Tags:

4 Kaum Selepas Pilpres 2014

Setahun yang lalu

 

Hari ini tepat setahun lalu, Indonesia untuk ketiga kalinya menggelar pemilihan presiden secara langsung.

Agak berbeda dengan dua pemilihan presiden sebelumnya, pemiliah presiden (pilpres) tahun 2014 hanya diikuti oleh dua pasang calon. Pertarungan yang hanya diikuti dua pasang calon ini seakan memecah Indonesia menjadi dua, pendukung anuh melawan pendukung ituh. Benar-benar seperti pertarungan head to head atau satu lawan satu.

Suasana kampanye sampai hari pencoblosan dan bahkan sampai proses penghitungan suara, pertarungan antar pendukung masih terus terasa. Utamanya di media daring, entah itu media sosial maupun di portal-portal berita. Perang fitnah, tuduhan, berita palsu sampai debat-debat kusir tak jelas bertebaran di sana-sini. Kadang menggelikan tapi tak jarang membuat mual juga.

Satu tahun kemudian, tepat tanggal 9 Juli 2015. Aroma persaingan pasca pilpres memang sudah surut jauh dibanding setahun sebelumnya, tapi tetap saja ada. Beberapa pendukung garis keras kubu A dan kubu B masih saja ada yang menyimpan dendam dan kukuh mencari kekurangan dari kubu lawannya.

Sampai kemudian saya melihat ada 4 (empat) macam orang Indonesia yang ada saat ini. Kaum-kaum yang terbentuk pasca pilpres setahun yang lalu. Kaum itu adalah:

Kaum Pendukung Jokowi Garis Keras.

Jumlahnya mungkin sudah tidak terlalu banyak, tapi yakinlah kalau tetap ada. Kaum ini tetap berpegang teguh bahwa Jokowi adalah yang terbaik untuk negeri ini, mereka yang tak sepaham adalah haters. Bahkan mereka yang dasarnya kritispun langsung diberi cap haters dan dianggap sebagai pendukung Prabowo.

Pokoknya Jokowi yang terbaik, yang tidak setuju berarti hates. Titik!

Kaum ini berbahaya karena mereka tidak bisa okjektif melihat perkembangan. Tidak ada yang salah dengan pilihan mereka, Anda yang salah kalau tidak bisa menerima kekurangan dan kesalahan pilihan mereka. Bukan salah mereka.

Kaum Pembenci Jokowi.

Kaum ini terbagi dua; kaum pendukung Prabowo dan kaum yang sebenarnya tidak mendukung Prabowo tapi membenci Jokowi. Kaum ini dianggap masih menyimpan dendam pilpres, tidak bisa atau belum bisa melupakan sepenuhnya kemenangan Jokowi di pilpres setahun lalu.

Ciri khas kaum ini adalah terus fokus pada kelemahan Jokowi, menterinya dan bahkan kerabatnya. Segala macam cara dipakai mereka, termasuk memelintir berita atau menyebarkan berita tak benar. Bahkan ketika Walikota Solo melarang aparatnya mengadakan acara buka puasa menggunakan APBD, ada juga yang  memelintir beritanya seakan-akan sang Walikota melarang acara buka puasa bersama. Berita ini menarik untuk dipelintir karena Walikota Solo adalah mantan pasangan Jokowi ketika belum menjadi gubernur DKI Jakarta dan presiden RI. Konon bahkan ada yang memelintir beritu itu menjadi: Walikota Solo Yang Sahabat Jokowi melarang acar buka puasa.

Kaum ini juga sama berbahayanya dengan yang pertama. Berbahaya karena bisa merusak tatanan hidup damai orang Indonesia.

Kaum Netral dan Objektif.

Kaum ini adalah gabungan antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo. Mereka disatukan oleh kesamaan visi bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada manusia yang selalu salah. Kaum ini selalu melihat kebijakan pemerintah dengan kepala dingin. Kalau salah yah dikritik, kalau benar ya diapresiasi. Gitu aja koq repot.

Kaum ini tidak terlalu banyak, tapi kalau Anda melihatnya ada di sekitar Anda segeralah peluk karena bergaul dengan kaum ini sangat menyenangkan. Hidup lebih cerah dan nyaman karena otak lebih sering dipakai.

Kaum Yang Tidak Peduli.

Kaum ini juga gabungan antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo, ditambah dengan mereka yang benar-benar tidak peduli siapapun yang menang pilpres tahun lalu. Kaum ini sama sekali tidak peduli pada kebijakan pemerintahan Jokowi, tidak peduli pada fitnah kaum haters yang susah move-on dan tidak peduli pada penjelasan-penjelasan ilmiah atau akademis tentang kebijakan-kebijakan pemerintah.

Kaum ini hanya peduli pada usaha-usaha untuk bertahan hidup dan menikmati hidup. Mau makan apa malam ini? Mau makan apa besok? Anak-anak sekolah di mana nanti? Malam minggu mau nongkrong di mana? Dan sebagainya dan sebagainya.

Nah, itulah 4 jenis kaum rakyat Indonesia yang tersisa setahun setelah pilpres. Anda masuk kaum yang mana? [dG]

About The Author

One Response

  1. dobelden
    10/07/2015

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: