Mengenang 5 Kebiasaan Sebagai Blogger Baru

Ilustrasi

Waktu mengubah segalanya, termasuk kebiasaan ngeblog. Apa yang dulu sering dilakukan, sekarang sudah berubah.

Tahun ini genap 10 tahun sejak pertama kali memutuskan menjadi seorang blogger. Petualangan ngeblog saya mulai dari Friendster, sebelum akhirnya pindah ke Blogspot dan kemudian jadi self hosting di tahun 2007. Sayangnya blog yang di Blogspot sudah saya hapus, dan blog di Friendster tidak sempat diselamatkan. Padahal dua blog itu harusnya bisa jadi prasasti penuh kenangan.

Beberapa hari lalu, Iqko bilang ke saya, “Deh, saya abis baca tulisan lamaku. Ternyata dulu pernah tonja menulis bagus, hahaha”

Saya ikut tertawa. Sama seperti Iqko, saya juga kadang iseng membuka tulisan-tulisan lama dan menemukan bahwa tulisan lama saya ternyata bagus-bagus. Oke, define “bagus”, please. Bagus yang saya maksud di sini adalah tulisan yang lebih sederhana dan apa adanya. Jujur dan tidak takut salah. Bukan berarti tulisan sekarang berbohong ya, bukan. Maksudnya dulu itu kalau mau menulis ya menulis saja, curhat ya curhat saja, tidak perlu berpikir; ini bakal mengganggu orang ndak? Ini ada dasarnya ndak? Ini datanya benar tidak? Pokoknya tulis dulu, pikir belakangan.

Blogging sekarang memang sudah tidak sederhana lagi. Baca sebabnya di sini

Waktu memang bisa mengubah segalanya, termasuk perasaan kita kepada seseorang. Ngeblog juga ternyata begitu. Ada hal-hal yang berubah, entah mengikuti jaman atau sekadar mengikuti pertambahan usia.

Sekarang saya mau mencoba mengingat 5 hal yang biasa saya lakukan dulu ketika masih baru memulai karir sebagai blogger. Kebiasaan itu adalah:

Rajin Mengganti Tema

Namanya juga blogger baru, masih mencari jati diri. Jadi wajarlah kalau rasanya belum sreg dengan tema tertentu. Jadilah hampir setiap hari waktu dihabiskan dengan mencari tema yang pas. Dipasang, dicoba, diutak-atik lalu beberapa hari atau bahkan beberapa jam kemudian diganti lagi.

“Tidak sreg di hati,” itu alasannya.

Itu baru tema, belum termasuk widget lainnya. Dulu di pertengahan tahun 2000an, widget yang harus ada itu adalah widget Shoutbox. Di widget itu kita bisa berkenalan dan saling sapa dengan pemilik blog tanpa harus meninggalkan pesan di salah satu postingan.

Hey, apa kabar widget itu sekarang?

Sekarang mengganti tema sudah bukan masuk prioritas lagi. Sudah menemukan tema yang pas, dan sudah tahu juga kalau keseringan mengganti tema efeknya kurang baik bagi mesin pencari Google.

Cek Statistik

Ini juga adalah hal yang sering saya lakukan ketika masih termasuk newbie sebagai seorang blogger. Mengecek berapa jumlah orang yang berkunjung ke blog saya setiap hari. Saya masih ingat betapa senangnya ketika untuk pertama kalinya kunjungan ke blog saya menyentuh dua digit per hari.

Rasanya senang saja bahwa ternyata blog saya ada yang kunjungi meski belum tentu juga mereka membaca.

Perlahan-lahan kebiasaan ini mulai saya tinggalkan. Alasannya karena angka kunjungan sudah stabil di angka puluhan ribu-per bulan. Sekarang saya lebih sering mengecek saldo rekening saja.

Berbalas Komentar dan Blogwalking

Pagi-pagi buka blog dan langsung menemukan komentar? Duh senang sekali rasanya. Berasa tulisan yang dibuat ada gunanya karena dibaca orang. Karena senanngnya itu, komentar yang masuk lalu dibalas dan kemudian langsung melakukan kunjungan balik ke blog si komentator.

Dari kebiasaan saling berbalas komentar itu lalu terjalinlah komunikasi dan malah akrab. Saya punya beberapa teman blogger yang awal kedekatan ya dari kebiasaan seperti itu.

Sekarang kebiasaan itu sudah mulai berkurang jauh. Membalas komentar masih tetap saya lakukan, tapi berkunjung ke blog komentator yang kadang berat saya lakukan. Alasannya ya tentu saja karena waktu yang tidak sebebas dulu lagi. Plus, interaksi sekarang sudah bisa pindah ke media sosial lain, blog bukan satu-satunya pilihan lagi.

Lebih jauh tentang blogwalking bisa dibaca di sini

Tidak Tahu Apa Itu Spam

“Beugh senangku, ada orang bule yang komen di blogku,” kata seorang kawan. Iya, dia memang masih baru ngeblog waktu itu.

“Hmmm…anuh, itu namanya spam,” hanya itu yang bisa kami komentari. Si teman blogger baru itu belum paham apa itu spam, makanya dia senang ketika menemukan ada komentar berbahasa Inggris di blognya. Dikiranya tulisannya benar-benar menggerakkan hati seseorang di benua seberang sana untuk berkomentar.

Saya juga pernah seperti itu. Senang ketika menemukan komentar berbunyi: wow, this is a great article. Bangga dong, tulisan berbahasa Indonesia saya dibaca orang bule dan bahkan dianggap sebagai “great article”. Eh tunggu! Bagaimana dia bisa tahu ini “great article” kalau dia berbahasa Indonesia saja sulit?

Dan akhirnya saya tahu kalau itu komentar spam. Hanya mau menitipkan tautan yang biasanya isinya adalah tautan ke website penjual obat pembesar dan penambah stamina.

Menulis Dengan Ringan

Dulu membuat postingan ya buat saja, tidak perlu berpikir banyak bahkan tidak perlu memikirkan tanda baca dan ejaan. Temanya juga ringan-ringan, tentang apa yang terjadi seharian, apa yang saya pikirkan kemarin, apa yang dilakukan teman-teman. Pokoknya tulis saja, tidak perlu cari data, tidak perlu menganalisa.

Sekarang sudah beda, menulis sudah menuntut saya melakukan banyak pertimbangan dulu sebelum menulis. Apakah tulisan ini nantinya berefek buruk? Nanti kena UU ITE ndak nih? Kalau nulis ini ada yang baca ndak? Pemilik brand atau agency suka ndak? Banyaklah pokoknya.

Akhirnya tulisan yang muncul jadi berasa berat, sudah beda dengan tulisan yang dulu dibuat. Dulu itu ibarat gorengan atau cemilan, ringan tapi memang tidak sehat. Sekarang, yah mungkin kayak nasi padang, berat tapi enak dan belum tentu juga sehat. Mungkin ya, harusnya Anda yang menilai, bukan saya.

Yah kira-kira itulah, setidaknya ada lima hal yang dulu biasa saya lakukan ketika masih menjadi blogger baru. Kebiasaan yang sekarang sudah mulai berubah namun kadang dirindukan juga. Bagaimana dengan Anda? Masih ingat hal-hal yang dulu biasa dilakukan waktu baru ngeblog? [dG]

About The Author

16 Comments

  1. Nasirullah Sitam
    21/12/2016
    • Daeng Ipul
      21/12/2016
  2. Iqko
    21/12/2016
    • Daeng Ipul
      21/12/2016
  3. Ndy Pada
    21/12/2016
  4. Hasbi
    21/12/2016
    • Daeng Ipul
      21/12/2016
  5. safprada
    21/12/2016
    • Daeng Ipul
      21/12/2016
  6. lelakibugis.net
    21/12/2016
  7. ZILQIAH
    22/12/2016
  8. Nunu
    23/12/2016
    • Daeng Ipul
      23/12/2016

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: