Foto Dalam Postinganmu

Add Media Di WordPress

Bukan meniru lagu lama dari grup musik Slank, tapi postingan ini memang mau bicara tentang peran foto dalam postingan.

Setiap kali membuat artikel di blog, foto selalu menjadi sebuah keharusan bagi saya. Biasanya selain membuat artikel, mencari foto yang tepat juga butuh waktu. Foto bagi saya adalah pelengkap dan pemanis untuk sebuah artikel blog, apalagi artikel yang saya tulis rata-rata memang panjang dan potensial membuat mata lelah dan pembaca bosan. Foto menjadi sebuah solusi sederhana untuk sedikit menyegarkan mata pembaca.

Memilih foto bukan pekerjaan mudah. Untuk artikel perjalanan tidak terlalu sulit, saya tinggal mencari koleksi foto hasil jepretan sendiri, kebetulan saya memang suka menjepret momen atau pemandangan. Masalah akan datang bila artikel yang saya muat berbau tips, opini atau blogging. Langkah awal memang melirik stok satu persatu, mencari foto yang kira-kira tepat mewakili postingan yang saya buat. Kalau tidak ada yang rasanya cocok barulah saya akan mencari dengan bantuan Google.

Dulu saya suka serampangan, mengambil gambar di internet dan memasangnya untuk pemanis blog tanpa mencantumkan sumbernya. Belakangan saya sadar kalau itu tidak benar, maka sejak itu saya selalu memasang sumber foto. Sebuah foto yang sudah sangat umum terpasang di internet akan saya tulis sumbernya sebagai Google, karena kadang saya sudah tidak tahu foto itu awalnya dari mana dan siapa yang pertama mempublikasikannya.

Mencari foto yang sesuai dengan isi artikel yang terlalu umum juga bukan persoalan gampang. Mencari dengan kata kunci sesuai artikel yang dibuat tidak selamanya akan diarahkan ke hasil pencarian yang persis seperti kita butuhkan. Sebenarnya saya suka foto yang ilustratif atau tidak secara gamblang merujuk ke isi artikel, tapi sekali lagi itu bukan pekerjaan mudah tentu saja.

Biasanya kalau sudah mentok dan tidak menemukan foto yang tepat maka saya akan menyerah dan memasukkan foto yang sebenarnya tidak tepat dengan isi artikel tapi kemudian saya paksakan saja. Contoh terakhir adalah postingan 7 Tips Untuk Cowok di mana saya betul-betul mentok dan tidak menemukan foto yang tepat untuk isi artikel tersebut sehingga kemudian memasukkan foto boneka yang saya ambil sendiri dan menambahkannya dengan keterangan yang mendekati isi artikel.

Kadang-kadang kalau mentok di foto dan masih ada waktu luang maka saya akan membuat sendiri ilustrasi untuk pemanis. Itu sudah beberapa kali saya lakukan.

Kemarin, daeng Taqdir yang mengelola beberapa blog dalam hostingnya mengeluh. Beberapa blog yang numpang hosting di tempatnya ternyata berisi megabyte yang cukup besar. Salah satu penyebabnya adalah besaran foto yang melebihi standar. Beberapa bahkan sampai resolusi maksimal tanpa ada proses resize.

Sebenarnya berapa sih standar ukuran foto untuk postingan ? Saya belum pernah baca, tapi saya selalu membatasi ukuran maksimal foto dalam postingan dengan ukuran terpanjang 600 pixel. Biasanya besaran file-nya berkisar antara 80an hingga 120an kb tergantung kerapatan gambar dan warna dalam foto tersebut. Ukuran 600 pixel itu menurut lebar main post yang tentu saja beragam pada tiap themes.

Sebelum mengunggah foto ke dalam artikel satu proses yang saya lewati adalah proses mengubah besaran file. Ada banyak perangkat lunak yang bisa melakukannya seperti windows file manager, photoshop atau resize picture. Biasanya saya menggunakan photoshop karena selain mengubah ukuran saya juga melakukan beberapa perbaikan seperti perbaikan gelap-terang atau perbaikan warna. Semua demi tampilan foto yang dinamis dan menarik perhatian.

Dulu saya juga asal taruh foto, dengan besaran yang beragam. Belakangan saya suka melihat cara teman saya, Hilman dalam memasang foto di postingan blognya. Ukurannya selalu seragam dan rata kanan kiri. Dari sana saya kemudian mencontek caranya, memuat foto dengan ukuran yang seragam ( biasanya 600×400 sesuai lebar main content ) dan menaruhnya dengan posisi rata kiri-kanan.

Iya, saya memang termasuk orang yang rewel kalau menyangkut foto dalam blog mulai dari pemilihan, ukuran hingga penempatan. Semua itu demi kenyamanan membaca selain tentu saja agar blog terlihat lebih menarik.

Nah, bagiamana dengan rekan blogger ? Apa punya pendapat sendiri tentang foto dalam postingan ?

[dG]

About The Author

Leave a Reply

8 Comments on "Foto Dalam Postinganmu"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
syam
Guest

deh, nd nyangka sedetail ituki kakak… *jemfoll

kalo sy mah nd semua postingan ada fotonya, alias nd begitu rewel soal foto. tapi kalau ukuran foto yang pas di blog kadang sy sesuaikan sm templatenya, so far yg lebarannya500px yg paling passs 🙂

indobrad
Guest
penempatan foto bagi saya penting sekali. untuk itu trik yg saya lakukan: 1. sadar dengan keterbatasan space hosting, saya hanya mengunggah 1 gambar untuk keperluan featured image. gambar2 lainnya di postingan itu saya taruh di flickr atau wp.com dan di-link saja. 2. perkecil ukuran gambar sehingga lebar maksimal 600px 3. cara ke-2 bisa jadi repot kalo gambar yang ingin saya masukkan banyak karena harus edit gambar satu-satu. jadi saya mengakalinya dengan mencari themes yg bisa otomatis memperkecil ukuran dan membuatnya rata kiri-kanan di badan postingan. jadi gambar ukuran besar pun tidak akan terpotong. Fab themes sepertinya sudah ada fasilitas ini.… Read more »
greenfaj
Guest

mungkin tepatnya menyebutnya “gambar”, kan lebih luas cakupannya,

kecuali kalo dg. ipul pasang “foto”ji saja
😛

Asop
Guest

Sama, Bang Ipul, saya juga sebisa mungkin dalam setiap posting-an harus ada fotonya. 🙂 Rasanya kalo tanpa foto itu terasa hambar, kurang lengkap. Harus ada ilustrasi. 🙂

Yah, kalo memungkinkan sih harus foto hasil jepretan sendiri…. tapi kebanyakan ngambil dari google. 😀 Tak lupa, sumber saya sertakan di bagian akhir posting-an. 😉

Fotodeka
Guest

Hay kak Asop… 😀
idem ama kak Asop deh,
setuju kalau bisa mencantumkan itu foto/ilustrasi siapakah? sumbernya pun… sebagai bentuk apresiasi kepada pemiliknya..

wpDiscuz
%d bloggers like this: