Tags: ,

2014; Masa Paceklik Dunia Blog

Keep On Bloggin' In A Free World

Keep On Bloggin’ In A Free World

Orang Makassar bilang: niak tonja antu allakna bombanga atau yang secara harfiah berarti; setiap ombak pasti ada selanya. Begitu juga yang terjadi pada saya, setelah tahun 2013 menikmati masa panen dari kompetisi blog maka tahun 2014 saya malah memasuki masa paceklik.

Hal yang paling saya ingat dari tahun 2013 adalah panen raya di ajang kompetisi blog. 2013 bisa saya bilang sebagai tahun penuh keberhasilan di dunia blog, khususnya dalam ajang kompetisi blog yang saya ikuti. Diawali dengan hadiah uang tunai di awal tahun dan ditutup dengan hadiah luar biasa berupa gadget, jam tangan, laptop, kamera DSLR dan kesempatan jalan-jalan dengan fasilitas premium ke Madura.

Saya tidak pernah menghitung berapa tepatnya jumlah hadiah yang bisa saya kumpulkan di tahun itu tapi secara kasar jumlahnya pasti puluhan juta. Uang tunai jutaan rupiah, gadget senilai jutaan rupiah, laptop dan bahkan kamera DSLR kelas menengah. Semua datang susul-menyusul, sepertinya hampir semua lomba yang saya ikuti selalu berakhir dengan kemenangan meski tidak semua juara pertama.

Singkatnya, tahun 2013 adalah tahun yang harus saya syukuri khususnya kalau bicara soal kompetisi blog.

Tapi seperti kata orang bijak, hidup seperti roda yang kadang di atas, kadang di bawah. Setelah menuai banyak kesuksesan di tahun 2013 maka tahun 2014 justru sebaliknya. Tahun 2014 saya kembali mencoba peruntungan ikut berbagai lomba blog yang banyak bertebaran hampir setiap bulan. Sayangnya, 2014 ternyata berbeda jauh dengan 2013.

Saya lupa total ada berapa lomba blog yang saya ikuti di tahun 2014 ini, tapi saya ingat betul kalau di antara sekian banyak lomba yang saya ikuti itu hanya ada 1 yang berhasil saya menangkan. Kemenangan itupun saya yakin terjadi karena lombanya berjarak singkat dan tidak diikuti oleh banyak peserta sehingga kemungkinan memang lawan yang saya hadapi tidak seberapa kuat. Berbeda dengan lomba lain yang diselenggarakan dalam waktu lama dengan peserta yang banyak.

Satu persatu pengumuman lomba yang saya ikuti sama sekali tidak menempatkan nama saya di daftar pemenang, bahkan untuk pemenang hadiah hiburan sekalipun. Kecewa? Tentu saja. Bohong kalau saya bilang saya tidak kecewa. Di setiap lomba saya biasanya menargetkan hadiah terkecil saja, itu untuk menjaga supaya saya tidak terlalu kecewa ketika saya tidak keluar sebagai pemenang.

Tapi meski memasang target rendah tetap saja saja kegagalan demi kegagalan yang saya terima mau tidak mau membuat saya sempat kehilangan kepercayaan diri. Ada masa dimana saya merasa kemampuan saya benar-benar sudah menurun, tak lagi sebagus dulu. Ada masa dimana saya sendiri merasa kehilangan kepercayaan diri dan merasa jadi pecundang.

Untungnya karena masih ada satu sisi dalam diri saya yang tetap menjaga semangat itu jangan sampai padam. Ada sisi dalam diri saya yang dengan kata-kata manisnya menasehati saya kalau ini hanya satu warna dalam perjalanan hidup. Tidak selamanya kita ada di atas bukan? Bahkan kata motivator, hidup bukan soal seberapa sering kamu jatuh tapi seberapa sering kamu berdiri setelah jatuh.

Kegagalan-kegagalan itu perlahan saya jadikan pelajaran. Mungkin tren memang sudah berubah, tulisan yang dianggap bagus oleh juri bukan lagi tulisan seperti yang dulu saya buat, atau mungkin tahun 2014 rejeki saya memang bukan lagi di dunia kompetisi blog karena toh di bidang lain saya tetap bisa menikmati rejeki yang berlimpah.

Tahun 2015 sisa menghitung jam, saya tidak bisa memprediksi bagaimana peruntungan saya di dunia kompetisi blog tahun itu, tapi setidaknya saya sudah mengumpulkan banyak catatan dari kegagalan-kegagalan di tahun 2014. Mudah-mudahan catatan saya bisa memperbaiki performa di tahun 2015, meski saya tidak selalu menjadikan kompetisi blog sebagai tujuan utama. Di tahun 2014 saja ada beberapa kompetisi blog yang sengaja saya lewatkan dengan beberapa alasan, ada yang karena temanya tidak saya kuasai dan ada juga yang karena memang saya tidak tertarik dengan temanya.

Saya ngeblog hanya karena blog sudah jadi bagian hidup saya, kalau akhirnya saya menang kompetisi blog itu hanya bonus. Saya tak hendak menjadi pengejar hadiah, meski ketika mengejarnya dan saya gagal tetap saja ada rasa kecewa. Apapun itu sekarang saya sudah siap menyambut 2015, bersiap menikmati hasil apapun yang akan diberikan tahun 2015 nanti. Baik atau buruk. [dG]

About The Author

One Response

  1. ardianto
    09/08/2015

Add Comment