

*kabuuur…*

Sumbut Sembada
Guest

Saya sendiri juga kadang ngerasa Kang Emil terlalu lebay, kan bisa nonton PERSIB di rumah, enggak panas, tapi tetep aja dibela-belain nonton sampe Palembang sama bobotoh Viking. Sok kuat juga, dari Cigadung sampe kantor walikota kan jauh, dibela-belain pake sepeda. Apalagi tau sendiri kan Bandung di dataran tinggi, pasti ngayuhnya lebih berat. Kapan ya punya bupati/walikota yang sok jago seperti Kang Emil? Sedih saya liatnya.

bla bla bla
Guest

Sepedanya itu pake batre gitu. Biar kalau tanjakan dapet tenaga tambahan. Jadi tidak perlu mengayuh lebih berat.Bukan sok kuat.

Vand
Guest

Ah anda tidak tau karya sastra… Dasar remaja kemarin

irmawatisurya
Guest

saya suka comment yang inii 🙂

Ali Akbar
Guest

I like this one, dasar remaja kemarin 😀

onez
Guest

dong doooong,, ngakak abis baca komen nya,, this is comment of the year,, LOL

Hariez
Guest

ah saya jadi bingung yang komentar baca tulisan apa baca judul ya ?? :mrgreen:

-salam hangat-

dony
Guest

gagal paham dia

arha
Guest

Sumpahka ini mas wanto wanto…..sakit perutku ketawa 😂

sata kun
Guest

xixixi,,mending d baca dulu smua nya mas nyampe akhir psti ntr mas jg tau maksud artikel ini…

yasfi maziya
Guest

Mas Eriko, hehehe
Kalau membaca sesuatu itu kalau dalam bahasa Sunda mah “diheumheum heula ulah diteureuy buleud” (kalau permen mah dinikmati dulu jangan langsung ditelan bulat-bulat).
Atau segala sesuatu itu dimasukan dulu ke akal sehat, jangan langsung ke hati.hehehe
Membaca ini mah pake pendekatan lokusi, ilokusi dan pwrlokuai kalau bahasa linguistik mah hehe. Nuhun ah.

yasfi maziya
Guest

Perlokusi maksudnya heuheu

bayutanjunk
Guest

Ah kamu tolol komennya mas, aku sedih 🙁 belajar biologi dulu sono

IAN
Guest

Asli gue ngakak baca komen eriko.

Duh mas Eriko, kamu pintar sekali. Harusnya kamu yang jadi walikota. Kami semua butuh walikota seperti kamu! Ah..

sudin
Guest

ini bahasa sindiran saja, penulis sangat meyakini ilmu mumpuni yang dimiliki walikota sekelas RK……..

iko febri
Guest

ah mas eriko ini keminggris tapu gak paham ceritanya, sini mas saya dongengin dan saya jelaskan maksudnya 😀 hahaha 😀 pukpukpuk

sazki dzakiyya
Guest

aduh mas… ini nyindir walikotanya makasar. pas sekolah diajar kali majas majas sarkasme dll haha norak lo :p

Tika
Guest

Hahhahahaha itu yang di maksud adalah tanpa kita sadara makna tulisnya bahwa kang emil melakukan sesuatu yang menakjubkan untuk pemerintahanya . Coba liat kata yang berulang ulang dan maknnya bukan Penghinaan terhadap kang emil tapi kaya harapan agar walikotanya seperti itu .

Yuuki Shin
Guest

Ahaha, ngakak sumpah! Sepertinya anda masih harus banyak belajar dan baca buku =))

nandar
Guest

hahaa..lucu ki daeng.. dmnki tinggal? klo di Jakarta, ayuk kta diskusi..

alwi rasyid
Guest

Makassar Kota Dunia, menyerupai 3 kota besar sekaligus , NewDelhi, Venezia dan Texas ! Keren

Juwita
Guest

Nyebut Makassar sebagai Venesia… langsung kebayang sungai di pasar terong klo airnya lg banyak xixixi

udin
Guest

wani ngadu bandung jeung makasar mah!

Gode'
Guest

Kenapa gag buat program LIJA ( Lihat Janda Ambil)…

#Mirisss

wenny widyani
Guest

Dan saya juga benci ridwan kamil, yang membuat saya sering menangis karena saya ingin kembali ke Bandung ke tanah kelahiran saya …. tanah yang kembali ramah dan memanusiakan manusia, tanah yang kini banyak memancarkan senyum & kebahagiaan penghuninya, tanah yang menunjukkan betapa warga begitu menghormati & mencintai seorang Ridwan Kamil ….. tanah yang dulu begitu tidak bersahabat dan membuat saya memilih mencari penghidupan diujung pulau jawa ini ….

yuli
Guest

…same here…

shorrich
Guest

same w/ me..

Meli
Guest

makassar mirip bener dah sama kota satunya yang disini hahaha

dobelden
Guest

Saya benci ridwan kamil dan risma :((

Ira
Guest

Ah….pokoknya kamu kampungan deh mas….hahahaha

heycex
Guest

Keren.. klo tidak teliti bisa kejebak wkwkwk

Eka Yudhistira
Guest

Salam hormat dr kami waga Kota Bandung 🙂

Juwita
Guest
Keren sekali tulisanta Daeng Gassing, ngakak habis…langsung “jleb” ke jantung pisaunya…. Hehehehehe… Sy org Makassar yg skrg merantau ke Bandung, sedikit hari lagi mau balik Makassar… Dulunya awal saya tahu Ridwan Kamil itu dari tivi, beliau merancang Masjid keren di Kota Baru Parahiyangan, Masjid Al Irsyad… yg memang kerennn.. Lalu dengan kegiatan “Bandung Berkebun”nya… kali ini saya sempat ikut kegiatannya, sekali seminggu nengok tanaman, ikut nyangkul di petak tanah jatah saya… dan itu menyenangkan sekali…waktu itu sempat berpikir; nanti Kalau saya pulang mau juga deh “Makassar Berkebun”… anak TK dilibatkan, dan mereka bergembira menabur benih sayuran, petik sayurannya lalu di… Read more »
Rizka
Guest

Hallo mas ipul. Salam kenal. Saya org Padang tapi tinggal di Bandung. Bandung sekarang emang super duper keren. Tapi dari kekerenannya masih banyak PR kok kang emil. Terutama masalah macet di hari libur.

Hallo mba juwita. Penggiat bandung berkebun juga yah? Aku juga loh. Kok aku belum pernah ketemu yah? Eh apa nama “Juwita” samaran nih?

apphy
Guest

sayang kemarin wktu konferensi di makassar gak ada perwakilan bandung berkebun hadir di makassar *hikss

fauzan
Guest

komunitas bandung berkebun mayoritas mahasiswa dan pelajar di sekitar tempat berkebunnya… bnyak masyarakat yang ikut cuman pada saat event gede seperti kemarin BBB (bandung belajar berkebun) kalau hari biasa cuman 4 atau 5 orng anggota a.k.a cuman mau maen aja yg ada. mungkin gk ikut karena ada keperluan masing2.. mungkin seperti itu.~ 😀

Juwita
Guest

Hehehe… Juwita nama asli mbak rizka… sy cuma Sebentar di bandung berkebun, kuliahnya lebih butuh perhatian..

Juwita
Guest

Hehehe… Juwita nama asli mbak rizka… sy ga lama di bandung berkebun, kuliahnya lebih butuh perhatian..

Hendri
Guest

Semoga transportasi lain cepat trealisasi, karena ada salah satu proyek walkot ini transportasi car cable, transportasi ini cukup lumayan, sya prnah ke negara yg mnggunakan ini, selain asyik melayang diatas, jga prjalanan lbih cepat.

idan_89
Guest
Wah kalo mba juwita merantau ke bandung, saya yang orang bandung malah merantau ke makassar, baru 4th saya disini hehe, saya dulu berpikir kalo makassar seperti kota yang sepi, ternyata ramai sekali, hampir sama kemajuannya sama bandung yang banyak mall, tapi ketika bandung kembali ke alam(taman) makassar masih dengan pembangunan mallnya hehe, saya nyaman tinggal di makassar, ini kota saya ke 2 saya, setiap kali saya pulang ke bandung, bandung selalu berubah, selalu tampak lebih hijau dan tertata, hampir 5th saya di makassar, sayang sekali semakin mundur *maaf daeng ( makin banyak pengamen, pengemis) yang kalo tidak dikasih tidak mau… Read more »
Juwita
Guest

Wah, kita kebalik ya kang Idan, sy malah sdh 4 tahun di bandung, dan selalu kagok klo balik makassar, hutan betonnya makin padat… clingak clinguk liat gedung dan mall, persis urang desa masuk kota…jalanan luas dan lapang dengan pengendara seenaknya pindah jalur…. sudah ga brani nyebrang jalan seperti dulu… dan macetnya itu loh….

Saya suka dengan kota Bandung, tapi Makassar selalu dihati, karena semua orang terkasih ada di Makassar, bikin tak Sabar mau pulang 🙂

slaksmi
Guest

Emang Ridwan Kamil hanya pencitraan! Gubernur kami juga hebat. MRT blm selesai dibangun, busway blm banyak, motor disingkirkan. Buat apa rakyat pake motor, beli mobil dooooong! ????

budiah
Guest

iye bener tuh… nanti kalo semuanya udah kelar (MRT, Busway ,dan jalanan kota semakin nyaman) jangan mao tinggal di jakarta, jangan mao ikut nikmatin kota jakarta.. ayo janji ya…

andhikaMPPP
Guest

Lah, situ enak mas, di makassar …

Saya di Bandung, Kabupaten-nya tapi … saya benci banget Bandung sama Ridwan Kamil-nya.
Gimana engga coba, cuma karna ada “Kabupaten” di depannya , tapi …

Kalo makassar adalah perwujudan Venezia lah, Texas lah , New Delhi lah …

Bandung (dengan kabupaten di depannya) adalah perwujudan New York , London, Moscow atau Tokyo …

di film 2012 tapi …

Irfi Westiana
Guest

Maneh riweuh ih ngomentaran walikota batur…

tukang peuyeum
Guest

BACA NA SING TALITI ATUH KANG, TONG SALAH SANGKA KITU HADUUUHHHH

nuaingpisan
Guest

Mun can ngarti ulah wak ngomong, ngerakeun pisan. Matak baca heula, mun perlu nepi ka saratus kali ngarah ngarti.

bunda pipit
Guest

Bemana mewujudkan makassar tdk rantasa’, na di tengah kota ada bbrp titik penjual ternak, sampah tdk diatur pengelolaan dan pengolahannya….akibatnya yah Makassar tetap rantasa’

fauzan
Guest

komunitas bandung berkebun mayoritas mahasiswa dan pelajar di sekitar tempat berkebunnya… bnyak masyarakat yang ikut cuman pada saat event gede seperti kemarin BBB (bandung belajar berkebun) kalau hari biasa cuman 4 atau 5 orng anggota a.k.a cuman mau maen aja yg ada. mungkin gk ikut karena ada keperluan masing2.. mungkin seperti itu.~ 😀

fauzan
Guest

iye’.. saya dulu sekolah di antang,, tiap pagi itu pasti ketemu sama truk sampah kenapa tidak diatur jam angkut sampah pas tengah malam saja. kasian kita baru mau pergi tiba2 langsung ketemu mobil sampah..

asep
Guest

saya suka gayanu daeng,,,, ijin share ya daeng,, sy tag kan ki sama temanku, gassing juga. nah nah…

wiel_sam
Guest

Wakakaka…saya tau tulisan ini malah dari temen ex satu kantor. Tak kirain bahas ttg rumput sintetisnya bandung…ternyata lagi bahas kota dunia yah…dunia dalam berita..berita banjir…berita geng motor…

Pamankecil
Guest

Wih, bisa jadi terkenal si bapak nih..

Nita Sellya
Guest

Demi apapun baca komennya lebih menghibur dari isi blognya. Maaf ya Daeng, tapi…tapi.. :)))))

@_mizan
Guest

Aku juga sebel, walikota Semarang saat ini mulai niru-niru pola kerja Kang Emil. Bahkan minggu kemarin turun tangan sendiri membersihkan grafiti liar di halte Trans Semarang.

ntan
Guest

Akan banyak lagi warga kota Bandung yang “serbu” blog ini. Sabar ya daeng ????????????

Ika
Guest

Tulisan ini cerdas Dan menginspirasi! Bukan utk memojokkan org Bandung ataupun Ridwan Kamil, inilah gaya bahasa penulisan.
maap bagi yg komen nyelekit, mgkn harus dibaca bener2 tulisan Ini 😀 #imho

PancaSyah
Guest
Saya juga benci Ridwan Kamil. Selain dia, saya juga benci sekali sama Ahok. Dua orang ini terlalu banyak pencitraan. Terlalu sok terlihat bersih dan terlihat kerja yang benar mengabdi ke rakyatnya. Jauh lebih baik wali kota saya di Tangerang Selatan. Ibu muda yang cantik jelita itu banyak sekali fotonya di kota kami. Mobil mewahnya pun banyak terparkir di rumah megahnya di bilangan Kuningan, Jakarta. Iya, sengaja diparkir di Kuningan, Jakarta karena kalau dibawa ke Tangerang Selatan khawatir rusak; tahu sendiri kan di kota kami banyak sekali jalanan berlubang? Wali kota kami juga modern dan beradab. Terbukti bahwa suami dan kakak… Read more »
Luckyman
Guest

Bandung punya kang emil,,Surbaya punya bu risma,,Makassar punya anak lorong dany pomanto,,Bantaeng juga punya Nurdin Abdullah yang punya otak dan cara kerja orang jepang masa kini…semua mau membangun daerahnya, tinggal kita dukung lewat kerja nyata maupun kritik penyeimbang yang konstruktif…mau gak ???????

Bioeti Yeni Kurnia
Guest

Saya suka kalian benci walikota saya… hkhkhkhkhk *ketawa ala penjahat dholim yg mau musnahkan bumi.

Olga
Guest

Witty! Haha keren 🙂

rendi
Guest

Sepertinya tulisan sarkas ya om :), kalo yg tidak paham pasti langsung di hujat nih

cenah mah blogger
Guest

waaa jadi pengen pulang ke bandung

andiana
Guest

saya sih benci kang Emil karena udah dimiliki sama teh Ata.
*oke, bagian ini bisa bikin gue ditendang dari Bandung gak?* 😛

saya benci kang Emil, karena dia jadi walikota pas saya pindah ke Bandung. kan saya jadi kena getahnya. disirikin temen-temen luar Bandung. mereka mau nyulik kang Emil ke kota mereka. ah kacau, betapa beruntungnya saya, ya? tsk.

saya padamu, kang Emil!

Iqbal meta
Guest

Asyikk. Ini Tulisan paling TOP tentang Makassar. *sakitnya tuh disini…..

Ada kita lupa daeng
* city branding Mks juga mirip logo New York
*patung ayam di daya Juga ada sama seperti di kota Florida, AS. (Bedanya di Mks ceker ayamnya sudah hilang)

AraZazpi
Guest

Saya suka koment yg ini, hehehe hihihi huhuhu hohoho dan akhirnya HAHAHAHAHAHAHHH…

Dan “tertipu” dibagian awal tulisan,
ternyata bagian akhirnya “su’ul khotimah”,
best..best..the best!!!

Daeng Emil
Guest

Tabe, sy tweet ke kang Emil. Tulisan ta

Alan Ji Kodong
Guest

Saya benci kita daeng.. gara2 tulisan ta naik rating lagi blog ta.. hahahahaha..

streaming bokep
Guest

waktu awal liat di home fb (ada yg share), yup cukup menarik ‘sesuatu’
tapi setelah baca isinya, baru tau maksud sebenarnya. Keren

Made In Makassar
Guest

Wah juara ini namenya :))))

*lospokus*

Niss
Guest

Sy org Makassar, sdh 12thn rantau di Malanh. Sesekali mudik nengok ibu n keluarga lainnya. Dulu setiap pulang sy rasa2 cuma ada 3 tempat nyaman di Makassar : 1. Kamarku 2. Mobil 3. Mall krn disitu ji yg nda bussang. Skrg krn sy dpt kabar Makassar macet n banjir dimana2, tinggal 1 ma mi tempat nyaman, kamarku ji,,,,,,

Vita Masli
Guest

I know how you feel, daeng.. *puk puk puk pake sapu lidi*

Jauh2 ta mi bermimpi pasang gembok cinta di Seoul Tower eh ternyata di Balai Kota Jalan Merdeka juga sudah ada.

Ahh, Pak Ridwan, kenapa dak ada Kim So Hyun sekalian?
Huh! Aku benci pak Ridwan..

😀

Ekohm Abiyasa
Guest

Saya benci Ridwan Kamil. Karena bikin saya pengen pindah rumah ke Bandung!

Saya benci Daeng Gassing! Karena hihi hehe hoho haha!

*salam Daeng

Mynesha
Guest

Dan saya jadi kangen Bandung 🙁

Aulia
Guest

Benci jadi benar-benar cinta 😀

christin
Guest

Yang gak ngerti ini tulisan pasti moro2 & komen pedas.. Dongkrak ratingki daeng tawwa 😀

tata
Guest

Yihhiiy..
Makassar kyak texas..
“u kill my bro, i’ll kill u”
Seru na mo gang.. Sampe2 baru lepas magrib dicari ma’ sama mama’ku.. Di suruh ma’ pulang..

Ku benci tong mi pak ridwan ini klo begini, daeng.. Hahaha..
Paling benci ka juga sama ahok.. Aaah.. Dua pemimpin ini betul2 bikin emosi.. 😀

jufriadi juve
Guest

Penasaran baca tulisannya, tambah seru baca komen pembacanya.. Sedemikian edunnyakah Bandung sekarang? Jadi ingin pulkam stelah merantau 9 thn d Sulsel 🙂

I love Ridwan Kamil
Guest

Pulang lah Jufe… Jalan-jalan ke jl. Martadinata, atau Braga… pembangunan sudah hampir beres… belok lah ke jalan Merdeka, masuk ke taman balaikota… setelah dari braga jalan lah menuju alun-alun… lepas sepatumu lari-lari di karpet rumput… terus sholat di mesjid Agung Bandung… walau sintetis, tapi ruang terbuka ini favorit keluarga kami…
Kami masih berharap jembatan penyeberangan dibenahi, perpustakaan daerah ditata, dan sungai jadi asri….. dikiiit lagi…

MaczMan
Guest

Hrusnya instropeksi bukan beralasan.. mengaku saja mi klo ridwan kamil lebih hebat dri walikota ta’.. klo cuman mall yg kita banggakan apa tonji itu.. katanya modern tapi mindset ta’ ketinggalan.. hrusnya kan kita pikir bemana caranya bikin makassar lebih nyaman untuk warganya.. tanpa pernah lupa dengan karakter budaya luhur kita.. tea ki pa’ siri2 gang..

ExampLe
Guest

jangki juga bikin malu malu bos.. ndak tauk ki’ sarkas kah? bikin malu ki’ itu 😀

Suroyyal
Guest

kereeeen…di lombok timur kapan yaa da walikota kyak gni?

eda
Guest

Ah sy benci ipul gassing. Gara2 dia sy jadi membandingkan makassar, bandung, dan toraja… :b

Elzan
Guest

semoga pak ridwan kamil diberikan kesehatan & umur panjang… dan diberikan jalan untuk melenggang jadi R1 🙂 biar rata seluruh rakyat indonesia menikmati kerja kerja kerja beliau

Damae
Guest

Euleuh.. rame pisan iyeu keur ngarumpikeun kang emil..
Salam damai ti Bandung we lah 🙂

sabrina
Guest

Satire yang sangat menyentil 😀

zack
Guest

Berarti saya gak beruntung dong… tinggal di bandung 10 thn sebelum ada kang emil, tinggal di makassar kang emilnya di bandung…????????????… kangen jadinya…hahaha. makasi daeng… oya tambahan..sparator jalannya bisa membunuh orang kayanya…terutama di petarani dekat fly over

wpDiscuz
%d bloggers like this: