Minum Kopi Sambil Kepo

Pertemuan terakhir Kelas Menulis Kepo Angkatan IV

Sejak awal Ramadan tahun ini, ada satu kesibukan baru yang dijalani oleh beberapa anak Kelas Menulis Kepo. Mengisi sebuah website baru.

Selepas Kelas Menulis Kepo angkatan IV, muncul ide baru untuk meneruskan kebiasaan yang sudah terbawa selama kurang lebih tiga bulan. Selama berjalannya kelas, teman-teman peserta memang merasa mendapat energi baru. Setidaknya dua minggu sekali ada tenggat yang memaksa mereka untuk menelurkan tulisan baru. Bukan sekadar menulis, tapi harus sesuai dengan materi yang diberikan.

Nah, setelah kelas selesai muncul pertanyaan; apalagi setelah ini?

Selama ini alumnus Kelas Menulis Kepo memang seperti terpencar tak tentu arah. Tidak ada satu wadah khusus yang memberdayakan mereka, minimal meneruskan kebiasaan yang sudah dipupuk sepanjang pelaksanaan kelas.

Beberapa sih memang ditarik untuk aktif di angkatan selanjutnya, menjadi pendamping untuk peserta angkatan selanjutnya. Sisanya ya kembali ke dunia mereka, sibuk dengan kehidupan seperti biasa. Ada yang masih rajin menulis, tapi lebih banyak yang produktivitas menulisnya mulai menurun.

Selain itu tulisan teman-teman juga terpencar di blog masing-masing. Tidak ada satu wadah khusus yang bisa menampung tulisan-tulisan mereka. Akibatnya kami juga kesulitan untuk “menjual” hasil pelaksanaan Kelas Menulis Kepo.

Berangkat dari itu semua, muncullah ide untuk membuat sebuah wadah khusus yang bisa menampung tulisan teman-teman peserta Kelas Menulis Kepo. Tujuan pertamanya itu, agar kita mudah menunjuk hasil dari pelatihan menulis yang kami gelar.

“Mau lihat tulisan teman-teman Kelas Menulis Kepo? Buka saja web ini,”

Begitu kira-kira. Alasan lainnya, ya supaya alumnus Kelas Menulis Kepo tetap bersama-sama. Bisa kembali menulis dan berada dalam atmosfir yang sama. Atmosfir yang menantang mereka membuat tulisan yang lebih bagus dan tidak asal tulis. Selain itu biar bisa sama-sama belajar mengelola media.

Dari usulan itu kemudian lahirlah website yang diberi nama: KopiKepo. Nama itu muncul setelah diskusi dari beberapa peserta. Nama itu juga dipilih karena kedengarannya unik dan kena di telinga. Gampang diingat pula.

Dalam bahasa Indomesia logat Makassar, kata ‘kopi kepo’ itu bisa bermakna; kamu kepoin deh. Semacam ajakan kepada orang-orang untuk mengepoi sesuatu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kepo bermakna: rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain. Kami memang menggunakan kata itu sejak awal membuat Kelas Menulis Kepo. Filosofinya, bila ingin menulis dengan baik maka seseorang harus kepo, punya rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu.

Nah sejak hari kedua Ramadan tahun ini KopiKepo.com akhirnya meluncur juga. Di dalamnya ada beragam tulisan dari teman-teman peserta Kelas Menulis Kepo. Ada dua kategori besar yang kami buat, yaitu: ISU dan CERITA.

Di dalam kategori ISU, kami masukkan isu-isu yang sedang hangat saat ini atau isu yang pernah hangat. Di dalamnya ada isu kesehatan, pendidikan, budaya maupun lingkungan. Sementara kategori CERITA berisi beragam cerita dari teman-teman peserta Kelas Menulis Kepo. Isinya juga beragam, dari cerita tentang kehidupan perkotaan, cerita-cerita dari desa maupun cerita keseharian selama Raamdan. Untuk kategori Ramadan, itu hanya karena momennya memang bertepatan dengan Ramadan saja.

Jadi teman-teman sekalian, silakan berkunjung ke laman KopiKepo.com. Di sana ada banyak cerita yang mungkin bisa menambah pengetahuan teman-teman atau menjadi sumber renungan. Kualitas tulisan tentunya memang masih belum sempurna, tapi terus akan kami perbaiki. Namanya juga sambil belajar, kan?

Kalau mau lebih asyik, kalian bisa sambil minum kopi, sambil mengepoi isi KopiKepo. Cobalah. [dG]

Silakan Kakak, Dibaca Juga Kakak...

About The Author

Add Comment