5 Tips Aman Di Facebook

Hati-hati mengartikan “Facebook”

Berita tentang anak remaja yang diculik teman yang baru dikenal di Facebook makin banyak saja. Orang tua mulai khawatir tentang kebiasaan anak mereka menggunakan media sosial di internet.

Media sosial memang ibarat pisau bermata dua. Sudah banyak orang yang merasakan manfaatnya. Bertemu kawan lama dan kawan baru di internet, mendulang rupiah dari barang dagangan atau sekadar menemukan tempat baru untuk berkeluh kesah. Itu bagian menyenangkannya.

Bagian tidak menyenangkannya juga ada. Salah satunya cerita di atas tadi. Ada anak-anak remaja putri yang terpedaya teman yang baru mereka kenal di internet. Ada yang kehilangan harta, bahkan kehilangan ada yang kehilangan kehormatan dan mungkin masa depannya.

Memang masih banyak anak-anak remaja dan orang tua yang belum paham betul bagaimana bersikap hati-hati dalam menggunakan media sosial dan internet. Berikut ini ada tips yang saya ambil dari berbagai tempat, salah satunya dari laman internet sehat tentang tips aman menggunakan media sosial utamanya Facebook.

1. ?Jangan percaya pada siapapun yang baru kenal di internet.

Yah, namanya saja dunia maya. Semua yang ada di sana tidak seluruhnya nyata. Di internet orang bebas menjadi siapa saja dan apa saja yang dia mau.? Orang bisa terlihat pintar dan sangat bijaksana hanya dengan mencatut deretan quote dari orang-orang lain. Berhati-hatilah! Bahkan sayapun bisa jadi tidak sebaik yang anda kira, atau mungkin tidak seburuk yang anda duga.

2. ?Pilih teman online dengan cermat, jangan asal add friend.

Ada hubungannya dengan point pertama di atas. Sebaiknya kenali dulu semua orang yang mengajak berteman di laman Facebook. Lihat dulu teman yang sama, kalau mau lebih repot periksa interaksi antar mereka. Benarkah mereka kenal dekat dan bukan hanya sekadar berteman di Facebook? Kadang anak-anak remaja hanya mengejar jumlah teman yang banyak tanpa peduli seberapa dekat mereka mengenal orang tersebut. Terlihat ribet ya? Memang, semua yang aman itu biasanya memang ribet.

3. ? Jangan terlalu loyal mengumbar data pribadi.

Kecuali anda membuat akun Facebook untuk berjualan, sebaiknya tidak usah mengumbar nomor telepon pribadi. Nomor telepon itu sebenarnya hal yang bersifat pribadi. Kita membaginya hanya kepada orang yang kita maui saja, kecuali bila anda memang seorang pedagang. Data pribadi yang dibagi di Facebook tak perlu mendetail. Tak perlu seperti sebuah akun Facebook yang sampai memajang nomor KTP, jenis kendaraan lengkap dengan nomor STNK-nya.

4. ?Hati-hati memasang status.

Istilah kerennya; think before post. Iklim internet di Indonesia memang termasuk bebas, orang bisa menggunakannya sepuas hati dan seenak perut tapi kebebasan itu kadang mahal harganya. Kadang karena merasa bebas kita kemudian tanpa sadar membuat status yang menyinggung orang lain atau institusi tertentu. Sudah banyak kasus anak remaja yang bermasalah di sekolah atau kampus hanya karena sebaris status di akun Facebooknya. Karena itu waspadalah! Waspadalah! Satu lagi, ketika anda sendirian di rumah tak perlu mengumbarnya di laman media sosial. Di antara sekian banyak teman anda di sana bukan tidak mungkin ada satu-dua yang berniat jahat begitu tahu kesendirian anda.

5. ?Jangan pernah mau diajak kopdar berdua!

Namanya orang ketemu di dunia maya, biasanya kalau sudah akrab akan diakhiri dengan kopi darat atau bertemu langsung. Itu hal biasa, yang tidak biasa adalah kalau sang teman baru kenal di dunia maya itu mengajak ketemuan berdua. Berhati-hatilah! Kalau memang mau kopdar usahakan untuk merepotkan orang lain. Saudara, orang tua, atau teman. Ini sebagai peringatan saja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tips-tips di atas sepertinya memang lebih tepat disebarkan ke anak-anak remaja atau yang baru gede. Mereka adalah target utama beragam tindakan negatif di internet. Mulai dari cyber bully, pornografi dan macam-macam lagi. Untuk yang lebih dewasa, teruslah berusaha mengikuti perkembangan internet. Tak perlu menguasai, setidaknya paham saja apa yang sedang trend di kalangan anak muda. Biar kita bisa bersama-sama bekerja untuk melindungi generasi muda kita dari beragam ancaman di dunia maya.

Berlebihan? Terserah kita menanggapinya. Saya sendiri tidak ingin anak-anak saya salah melangkah di dunia maya yang kadang kejam ini. Ih, amit-amit!

[dG]

About The Author

One Response

  1. mamie
    24/10/2012

Add Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: